kuliah#makalah#microsoft word#format dokumen

Nomor Halaman i, ii, iii lalu 1, 2, 3 di Satu File Word

Nomor halaman romawi lalu angka biasa di satu file Word butuh dua hal: pemisah bagian Next Page dan mematikan Link to Previous. Sisanya cuma mengikuti.

Oleh Oscar Ryanda Putra· Diterbitkan 8 Okt 2026· 7 menit baca
Di halaman ini

Nomor halaman i, ii, iii lalu 1, 2, 3 di satu file Word bisa dibuat setelah kamu memasang pemisah bagian jenis Next Page di antara halaman depan dan isi, lalu mematikan sambungan ke bagian sebelumnya di footer. Word tidak bisa memberi dua jenis nomor dalam satu bagian, dan secara bawaan seluruh dokumen itu satu bagian. Jadi semua langkah yang kamu lihat di tutorial sebenarnya mengerjakan dua hal: memecah dokumen jadi dua bagian, lalu memutus sambungan di antara keduanya.

Kalau dua hal itu kamu pahami, letak menu di versi Word mana pun tidak lagi penting. Kamu bisa membetulkan filemu sendiri walaupun tampilannya berbeda dengan yang di video.

Kenapa nomor halamannya selalu ikut berubah semua?

Karena Word menganggap penomoran sebagai sifat bagian, bukan sifat halaman. Satu bagian punya satu format nomor, satu titik awal, dan satu isi footer. Ketika kamu mengubah format nomor di halaman 9, Word mengubahnya untuk seluruh bagian tempat halaman 9 berada, dan kalau dokumenmu belum dipecah, itu berarti semua halaman.

Dari sini muncul dua pekerjaan.

Pertama, pemisah bagian. Yang kamu butuhkan adalah pemisah bagian jenis Next Page, letaknya di menu tata letak, bagian pemisah atau breaks. Jangan tertukar dengan pemisah halaman biasa. Pemisah halaman cuma mendorong teks ke halaman berikutnya dan tidak membuat bagian baru, jadi penomoranmu akan tetap seragam walaupun tampilan halamannya sudah terpisah.

Kedua, memutus sambungan. Bagian baru secara bawaan masih mewarisi footer dari bagian sebelumnya, dan Word menyebut sifat ini "Link to Previous". Selama sambungan ini hidup, mengubah format nomor di bagian kedua tetap mengubah bagian pertama. Jadi masuk ke footer bagian kedua, lalu matikan sambungannya.

Langkah lengkap untuk makalah atau skripsi

  1. Taruh kursor di awal halaman pertama isi, yaitu persis di depan tulisan BAB I atau Pendahuluan.
  2. Pasang pemisah bagian Next Page. Dokumenmu sekarang punya dua bagian: halaman depan dan isi.
  3. Klik dua kali di area footer halaman pertama isi, supaya kamu masuk ke mode penyuntingan footer bagian kedua.
  4. Matikan "Link to Previous". Setelah ini, apa pun yang kamu ubah di bagian kedua tidak lagi menjalar ke bagian pertama.
  5. Masih di bagian kedua, sisipkan nomor halaman, lalu buka pengaturan format nomor. Pilih bentuk 1, 2, 3 dan setel titik awalnya ke 1. Langkah titik awal ini wajib, karena tanpa itu Word melanjutkan hitungan dari halaman depan dan isimu mulai dari 8 atau 9.
  6. Pindah ke footer bagian pertama, sisipkan nomor halaman, lalu setel formatnya ke i, ii, iii dengan titik awal i.

Urutannya bisa dibalik, tapi mengerjakan bagian kedua lebih dulu membuat kesalahan lebih cepat kelihatan. Kalau setelah langkah 5 nomor di halaman depan juga berubah, berarti langkah 4 belum berhasil dan kamu tahu persis di mana harus kembali.

Cara memastikan kamu benar-benar sudah berada di bagian baru

Jangan menilai dari tampilan halaman, karena pemisah halaman dan pemisah bagian terlihat sama persis. Dua pemeriksaan ini pasti.

Nyalakan tanda format, tombolnya berbentuk huruf pi terbalik di baris menu utama. Setelah menyala, pemisah yang kamu pasang akan tertulis apa adanya. Yang benar berbunyi pemisah bagian atau Section Break (Next Page). Kalau yang tertulis cuma Page Break, hapus lalu pasang yang benar.

Lihat label di pinggir footer saat kamu sedang menyuntingnya. Di sana tertulis nomor bagian, misalnya Footer Section 2. Kalau di sebelah kanan masih ada keterangan Same as Previous, sambungannya belum terputus.

Dua pemeriksaan ini juga yang membuatmu bisa menolong teman lewat tangkapan layar. Minta dia menyalakan tanda format dan memotret area footer, dan penyebabnya biasanya langsung terbaca.

