Study With Me untuk UTBK: Cara Belajar Bareng Online Tanpa Cuma Menonton
Cara memakai study with me untuk UTBK sebagai alat fokus: target per blok, sesi 50/10, kamera ke meja, dan tanda kapan sesi berubah jadi prokrastinasi.

Di halaman ini
- Study with me itu apa, dan kenapa bisa membantu fokus?
- Video YouTube atau video call dengan teman: mana yang lebih cocok?
- Cara menjalankan satu sesi supaya tidak cuma menonton
- Berapa banyak soal yang realistis dalam satu blok 50 menit?
- Kapan study with me berubah jadi prokrastinasi?
- Kesalahan yang sering terjadi saat belajar bareng lewat video call
- FAQ
- Apakah harus menyalakan kamera saat video call belajar?
- Musik di video study with me mengganggu atau membantu?
- Apakah 50/10 wajib, atau boleh Pomodoro 25/5?
- Berapa kali seminggu sebaiknya ikut sesi study with me?
- Study with me cocok untuk gap year?
Study with me untuk UTBK berguna sebagai alat fokus, bukan sebagai tontonan. Sesi ini bekerja kalau kamu menulis target per blok sebelum mulai, belajar dalam blok 50 menit dengan istirahat 10 menit, mengarahkan kamera ke meja, dan menutup sesi dengan laporan singkat tentang apa yang benar-benar selesai. Tanpa empat hal itu, video study with me dan video call belajar bareng mudah berubah jadi cara yang nyaman untuk menunda.
Study with me itu apa, dan kenapa bisa membantu fokus?
Study with me adalah sesi belajar yang ditemani orang lain secara daring. Bentuknya ada dua. Yang pertama video YouTube atau siaran langsung berisi orang yang sedang belajar, biasanya dengan timer di layar dan musik pelan. Yang kedua video call dengan teman, di mana semua orang menyalakan kamera dan belajar sendiri-sendiri tanpa banyak bicara.
Kenapa bisa membantu? Kehadiran orang lain membuat kita sedikit lebih sungkan untuk membuka media sosial. Selain itu, timer bersama memberi batas yang jelas: kamu tahu kapan harus mulai dan kapan boleh berhenti. Banyak orang merasa lebih mudah duduk dua jam kalau ada orang lain yang juga duduk.
Tapi efek itu ada batasnya, dan perlu jujur soal ini. Sesi study with me membantu kamu duduk di depan meja. Sesi ini tidak menjamin apa yang kamu kerjakan di meja itu berguna. Duduk tiga jam sambil membaca ulang catatan yang sama tetap kurang efektif dibanding 50 menit latihan soal yang serius. Teknik belajar yang lebih kuat buktinya dibahas di cara belajar efektif di SMA. Study with me hanya wadahnya.
Video YouTube atau video call dengan teman: mana yang lebih cocok?
Keduanya punya kelebihan yang berbeda.
| Aspek | Video study with me (YouTube atau siaran) | Video call dengan teman |
|---|---|---|
| Butuh janjian | Tidak, bisa kapan saja | Ya, harus menyamakan jam |
| Rasa diawasi | Lemah, orang di video tidak melihatmu | Lebih kuat, teman bisa melihat kamu pergi |
| Risiko mengobrol | Hampir tidak ada | Tinggi kalau tidak ada aturan |
| Bisa saling bertanya soal | Tidak | Bisa, di jam istirahat |
| Cocok untuk | Hari ketika teman tidak bisa, atau belajar larut | Sesi rutin dua sampai tiga kali seminggu |
Kalau kamu gampang terdistraksi oleh obrolan, mulai dari video. Kalau kamu gampang kabur dari meja saat tidak ada yang melihat, video call dengan teman lebih ampuh. Banyak orang memakai keduanya: video call untuk hari yang sudah dijadwalkan bersama, video untuk hari lainnya.
Cara menjalankan satu sesi supaya tidak cuma menonton
Satu sesi terdiri atas tiga blok 50/10, total sekitar tiga jam termasuk pembukaan dan penutup. Kalau tiga blok terlalu berat di awal, mulai dari dua.
- Tulis target per blok sebelum timer jalan. Target harus berupa hasil, bukan durasi. "Belajar PK satu jam" bukan target. "Kerjakan 15 soal PK tipe perbandingan dan tandai yang salah" adalah target.
- Arahkan kamera ke meja, bukan ke wajah. Kamera ke wajah membuat orang sibuk merapikan diri dan sesekali melihat layar sendiri. Kamera ke meja menunjukkan apa yang sebenarnya kamu kerjakan, dan ponselmu jadi terlihat kalau kamu mengambilnya.
- Matikan mikrofon selama 50 menit. Pertanyaan soal ditulis di kertas dan dibawa ke jam istirahat.
- Istirahat 10 menit benar-benar istirahat. Berdiri, minum, ke kamar mandi. Hindari membuka media sosial, karena 10 menit gulir layar jarang berhenti tepat di menit kesepuluh.
- Tutup dengan laporan dua kalimat. Di akhir sesi, setiap orang menulis di chat: apa yang selesai, dan apa yang tidak selesai beserta alasannya.
