Laporan Sementara Praktikum: Isi dan Cara Menulisnya
Lembar data yang ditandatangani asisten sebelum kamu keluar lab. Isinya apa saja, contoh tabelnya, dan apa yang dilakukan kalau datamu jelas salah.
Di halaman ini
- Kenapa tanda tangan itu yang paling penting
- Apa saja yang masuk ke dalamnya
- Contoh tabel data yang benar
- Apa yang dilakukan kalau datamu jelas salah
- Bedanya dengan laporan resmi
- Kesalahan yang sering terjadi
- Pertanyaan yang sering muncul
- Laporan sementara harus tulis tangan atau boleh diketik?
- Bagaimana kalau asisten tidak mau menandatangani?
- Data saya berbeda dari kelompok lain. Berarti salah?
- Apakah laporan sementara ikut dinilai?
- Lembar sementara saya hilang sebelum laporan resmi selesai. Apa yang bisa dilakukan?
- Apakah boleh menulis teori atau pembahasan di lembar sementara?
Laporan sementara adalah lembar data mentah yang kamu isi selama praktikum berjalan dan kamu mintakan tanda tangan asisten sebelum keluar ruangan. Isinya bukan pembahasan dan bukan kesimpulan, hanya angka hasil pengamatan apa adanya beserta keterangan alat dan kondisi saat pengukuran. Panjangnya biasanya satu sampai dua halaman tulis tangan. Fungsinya satu, mengunci data supaya angka di laporan resmimu nanti bisa ditelusuri ke sesuatu yang disaksikan orang lain.
Kalau kamu mencari contohnya dalam bahasa Inggris, kamu tidak akan menemukannya. Panduan lab report berbahasa Inggris mengenal pre-lab, lab notebook, dan formal report, tapi tidak mengenal satu lembar ringkas yang ditandatangani asisten di tempat. Praktik ini khas lab kampus di Indonesia, dan itu sebabnya hasil pencarian untuk topik ini sering berisi terjemahan panduan yang membahas hal lain.
Kenapa tanda tangan itu yang paling penting
Tanda tangan asisten memberi dua hal yang tidak bisa kamu buat sendiri belakangan, yaitu waktu dan saksi. Lembar itu membuktikan angka tersebut sudah ada pada jam praktikum, dan ada orang yang melihatnya.
Nilainya baru terasa justru ketika hasil akhirmu terlihat aneh. Bayangkan perhitunganmu di rumah memberi nilai percepatan gravitasi 7,8 meter per detik kuadrat, jauh dari angka yang diharapkan. Tanpa lembar yang ditandatangani, kamu berada di posisi sulit, karena asisten tidak punya cara membedakan pengukuran yang memang melenceng dari angka yang dikarang di kamar. Dengan lembar itu, pertanyaannya berubah. Bukan lagi apakah kamu mengarang, tapi di bagian mana pengukuran atau perhitungannya bergeser, dan itu pertanyaan yang bisa kamu jawab di pembahasan.
Fungsi kedua, lembar itu yang dipakai asisten membandingkan laporan resmimu. Kalau angka di laporan akhir berbeda dari lembar sementara dan kamu tidak menjelaskan kenapa, itu masalah yang jauh lebih besar daripada hasil yang melenceng.
Apa saja yang masuk ke dalamnya
Delapan hal, dan hampir semua kehilangan nilai kalau diisi setelah keluar lab.
- Judul percobaan, tanggal, jam mulai, nama dan NIM, kelompok, serta nama asisten pembimbing.
- Tujuan percobaan dalam satu atau dua kalimat. Cukup satu baris, ini bukan bab pendahuluan.
- Alat dan bahan yang benar-benar kamu pakai, bukan yang tertulis di modul. Kalau modul menulis neraca digital tapi kamu memakai neraca Ohaus, yang dicatat adalah yang kamu pegang.
- Skala terkecil setiap alat ukur. Angka ini menentukan berapa angka penting yang boleh kamu tulis, dan hampir selalu lupa dicatat.
- Nomor atau kode alat kalau ada. Berguna sekali ketika ternyata alat nomor tiga di meja itu memang bermasalah dan kelompok lain mengalami hal yang sama.
- Data pengamatan mentah, per pengulangan, bukan yang sudah dirata-rata.
