kuliah#skripsi#latar belakang#bab 1

Cara Menulis Latar Belakang Skripsi, Lengkap Contohnya

Latar belakang skripsi dipecah jadi lima paragraf, dengan satu contoh ditulis penuh sampai selesai, plus daftar sumber angka Indonesia yang aman dikutip.

Oleh Oscar Ryanda Putra· Diterbitkan 8 Okt 2026· 8 menit baca
Di halaman ini

Latar belakang skripsi punya satu tugas: membuat rumusan masalahmu terbaca sebagai hal yang wajib diteliti, bukan sebagai pilihan acak. Isinya pertemuan antara das sollen, yang seharusnya terjadi menurut teori atau aturan, dan das sein, yang benar-benar terjadi di lapangan. Lima paragraf cukup, dan di artikel ini satu contohnya ditulis sampai selesai, bukan dipotong di tengah.

Yang membuat latar belakang diterima atau disuruh ulang

Pembimbing membaca latar belakang untuk mencari satu hal: apakah di akhir halaman dia sampai pada rumusan masalahmu tanpa dipaksa. Kalau rumusan masalahmu muncul tiba-tiba, yang salah bukan rumusannya, tapi paragraf-paragraf sebelumnya.

Jadi arahnya menyempit. Mulai dari hal yang disepakati, lalu turun ke kenyataan yang tidak sesuai, lalu ke celah yang belum dijawab penelitian lain, lalu ke pernyataan niat. Urutan ini yang membuat latar belakang terasa seperti alasan, bukan seperti pengantar.

Lima paragraf yang harus ada, dan isi masing-masing

ParagrafIsiYang dihindari
1. Das sollenApa yang seharusnya terjadi menurut teori, aturan, atau target resmiDefinisi kamus dan sejarah panjang suatu konsep
2. Das seinAngka atau fakta lapangan yang menunjukkan kenyataannya berbedaAngka tanpa sumber dan tahun
3. KesenjanganMenamai jarak antara paragraf 1 dan 2, lalu menjelaskan akibatnyaMengulang angka yang sudah disebut
4. Penelitian terdahuluDua sampai empat penelitian terdekat, hasilnya, dan apa yang belum dijawabDaftar tanpa simpulan, satu kalimat per penelitian tanpa kaitan
5. Pernyataan niatMenyebut variabel, objek, dan periode penelitianmuMengumumkan judul lengkap dengan huruf kapital

Paragraf kedua yang biasanya bikin mandek, karena di situ kamu butuh angka. Bagian sumber angka dibahas setelah contoh.

Contoh latar belakang, ditulis penuh sampai paragraf kelima

Topik contoh: pengaruh beban kerja dan kompensasi terhadap niat karyawan untuk pindah kerja di satu perusahaan ritel. Nama perusahaan dan angkanya ditulis sebagai ilustrasi, jadi ganti dengan angka dari sumbermu sendiri waktu kamu memakai polanya.

Paragraf 1, das sollen. Perusahaan yang sehat menjaga perputaran karyawannya tetap rendah, karena setiap karyawan yang keluar membawa biaya rekrutmen, biaya pelatihan ulang, dan hilangnya pengetahuan kerja yang tidak tertulis. Dalam literatur manajemen sumber daya manusia, niat untuk pindah kerja dipandang sebagai peringatan dini, karena niat biasanya mendahului keputusan keluar. Artinya perusahaan punya peluang bertindak sebelum karyawannya benar-benar pergi.

Paragraf 2, das sein. Kenyataan di PT Ritel Sejahtera bergerak ke arah sebaliknya. Data kepegawaian perusahaan menunjukkan perputaran karyawan di divisi toko meningkat dari 12 persen pada 2023 menjadi 19 persen pada 2025, dan hampir dua pertiga karyawan yang keluar berada di masa kerja di bawah dua tahun. Wawancara awal dengan lima karyawan menyebut dua hal yang sama berulang: jam kerja yang bertambah tanpa penambahan orang, dan selisih upah dengan gerai pesaing di kawasan yang sama.

