Menghitung Elastisitas Permintaan dan Membaca Hasilnya
Tanda negatif pada elastisitas permintaan itu normal, dan rumus titik memberi dua jawaban berbeda untuk dua titik yang sama persis. Ini sebabnya.
Di halaman ini
- Kenapa satu pasang data bisa menghasilkan dua elastisitas berbeda?
- Kenapa rumus titik tengah yang dipakai di soal ujian?
- Bagaimana contoh perhitungannya untuk kasus elastis dan inelastis?
- Kenapa kemiringan kurva tidak bisa dipakai menilai elastisitas?
- Elastisitas apa lagi yang biasanya ikut keluar?
- Kesalahan yang sering terjadi
- Kenapa elastisitas permintaan selalu negatif?
- Rumus titik atau rumus titik tengah yang dipakai di ujian?
- Apa artinya kalau elastisitasnya tepat satu?
- Bisakah elastisitas lebih dari sepuluh?
- Apa bedanya dengan elastisitas penawaran?
- Bagaimana cara cek jawaban elastisitas dengan cepat?
Elastisitas permintaan bernilai negatif, dan itu normal. Yang dibandingkan antar barang adalah nilai mutlaknya, bukan angka bertandanya, sehingga elastisitas minus 2 lebih elastis daripada minus 0,5 walaupun secara angka minus 2 lebih kecil. Kesalahan kedua yang lebih mahal: rumus titik memberi dua jawaban berbeda untuk dua titik yang sama persis, tergantung harga mana yang kamu anggap awal. Dua hal inilah yang paling sering terbalik di catatan dan di hasil pencarian, dan dua-duanya bisa dibuktikan dengan satu contoh angka.
Kenapa satu pasang data bisa menghasilkan dua elastisitas berbeda?
Ambil satu kasus. Harga langganan sebuah aplikasi naik dari Rp 40.000 menjadi Rp 50.000, dan jumlah pelanggan turun dari 200 menjadi 160 orang.
Rumus titik menghitung persentase perubahan relatif terhadap titik awal:
Ed = (dQ / Q1) / (dP / P1)
Hitung dari arah kenaikan harga, jadi titik awalnya Rp 40.000 dengan 200 pelanggan:
dQ / Q1 = (160 - 200) / 200 = -0,20
dP / P1 = (50.000 - 40.000) / 40.000 = 0,25
Ed = -0,20 / 0,25 = -0,80
Hasilnya 0,80 dalam nilai mutlak, yang berarti inelastis.
Sekarang hitung dua titik yang sama persis, tapi dari arah penurunan harga. Titik awalnya Rp 50.000 dengan 160 pelanggan:
dQ / Q1 = (200 - 160) / 160 = 0,25
dP / P1 = (40.000 - 50.000) / 50.000 = -0,20
Ed = 0,25 / -0,20 = -1,25
Hasilnya 1,25 dalam nilai mutlak, yang berarti elastis.
Data yang sama, kesimpulan yang berlawanan. Penyebabnya bukan salah hitung. Pembaginya berbeda, karena 10.000 dari 40.000 adalah 25 persen sedangkan 10.000 dari 50.000 adalah 20 persen. Persentase tidak simetris, dan rumus titik mewarisi ketidaksimetrisan itu.
Kenapa rumus titik tengah yang dipakai di soal ujian?
Karena rumus titik tengah membagi dengan rata-rata kedua titik, bukan dengan salah satunya, sehingga arah perubahan harga tidak lagi berpengaruh:
Ed = [ (Q2 - Q1) / ((Q1 + Q2) / 2) ] / [ (P2 - P1) / ((P1 + P2) / 2) ]
Dengan angka yang sama:
pembilang = (160 - 200) / ((200 + 160) / 2)
= -40 / 180 = -0,2222
penyebut = (50.000 - 40.000) / ((40.000 + 50.000) / 2)
= 10.000 / 45.000 = 0,2222
Ed = -0,2222 / 0,2222 = -1,00
Satu jawaban, dari arah mana pun dihitung, dan letaknya tepat di antara 0,80 dan 1,25 yang tadi.
