kuliah#akuntansi#jurnal-penyesuaian#tugas-kuliah

Jurnal Penyesuaian: Delapan Kasus yang Selalu Keluar di UAS

Diurutkan per bentuk kalimat soal, bukan per jenis akun, lengkap dengan cara cek saldo setelah disesuaikan dan dua pendekatan yang berbeda jurnalnya.

Oleh Oscar Ryanda Putra· Diterbitkan 8 Okt 2026· 8 menit baca
Di halaman ini

Jurnal penyesuaian tidak pernah menyentuh akun Kas. Kalau jurnal yang kamu tulis memuat Kas di sisi debit atau kredit, jurnal itu salah sebelum angkanya diperiksa, dan satu aturan ini sendiri sudah membuang sebagian besar jawaban yang keliru. Alasannya sederhana: penyesuaian memindahkan beban dan pendapatan ke periode yang benar, sedangkan uangnya sudah atau belum berpindah di transaksi aslinya.

Delapan kasus di bawah diurutkan menurut bentuk kalimat soalnya, bukan jenis akunnya, karena yang menyulitkan di ruang ujian bukan mengingat akun apa yang dipakai melainkan membedakan dua kalimat yang terlihat hampir sama padahal menuntut jurnal berbeda. Semua kasus memakai tutup buku 31 Desember.

Kalimat sewa dibayar di muka, kenapa jawabannya bisa dua?

Soalnya: dibayar sewa kantor Rp 24.000.000 untuk satu tahun pada 1 September.

Per bulan sewanya Rp 2.000.000. Dari 1 September sampai 31 Desember berjalan 4 bulan, jadi yang sudah jadi beban Rp 8.000.000 dan yang masih jadi hak untuk 8 bulan ke depan Rp 16.000.000. Dua angka ini sama untuk kedua pendekatan di bawah. Yang berbeda hanya jurnalnya.

Kalau saat pembayaran dulu dicatat sebagai aset, yaitu Sewa Dibayar di Muka didebit Rp 24.000.000:

31 Des  Beban Sewa                  8.000.000
            Sewa Dibayar di Muka                8.000.000

Kalau saat pembayaran dulu dicatat langsung sebagai beban, yaitu Beban Sewa didebit Rp 24.000.000:

31 Des  Sewa Dibayar di Muka       16.000.000
            Beban Sewa                         16.000.000

Transaksi yang sama persis, jurnal penyesuaian yang berlawanan arah dan berbeda angkanya. Keduanya benar, karena keduanya berakhir di saldo yang sama: Beban Sewa Rp 8.000.000 dan Sewa Dibayar di Muka Rp 16.000.000.

Ceknya: setelah penyesuaian saldo Sewa Dibayar di Muka harus 8 kali Rp 2.000.000, yaitu Rp 16.000.000. Kalau bukan, kamu memakai angka 8.000.000 di pendekatan yang menuntut 16.000.000 atau sebaliknya.

Cara mengenali pendekatan mana yang dipakai: lihat akun apa yang muncul di neraca saldo sebelum penyesuaian. Kalau yang tercantum Sewa Dibayar di Muka, berarti pendekatan aset. Kalau yang tercantum Beban Sewa, berarti pendekatan beban.

Kalimat pendapatan diterima di muka, polanya sama tapi sisinya terbalik

Soalnya: diterima pembayaran jasa Rp 18.000.000 di muka untuk 6 bulan mulai 1 November.

Per bulan Rp 3.000.000. Yang sudah jadi hak sampai 31 Desember adalah 2 bulan, yaitu Rp 6.000.000, dan yang masih jadi kewajiban Rp 12.000.000.

