Langkah ketiga, tanyakan apakah urutan itu penting? Gunakan permutasi jika urutan berpengaruh, seperti menentukan jabatan ketua dan wakil, membuat kode plat nomor, atau antrean. Sebaliknya, gunakan kombinasi jika urutan tidak penting, seperti saat memilih anggota tim, mengambil kelereng, atau membentuk delegasi tanpa posisi khusus.