kuliah#skripsi#turnitin#plagiarisme

Kenapa Skor Turnitin Tinggi dan Cara Membaca Laporannya

Dari mana angka similarity Turnitin berasal, bagian mana yang ikut dihitung, setelan pengecualian yang ada di tangan dosen, dan kenapa target nol persen salah.

Oleh Oscar Ryanda Putra· Diterbitkan 8 Okt 2026· 8 menit baca
Di halaman ini

Penyebab Turnitin tinggi paling sering bukan plagiarisme, melainkan bagian naskah yang ikut terhitung padahal seharusnya dikecualikan: daftar pustaka, halaman judul, kutipan yang sudah kamu beri sumber, item kuesioner dari instrumen baku, dan file skripsimu sendiri yang pernah diunggah ke repositori yang sama. Angka yang keluar dari Turnitin adalah persentase teks yang cocok dengan sumber di basis datanya. Itu ukuran kecocokan teks, bukan penilaian kejujuran. Memahami dari mana angkanya datang jauh lebih berguna daripada mencari cara mengecilkannya, karena separuh kasus skor tinggi selesai dengan satu setelan, bukan dengan menulis ulang satu bab.

Angka itu mengukur apa

Turnitin membandingkan teks naskahmu dengan tiga kelompok sumber: halaman web, terbitan ilmiah berlangganan, dan tugas mahasiswa yang pernah diunggah ke repositorinya. Setiap potongan kata yang cocok ditandai, lalu seluruh bagian yang ditandai dibagi dengan total teks naskahmu. Hasilnya angka similarity.

Yang perlu dipahami: alat ini tidak tahu kamu mengutip dengan benar atau tidak. Kalimat yang kamu kutip, beri tanda petik, dan sebut sumbernya dengan lengkap tetap cocok dengan sumber aslinya, jadi tetap ditandai. Turnitin sendiri menyatakan angkanya butuh dibaca manusia. Itulah kenapa dua skripsi dengan skor 24 persen bisa berbeda nasib: satu karena daftar pustaka dan kutipan resmi, satu lagi karena ada tiga halaman yang disalin utuh dari artikel orang.

Bagian naskah yang ikut terhitung

BagianBiasanya terhitungKenapa
Daftar pustakaYa, kalau tidak dikecualikanFormat dan judul sumber persis sama dengan ribuan naskah lain
Halaman judul dan lembar pengesahanYaNama kampus, prodi, dan susunan kalimat baku sama di seluruh fakultas
Kutipan langsung bertanda petikYa, kalau tidak dikecualikanTeksnya memang identik dengan aslinya
Item kuesioner dari instrumen bakuYaPernyataan skala yang sudah mapan dipakai banyak peneliti, apa adanya
Kutipan peraturan atau undang-undangYaBunyi pasal tidak boleh diubah
Profil objek penelitianSeringDiambil dari situs resmi perusahaan atau laporan tahunan
Metodologi standarSeringDefinisi uji validitas dan reliabilitas nyaris seragam
Daftar isiYaJudul bab skripsi di satu prodi mirip satu sama lain
Naskahmu sendiri versi sebelumnyaYa, kalau pernah diunggah ke repositori yang samaDibaca sebagai tugas mahasiswa lain

Baris terakhir itu yang paling banyak membingungkan, jadi dibahas terpisah di bawah.

Kenapa skripsimu sendiri bisa jadi sumber kecocokan

Kalau dosen atau operator mengunggah naskahmu dengan setelan yang menyimpan file ke repositori, naskah itu tersimpan di sana. Saat kamu mengunggah versi revisi, versi lama ikut dibandingkan, dan kecocokannya bisa tembus 80 sampai 90 persen karena memang file yang sama.

Cirinya mudah dikenali di laporan: sumber teratas berbunyi submitted to diikuti nama kampusmu sendiri, dengan tanggal yang kamu kenali. Kalau yang kamu lihat seperti itu, jangan menulis ulang apa pun. Yang perlu dilakukan adalah memberitahu dosen atau pengelola akun, karena hanya pemegang akun pengajar atau administrator yang bisa mengeluarkan file lama dari repositori atau mengecualikannya dari perbandingan. Mahasiswa tidak punya akses ke setelan itu.

Pencegahannya sederhana. Saat mengecek draf berkali-kali selama proses bimbingan, minta pengunggahan dilakukan dengan setelan yang tidak menyimpan file ke repositori. Simpan yang disimpan permanen hanya untuk naskah final.