Contoh sesi Sabtu pagi untuk siswa kelas 12:
| Blok | Waktu | Target yang ditulis sebelum mulai |
|---|---|---|
| Pembukaan | 08.00 sampai 08.05 | Semua orang mengirim target tiga blok ke chat |
| Blok 1 | 08.05 sampai 08.55 | 20 soal PU penalaran deduktif, tandai yang ragu |
| Istirahat | 08.55 sampai 09.05 | Tanya satu soal yang ragu ke teman |
| Blok 2 | 09.05 sampai 09.55 | Satu bacaan panjang LBI, tulis ringkasan tiap paragraf |
| Istirahat | 09.55 sampai 10.05 | Tidak membuka media sosial |
| Blok 3 | 10.05 sampai 10.55 | Ulangi soal PU yang salah di blok 1 tanpa melihat jawaban |
| Penutup | 10.55 sampai 11.00 | Laporan dua kalimat di chat |
Bahan soal untuk blok-blok seperti ini bisa diambil dari latihan soal per subtes, dan kalau kamu butuh mengulang materinya dulu, dari materi belajar.
Berapa banyak soal yang realistis dalam satu blok 50 menit?
Ada patokan yang bisa dipakai. Menurut rincian SNPMB untuk UTBK 2026, ada 160 soal dalam 195 menit, jadi rata-rata sedikit lebih dari satu menit per soal di hari ujian. Tetapi waktu belajar berbeda dengan waktu ujian. Saat belajar kamu juga perlu mengecek jawaban dan membaca ulang soal yang salah.
Untuk latihan, kira-kira separuh waktu blok dipakai mengerjakan dan separuh lagi untuk mengecek. Kalau dalam 25 menit kamu bisa mengerjakan 15 sampai 20 soal PU, sisa 25 menit dipakai untuk memahami yang salah. Untuk bacaan LBI atau LBE, jumlahnya jauh lebih sedikit, karena satu bacaan panjang bisa memakan 10 menit sebelum soalnya mulai dikerjakan.
Jangan mematok target yang membuatmu terburu-buru setiap blok. Target yang sedikit di bawah kemampuan, tetapi selesai, lebih baik daripada target ambisius yang gagal setiap hari dan pelan-pelan membuatmu malas memulai.
Kapan study with me berubah jadi prokrastinasi?
Ini bagian yang paling penting, karena sesi study with me sangat mudah terasa produktif padahal tidak.
Tanda-tandanya:
- Kamu menghabiskan lebih dari 10 menit memilih video yang "pas", entah musiknya, suasana kamarnya, atau warna lampunya.
- Kamu menonton orang di video belajar, bukan belajar. Kalau matamu lebih sering ke video daripada ke kertas, video itu sudah jadi tontonan.
- Kamu menyiapkan meja yang estetik untuk kamera, lengkap dengan stabilo warna-warni, dan setengah jam pertama habis untuk menata.
- Video call dimulai pukul 19.00, blok pertama baru jalan pukul 19.40 karena semua orang mengobrol dulu.
- Laporanmu di akhir sesi selalu berbunyi "lumayan" tanpa angka.
Kalau dua atau lebih tanda itu muncul dalam seminggu, coba seminggu tanpa study with me sama sekali, hanya dengan timer biasa. Bandingkan berapa target yang selesai. Kalau ternyata lebih banyak, kamu sudah tahu jawabannya.
Kesalahan yang sering terjadi saat belajar bareng lewat video call
- Grup video call terlalu besar. Lebih dari lima orang membuat jam istirahat berubah jadi sesi mengobrol yang tidak selesai dalam 10 menit.
- Tidak ada yang memegang timer. Semua orang menunggu yang lain bilang "mulai". Tunjuk satu orang per sesi untuk memulai dan menghentikan blok.
- Target ditulis di kepala saja. Target yang tidak ditulis di chat tidak bisa ditagih di laporan penutup.
- Menjadikan video call satu-satunya waktu belajar. Kalau temanmu batal, kamu ikut tidak belajar. Siapkan video study with me sebagai cadangan.
- Mengerjakan hal yang berbeda-beda tanpa pernah saling bertanya. Kelebihan video call dibanding video adalah teman yang bisa ditanya. Pakai jam istirahat untuk itu.
Kalau ada soal yang tidak terjawab di jam istirahat, bawa ke forum Komunitas Pintarly. Di sana pertanyaan soal UTBK bisa dijawab orang di luar lingkaran video call-mu, tanpa mengganggu blok berikutnya.
FAQ
Apakah harus menyalakan kamera saat video call belajar?
Tidak wajib, tetapi kamera ke meja membuat sesi jauh lebih efektif. Kalau tidak nyaman memperlihatkan wajah, kamera ke meja justru solusinya.
Musik di video study with me mengganggu atau membantu?
Tergantung orangnya dan jenis tugasnya. Untuk soal hitungan, banyak orang tidak terganggu. Untuk bacaan panjang di LBI dan LBE, musik berlirik biasanya mengganggu. Coba bandingkan sendiri selama seminggu.
Apakah 50/10 wajib, atau boleh Pomodoro 25/5?
Boleh 25/5, terutama di minggu-minggu awal. Blok 50 menit lebih dekat dengan durasi subtes yang panjang di hari ujian, jadi pelan-pelan naikkan ke sana.
Berapa kali seminggu sebaiknya ikut sesi study with me?
Dua sampai tiga kali seminggu sudah cukup untuk kebanyakan orang. Sisanya belajar sendiri dengan timer, supaya kamu tidak bergantung pada kehadiran orang lain.
Study with me cocok untuk gap year?
Cocok, bahkan sering lebih penting untuk gap year karena tidak ada jadwal sekolah yang memberi struktur hari. Jadikan sesi pagi sebagai jangkar jadwal harian. Untuk siswa kelas 12 yang juga sibuk sekolah dan les, cara menyisipkan sesi seperti ini ada di manajemen waktu untuk siswa SMA.