Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo semuanya! Selamat datang di seri Mastering UTBK untuk materi Data dan Ketidakpastian. Kita akan fokus pada bab empat yaitu peluang, kombinatorika, dan statistika. Ini adalah materi paling krusial yang sering muncul di tes penalaran matematika!
Mari kita lihat visualisasi peluang. Di sini ada sebuah kantong berisi lima kelereng berwarna merah, biru, dan hijau. Pertanyaannya, berapa peluang kita untuk mengambil satu kelereng berwarna merah?
Perhatikan analogi memilih menu berikut. Ada tiga pilihan makanan yaitu nasi goreng, mie ayam, dan sate, serta dua pilihan minuman yaitu es teh dan es jeruk. Logikanya, total kombinasi yang bisa dibuat adalah tiga dikali dua, yang menghasilkan enam paket menu berbeda.
Review singkat tentang faktorial. Rumus en faktorial adalah en dikali en minus satu, dikali en minus dua, dan seterusnya sampai dikali satu. Contohnya, empat faktorial adalah empat kali tiga kali dua kali satu yang sama dengan dua puluh empat. Konsep ini penting untuk kombinasi dan permutasi.
Apa perbedaan permutasi dan kombinasi? Pada permutasi, urutan sangat diperhatikan, contohnya saat menentukan juara satu, dua, dan tiga. Sedangkan pada kombinasi, urutan tidaklah penting, contohnya saat kita memilih anggota untuk sebuah tim.
Berikut adalah rumus utamanya. Kombinasi en ce er sama dengan en faktorial dibagi er faktorial dikali en minus er faktorial. Sementara permutasi en pe er sama dengan en faktorial dibagi en minus er faktorial.
Mengapa kombinasi harus dibagi er faktorial? Lihat contoh item merah biru dan biru merah ini. Dalam kombinasi, dua urutan ini dianggap sama atau hanya dihitung sebagai satu cara saja.
Mari kita pahami logika peluang. Peluang kejadian A atau pe a sama dengan en a dibagi en es. Dimana en a adalah jumlah kejadian yang diinginkan, dan en es adalah jumlah seluruh ruang sampel.
Dalam statistika, rata-rata atau mean disimbolkan dengan eks bar. Rumusnya adalah sigma iks i dibagi en, yaitu jumlah seluruh data dibagi dengan banyaknya data tersebut.
Untuk ruang sampel dua dadu, kita bisa menggunakan visualisasi tabel grid. Karena masing-masing dadu punya enam sisi, maka total ruang sampelnya adalah enam dikali enam yaitu tiga puluh enam.
Contoh satu: Koin adil. Jika tiga koin dilempar, peluang muncul dua angka adalah sebagai berikut. en es sama dengan dua pangkat tiga yaitu delapan. Kejadian A adalah AAG, AGA, dan GAA, sehingga en a sama dengan tiga. Maka peluangnya adalah tiga per delapan.
Contoh dua: Memilih siswa. Dari sepuluh siswa akan dipilih tiga orang untuk pengurus OSIS. Karena urutan tidak penting, kita gunakan logika kombinasi. Hasilnya adalah sepuluh dikali tiga dikali empat yang sama dengan seratus dua puluh cara.
Contoh tiga: Peluang kelereng. Di dalam kotak ada lima merah dan empat biru, lalu diambil dua kelereng. Peluang dua-duanya merah dihitung dengan en es sama dengan sembilan ce dua yaitu tiga puluh enam, dan en a sama dengan lima ce dua yaitu sepuluh. Hasil akhirnya adalah sepuluh per tiga puluh enam atau lima per delapan belas.
Contoh empat: Statistika UTBK. Rata-rata lima nilai adalah tujuh puluh. Jika satu nilai iks ditambah, rata-rata menjadi tujuh puluh lima. Total awal adalah lima kali tujuh puluh yaitu tiga ratus lima puluh. Total baru adalah enam kali tujuh puluh lima yaitu empat ratus lima puluh. Jadi, nilai iks adalah empat ratus lima puluh dikurang tiga ratus lima puluh, sama dengan seratus.
Contoh lima: Peluang bersyarat. Peluang hujan sama dengan nol koma enam. Jika hujan, peluang telat adalah nol koma empat. Maka peluang terjadinya hujan dan telat secara bersamaan adalah nol koma enam dikali nol koma empat, yaitu nol koma dua empat.
Aplikasi nyata materi ini ada pada quality control di pabrik. Kita bisa menghitung tingkat kecacatan atau defect rate sebesar satu persen melalui pengujian sampel pada hasil produksi gear.
Ada metode cepat menggunakan segitiga pascal dengan susunan angka satu, lalu satu satu, satu dua satu, dan satu tiga tiga satu. Ini sangat cepat digunakan untuk menyelesaikan soal peluang koin.
Hati-hati, jangan sampai salah rumus! Seringkali kita keliru memakai permutasi padahal urutan tidak penting, seperti memakai lima pe dua padahal seharusnya lima ce dua. Ingat juga bahwa peluang harus selalu berada di antara nol dan satu.
Sebagai ringkasan: pertama, peluang adalah en a per en es. Kedua, gunakan kombinasi jika urutan tidak penting. Ketiga, gunakan permutasi jika urutan penting. Dan keempat, rata-rata adalah jumlah data dibagi banyak data.
Selamat belajar dan semoga sukses menempuh UTBK! Jangan lupa untuk terus melatih soal setiap hari agar semakin terbiasa.
Terima kasih telah menonton visualisasi materi data dan ketidakpastian ini. Sampai jumpa di video pembelajaran matematika selanjutnya!