Menentukan Kriteria Purposive Sampling untuk Data BEI
Kriteria purposive sampling dinilai dari efeknya ke jumlah sampel. Contoh penyusutan 175 perusahaan jadi 48, plus kriteria yang bikin penguji curiga.
Di halaman ini
- Tabel penyusutan sampel yang sebenarnya diminta penguji
- Perusahaan manufaktur bukan lagi satu sektor yang bisa diklik di BEI
- Kriteria yang bikin penguji curiga
- Dari 48 perusahaan menjadi berapa data
- Di mana persisnya mengambil laporan keuangan di situs BEI
- Kesalahan yang sering terjadi
- FAQ
- Berapa jumlah sampel minimal yang bisa diterima untuk penelitian data BEI?
- Periode pengamatan sebaiknya berapa tahun?
- Apakah purposive sampling boleh dipakai untuk penelitian kuantitatif?
- Perusahaan yang baru tercatat di tengah periode, dimasukkan atau tidak?
- Boleh pakai data dari situs penyedia data saham, bukan dari BEI?
Kriteria purposive sampling tidak dinilai dari daftar kriterianya, tapi dari efek tiap kriteria terhadap jumlah sampel. Jadi yang wajib ada di Bab 3 bukan kalimat bahwa kamu memakai purposive sampling dengan empat kriteria, melainkan tabel yang memperlihatkan populasi menyusut baris demi baris sampai angka akhirnya. Penguji membaca tabel itu untuk tahu kriteria mana yang membuang paling banyak perusahaan, karena kriteria itulah yang paling berpengaruh ke kesimpulanmu. Kalau penyusutannya tidak kamu tampilkan, pertanyaan pertama di sidang bisa diduga dari sekarang.
Tabel penyusutan sampel yang sebenarnya diminta penguji
Bentuknya seperti ini. Angka di bawah hanya contoh susunan, bukan data tahun pengamatanmu, jadi hitung sendiri dari daftar perusahaan pada tahun yang kamu pakai.
| No | Kriteria | Tidak memenuhi | Sisa |
|---|---|---|---|
| 0 | Perusahaan manufaktur yang tercatat di BEI selama 2021 sampai 2025 | 175 | |
| 1 | Tercatat sebelum 1 Januari 2021 dan tidak dihapus pencatatannya sampai akhir 2025 | 22 | 153 |
| 2 | Menerbitkan laporan keuangan auditan lengkap untuk kelima tahun | 31 | 122 |
| 3 | Menyajikan laporan dalam rupiah | 19 | 103 |
| 4 | Memiliki data lengkap untuk seluruh variabel penelitian | 55 | 48 |
Dua hal yang membuat tabel ini bekerja. Pertama, kriteria nomor nol adalah populasinya, bukan kriteria, dan angka itu harus bisa kamu tunjukkan asalnya. Kedua, kolom tidak memenuhi harus dijumlahkan sampai pas: 22 ditambah 31 ditambah 19 ditambah 55 sama dengan 127, dan 175 dikurangi 127 sama dengan 48. Kedengarannya sepele, tapi tabel yang jumlahnya tidak pas adalah salah satu temuan tercepat yang bisa ditangkap penguji tanpa membaca isi skripsimu.
Urutan kriterianya juga bukan selera. Susun dari yang paling umum ke yang paling khusus, dan taruh kriteria kelengkapan data variabel di urutan terakhir. Kalau kriteria data lengkap kamu taruh di atas, angka pembuangan di bawahnya jadi tidak bisa ditafsirkan.
Perusahaan manufaktur bukan lagi satu sektor yang bisa diklik di BEI
Ini bagian yang paling sering membuat Bab 3 bermasalah dan jarang disebut di panduan mana pun. Sejak BEI memakai klasifikasi IDX-IC, tidak ada satu sektor bernama manufaktur yang bisa kamu pilih lalu unduh daftarnya. Perusahaan yang dalam penelitian terdahulu disebut manufaktur kini tersebar di beberapa sektor, terutama Basic Materials, Industrials, dan Consumer Non-Cyclicals, dengan sebagian di Consumer Cyclicals.
Akibatnya ada dua. Pertama, kamu tidak bisa menulis populasi penelitian ini adalah perusahaan sektor manufaktur di BEI tanpa menjelaskan sektor mana saja yang kamu masukkan. Kedua, jumlah populasi antara dua skripsi dengan tahun pengamatan yang sama bisa berbeda, dan keduanya bisa benar, selama masing-masing menyebutkan batasannya.
Cara menuliskannya yang aman: sebut klasifikasi yang kamu pakai, sebut subsektor yang masuk, dan lampirkan daftar kode emitennya. Satu kalimat di Bab 3 lalu daftar lengkapnya di lampiran. Kalau kamu mengikuti definisi manufaktur dari penelitian terdahulu yang jadi acuanmu, sebut itu juga, dan cara menautkan keputusan metode ke penelitian terdahulu dibahas di tabel penelitian terdahulu dan research gap.
Kriteria yang bikin penguji curiga
Tidak semua kriteria sama aman. Ada kriteria yang teknis dan ada kriteria yang sebenarnya sedang mengubah kesimpulanmu. Yang paling sering lolos tanpa sadar adalah ini.