Ada cara memastikan angka minus satu itu benar tanpa menyentuh rumus sama sekali. Hitung total penerimaan di kedua harga:
Rp 40.000 x 200 pelanggan = Rp 8.000.000
Rp 50.000 x 160 pelanggan = Rp 8.000.000
Sama persis. Penerimaan total yang tidak berubah saat harga berubah adalah ciri elastisitas tepat satu, jadi angka itu terkonfirmasi dari dua arah. Hubungan ini berlaku umum dan jadi alat pemeriksaan tercepat yang kamu punya di ruang ujian.
| Nilai mutlak Ed | Kategori | Arah penerimaan total saat harga naik |
|---|---|---|
| lebih dari 1 | elastis | turun |
| tepat 1 | elastis uniter | tidak berubah |
| kurang dari 1 | inelastis | naik |
| nol | inelastis sempurna | naik sebanding kenaikan harga |
Bagaimana contoh perhitungannya untuk kasus elastis dan inelastis?
Dua kasus tambahan, keduanya dihitung dengan rumus titik tengah, keduanya diperiksa ulang dengan penerimaan total.
Kopi di kantin kampus naik dari Rp 5.000 ke Rp 6.000, penjualan turun dari 100 menjadi 95 cangkir per hari.
pembilang = -5 / 97,5 = -0,0513
penyebut = 1.000 / 5.500 = 0,1818
Ed = -0,28
Inelastis, dan penerimaan harian naik dari Rp 500.000 menjadi Rp 570.000. Naiknya penerimaan cocok dengan kategori inelastis, jadi hitungannya lolos pemeriksaan.
Tiket sebuah acara kampus naik dari Rp 50.000 ke Rp 60.000, penonton turun dari 1.000 menjadi 700 orang.
pembilang = -300 / 850 = -0,3529
penyebut = 10.000 / 55.000 = 0,1818
Ed = -1,94
Elastis, dan penerimaan turun dari Rp 50.000.000 menjadi Rp 42.000.000. Turunnya penerimaan cocok dengan kategori elastis.
Pola di tiga kasus ini yang perlu diingat, bukan angkanya. Kalau hasil rumusmu mengatakan elastis tapi penerimaan total naik, salah satu dari dua hitungan itu keliru dan kamu masih punya waktu memperbaikinya.
Kenapa kemiringan kurva tidak bisa dipakai menilai elastisitas?
Ini jebakan yang paling sering muncul di soal pilihan ganda. Kemiringan dan elastisitas bukan hal yang sama, dan satu kurva permintaan lurus punya elastisitas berbeda di setiap titiknya.
Ambil fungsi permintaan linear Qd = 100 - 2P. Kemiringannya tetap, yaitu dQ/dP sama dengan minus 2 di mana pun. Elastisitas titiknya dihitung sebagai kemiringan dikali rasio harga terhadap kuantitas:
Di P = 40, Q = 20 -> Ed = -2 x (40 / 20) = -4,00 elastis
Di P = 25, Q = 50 -> Ed = -2 x (25 / 50) = -1,00 uniter
Di P = 10, Q = 80 -> Ed = -2 x (10 / 80) = -0,25 inelastis
Satu garis, satu kemiringan, tiga kategori. Jadi pertanyaan seperti kurva mana yang lebih elastis tidak bisa dijawab hanya dengan melihat mana yang lebih datar, kecuali soal menyebut rentang harga yang sama untuk keduanya.
Satu akibat praktis dari tabel di atas: di bagian atas kurva permintaan, harga naik selalu menurunkan penerimaan, dan di bagian bawah kurva, harga naik selalu menaikkan penerimaan. Titik uniter di tengah adalah tempat penerimaan total mencapai nilai terbesarnya. Hubungan antara surplus, harga, dan luas di bawah kurva permintaan ini dilanjutkan di surplus konsumen dan produsen, yang memakai fungsi permintaan yang sama persis.
Elastisitas apa lagi yang biasanya ikut keluar?
Dua rumus berikut memakai struktur yang sama dengan rumus titik tengah, hanya penyebutnya diganti.
Elastisitas pendapatan mengganti perubahan harga dengan perubahan pendapatan. Misalnya pendapatan bulanan naik dari Rp 1.500.000 ke Rp 1.800.000, dan pembelian kopi kedai naik dari 8 menjadi 12 cangkir per bulan:
pembilang = 4 / 10 = 0,40
penyebut = 300.000 / 1.650.000 = 0,1818
Ei = 2,20
Positif dan lebih dari satu, jadi barangnya normal dan tergolong barang yang pembeliannya tumbuh lebih cepat daripada pendapatan. Di periode yang sama, kalau pembelian mie instan justru turun dari 20 menjadi 14 bungkus, maka Ei bernilai minus 1,94 dan barangnya tergolong inferior. Tanda negatif di sini yang menentukan kategorinya, berbeda dengan elastisitas harga yang tandanya selalu negatif.
