Cara Menulis Bab 4 Skripsi: Hasil dan Pembahasannya
Isi Bab 4 secara berurut, beda kalimat hasil dan kalimat pembahasan, plus satu paragraf pembahasan ditulis penuh berdampingan dengan versi buruknya.
Di halaman ini
- Urutan isi Bab 4
- Beda kalimat hasil dan kalimat pembahasan
- Satu paragraf pembahasan, versi buruk dan versi utuh
- Cara mengecek paragraf pembahasanmu sendiri
- Kalau prodimu menggabungkan hasil dan pembahasan
- Kapan kondisi lapangan boleh dipakai sebagai penjelasan
- Menyebut tabel di dalam teks
- Kesalahan yang sering terjadi
- Berapa halaman Bab 4 yang wajar?
- Pembahasan ditulis per hipotesis atau per variabel?
- Hasil saya bertentangan dengan semua penelitian terdahulu, bagaimana menulisnya?
- Boleh menambah variabel atau mengubah hipotesis setelah lihat hasilnya?
- Statistik deskriptif perlu dibahas atau cukup dilaporkan?
- Bagian mana yang sebaiknya ditulis lebih dulu?
Cara menulis Bab 4 skripsi jadi jauh lebih mudah begitu kamu sadar bab ini memuat dua jenis kalimat yang kerjanya berbeda. Kalimat hasil cuma melaporkan angka tanpa menafsirkan. Kalimat pembahasan menjelaskan kenapa angka itu keluar begitu dan apa artinya buat teori yang kamu pakai di Bab 2. Bab 4 yang ditolak biasanya bukan karena analisisnya salah, tapi karena isinya kalimat hasil semua, diulang dari tabel, lalu ditutup satu baris sejalan dengan penelitian terdahulu. Di bawah ini ada contoh satu paragraf pembahasan yang ditulis penuh, berdampingan dengan versi buruknya, supaya selisihnya kelihatan.
Urutan isi Bab 4
Urutan ini berlaku untuk skripsi kuantitatif. Nomor subbabnya menyesuaikan pedoman kampusmu, tapi isinya jarang berbeda.
- Gambaran objek penelitian. Satu sampai dua halaman tentang perusahaan, sekolah, atau komunitas tempat data diambil.
- Karakteristik responden. Jenis kelamin, usia, pendidikan, masa kerja. Hanya yang relevan dengan variabelmu, bukan semua pertanyaan demografis yang kamu tanyakan.
- Statistik deskriptif variabel. Rata-rata dan simpangan baku per indikator. Bagian ini sering dilewat padahal di sinilah bahan pembahasanmu nanti berasal.
- Hasil uji instrumen. Validitas dan reliabilitas, atau outer model kalau kamu memakai PLS.
- Hasil uji asumsi, kalau metodemu memintanya.
- Hasil uji hipotesis. Satu tabel berisi koefisien, nilai t atau F, nilai p, dan kolom keputusan.
- Pembahasan. Satu subbab atau satu paragraf tebal per hipotesis.
Nomor 1 sampai 6 adalah hasil. Nomor 7 adalah pembahasan. Kalau kamu bisa menunjuk batas itu di naskahmu, separuh masalah Bab 4 sudah selesai.
Beda kalimat hasil dan kalimat pembahasan
Bedanya bukan panjang, tapi apa yang boleh ada di dalamnya.
| Kalimat hasil | Kalimat pembahasan | |
|---|---|---|
| Isi | Angka, arah, keputusan statistik | Arti angka, alasan, kaitan teori |
| Rujukan | Tabel dan nomor tabelmu sendiri | Teori Bab 2 dan penelitian terdahulu |
| Kata yang muncul | diperoleh, sebesar, lebih besar dari, diterima | menunjukkan bahwa, hal ini terjadi karena, berbeda dengan |
| Boleh menafsirkan | Tidak | Ya, sejauh didukung data |
Satu uji sederhana sebelum kamu kirim draf ke pembimbing. Baca subbab hasilmu dan cari kata karena. Kalau kata itu muncul di bagian hasil, kamu sudah menafsirkan terlalu cepat. Baca subbab pembahasanmu dan cari kalimat yang isinya cuma nilai t dan nilai p. Kalau ada, itu kalimat hasil yang nyasar.
Satu paragraf pembahasan, versi buruk dan versi utuh
Anggap H2 kamu berbunyi kompensasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, dan hasilnya koefisien 0,214 dengan nilai t 2,370 dan nilai p 0,018. Dari tiga variabel bebas di modelmu, koefisien 0,214 ini yang paling kecil. Rata-rata indikator terendah di konstruk kompensasi adalah transparansi kenaikan gaji, 3,12 dari 5.