- Kondisi lingkungan kalau percobaanmu peka terhadapnya, misalnya suhu ruang dan tekanan.
- Catatan kejadian. Satu baris seperti pengulangan ketiga, stopwatch tertekan terlambat, akan menyelamatkanmu saat menulis pembahasan tiga hari kemudian.
Contoh tabel data yang benar
Misalnya kamu mengukur diameter kawat dengan mikrometer sekrup berskala terkecil 0,01 mm, lima kali pengulangan.
| Pengulangan | Diameter (mm) | Catatan |
|---|---|---|
| 1 | 0,52 | |
| 2 | 0,53 | |
| 3 | 0,52 | |
| 4 | 0,61 | posisi ukur dekat bekas tekukan |
| 5 | 0,52 |
Perhatikan tiga hal di tabel itu. Semua angka ditulis dengan dua desimal karena skala terkecil alatnya 0,01 mm, termasuk yang kebetulan berakhir nol. Angka 0,61 yang menyimpang tidak dihapus, tapi diberi catatan. Dan tidak ada kolom rata-rata di lembar sementara, karena rata-rata adalah hasil perhitungan, bukan hasil pengamatan.
Banyak panduan lab di Indonesia meminta ketidakpastian pengukuran dituliskan sebagai setengah skala terkecil untuk alat analog dan satu skala terkecil untuk alat digital. Cek panduan lab prodimu, karena aturan ini berbeda antar jurusan dan antar dosen.
Apa yang dilakukan kalau datamu jelas salah
Jangan perbaiki angkanya. Itu satu aturan yang tidak punya pengecualian.
Urutan yang benar begini.
- Catat angka yang kamu dapat, apa adanya, termasuk yang mustahil.
- Tulis satu baris di kolom catatan tentang apa yang kamu curigai jadi penyebabnya.
- Lapor ke asisten di tempat, sebelum alat dirapikan. Ini bagian yang paling sering dilewati, padahal asisten sering langsung tahu penyebabnya, misalnya alat yang belum dikalibrasi nol atau rangkaian yang salah satu jepitnya longgar.
- Kalau asisten mengizinkan ulang, tulis hasil ulangan sebagai pengulangan baru dengan nomor sendiri. Jangan menimpa angka lama. Lembarmu akan punya tujuh baris untuk lima pengulangan, dan itu wajar, bahkan lebih jujur.
- Minta tanda tangan untuk keseluruhan lembar, termasuk baris yang menyimpang.
Kalau salah tulis angka, coret satu garis sehingga angka lama masih terbaca, tulis angka benar di sebelahnya, lalu beri paraf kecil. Jangan pakai tipe-ex dan jangan ditebalkan sampai tidak terbaca. Lembar data yang ada koreksi bergaris itu terlihat lebih kredibel daripada lembar yang bersih sempurna, karena memang begitu bentuk pengukuran nyata.
Satu kebiasaan terakhir yang murah dan sering menyelamatkan. Foto lembarnya dengan ponsel sebelum dikumpulkan. Banyak lab menahan lembar asli dan kamu tidak akan melihatnya lagi, sementara angkanya baru kamu butuhkan malam itu saat mengerjakan perhitungan.
Bedanya dengan laporan resmi
| Bagian | Laporan sementara | Laporan resmi |
|---|---|---|
| Waktu pengerjaan | Selama praktikum | Setelah praktikum, biasanya satu pekan |
| Isi | Data mentah dan keterangan alat | Teori, perhitungan, grafik, pembahasan, kesimpulan |
| Perhitungan | Tidak ada | Lengkap dengan langkahnya |
| Bentuk | Tulis tangan, satu sampai dua halaman | Sesuai format prodi, bisa belasan halaman |
| Tanda tangan asisten | Wajib, di tempat | Biasanya tidak, diganti lembar penilaian |
Karena laporan sementara selalu ditulis di tempat, hampir selalu berupa tulisan tangan, dan laporan resmi di sebagian prodi juga diminta tulis tangan. Trik mengatur margin, tabel, dan grafik untuk kondisi itu dibahas terpisah di laporan praktikum tulis tangan.
Kesalahan yang sering terjadi
- Mencatat di kertas buram lalu memindahkannya ke lembar resmi di luar lab. Setiap perpindahan angka adalah kesempatan salah tulis, dan tanda tangan yang kamu dapat jadi menandai salinan, bukan pengamatan.