Elastisitas silang mengganti harga barang itu sendiri dengan harga barang lain. Kalau kopi kedai naik dari Rp 5.000 ke Rp 6.000 dan penjualan kopi sachet naik dari 30 menjadi 38 bungkus:
pembilang = 8 / 34 = 0,2353
penyebut = 1.000 / 5.500 = 0,1818
Exy = 1,29
Positif, jadi keduanya barang substitusi. Nilai negatif berarti komplementer, dan nilai mendekati nol berarti dua barang itu tidak berhubungan.
Kesalahan yang sering terjadi
- Membandingkan minus 2 dengan minus 0,5 lalu menyimpulkan minus 0,5 lebih elastis. Kategorinya ditentukan jarak dari nol, bukan posisi di garis bilangan.
- Memakai rumus titik lalu bingung kenapa jawabannya beda dari kunci. Hampir selalu karena kunci memakai rumus titik tengah, atau memakai arah perubahan harga yang berbeda.
- Membalik pembilang dan penyebut. Persentase perubahan kuantitas di atas, persentase perubahan harga di bawah. Terbalik akan menghasilkan 3,57 dari data yang jawabannya 0,28.
- Memakai selisih absolut, bukan persentase. Begitu selisih mentah yang dipakai, satuan jadi berpengaruh, dan harga dalam rupiah akan memberi jawaban berbeda dengan harga dalam ribu rupiah untuk kasus yang sama.
- Menyimpulkan elastis atau inelastis dari kurva yang lebih datar.
- Menuliskan jawaban tanpa menyebut rumus mana yang dipakai. Kalau kamu memakai rumus titik sementara soal tidak menyebutkan, satu kalimat keterangan sering menyelamatkan nilainya.
- Lupa bahwa tanda minus boleh dibuang hanya saat melaporkan kategori, tidak saat melaporkan nilainya.
Bab elastisitas termasuk yang hitungannya sedikit tapi definisinya banyak, jadi cara paling cepat menguasainya adalah mengerjakan satu kasus angka sampai habis lalu mengulang kasus itu dengan arah perubahan yang dibalik. Pola latihan seperti ini masuk ke pembagian waktu yang dibahas di strategi belajar UAS dan UTS mahasiswa, dan cara mencatat rumus beserta satu kasus pembuktinya ada di cara membuat catatan kuliah efektif.
Kenapa elastisitas permintaan selalu negatif?
Karena harga dan jumlah yang diminta bergerak berlawanan arah, sehingga pembilang dan penyebutnya selalu bertanda berbeda. Tanda negatif itu keterangan arah, bukan bagian dari besarnya.
Rumus titik atau rumus titik tengah yang dipakai di ujian?
Kalau soal memberi dua titik harga dan dua titik kuantitas, hampir selalu rumus titik tengah, justru karena jawabannya tidak bergantung arah. Rumus titik dipakai saat soal memberi satu titik beserta persentase perubahan, atau saat soal memberi fungsi permintaan dan meminta elastisitas pada satu harga tertentu.
Apa artinya kalau elastisitasnya tepat satu?
Persentase perubahan kuantitas sama besar dengan persentase perubahan harga, sehingga penerimaan total tidak berubah. Di kurva permintaan linear, titik ini juga tempat penerimaan total paling besar.
Bisakah elastisitas lebih dari sepuluh?
Bisa, dan itu wajar untuk barang dengan banyak pengganti dekat atau untuk harga yang sudah mendekati titik tertinggi kurva permintaan. Nilai tak hingga berarti elastis sempurna, yaitu pembeli hilang seluruhnya begitu harga naik sedikit saja.
Apa bedanya dengan elastisitas penawaran?
Rumusnya sama, yang diganti hanya kuantitas yang ditawarkan. Tandanya positif, karena harga naik membuat jumlah yang ditawarkan naik. Karena itu untuk penawaran tidak ada kebiasaan membuang tanda minus.
Bagaimana cara cek jawaban elastisitas dengan cepat?
Hitung total penerimaan di kedua harga. Naik berarti inelastis, turun berarti elastis, sama berarti uniter. Kalau hasil pemeriksaan ini bertentangan dengan hasil rumusmu, salah satunya salah dan biasanya rumusnya yang terbalik.
Artikel Terkait
Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?
Gabung gratis di Pintarly. Ubah catatan kuliahmu jadi rangkuman, flashcards, dan kuis otomatis, plus AI tutor yang siap bantu kapan aja butuh.
