Panduan

Latsol UTBK Harian: Berapa Soal per Hari dan Cara Mengevaluasinya

Target latsol UTBK per hari untuk tiap subtes, format catatan kesalahan lima kolom, dan kapan pindah dari latsol ke paket soal asli berwaktu.

Oleh Diterbitkan 26 Okt 2026 7 menit baca
Di halaman ini

Latsol UTBK yang efektif untuk kebanyakan siswa ada di kisaran 20 sampai 40 soal per hari, dibagi ke dua atau tiga subtes, dengan setiap soal yang salah dicatat alasannya. Jumlah persisnya kurang penting dibanding dua hal: soal yang salah benar-benar dievaluasi, dan kamu tahu kapan harus berhenti latsol santai lalu pindah ke paket soal asli berwaktu. Artikel ini membahas tiga-tiganya: berapa soal, cara mencatat, dan kapan pindah.

Kenapa 20 sampai 40 soal, bukan 100?

Angka 100 soal per hari sering beredar, dan hampir selalu berakhir dengan dua kemungkinan: berhenti di minggu kedua karena kelelahan, atau mengerjakan 100 soal tanpa sempat membahas satu pun. Keduanya tidak menaikkan skor.

Hitungan sederhananya begini. Kalau kamu mengerjakan satu soal dalam 1 sampai 2 menit lalu membahas yang salah 3 sampai 5 menit per soal, maka 30 soal dengan 10 kesalahan memakan kira-kira 60 sampai 110 menit. Itu sudah satu sesi belajar penuh untuk siswa kelas 12 yang masih sekolah.

Sebagai pembanding skala, 25 soal per hari selama enam hari seminggu menghasilkan 150 soal per minggu. Dalam 24 minggu, totalnya 3.600 soal. Angka itu hampir sama dengan seluruh soal asli UTBK SNBT 2010 sampai 2026 yang ada di Pintarly, yaitu 3.766 soal. Jadi target harian yang terdengar kecil pun, kalau konsisten, sudah setara dengan menyisir semua soal asli yang tersedia.

Berapa soal per subtes per hari?

Patokan yang dipakai di tabel ini adalah jumlah soal tiap subtes di UTBK 2026 menurut SNPMB. Subtes yang soalnya lebih banyak di ujian mendapat jatah lebih besar, lalu disesuaikan dengan beratnya pembahasan.

SubtesSoal di UTBK 2026Latsol per hari (saat subtes itu dijadwalkan)Alasan
PU3015 sampai 20polanya terbatas, satu soal cepat dibahas
PPU2010 sampai 15soalnya pendek, tetapi bacaan perlu dibaca utuh
PBM2010 sampai 15aturan ejaan dan kalimat efektif cocok dicicil
PK208 sampai 12pembahasan hitungan lebih lama
LBI301 sampai 2 bacaan (sekitar 6 sampai 10 soal)satu bacaan dipakai untuk beberapa soal
LBE201 sampai 2 bacaan (sekitar 5 sampai 10 soal)ditambah 15 menit kosakata
PM205 sampai 8soal cerita panjang, pembahasannya paling lama

Jangan kerjakan tujuh subtes setiap hari. Ambil dua atau tiga subtes per hari, lalu putar sehingga dalam seminggu setiap subtes kebagian minimal dua kali. Contoh: Senin PU dan PK, Selasa PBM dan LBE, Rabu PM dan PPU, Kamis LBI dan PU, dan seterusnya.

Format catatan kesalahan yang benar-benar dipakai

Catatan kesalahan yang terlalu rumit tidak akan diisi. Cukup lima kolom:

TanggalSubtes dan nomorJawabankuKenapa salah (satu kalimat)Jenis
3 NovPU no. 12BKira "rata-rata 6 hari" itu rata-rata 5 hari yang diketahuibaca
3 NovPK no. 7DLupa tanda negatif waktu pindah ruashitung
4 NovPM no. 3kosongTidak tahu cara mulai soal peluangkonsep
4 NovLBI no. 18AWaktu habis, menebakwaktu

Kolom "Jenis" diisi salah satu dari empat: baca, konsep, hitung, waktu. Di akhir minggu, hitung jumlah tiap jenis. Itulah evaluasimu. Kalau "konsep" mendominasi, minggu depan kurangi jumlah soal dan tambah jam materi. Kalau "waktu" mendominasi, latsolmu perlu mulai pakai timer.

Contoh baris pertama di tabel di atas berasal dari soal rata-rata, topik yang muncul di puluhan soal asli PK. Berikut soal buatan dengan bentuk yang sama:

Penjualan roti dari hari ke-2 sampai ke-6 berturut-turut 40, 45, 38, 47, dan 50. Rata-rata penjualan enam hari itu 45. Berapa penjualan hari pertama?

Total enam hari adalah 6×45=2706 \times 45 = 270. Jumlah lima hari yang diketahui:

40+45+38+47+50=22040 + 45 + 38 + 47 + 50 = 220

Jadi hari pertama 270−220=50270 - 220 = 50 roti. Kesalahan yang sering terjadi adalah menghitung rata-rata kelima angka itu, yaitu 44, lalu memilihnya sebagai jawaban. Itu jenis kesalahan "baca", bukan "konsep", dan obatnya berbeda.