Paragraf 3, kesenjangan. Di satu sisi perputaran rendah adalah kondisi yang diharapkan, di sisi lain angkanya naik 7 poin dalam dua tahun dan terpusat pada karyawan baru. Jarak ini punya akibat langsung. Karyawan baru yang keluar sebelum dua tahun berarti biaya pelatihan belum kembali, dan kekosongan posisi membuat beban kerja karyawan yang tinggal bertambah lagi. Kalau penyebabnya tidak diketahui, perusahaan hanya bisa menambal dengan rekrutmen, yang justru mengulang siklusnya.

Paragraf 4, penelitian terdahulu. Beberapa penelitian sudah menguji hubungan ini dan hasilnya belum seragam. Sebagian menemukan beban kerja berpengaruh kuat terhadap niat pindah kerja, sebagian lain menemukan pengaruhnya melemah ketika kompensasinya dianggap layak oleh karyawan. Penelitian pada sektor manufaktur dan rumah sakit lebih banyak tersedia dibandingkan pada sektor ritel, padahal pola jam kerja ritel berbeda, dengan sistem gilir dan beban yang menumpuk di akhir pekan. Belum ditemukan penelitian yang menguji kedua variabel ini pada karyawan ritel di kawasan ini untuk periode 2025 sampai 2026.

Paragraf 5, pernyataan niat. Berdasarkan keadaan itu, penelitian ini menguji pengaruh beban kerja dan kompensasi terhadap niat pindah kerja pada karyawan divisi toko PT Ritel Sejahtera periode 2025 sampai 2026, baik secara terpisah maupun bersama-sama.

Perhatikan bahwa paragraf kelima sudah memuat tiga rumusan masalah sekaligus, tanpa menyebut kata rumusan masalah. Itu tanda latar belakangnya nyambung. Turunan rumusannya dibahas di cara menyusun rumusan masalah skripsi.

Dari mana mengambil angka Indonesia yang aman dikutip

Ini bagian yang paling sering jadi alasan mahasiswa menunda bab 1. Berikut sumber yang lazim diterima penguji, beserta cara menyebutnya:

  1. Badan Pusat Statistik. Statistik resmi untuk kependudukan, tenaga kerja, pendidikan, harga, dan ekonomi daerah. Sebut nama publikasinya dan tahun terbitnya, bukan cuma BPS.
  2. Laporan dan statistik kementerian atau lembaga. Dipakai untuk angka sektoral, misalnya pendidikan, kesehatan, atau koperasi dan UMKM. Ambil dari situs resminya, dan catat tahun data yang berbeda dari tahun terbit.
  3. Laporan keuangan dan laporan tahunan emiten di situs Bursa Efek Indonesia. Ini sumber terbaik untuk skripsi akuntansi dan manajemen keuangan, karena datanya lengkap, berseri, dan bisa diunduh tanpa izin khusus.
  4. Statistik Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Untuk perbankan, pembiayaan, sistem pembayaran, dan pasar modal.
  5. Data internal objek penelitian. Paling kuat untuk latar belakang, karena spesifik ke tempatmu meneliti. Syaratnya ada izin tertulis, dan tulis sumbernya sebagai data perusahaan atau instansi tahun berapa.
  6. Artikel jurnal terakreditasi. Dipakai untuk angka hasil penelitian, bukan untuk angka statistik nasional.

Tiga aturan yang mencegah angka di bab 1 dipersoalkan di sidang. Pertama, selalu sebut tahun datanya, bukan cuma tahun terbit publikasinya. Kedua, jangan mengutip angka dari artikel yang mengutipnya dari sumber lain, buka sumber aslinya, karena kutipan berjenjang sering salah salin. Ketiga, kalau angka terbaru yang tersedia terpaut tiga tahun atau lebih dari periode penelitianmu, jelaskan sebabnya dalam satu kalimat daripada menyembunyikannya.

Kalau sumber angka untuk topikmu ternyata tidak ada, itu sinyal tentang topiknya, bukan tentang kemampuanmu mencari. Cara mengujinya di tahap awal ada di cara memilih topik skripsi supaya di-ACC.

