Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo teman-teman! Selamat datang di seri Mastering Aritmetika Sosial untuk persiapan Pengetahuan Kuantitatif UTBK. Mari kita bedah materinya!
Kita mulai dengan memahami alur transaksi. Di sini ada modal yang kita keluarkan untuk membeli barang dan pendapatan yang kita terima dari penjualan.
Gunakan analogi sederhana: bayangkan kamu membeli permen seharga lima ratus rupiah, lalu menjualnya tujuh ratus rupiah. Sisa dua ratus rupiah di kantongmu itulah yang disebut untung!
Dasar perhitungannya mudah: sepuluh persen sama dengan sepuluh per seratus atau nol koma satu. Dua puluh lima persen itu seperempat atau nol koma dua lima, dan seratus persen sama dengan satu.
Hati-hati jebakan! Jangan lupakan ongkos angkut. Ingat, modal total adalah harga beli barang ditambah dengan biaya lain-lain seperti transportasi.
Definisi utama kita adalah: Untung atau U sama dengan Jual dikurang Beli jika Jual lebih besar. Rugi atau R adalah Beli dikurang Jual jika Beli lebih besar dari Jual.
Kenapa harus pakai modal total? Karena uang yang keluar dari dompetmu bukan cuma untuk barang, tapi juga bensin, sewa, dan tenaga. Modal adalah jumlah seluruh pengeluaran.
Untuk mencari persentase untung, rumusnya adalah nilai untung dibagi dengan modal, lalu dikalikan seratus persen.
Mencari total pendapatan bisa dengan cara modal ditambah bunga untungnya, atau cara lebih cepat: modal dikali kurung buka seratus persen ditambah persen untung.
Perhatikan visualisasi ini. Batang modal adalah dasarnya, harga jual lebih tinggi, dan selisih yang berwarna hijau itulah bagian keuntungan yang kita dapatkan.
Contoh satu, soal jeruk: Beli tiga ratus ribu dengan ongkos lima puluh ribu, jadi modalnya tiga ratus lima puluh ribu. Karena terjual tiga ratus sembilan puluh ribu, pedagang untung empat puluh ribu rupiah.
Contoh dua, keuntungan sepuluh persen dari modal satu juta lima ratus ribu. Pakai cara cepat: satu juta lima ratus ribu dikali satu koma satu, hasilnya adalah satu juta enam ratus lima puluh ribu rupiah.
Jika banyak biaya: barang lima ratus ribu, sewa seratus ribu, gaji seratus lima puluh ribu. Total modal tujuh ratus lima puluh ribu. Jika jual sembilan ratus ribu, untungnya seratus lima puluh ribu atau dua puluh persen.
Untuk kasus rugi: beli laptop lima juta, dijual cepat empat juta dua ratus ribu. Maka ruginya adalah delapan ratus ribu rupiah, yang setara dengan enam belas persen.
Contoh lima, target untung dua puluh lima persen dari modal delapan ratus ribu. Harga jualnya adalah delapan ratus ribu dikali satu koma dua lima, yaitu satu juta rupiah.
Dalam bisnis kuliner, pengusaha biasanya menargetkan untung tiga puluh sampai lima puluh persen untuk menutup biaya operasional dan risiko bahan yang basi.
Trik cepat persentase: ingat desimalnya! Seratus sepuluh persen jadi satu koma satu, seratus dua puluh lima persen jadi satu koma dua lima atau lima per empat. Langsung kalikan ke modal!
Hindari kesalahan fatal: jangan hanya menghitung harga beli saja, dan ingat, pembagi untuk mencari persen selalu modal, bukan harga jual.
Kesimpulan emas kita: modal total adalah semua pengeluaran, untung adalah jual dikurang modal, dan pendapatan bisa dicari cepat dengan modal dikali satu plus persen untung.
Sekarang kamu siap taklukkan PK UTBK! Teruslah berlatih soal dan tetap teliti saat membaca data pada soal.
Terima kasih sudah menonton video ini, sampai jumpa di pembahasan materi matematika berikutnya. Semangat belajar!