Versi buruk, dan versi inilah yang muncul di ribuan skripsi:
Berdasarkan Tabel 4.9 diketahui bahwa nilai t statistik sebesar 2,370 lebih besar dari 1,96 dan nilai p sebesar 0,018 lebih kecil dari 0,05, sehingga H2 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Nama Penulis, tahun) yang menyatakan bahwa kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Masalahnya bukan satu. Paragraf itu mengulang tabel yang sudah ada tiga baris di atasnya, tidak menyebut besarnya pengaruh sama sekali, dan kalimat terakhirnya bisa ditempel ke skripsi orang lain tanpa diubah.
Versi utuh:
Kompensasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dengan koefisien 0,214 (p = 0,018), artinya setiap kenaikan satu satuan persepsi kompensasi diikuti kenaikan kinerja sebesar 0,214 satuan. Pengaruhnya nyata, tapi paling kecil di antara tiga variabel yang diuji, di bawah lingkungan kerja (0,398) dan motivasi (0,331). Pola ini sejalan dengan teori harapan, yang menempatkan imbalan sebagai pendorong kinerja hanya sejauh karyawan percaya imbalan itu benar-benar mengikuti hasil kerjanya. Data deskriptif penelitian ini menunjukkan tautan tersebut memang lemah: dari enam indikator kompensasi, yang terendah adalah transparansi kenaikan gaji dengan rata-rata 3,12, sementara kecukupan gaji pokok mencapai 4,05. Dengan kata lain responden menilai besaran gajinya memadai tapi tidak memahami dasar kenaikannya, dan itu menjelaskan kenapa kompensasi bergerak searah dengan kinerja namun tidak sekuat dua variabel lain. Temuan ini searah dengan (Nama Penulis, tahun) pada objek yang sejenis, dan berbeda dari (Nama Penulis, tahun) yang menemukan kompensasi sebagai pengaruh terbesar. Perbedaan itu masuk akal karena penelitian tersebut mengambil responden bergaji harian, kelompok yang kaitan antara imbalan dan hasil kerjanya jauh lebih langsung dibanding karyawan tetap pada penelitian ini.
Perhatikan bahwa versi utuh tidak memakai satu pun angka baru. Semua ada di tabelmu, termasuk rata-rata 3,12 yang asalnya dari statistik deskriptif, bagian yang tadi disebut sering dilewat.
Cara mengecek paragraf pembahasanmu sendiri
Satu paragraf pembahasan yang layak memuat empat hal. Hitung saja di naskahmu.
- Besarnya pengaruh, bukan cuma signifikan atau tidak.
- Arti praktisnya dalam bahasa objek penelitianmu, bukan bahasa statistik.
- Satu kaitan ke teori di Bab 2, disebut namanya.
- Satu pembanding penelitian terdahulu, dengan penjelasan kalau hasilnya berbeda.
Kalau satu paragraf cuma memuat nomor satu dan nomor empat, itu yang disebut pembimbing sebagai pembahasan masih dangkal. Angkanya mendukung paragraf ini berasal dari tabel hasil, jadi pastikan tabelmu rapi lebih dulu. Untuk model PLS, daftar tabel mana saja yang perlu ditempel ada di panduan analisis SmartPLS.
Kalau prodimu menggabungkan hasil dan pembahasan
Beberapa pedoman meminta Bab 4 ditulis sebagai satu kesatuan Hasil dan Pembahasan tanpa subbab terpisah. Pemisahan tetap berlaku, cuma pindah skala: bukan antar subbab, tapi antar paragraf.
Pakai pola dua paragraf per hipotesis. Paragraf pertama melaporkan: koefisien, nilai t, nilai p, keputusan, selesai, tiga sampai empat kalimat. Paragraf kedua membahas, dengan empat unsur di atas. Jangan satukan keduanya dalam satu paragraf panjang, karena di situlah kalimat tafsiran mulai menyelip di antara angka dan pembacanya tidak lagi bisa membedakan mana temuanmu dan mana dugaanmu.
Kalau prodimu malah meminta pembahasan dikumpulkan di satu subbab di akhir, urutkan pembahasan mengikuti urutan hipotesis, bukan mengikuti besar kecilnya pengaruh. Penguji membacanya berdampingan dengan tabel hipotesismu.
Kapan kondisi lapangan boleh dipakai sebagai penjelasan
Menjelaskan temuan dengan keadaan di lokasi penelitian itu sah, dan justru bagian yang membuat pembahasanmu tidak bisa ditukar dengan skripsi orang lain. Tapi ada tiga syarat sebelum kalimat semacam itu ditulis.
Pertama, kamu punya jejaknya di data. Rata-rata indikator yang rendah, komposisi responden, jawaban pertanyaan terbuka, atau catatan wawancara singkat saat menyebar kuesioner. Kedua, kalimatnya ditulis sebagai kemungkinan, bukan kesimpulan: kondisi ini diduga berkaitan dengan, bukan hal ini disebabkan oleh. Ketiga, penjelasanmu tidak boleh bertabrakan dengan angkamu sendiri.