Setelan pengecualian yang ada di tangan dosen

Ini bagian yang paling sering tidak diketahui mahasiswa, dan yang paling cepat mengubah angkanya. Beberapa pengecualian berada di tangan pemilik akun pengajar, bukan di tanganmu:

  1. Mengecualikan daftar pustaka dari perhitungan.
  2. Mengecualikan kutipan yang diberi tanda petik.
  3. Mengecualikan kecocokan kecil, dengan batas berupa jumlah kata atau persentase. Misalnya semua kecocokan di bawah sepuluh kata diabaikan.
  4. Memilih apakah file disimpan ke repositori atau tidak.

Penyaring serupa juga tersedia di jendela laporan, jadi orang yang membuka laporanmu bisa menyalakannya dan melihat angka yang sudah dibersihkan tanpa kamu mengunggah ulang. Nama menunya bisa sedikit berbeda antar versi tampilan, tapi fungsinya sama.

Jadi sebelum panik karena 38 persen, tanyakan satu hal ke dosen atau operator: apakah daftar pustaka dan kutipan sudah dikecualikan. Pada skripsi dengan daftar pustaka panjang, selisihnya bisa belasan persen. Yang tersisa setelah itu baru angka yang layak kamu kerjakan.

Kenapa target nol persen salah sasaran

Nol persen bukan tanda naskah yang bersih, dan di beberapa kasus justru tanda ada yang keliru.

Skripsi yang baik mengutip. Setiap definisi, teori, dan temuan terdahulu harus bisa dilacak ke sumbernya, dan sebagian memang perlu dikutip langsung karena mengubah kalimatnya akan menggeser maknanya, misalnya bunyi pasal atau definisi resmi. Semua itu menghasilkan kecocokan. Naskah yang nol persen pada bagian landasan teori berarti tidak ada satu pun kalimat yang bisa ditautkan ke literatur, dan itu masalah yang lebih besar daripada 20 persen.

Angka yang terlalu rendah juga bisa berarti hal teknis. Kalau kamu mengunggah PDF hasil pindaian atau foto halaman, teksnya tidak terbaca sebagai teks, jadi tidak ada yang bisa dicocokkan. Skor keluar sangat rendah bukan karena naskahmu asli, tapi karena isinya tidak terbaca. Unggah berkas Word atau PDF yang teksnya bisa diseleksi.

Satu lagi. Mengejar angka serendah mungkin dengan mengganti kata satu per satu memakai alat pengubah kalimat biasanya menghasilkan paragraf yang bahasanya aneh dan tetap mengandung gagasan orang lain tanpa sitasi. Angkanya turun, masalahnya justru bertambah, karena itu bukan parafrase melainkan penyamaran.

Batas 20 sampai 25 persen itu kebijakan siapa

Batas yang beredar, biasanya 20 atau 25 persen, adalah kebijakan fakultas atau program studi, bukan aturan tunggal yang berlaku nasional. Angkanya berbeda antar kampus, bahkan antar prodi di kampus yang sama, dan cara menghitungnya juga bisa berbeda: ada yang memakai angka total, ada yang hanya menghitung setelah daftar pustaka dan kutipan dikecualikan, ada yang menetapkan batas tambahan per sumber (misalnya tidak boleh ada satu sumber melebihi 5 persen).

Karena itu pertanyaan yang benar bukan berapa batas Turnitin, tapi tiga pertanyaan ini ke prodimu: berapa batasnya, dihitung sebelum atau sesudah pengecualian, dan apakah ada batas per sumber. Tanyakan sebelum unggah pertama, bukan setelah hasilnya keluar.

Cara membaca laporannya

Angka besar di sudut adalah bagian paling tidak informatif dari laporan itu. Yang dibaca adalah daftar sumbernya.

  1. Buka daftar sumber dan urutkan dari yang terbesar. Satu sumber 18 persen jauh lebih bermasalah daripada 30 sumber yang masing-masing 1 persen.
  2. Kenali jenis tiap sumber teratas. Repositori kampus sendiri, situs berita, jurnal, atau situs kumpulan tugas.
  3. Klik kecocokan terbesar dan lihat letaknya di naskah. Kalau menumpuk di daftar pustaka, halaman judul, atau lampiran kuesioner, itu urusan setelan.
  4. Kalau menumpuk di satu subbab Bab 2, baca ulang paragrafnya. Biasanya kamu memang menyalin saat mencatat lalu lupa menandainya.
  5. Periksa apakah ada sumber yang sebenarnya karyamu sendiri, dari pola submitted to.
  6. Simpan laporannya sebagai PDF. Banyak prodi meminta lampiran ini saat pendaftaran sidang.