Perusahaan yang memperoleh laba selama periode penelitian. Terlihat rapi karena membuat perhitungan rasio jadi mulus, tapi kriteria ini membuang semua perusahaan yang merugi. Kalau variabel terikatmu profitabilitas, nilai perusahaan, atau apa pun yang berhubungan dengan kinerja, kamu baru saja memotong separuh sebaran datanya dan hasilnya akan terlihat lebih bagus daripada kenyataan. Lebih buruk lagi kalau topikmu tentang faktor yang mempengaruhi kinerja, karena kasus kinerja buruk justru yang paling informatif. Penguji yang teliti akan menanyakan ini, dan jawaban supaya datanya normal bukan jawaban metodologis.
Perusahaan yang membagikan dividen setiap tahun. Masalahnya sama dan lebih tajam, karena perusahaan yang rutin membagi dividen cenderung besar dan sudah mapan. Kriteria ini sah kalau penelitianmu memang tentang kebijakan dividen. Di luar itu, kamu sedang menyaring berdasarkan hasil.
Perusahaan dengan nilai variabel yang tidak ekstrem. Membuang pencilan boleh dilakukan, tapi bukan sebagai kriteria sampel. Tempatnya di bagian pengolahan data, dengan aturan yang kamu sebutkan lebih dulu, dan jumlah yang dibuang dilaporkan.
Tiga kriteria di bawah ini aman dan hampir selalu dipakai, karena alasannya teknis dan tidak terkait hasil: tercatat sepanjang periode pengamatan, menerbitkan laporan keuangan auditan lengkap, dan menyajikan laporan dalam rupiah. Yang terakhir itu penting karena ada emiten yang menyajikan laporan dalam dolar Amerika, dan mencampur dua satuan mata uang tanpa penyesuaian akan merusak seluruh perhitungan rasiomu.
Aturan sederhana untuk mengujinya sendiri: bacakan tiap kriteriamu lalu tanyakan, apakah kriteria ini menyaring berdasarkan cara data tersedia, atau berdasarkan hasil yang ingin saya lihat. Kalau jawabannya yang kedua, cari cara lain.
Dari 48 perusahaan menjadi berapa data
Pertanyaan ini hampir pasti muncul di sidang dan jawabannya sering tertukar. Dengan 48 perusahaan dan periode pengamatan 5 tahun, jumlah unit observasimu 240, bukan 48. Satu perusahaan pada satu tahun adalah satu observasi, dan itu yang masuk ke perhitungan.
Tulis keduanya di Bab 3 dengan jelas: 48 perusahaan sebagai unit analisis, 240 observasi perusahaan tahun sebagai data yang diolah. Lalu sebutkan apakah panelmu seimbang, artinya setiap perusahaan punya data lengkap untuk kelima tahun. Kalau ada perusahaan yang datanya hanya 3 tahun, panelnya tidak seimbang dan itu harus disebut karena berpengaruh pada pemilihan alat analisis.
Satu hal yang perlu dijernihkan karena banyak ditanyakan: rumus Slovin tidak berlaku untuk purposive sampling. Slovin dipakai untuk menentukan ukuran sampel pada pengambilan sampel acak dari populasi yang jumlahnya diketahui, sedangkan purposive sampling tidak menghitung ukuran, melainkan menerapkan kriteria lalu menerima berapa pun sisanya. Kalau penelitianmu memang memakai kuesioner dengan sampel acak dan butuh ukurannya, pakai kalkulator ukuran sampel Slovin. Untuk sampel BEI, jangan ada Slovin di Bab 3-mu.
Di mana persisnya mengambil laporan keuangan di situs BEI
Urutannya begini di idx.co.id.
- Buka menu Perusahaan Tercatat, lalu pilih Laporan Keuangan dan Tahunan. Di halaman itu ada penyaring tahun dan periode, yaitu Triwulan 1, Triwulan 2, Triwulan 3, dan Tahunan. Untuk skripsi berbasis rasio tahunan, pilih Tahunan, karena itu laporan yang sudah diaudit.
- Unduh per emiten. Berkas yang kamu cari biasanya bernama FinancialStatement berikut kode emiten, dan di sebagian emiten tersedia juga berkas Excel dari formulir pelaporan yang jauh lebih cepat dibaca daripada PDF.
- Untuk daftar perusahaan dan sektornya, pakai menu Perusahaan Tercatat lalu Profil Perusahaan Tercatat. Dari situ kamu dapat kode emiten, tanggal pencatatan, dan sektornya. Tanggal pencatatan itu yang kamu pakai untuk kriteria nomor satu.
- Untuk harga saham penutupan, yang dibutuhkan kalau variabelmu memakai nilai perusahaan atau harga pasar, buka bagian Data Pasar dan ambil ringkasan perdagangan pada tanggal yang kamu butuhkan.
- Kalau ada tahun yang berkasnya tidak ada di BEI, buka situs resmi perusahaan itu di bagian hubungan investor. Laporan tahunan beberapa tahun ke belakang hampir selalu tersedia di sana.
