kuliah#nilai kuliah#remedial#mengulang mata kuliah

Nilai D atau E di Kuliah: Mengulang atau Remedial Dulu?

Remedial, mengulang, dan semester pendek tiga hal berbeda. Di banyak kampus nilai tertinggi yang dipakai, jadi mengulang tidak merugikan IPK kamu.

Oleh Oscar Ryanda Putra· Diterbitkan 8 Okt 2026· 8 menit baca
Di halaman ini

Kalau nilai kamu E, tidak ada pilihan, mata kuliahnya harus diambil ulang karena E berarti tidak lulus. Kalau nilai kamu D, pilihannya tiga dan sering dikira satu: remedial, mengulang kelasnya di semester reguler, atau mengulang lewat semester pendek. Ketiganya berbeda dalam biaya, dalam nilai maksimal yang bisa keluar, dan dalam apa yang tercatat di transkrip. Yang paling menentukan keputusan kamu sebenarnya satu kalimat di pedoman akademik: apakah IPK memakai nilai tertinggi atau tetap menghitung kedua nilai.

Tiga jalur yang namanya sering dicampur

Remedial, atau di sebagian kampus disebut ujian perbaikan atau ujian susulan perbaikan, adalah kesempatan mengulang penilaian di semester yang sama tanpa mengambil ulang kelasnya. Bentuknya biasanya satu ujian tambahan beberapa pekan setelah UAS. Nilai maksimalnya hampir selalu dibatasi, dan batas yang paling sering tertulis adalah B.

Mengulang di semester reguler berarti memasukkan mata kuliah itu kembali ke KRS, mengikuti kelasnya dari awal, dan dinilai ulang penuh. Tidak ada batas nilai, jadi A tetap mungkin.

Semester pendek berarti mengambil ulang kelasnya dalam bentuk padat di masa libur, dengan biaya terpisah per SKS. Sebagian kampus membatasi nilai maksimal dari semester pendek, dan sebagian membatasi rentang nilai yang boleh diperbaiki lewat jalur ini.

Perbedaan praktis yang paling sering mengejutkan: remedial sering tidak tersedia untuk nilai E, karena logikanya kamu tidak lulus kelasnya, bukan sekadar nilai ujiannya kurang.

Kenapa satu kalimat di pedoman menentukan semuanya

Ada dua skema pencatatan nilai ulangan, dan selisihnya bukan soal administrasi, melainkan soal apakah mengulang menguntungkan kamu.

Skema nilai tertinggi. Kedua nilai tetap tercatat di riwayat, tapi yang dipakai untuk IPK hanya yang tertinggi. Di skema ini mengulang tidak pernah merugikan IPK. Paling buruk, nilai baru kamu lebih rendah dan yang dipakai tetap nilai lama.

Skema kedua nilai dihitung. Nilai lama dan nilai baru dua-duanya masuk perhitungan, jadi SKS-nya dihitung dua kali. Di skema ini mengulang bisa merugikan, dan ini bagian yang hampir tidak pernah dibahas.

Lihat angkanya. Misalkan kamu sudah menempuh 60 SKS dengan IPK 3,10, jadi total mutu kamu 186. Kamu mengulang satu mata kuliah 3 SKS dari D (bobot 1) menjadi B (bobot 3).

Di skema nilai tertinggi, mutu untuk mata kuliah itu naik dari 3 menjadi 9, jadi total 192 dibagi 60 sama dengan 3,20. Naik 0,10 dari satu mata kuliah 3 SKS. Ini keuntungan yang nyata.

Di skema kedua nilai dihitung, total mutu jadi 195 dan total SKS jadi 63. Hasilnya 3,095, yang dibulatkan tetap 3,10 dan sebenarnya sedikit lebih rendah dari sebelumnya. Alasannya sederhana: nilai B setara bobot 3,0, dan itu di bawah rata-rata kamu yang 3,10, jadi menambahkannya menarik rata-rata ke bawah meski nilai mata kuliahnya naik dua tingkat.

Jadi kalimat mengulang tidak pernah merugikan IPK itu benar, tapi hanya di skema pertama. Di skema kedua, mengulang menguntungkan IPK hanya kalau nilai barunya lebih tinggi dari IPK kamu sekarang. Cara menghitungnya sendiri ada di cara menghitung IPK dan IP semester.

Satu kalimat di pedoman akademik, di bab penilaian atau bab perbaikan nilai, memberi tahu kamu skema mana yang berlaku. Itu pemeriksaan paling berharga di seluruh artikel ini.

Tabel perbandingan tiga jalur

AspekRemedialMengulang di regulerSemester pendek
KapanSemester yang sama, setelah UASSemester berikutnya yang membuka mata kuliah ituMasa libur antar semester
Biaya tambahanUmumnya tidak ada atau kecilUmumnya nol kalau UKT flatPer SKS, di luar UKT
Nilai maksimalSering dibatasi, umumnya BTidak dibatasiKadang dibatasi
Berlaku untuk nilai ESering tidakIyaTergantung aturan kampus
Waktu yang dipakaiPaling sedikitSatu slot di KRS semester depanMasa libur
Risiko ke predikat kelulusanTergantung definisi mengulang di kampus kamuBisa menggugurkan predikat di sebagian kampusSama dengan mengulang

Baris terakhir yang paling mahal kalau terlewat. Di sebagian kampus, riwayat mengulang menggugurkan predikat dengan pujian terlepas dari nilai akhirnya, dan remedial kadang tidak dihitung sebagai mengulang sementara semester pendek dihitung. Kalau cumlaude masih di jangkauan kamu, baca dulu syarat cumlaude selain IPK sebelum memilih jalur.