Pendekatan kewajiban, kalau saat penerimaan dicatat sebagai Pendapatan Diterima di Muka:

31 Des  Pendapatan Diterima di Muka  6.000.000
            Pendapatan Jasa                     6.000.000

Pendekatan pendapatan, kalau saat penerimaan langsung dicatat sebagai Pendapatan Jasa:

31 Des  Pendapatan Jasa             12.000.000
            Pendapatan Diterima di Muka        12.000.000

Ceknya: saldo Pendapatan Diterima di Muka setelah penyesuaian harus Rp 12.000.000, yaitu 4 bulan sisa dikali Rp 3.000.000, dan Pendapatan Jasa harus Rp 6.000.000.

Kalimat perlengkapan, yang disebut soal itu yang mana?

Soalnya: perlengkapan yang dibeli selama tahun ini Rp 5.000.000, dan perlengkapan yang masih ada pada 31 Desember Rp 1.800.000.

Yang dicatat sebagai beban adalah yang terpakai, jadi Rp 5.000.000 dikurangi Rp 1.800.000, yaitu Rp 3.200.000.

31 Des  Beban Perlengkapan          3.200.000
            Perlengkapan                        3.200.000

Jebakannya murni soal membaca. Dua bentuk kalimat yang hampir sama: perlengkapan yang masih ada Rp 1.800.000, dan perlengkapan yang telah terpakai Rp 1.800.000. Bentuk pertama menuntut pengurangan lebih dulu, bentuk kedua memberi angka bebannya langsung.

Ceknya: saldo Perlengkapan setelah penyesuaian harus persis sama dengan angka yang disebut sebagai masih ada, yaitu Rp 1.800.000.

Kalimat penyusutan, kenapa Peralatan tidak boleh dikredit?

Soalnya: peralatan dibeli 1 April seharga Rp 60.000.000, ditaksir berumur 5 tahun dengan nilai residu Rp 10.000.000.

Penyusutan setahun = (60.000.000 - 10.000.000) / 5 = 10.000.000
Untuk 9 bulan     = 10.000.000 x 9 / 12            = 7.500.000

31 Des  Beban Penyusutan Peralatan             7.500.000
            Akumulasi Penyusutan Peralatan                 7.500.000

Dua kesalahan paling sering di kasus ini. Pertama, mengkredit Peralatan, bukan Akumulasi Penyusutan. Harga perolehan tidak pernah berubah sepanjang aset itu dimiliki, dan penurunan nilainya ditampung di akun tersendiri. Kedua, menghitung penyusutan setahun penuh untuk aset yang dibeli bulan April. Hitung bulannya dari tanggal perolehan, bukan dari Januari.

Ceknya: nilai buku setelah penyesuaian adalah Rp 60.000.000 dikurangi Rp 7.500.000, yaitu Rp 52.500.000, dan angka itu tidak boleh lebih rendah dari nilai residu Rp 10.000.000. Kalau nilai bukumu jatuh di bawah residu, periode yang kamu hitung terlalu panjang.

Kalimat belum dibayar dan belum diterima, kenapa tiga kasus ini satu pola?

Tiga bentuk kalimat berikut terlihat berbeda tapi jurnalnya satu pola. Ada beban atau pendapatan yang sudah terjadi, uangnya belum berpindah, dan belum ada catatan apa pun sebelumnya. Karena belum ada catatan awal, ketiganya tidak punya varian pendekatan sama sekali.

Gaji yang belum dibayar. Soalnya: gaji 5 karyawan sebesar Rp 150.000 per orang per hari untuk 4 hari kerja terakhir Desember belum dibayar.

5 orang x Rp 150.000 x 4 hari = Rp 3.000.000

31 Des  Beban Gaji                  3.000.000
            Utang Gaji                          3.000.000

Pendapatan bunga yang belum diterima. Soalnya: perusahaan memegang wesel tagih Rp 40.000.000 berbunga 9 persen per tahun, diterbitkan 1 November, bunga diterima saat jatuh tempo.

Rp 40.000.000 x 9% x 2/12 = Rp 600.000

31 Des  Piutang Bunga                 600.000
            Pendapatan Bunga                      600.000

Beban bunga yang belum dibayar. Soalnya: utang bank Rp 100.000.000 berbunga 12 persen per tahun, dibayarkan setiap 1 Maret dan 1 September.