Nomor empat mudah dicegah dari awal: saat membaca literatur, catat dengan kalimatmu sendiri dan tulis sumbernya di baris yang sama. Kebiasaan menempel kutipan mentah ke dokumen catatan tanpa tanda adalah asal muasal mayoritas kecocokan yang tidak disadari. Caranya ada di panduan membuat catatan kuliah efektif.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menulis ulang satu bab padahal sumber kecocokan terbesarnya adalah daftar pustaka.
  • Panik melihat angka total tanpa membuka daftar sumbernya sekali pun.
  • Mengira skor 85 persen berarti dituduh menjiplak, padahal sumbernya naskah sendiri di repositori kampus.
  • Mengganti kata dengan sinonim memakai alat otomatis sampai paragrafnya tidak bisa dibaca.
  • Mengunggah hasil pindaian lalu menganggap skor 2 persen sebagai bukti naskah bersih.
  • Mengubah warna huruf jadi putih atau menyisipkan karakter tersembunyi. Ini terdeteksi dan konsekuensinya jauh lebih berat daripada skor tinggi.
  • Menghapus sitasi supaya kecocokan berkurang. Ini mengubah kutipan yang sah menjadi plagiarisme sebenarnya.
  • Mengunggah berkali-kali di hari terakhir, lalu versi awal terkunci di repositori dan jadi pembanding versi final.

Berapa skor Turnitin yang aman untuk skripsi?

Tidak ada angka universal. Yang berlaku adalah batas prodimu, dan yang perlu kamu tanyakan adalah apakah batas itu dihitung sebelum atau sesudah daftar pustaka dan kutipan dikecualikan. Selisih kedua cara menghitung itu bisa belasan persen pada naskah yang sama.

Kutipan yang sudah saya beri sumber kenapa tetap ditandai?

Karena Turnitin membandingkan teks, bukan menilai kelengkapan sitasi. Kutipan yang benar tetap cocok dengan sumber aslinya. Yang menghilangkannya dari hitungan adalah setelan pengecualian kutipan, dan yang menilai kelayakannya adalah dosenmu.

Apakah angka similarity sama dengan deteksi tulisan AI?

Tidak, keduanya indikator berbeda dan ditampilkan terpisah. Angka similarity mengukur kecocokan dengan sumber yang ada, sementara indikator tulisan AI memperkirakan bagian yang kemungkinan dihasilkan mesin. Skor similarity nol persen tidak membuat indikator yang satunya ikut nol.

Kenapa skor saya naik padahal naskahnya saya perbaiki?

Kemungkinan terbesar versi lamamu sudah tersimpan di repositori, sehingga revisimu dibandingkan dengan dirinya sendiri. Periksa apakah sumber teratas berbunyi submitted to dengan nama kampusmu. Kalau ya, laporkan ke dosen atau pengelola akun.

Bisakah saya mengecek sendiri sebelum diunggah dosen?

Tergantung kampus. Sebagian menyediakan akun mahasiswa atau layanan cek di perpustakaan, sebagian hanya lewat dosen atau operator prodi. Hindari situs cek gratis yang tidak jelas pengelolanya, karena kamu menyerahkan naskah yang belum terbit ke pihak yang tidak kamu kenal.

Kapan sebaiknya cek Turnitin pertama kali?

Setelah Bab 1 sampai 3 selesai, jangan menunggu naskah lengkap. Kecocokan tak disadari hampir selalu menumpuk di landasan teori, dan memperbaikinya saat Bab 4 belum ditulis jauh lebih ringan. Urutan pengerjaan skripsi secara keseluruhan dibahas di panduan skripsi dari nol, sementara penyusunan bagian analisisnya dibahas di cara menulis Bab 4 skripsi.

Artikel Terkait

Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?

Gabung gratis di Pintarly. Ubah catatan kuliahmu jadi rangkuman, flashcards, dan kuis otomatis, plus AI tutor yang siap bantu kapan aja butuh.