Yang tidak boleh adalah menjelaskan hasil lemah dengan menuduh datamu sendiri. Kalimat seperti kemungkinan responden kurang serius mengisi kuesioner terdengar jujur, tapi efeknya merusak: kalau respondennya tidak serius, seluruh Bab 4 kehilangan dasar, termasuk hipotesis yang diterima. Kalau kamu memang punya alasan menduga pengisian tidak cermat, tempatnya di keterbatasan penelitian di Bab 5, bukan di pembahasan satu hipotesis.
Menyebut tabel di dalam teks
Tabel tidak berbicara sendiri. Setiap tabel butuh satu kalimat pengantar sebelum dan satu kalimat pembacaan sesudah, dan yang dibaca adalah angka yang penting, bukan seluruh isi tabel.
- Nomori tabel sesuai babnya: Tabel 4.1, Tabel 4.2, berurut tanpa lompat.
- Sebut nomornya di teks sebelum tabel muncul, bukan sesudah.
- Judul tabel di atas tabel, sumber di bawahnya. Kalau datamu sendiri, tulis sumber data diolah beserta tahunnya.
- Bulatkan konsisten, tiga desimal untuk koefisien dan dua desimal untuk rata-rata. Jangan campur.
- Jangan menempel tangkapan layar output aplikasi. Ketik ulang di tabel Word.
Kesalahan yang sering terjadi
- Membahas ulang hipotesis yang sudah dilaporkan di subbab hasil, dengan kalimat yang nyaris sama.
- Menulis berpengaruh signifikan tanpa menyebut arah atau besarnya, sehingga pembaca harus balik ke tabel.
- Menyamakan signifikan dengan besar. Koefisien 0,09 bisa signifikan dan tetap kecil.
- Menyebut pengaruh negatif sebagai hasil yang buruk. Negatif adalah arah, bukan nilai mutu.
- Membahas statistik deskriptif seolah itu temuan, misalnya menyimpulkan motivasi karyawan tinggi hanya dari rata-rata 4,1.
- Mengutip penelitian terdahulu yang tidak ada di Bab 2, lalu daftar pustakanya tidak sinkron.
- Menempel seluruh output aplikasi sehingga Bab 4 lebih panjang dari Bab 1 sampai 3 digabung.
- Menyelipkan saran di Bab 4. Saran tempatnya di Bab 5, dan cara menulisnya ada di panduan kesimpulan dan saran.
Berapa halaman Bab 4 yang wajar?
Antara 15 dan 30 halaman untuk skripsi kuantitatif, tergantung jumlah hipotesis dan tabel. Yang dinilai bukan panjangnya, tapi apakah setiap tabel dibaca di teks dan setiap hipotesis dibahas. Bab 4 lima puluh halaman biasanya artinya lampiran masuk ke badan bab.
Pembahasan ditulis per hipotesis atau per variabel?
Per hipotesis, karena itu yang kamu janjikan di Bab 1 dan itu yang dicocokkan penguji dengan kesimpulanmu. Satu variabel bebas yang muncul di dua hipotesis dibahas dua kali dalam peran yang berbeda.
Hasil saya bertentangan dengan semua penelitian terdahulu, bagaimana menulisnya?
Laporkan apa adanya, lalu cari pembedanya pada objek, periode, atau cara pengukuran, bukan pada kualitas penelitian orang lain. Penanganan lengkapnya ada di artikel tentang hipotesis ditolak.
Boleh menambah variabel atau mengubah hipotesis setelah lihat hasilnya?
Tidak, dan ini mudah terlacak karena hipotesismu sudah tertulis di Bab 1 sampai 3. Hipotesis yang tidak terbukti ditulis sebagai tidak terbukti. Menyesuaikan hipotesis dengan hasil adalah masalah integritas, bukan masalah teknis penulisan.
Statistik deskriptif perlu dibahas atau cukup dilaporkan?
Cukup dilaporkan di bagian hasil, tapi jangan dibuang karena angkanya adalah bahan baku pembahasanmu. Indikator dengan rata-rata terendah hampir selalu jadi penjelasan paling kuat untuk koefisien yang lemah, seperti pada contoh paragraf di atas.
Bagian mana yang sebaiknya ditulis lebih dulu?
Tabel hasil dulu, seluruhnya, baru pembahasan. Menulis pembahasan sambil menata tabel membuat angka di teks sering tidak sama dengan angka di tabel setelah beberapa kali revisi. Kalau kerangka skripsimu sendiri masih goyah, mulai dari panduan skripsi dari nol.
Artikel Terkait
Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?
Gabung gratis di Pintarly. Ubah catatan kuliahmu jadi rangkuman, flashcards, dan kuis otomatis, plus AI tutor yang siap bantu kapan aja butuh.