Rp 100.000.000 x 12% x 4/12 = Rp 4.000.000

31 Des  Beban Bunga                 4.000.000
            Utang Bunga                         4.000.000

Yang membedakan ketiganya hanya cara menghitung jangka waktunya. Gaji dari jumlah hari kerja yang disebut soal. Wesel tagih dari tanggal penerbitan sampai tutup buku, yaitu 2 bulan. Utang bank dari tanggal pembayaran bunga terakhir, bukan dari tanggal utangnya diambil, jadi 4 bulan. Soal sengaja menyebut dua tanggal pembayaran supaya kamu memilih yang terdekat sebelum tutup buku.

Persentase yang disebut tanpa keterangan jangka waktu selalu berarti per tahun, jadi selalu dipotong proporsional terhadap bulan yang sudah berjalan.

Ceknya sama untuk ketiganya. Akun utang atau piutang yang muncul pasti bersaldo nol sebelum penyesuaian, karena memang belum pernah dicatat.

Kalimat kerugian piutang, dua bentuk yang angkanya berbeda

Ini kasus terakhir dan yang paling sering tertukar, karena dua bentuk kalimatnya hanya berbeda satu kata.

Bentuk pertama: piutang usaha Rp 80.000.000, ditaksir 2,5 persen di antaranya tidak tertagih, dan saldo Cadangan Kerugian Piutang sebelum penyesuaian Rp 500.000 di sisi kredit.

Dasar persentasenya adalah saldo piutang, jadi yang diminta adalah saldo akhir cadangan, bukan bebannya:

Target saldo cadangan = 2,5% x 80.000.000 = 2.000.000
Sudah ada                                 =   500.000
Tambahan yang dijurnal                    = 1.500.000

31 Des  Beban Kerugian Piutang      1.500.000
            Cadangan Kerugian Piutang           1.500.000

Bentuk kedua: kerugian piutang ditaksir 2,5 persen dari penjualan kredit sebesar Rp 80.000.000.

Dasar persentasenya adalah penjualan, jadi hasil perkaliannya langsung menjadi beban periode ini tanpa dikurangi saldo cadangan yang sudah ada:

31 Des  Beban Kerugian Piutang      2.000.000
            Cadangan Kerugian Piutang           2.000.000

Angka yang dikalikan sama, hasilnya beda Rp 500.000, dan pembedanya hanya kata piutang atau penjualan di kalimat soal. Ceknya untuk bentuk pertama: saldo cadangan harus Rp 2.000.000, persis 2,5 persen dari piutangnya. Bentuk kedua tidak punya cek seperti itu, karena saldo cadangannya menjadi Rp 2.500.000 dan tidak terikat saldo piutang.

Tabel pengenalan cepat dari kalimat soal

Kalimat soal berbunyiDidebitDikreditCek setelah penyesuaian
dibayar di muka, dicatat sebagai asetbebanaset dibayar di mukasaldo aset = bulan sisa x tarif
dibayar di muka, dicatat sebagai bebanaset dibayar di mukabebansaldo beban = bulan terpakai x tarif
diterima di muka, dicatat sebagai kewajibanpendapatan diterima di mukapendapatansaldo kewajiban = bulan sisa x tarif
yang masih ada sebesar Xbeban perlengkapanperlengkapansaldo perlengkapan = X
umur ekonomis dan nilai residubeban penyusutanakumulasi penyusutannilai buku di atas nilai residu
belum dibayar sampai akhir periodebebanutangsaldo utang nol sebelum penyesuaian
belum diterima sampai akhir periodepiutangpendapatansaldo piutang nol sebelum penyesuaian
persen dari saldo piutangbeban kerugian piutangcadangan kerugian piutangsaldo cadangan = persen x piutang
persen dari penjualan kreditbeban kerugian piutangcadangan kerugian piutangbeban = persen x penjualan