Tiga kegagalan yang paling sering terjadi, beserta sebabnya

GejalaSebabnyaYang dibetulkan
Format nomor berubah di seluruh dokumen setiap kali diaturDokumen masih satu bagian, atau sambungan footer belum dimatikanPeriksa tanda format. Kalau yang ada cuma Page Break, ganti jadi pemisah bagian. Kalau pemisahnya sudah benar, matikan sambungan di footer bagian kedua
Halaman depan sudah i, ii, iii, tapi isi mulai dari angka 8Titik awal bagian kedua masih melanjutkan hitungan sebelumnyaBuka pengaturan format nomor di bagian kedua, pilih mulai dari 1
Nomor hilang total di salah satu bagian setelah sambungan dimatikanFooter bagian itu memang masih kosong, karena isinya tadi cuma pinjaman dari bagian sebelumnyaSisipkan nomor halaman sekali lagi khusus di bagian yang kosong

Ada kegagalan keempat yang lebih jarang tapi paling mengagetkan. Kalau kamu menghapus pemisah bagian setelah semuanya rapi, bagian di atasnya akan mengambil format bagian di bawahnya, dan penomoran romawimu lenyap dalam satu kali tekan. Kalau ini terjadi, batalkan dengan undo. Memasang ulang pemisahnya tidak mengembalikan pengaturan yang sudah hilang.

Halaman judul yang tidak boleh ada nomornya

Hampir semua panduan kampus meminta halaman judul tidak bernomor, tapi tetap ikut dihitung sebagai halaman i. Ini tidak butuh bagian ketiga. Di bagian pertama, nyalakan setelan halaman pertama berbeda, yang di Word bernama Different First Page. Footer halaman judul jadi kosong, sedangkan kata pengantar tetap mulai dari ii.

Kalau yang diminta halaman judul tidak dihitung sama sekali, sehingga kata pengantar menjadi i, pasang pemisah bagian setelah halaman judul dan setel titik awal bagian berikutnya ke i. Artinya dokumenmu punya tiga bagian. Periksa dulu panduan kampusmu, karena kedua aturan ini dua-duanya dipakai.

Kalau filenya di Google Docs atau pengolah kata lain

Konsepnya sama di mana-mana: pecah dokumen, lalu putus sambungan.

Google Docs punya pemisah bagian, dan pada pengaturan nomor halaman ada pilihan untuk menerapkannya pada bagian ini saja. Yang perlu diperiksa di Docs adalah pilihan agar bagian baru tidak mengikuti bagian sebelumnya, karena istilahnya tidak memakai kata sambungan. Angka romawi di Docs lebih terbatas daripada di Word, jadi untuk skripsi dengan aturan ketat, Word masih lebih mudah.

LibreOffice memakai gaya halaman, bukan pemisah bagian, jadi urutan kerjanya agak berbeda walaupun hasilnya sama. WPS menyalin istilah Word hampir seluruhnya, termasuk nama Link to Previous.

Dari aplikasi ponsel, pemisah bagian praktis tidak tersedia. Jalan keluar yang paling masuk akal adalah menyelesaikan isinya dari ponsel dan menyisakan penomoran untuk lima menit di komputer, dan urutan kerjanya ada di /artikel/membuat-makalah-dari-hp.

FAQ

Pemisah bagian jenis apa yang harus dipilih kalau ada beberapa pilihan?

Next Page. Pilihan Continuous membuat bagian baru tanpa memindahkan teks ke halaman berikutnya, yang untuk penomoran justru membingungkan karena satu halaman bisa memuat dua bagian. Even Page dan Odd Page dipakai untuk dokumen cetak dua muka dan akan menyisipkan halaman kosong.

Apakah daftar isi ikut rusak kalau nomor halamannya diubah?

Tidak rusak, tapi perlu disegarkan. Daftar isi otomatis menyimpan nomor halaman hasil pembuatan terakhir, jadi setelah penomoran selesai, perbarui daftar isinya sekali. Kalau daftar isimu masih diketik manual, ini saat terbaik untuk menggantinya dengan yang otomatis, karena nomornya baru saja berubah semua.

Nomor halaman muncul di tengah padahal diminta di kanan atas?

Posisi nomor diatur terpisah dari formatnya, dan juga bersifat per bagian. Pindahkan nomornya di bagian pertama, lalu periksa bagian kedua, karena setelah sambungan dimatikan keduanya tidak lagi saling mengikuti.

Setelah dijadikan PDF, apakah penomorannya bisa berubah?

Tidak. Yang berubah biasanya bukan nomornya, tapi jumlah halamannya, karena font yang tidak ada di komputer lain membuat teks bergeser. Periksa halaman terakhir setelah ekspor, dan pastikan tidak ada halaman kosong tambahan di ujung.

Dokumennya sudah 60 halaman dan belum ada pemisah bagian sama sekali. Perlu diketik ulang?

Tidak. Memasang pemisah bagian di tengah dokumen yang sudah jadi aman dan tidak mengubah isi. Simpan salinan dulu sebelum mulai, lalu kerjakan enam langkah di atas. Untuk dokumen sepanjang itu, biasanya juga ada halaman daftar tabel dan daftar gambar yang perlu ikut bernomor romawi, jadi pastikan pemisahnya dipasang setelah semuanya, persis di depan BAB I. Urutan bagian depan skripsi dibahas di /artikel/panduan-skripsi-dari-nol.

Header area atas halaman, footer area bawah. Penomoran bisa diletakkan di mana saja di antara keduanya, dan sifat sambungan ke bagian sebelumnya berlaku untuk keduanya secara terpisah. Jadi kalau nomormu di header, yang perlu dimatikan sambungannya adalah header, bukan footer.

Artikel Terkait

Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?

Gabung gratis di Pintarly. Ubah catatan kuliahmu jadi rangkuman, flashcards, dan kuis otomatis, plus AI tutor yang siap bantu kapan aja butuh.