- Menulis angka rata-rata di kolom data. Rata-rata tidak bisa diperiksa ulang dan menghapus informasi tentang sebaran.
- Menulis 0,5 padahal alatnya berskala 0,01 mm. Jumlah desimal yang kamu tulis adalah pernyataan tentang ketelitian alat, dan asisten memang memeriksanya.
- Lupa mencatat skala terkecil alat. Di rumah kamu akan menebak, dan tebakanmu akan mengubah hasil akhir.
- Menyalin data kelompok lain karena punyamu terlihat aneh. Lembar yang ditandatangani asisten justru membuat hal ini mudah terlihat, karena angka yang sama persis di dua kelompok untuk pengukuran manual hampir tidak mungkin.
- Pulang sebelum minta tanda tangan karena sudah jam makan. Lembar tanpa tanda tangan sering tidak diterima, dan mengulang praktikum jauh lebih mahal daripada menunggu sepuluh menit.
- Mencatat hasil tanpa satuan. Angka 25 tanpa satuan bisa berarti dua hal berbeda tiga hari kemudian.
- Tidak mencatat kejadian kecil. Kalau nanti datamu melenceng dan kamu tidak ingat kenapa, pembahasanmu akan berisi dugaan umum yang terbaca seperti tebakan.
Pertanyaan yang sering muncul
Laporan sementara harus tulis tangan atau boleh diketik?
Hampir selalu tulis tangan, karena diisi sambil praktikum berjalan. Sebagian lab membagikan formulir tercetak yang kolomnya tinggal kamu isi, dan itu lebih baik karena kolomnya sudah menuntun. Kalau labmu tidak menyediakan, buat sendiri tabel kosongnya di rumah sebelum praktikum, lengkap dengan kolom satuan dan catatan.
Bagaimana kalau asisten tidak mau menandatangani?
Tanya alasannya di tempat, karena biasanya ada yang bisa diperbaiki saat itu juga, misalnya kolom yang belum lengkap atau satu pengulangan yang kurang. Kalau alasannya datamu dianggap tidak masuk akal, tawarkan mengulang pengukuran dengan diawasi. Yang tidak membantu adalah berdebat soal teori, karena pada tahap ini yang dinilai bukan hasilnya, tapi apakah pengukurannya benar dilakukan.
Data saya berbeda dari kelompok lain. Berarti salah?
Belum tentu, dan untuk pengukuran manual perbedaan kecil memang diharapkan. Yang perlu kamu urus adalah menjelaskannya di pembahasan laporan resmi, dengan menyebut sumber perbedaan yang bisa ditunjuk, misalnya posisi pengukuran, waktu reaksi penekanan stopwatch, atau alat yang berbeda. Cara menuliskan keterbatasan tanpa terbaca seperti mencari alasan bisa kamu contoh dari cara menilai metode dalam review jurnal.
Apakah laporan sementara ikut dinilai?
Di banyak prodi, ya, dengan porsi kecil, dan sering sebagai syarat agar laporan resmi diterima. Yang lebih sering terjadi, lembar itu dipakai sebagai pembanding, jadi nilainya muncul secara tidak langsung melalui konsistensi laporan resmimu.
Lembar sementara saya hilang sebelum laporan resmi selesai. Apa yang bisa dilakukan?
Kalau kamu memfotonya, tidak ada masalah. Kalau tidak, hubungi asisten dan tanya apakah lembarmu sudah masuk arsip lab, karena di banyak lab lembar asli memang disimpan di sana. Jangan menyusun ulang angkanya dari ingatan tanpa memberi tahu asisten.
Apakah boleh menulis teori atau pembahasan di lembar sementara?
Tidak perlu, dan sebaiknya tidak. Lembar itu akan dibaca cepat oleh asisten di akhir sesi, dan tulisan tambahan membuat data sulit diperiksa. Simpan dugaan dan tafsiranmu di catatan pribadimu. Cara mencatat supaya catatan itu masih berguna tiga hari kemudian ada di cara membuat catatan kuliah yang efektif.
Artikel Terkait
Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?
Gabung gratis di Pintarly. Ubah catatan kuliahmu jadi rangkuman, flashcards, dan kuis otomatis, plus AI tutor yang siap bantu kapan aja butuh.