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Mencampur dua pendekatan dalam satu soal, misalnya memakai angka pendekatan beban tapi akun pendekatan aset. Tentukan pendekatannya dari neraca saldo sebelum penyesuaian, lalu kunci pilihan itu untuk seluruh soal.
  2. Mengkredit akun aset untuk penyusutan, bukan akumulasi penyusutannya.
  3. Menghitung penyusutan satu tahun penuh untuk aset yang dibeli di tengah tahun.
  4. Memakai persentase dari saldo piutang tapi lupa mengurangi saldo cadangan lama, atau sebaliknya menguranginya padahal dasarnya penjualan kredit.
  5. Menukar perlengkapan yang masih ada dengan perlengkapan yang terpakai.
  6. Membuat penyesuaian untuk transaksi yang kasnya sudah lunas dan jasanya sudah selesai di periode ini. Transaksi seperti itu tidak perlu disesuaikan sama sekali.
  7. Memasukkan akun Kas ke jurnal penyesuaian.
  8. Memotong bunga tahunan dengan jumlah bulan sejak awal tahun, bukan sejak tanggal perolehan atau tanggal pembayaran terakhir.

Cara tercepat menguasai delapan kasus ini adalah mengerjakan semuanya dua kali, sekali dengan pendekatan aset dan kewajiban, sekali lagi dengan pendekatan beban dan pendapatan. Pembagian waktunya ada di strategi belajar UAS dan UTS mahasiswa, cara menyimpannya di cara membuat catatan kuliah efektif, dan pengaruh nilainya ke semester di cara menghitung IPK dan IP semester.

Apakah jurnal penyesuaian boleh menyentuh akun Kas?

Tidak. Penyesuaian hanya memindahkan pengakuan beban dan pendapatan ke periode yang tepat, sedangkan perpindahan uangnya dicatat di transaksi aslinya. Munculnya Kas di jurnal penyesuaian adalah tanda paling cepat bahwa jurnalnya salah.

Kalau soal tidak menyebut pendekatan apa pun, pilih yang mana?

Lihat neraca saldo sebelum penyesuaian yang biasanya disertakan di soal. Akun yang tercantum di sana menentukan pendekatan yang dipakai. Kalau soal benar-benar tidak memberi petunjuk, pakai pendekatan aset dan kewajiban, lalu tulis satu kalimat keterangan bahwa itu asumsi yang kamu pakai.

Bagaimana mengecek jurnal penyesuaian tanpa melihat kunci?

Hitung saldo akhir akun neracanya lalu bandingkan dengan sisa periode yang belum terpakai. Saldo Perlengkapan harus sama dengan angka yang disebut soal, dan nilai buku aset tetap harus di atas nilai residunya.

Apakah jurnal penyesuaian sama dengan jurnal koreksi?

Berbeda. Penyesuaian adalah pencatatan rutin akhir periode untuk hal yang memang belum dicatat. Koreksi adalah perbaikan atas kesalahan pencatatan, dan tidak terikat akhir periode.

Kenapa satu soal sewa dibayar di muka bisa punya dua jawaban berbeda?

Karena jurnal penyesuaian bergantung pada cara transaksi aslinya dicatat. Dua pencatatan awal yang berbeda menuntut dua penyesuaian yang berbeda untuk mencapai saldo akhir yang sama. Yang dinilai adalah kecocokan antara pencatatan awal dan penyesuaiannya, bukan jurnalnya saja.

Akun apa yang paling sering muncul di soal UAS?

Penyusutan aset tetap, beban yang belum dibayar, dan perlengkapan, karena ketiganya hanya punya satu bentuk jurnal sehingga mudah dinilai. Sewa dibayar di muka dan kerugian piutang biasanya jadi pembeda nilai justru karena punya dua bentuk.

Artikel Terkait

Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?

Gabung gratis di Pintarly. Ubah catatan kuliahmu jadi rangkuman, flashcards, dan kuis otomatis, plus AI tutor yang siap bantu kapan aja butuh.