Dua catatan praktis. Laporan tahunan dan laporan keuangan auditan adalah dua berkas berbeda, dan yang kamu butuhkan untuk angka rasio adalah laporan keuangan auditan beserta catatan atas laporan keuangan. Lalu satu angka yang paling sering salah ambil: total ekuitas. Di laporan konsolidasian ada ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan ada total ekuitas termasuk kepentingan nonpengendali. Pilih satu, sebut pilihanmu di Bab 3, dan pakai yang sama untuk semua perusahaan dan semua tahun.
Kesalahan yang sering terjadi
Mengambil angka dari laporan triwulan keempat dan menganggapnya laporan tahunan. Laporan triwulan tidak diaudit dan angkanya bisa berbeda dari laporan auditan, terutama untuk pos yang disesuaikan di akhir tahun.
Mencampur laporan dalam dolar dengan laporan dalam rupiah. Perhitungan rasionya akan terlihat masuk akal karena rasio tidak bersatuan, tapi variabel kendali seperti ukuran perusahaan yang dihitung dari logaritma total aset akan rusak total.
Menulis kriteria tanpa jumlah yang dibuang. Ini kesalahan paling umum dan paling mudah diperbaiki. Setiap kriteria wajib punya angkanya.
Kriteria yang isinya tumpang tindih. Menulis perusahaan yang memiliki data lengkap dan juga perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan lengkap akan membuat angka pembuangan dihitung dua kali, dan tabelmu tidak akan berjumlah pas.
Tidak melampirkan daftar kode emiten. Tanpa lampiran itu, tidak ada yang bisa menelusuri ulang penelitianmu, dan untuk penelitian berbasis data sekunder kemampuan ditelusuri ulang itu justru kelebihan utamanya. Lampirkan 48 kode emitennya.
Mengambil data variabel dari sumber yang berbeda-beda. Jangan sebagian dari laporan keuangan dan sebagian dari situs penyedia data pihak ketiga, karena definisi posnya bisa tidak sama. Satu sumber untuk satu variabel, dan sebutkan sumbernya.
FAQ
Berapa jumlah sampel minimal yang bisa diterima untuk penelitian data BEI?
Tidak ada angka minimal yang berlaku umum, yang ada adalah kecukupan untuk alat analisismu. Patokan yang lazim dipakai untuk regresi berganda adalah sekitar 10 sampai 20 observasi untuk setiap variabel bebas, dan karena unit observasimu perusahaan tahun, 48 perusahaan selama 5 tahun sudah memberi 240 observasi yang cukup lega. Yang berisiko justru sampel yang terlalu kecil karena kriterianya berlebihan, misalnya tersisa 11 perusahaan.
Periode pengamatan sebaiknya berapa tahun?
Tiga sampai lima tahun paling umum untuk S1. Lima tahun memberi ruang untuk melihat kecenderungan dan lebih tahan terhadap keanehan satu tahun tertentu, tapi memperbesar kemungkinan perusahaan gugur karena kriteria tercatat sepanjang periode. Tiga tahun lebih mudah dikumpulkan tapi lemah kalau periodenya mengandung peristiwa luar biasa. Sebut alasan pemilihan periodemu, jangan hanya menyebut angka tahunnya.
Apakah purposive sampling boleh dipakai untuk penelitian kuantitatif?
Boleh, dan untuk data pasar modal memang itu yang lazim. Yang perlu kamu akui di bagian keterbatasan adalah akibatnya: sampel tidak acak sehingga hasilnya tidak bisa digeneralisasi ke seluruh perusahaan tercatat, melainkan berlaku pada kelompok yang memenuhi kriteriamu. Menyebut batasan itu sendiri tidak melemahkan skripsimu, justru sebaliknya.
Perusahaan yang baru tercatat di tengah periode, dimasukkan atau tidak?
Kalau panelmu ingin seimbang, keluarkan dan hitung di kriteria nomor satu. Kalau kamu memakai alat analisis yang menerima panel tidak seimbang, boleh dimasukkan asalkan kamu menyebutnya dan menjelaskan bagaimana tahun yang kosong diperlakukan. Yang tidak boleh adalah memasukkannya tanpa menyebut apa-apa, lalu jumlah observasimu tidak sama dengan jumlah perusahaan dikali jumlah tahun dan tidak ada penjelasannya.
Boleh pakai data dari situs penyedia data saham, bukan dari BEI?
Boleh untuk harga saham dan data pasar, dengan syarat sumbernya kamu sebutkan dan konsisten. Untuk pos laporan keuangan, lebih aman mengambil langsung dari laporan auditannya, karena penyedia data pihak ketiga kadang memakai definisi pos yang berbeda dan angkanya tidak akan sama dengan laporan aslinya. Kalau penguji membandingkan satu angka dengan laporan asli dan selisih, pertanyaannya akan panjang. Tahapan menyusun bab metodenya secara utuh ada di panduan skripsi dari nol.
Artikel Terkait
Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?
Gabung gratis di Pintarly. Ubah catatan kuliahmu jadi rangkuman, flashcards, dan kuis otomatis, plus AI tutor yang siap bantu kapan aja butuh.