Kalau kamu cuma punya fenomena gap tanpa research gap

Dua celah ini sering dicampur. Fenomena gap adalah jarak antara yang seharusnya dan kenyataan, dan itu ada di paragraf ketiga. Research gap adalah jarak di antara hasil penelitian terdahulu, dan itu ada di paragraf keempat.

Banyak mahasiswa punya yang pertama tapi kosong di yang kedua, biasanya karena penelitian terdahulu yang ditemukan hasilnya seragam semua. Yang perlu kamu lakukan bukan mengarang pertentangan. Ada tiga bentuk research gap yang tetap sah dan bisa kamu bangun dari penelusuran yang jujur:

  • Celah objek. Hubungan yang sama belum diuji pada objek sejenis punyamu. Tulis objek apa saja yang sudah diteliti, lalu sebut objekmu belum.
  • Celah periode atau kondisi. Penelitian yang ada berasal dari periode dengan kondisi berbeda, misalnya sebelum perubahan kebijakan atau sebelum perubahan pola kerja.
  • Celah variabel. Variabel tambahan yang belum dimasukkan model sebelumnya, misalnya satu variabel moderasi.

Kalimat yang aman dipakai: belum ditemukan penelitian yang menguji hubungan ini pada objek dan periode tersebut. Perhatikan kata belum ditemukan, bukan belum ada. Yang pertama menggambarkan hasil penelusuranmu dan bisa kamu pertanggungjawabkan, yang kedua klaim tentang seluruh dunia dan tidak bisa.

Kesalahan yang sering terjadi waktu menulis latar belakang

  • Membuka dengan definisi kamus atau sejarah konsep. Pembaca sudah tahu apa itu motivasi, yang dia tidak tahu adalah kenapa penelitianmu perlu.
  • Memakai angka tanpa tahun dan tanpa sumber. Ini hal pertama yang dicoret pembimbing.
  • Menulis empat halaman untuk latar belakang tiga paragraf. Panjang tidak menggantikan arah.
  • Menyebut kesenjangan tapi tidak menyebut akibatnya. Tanpa akibat, kesenjangan cuma jadi angka yang ganjil.
  • Memindahkan seluruh tinjauan pustaka ke bab 1. Paragraf keempat cuma butuh dua sampai empat penelitian terdekat, bukan dua puluh.
  • Mengambil angka dari berita yang tidak menyebut sumber primernya.
  • Menuliskan variabel di paragraf kelima yang tidak pernah disebut di empat paragraf sebelumnya.

Untuk melihat posisi bab 1 di keseluruhan proses, dari judul sampai sidang, ada di panduan skripsi dari nol.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa halaman latar belakang skripsi yang wajar?

Umumnya tiga sampai lima halaman, dan panduan tiap prodi berbeda. Yang lebih menentukan diterima atau tidak adalah apakah urutannya menyempit sampai ke rumusan masalah, bukan jumlah halamannya.

Apakah latar belakang harus memakai angka?

Untuk penelitian kuantitatif, hampir selalu iya, karena paragraf das sein butuh bukti terukur. Penelitian kualitatif boleh memakai fakta lapangan berupa kejadian atau kutipan wawancara awal sebagai gantinya.

Boleh menulis das sollen dan das sein secara eksplisit di teksnya?

Boleh, dan sebagian prodi justru meminta istilah itu disebut. Yang perlu kamu pastikan isinya memang berpasangan, karena yang sering terjadi adalah istilahnya ditulis sementara paragrafnya tidak berhubungan.

Latar belakang ditulis sebelum atau sesudah rumusan masalah?

Tulis rumusan masalah kasar lebih dulu sebagai sasaran, lalu susun latar belakang yang mengarah ke sana, lalu rapikan rumusannya. Menulis latar belakang tanpa sasaran biasanya melebar.

Apakah latar belakang perlu direvisi setelah data terkumpul?

Sering perlu, terutama paragraf kedua, karena angka awalmu bisa berbeda dari data akhir. Periksa ulang sebelum sidang supaya angka di bab 1 tidak bertentangan dengan angka di bab 4.

Artikel Terkait

Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?

Gabung gratis di Pintarly. Ubah catatan kuliahmu jadi rangkuman, flashcards, dan kuis otomatis, plus AI tutor yang siap bantu kapan aja butuh.