Cara mengevaluasi latsol dalam angka

Selain jenis kesalahan, ukur dua angka setiap sesi: akurasi dan detik per soal.

Misalnya kamu mengerjakan 15 soal PK dalam 18 menit dan benar 9. Akurasimu 9÷15=60%9 \div 15 = 60\%. Waktu per soalmu:

18×6015=72 detik\frac{18 \times 60}{15} = 72 \text{ detik}

Menurut rincian resmi SNPMB, PK berisi 20 soal dalam 20 menit, jadi jatah ujiannya 60 detik per soal. Artinya, di sesi ini kamu masih 12 detik lebih lambat per soal dan akurasinya belum aman. Prioritasnya akurasi dulu, baru kecepatan. Mempercepat sambil akurasi masih 60% hanya membuat salahnya datang lebih cepat.

Rincian jatah detik per soal untuk ketujuh subtes ada di artikel durasi subtes UTBK dan waktu per soal.

Kapan pindah dari latsol ke soal asli berwaktu?

Latsol santai (tanpa timer, boleh berhenti untuk berpikir) cocok untuk membangun pemahaman. Tetapi di ujian tidak ada waktu berhenti. Ada titik di mana latsol santai harus diganti paket soal asli dengan waktu penuh.

Patokan praktisnya, per subtes:

  1. Akurasi latsol santaimu sudah stabil di sekitar 70% atau lebih selama dua minggu.
  2. Jenis kesalahan "konsep" sudah jarang, sebagian besar tinggal "baca" dan "hitung".
  3. Kamu sudah mengenali pola soal sebelum selesai membaca soalnya.

Kalau ketiganya terpenuhi, ganti sebagian besar latsol subtes itu dengan paket dari kumpulan soal asli UTBK. Kerjakan satu potongan setara satu subtes sekali duduk, dengan waktu sesuai durasi resmi. Soal asli bisa dibaca gratis tanpa daftar, jadi stopwatch di HP cukup; timer bawaan dan pembahasan di Pintarly butuh Premium. Cara membedah paket setelah dikerjakan ada di artikel cara belajar dari soal asli UTBK.

Subtes yang belum memenuhi syarat tetap di latsol biasa lewat halaman latihan. Tidak apa-apa kalau PU sudah pindah ke soal asli sementara PM masih latsol. Setiap subtes punya jadwalnya sendiri.

Kesalahan yang sering terjadi saat latsol

Menghitung soal yang dikerjakan, bukan soal yang dibahas. "Hari ini 50 soal" terdengar hebat, tetapi kalau 20 di antaranya salah dan tidak dibuka lagi, yang kamu latih adalah kesalahan.

Latsol subtes yang sama terus karena paling enak. Siswa yang suka matematika latsol PK setiap hari dan tidak pernah menyentuh LBI. Rotasi mingguan mencegah ini.

Langsung latihan berwaktu sejak minggu pertama. Timer membuatmu menebak di soal yang sebenarnya bisa dipahami kalau diberi waktu. Di fase awal, pemahaman lebih penting dari kecepatan.

Tidak menandai soal yang benar karena tebakan. Soal tebakan yang kebetulan benar membuat akurasimu terlihat lebih tinggi dari aslinya. Beri tanda bintang dan perlakukan seperti soal salah.

Tidak pernah tryout. Latsol harian mengukur subtes satu per satu. Untuk melihat apakah kamu kuat duduk 195 menit dan bagaimana skormu di ketujuh subtes sekaligus, ikuti tryout UTBK secara berkala, misalnya tiap dua minggu.

FAQ

Apakah 10 soal per hari cukup?

Cukup sebagai awal kalau kamu masih sekolah penuh dan setiap soal dibahas tuntas. Naikkan bertahap ke 20 sampai 30 setelah kebiasaan terbentuk. Sepuluh soal yang dibahas lebih berguna dari 50 soal yang tidak dibuka lagi.

Latsol pagi atau malam?

Pakai waktu saat kamu paling segar untuk subtes yang paling berat bagimu. Yang lebih penting adalah jamnya tetap setiap hari supaya tidak perlu memutuskan ulang kapan belajar.

Apa bedanya latsol dan drilling?

Drilling biasanya berarti mengerjakan banyak soal dari satu pola yang sama berturut-turut sampai lancar. Itu cocok untuk pola yang sudah kamu pahami tapi masih lambat. Untuk pola yang belum dipahami, drilling hanya mengulang kesalahan.

Perlu latsol di hari tryout?

Tidak perlu. Hari tryout dipakai untuk tryout dan membahas hasilnya. Latsol bisa dilanjutkan besoknya, dengan fokus ke pola yang ketahuan lemah dari tryout itu.

Bagaimana kalau aku ketinggalan target beberapa hari?

Jangan menumpuk targetnya ke hari berikutnya. Lanjutkan dengan target normal. Menggandakan target sehari setelah bolos biasanya berakhir dengan bolos lagi.

Artikel Terkait

Rencananya sudah ada, tinggal dijalankan.