Urutan memutuskan

  1. Pastikan nilainya D atau E, dan pastikan apa artinya di kampus kamu. Di sebagian kampus D masih dinyatakan lulus dengan jumlah terbatas di seluruh transkrip, di sebagian lain D tidak lulus untuk mata kuliah wajib program studi.
  2. Cek apakah mata kuliah itu prasyarat. Kalau iya, urusannya bukan lagi nilai, melainkan jadwal. Mata kuliah yang cuma dibuka setahun sekali bisa menunda kamu dua semester, dan ini yang menentukan apakah semester pendek layak dibayar.
  3. Cek apakah remedial tersedia dan kapan batas pendaftarannya. Ini jalur termurah dan tercepat, jadi diperiksa pertama. Kalau tersedia dan nilai maksimalnya B sementara kamu cuma butuh lulus, selesai di sini.
  4. Cek skema pencatatan nilai di pedoman. Nilai tertinggi atau kedua nilai dihitung, karena ini menentukan apakah mengulang menguntungkan IPK kamu.
  5. Cek plafon SKS semester depan. Kalau IP kamu membatasi 20 SKS dan rencana kamu sudah 20 SKS, mengulang di reguler berarti menunda mata kuliah lain.
  6. Baru hitung semester pendek. SP masuk akal kalau yang kamu beli adalah waktu, bukan nilai. Hitungannya ada di semester pendek, kapan layak diambil.

Urutan ini penting karena mahasiswa biasanya mulai dari langkah enam. Pertanyaan pertama yang muncul setelah melihat nilai D adalah berapa biaya SP, padahal dua jalur yang lebih murah belum diperiksa.

Kesalahan yang sering terjadi

Melewatkan batas pendaftaran remedial karena sibuk kesal. Jendelanya pendek, sering cuma beberapa hari setelah nilai keluar, dan tidak dibuka lagi.

Mengulang mata kuliah bernilai C untuk mengejar A tanpa memeriksa aturannya. Banyak kampus hanya mengizinkan perbaikan untuk rentang nilai tertentu, jadi mata kuliah bernilai C bisa jadi tidak boleh diulang sama sekali.

Mengira nilai lama hilang dari transkrip. Di banyak kampus nilai lama tetap tercatat dalam riwayat, dan yang berubah hanya nilai yang dipakai untuk IPK. Bagian akademik tetap bisa melihat bahwa kamu mengulang, dan itu relevan untuk predikat.

Mengulang mata kuliah bernilai D di saat yang sama dengan mata kuliah lanjutannya. Kalau prasyaratnya ketat, sistem KRS akan menolak. Kalau tidak ketat, kamu mengambil mata kuliah lanjutan dengan dasar yang belum kuat.

Mengabaikan kenapa nilainya D. Kalau penyebabnya satu UAS yang jatuh, remedial masuk akal. Kalau penyebabnya kamu tidak paham materinya sejak pertengahan semester, remedial berupa satu ujian ulang kemungkinan menghasilkan nilai yang sama, dan mengulang kelasnya yang benar.

Menumpuk mata kuliah ulangan di semester terakhir. Ini mendekatkan kamu ke batas masa studi tanpa perlu, dan rinciannya ada di batas masa studi S1 dan risiko DO.

Daftar yang harus kamu cek di pedoman kampus sendiri

  1. Apakah D dinyatakan lulus, dan apakah ada batas jumlah D di transkrip.
  2. Apakah remedial tersedia, untuk nilai apa saja, dan berapa nilai maksimalnya.
  3. Apakah IPK memakai nilai tertinggi atau menghitung kedua nilai.
  4. Apakah nilai lama tetap tampil di transkrip atau tergantikan.
  5. Apakah ada batas berapa kali satu mata kuliah boleh diulang.
  6. Apakah riwayat mengulang berpengaruh ke predikat kelulusan.
  7. Apakah mata kuliah itu dibuka setiap semester atau sekali setahun.

Poin tujuh ada di jadwal kurikulum program studi, bukan di pedoman akademik, dan sering jadi penentu yang sebenarnya.

Nilai D apakah harus diulang?

Tergantung kampus dan tergantung statusnya di kurikulum. Banyak kampus menyatakan D lulus tapi membatasi jumlah D yang boleh ada di transkrip, dan banyak program studi mewajibkan minimal C untuk mata kuliah wajib tertentu. Yang pasti wajib diulang adalah E.

Apakah remedial bisa dapat A?

Umumnya tidak. Nilai maksimal remedial biasanya dibatasi, dan batas yang paling sering tertulis adalah B. Kalau target kamu nilai tinggi, jalurnya mengulang kelasnya, bukan remedial.

Apakah nilai D hilang setelah saya mengulang?

Di banyak kampus tidak hilang dari riwayat, yang berubah hanya nilai yang dipakai untuk menghitung IPK. Jadi transkrip resmi kamu bisa menampilkan nilai akhir yang baru sementara sistem akademik tetap menyimpan percobaan pertama.

Berapa kali satu mata kuliah boleh diulang?

Sebagian kampus membatasi, misalnya dua kali, dan sebagian tidak menuliskan batas sama sekali. Kalau ini pertanyaan kamu sekarang, kemungkinan ada masalah yang lebih besar daripada satu nilai, dan percakapan dengan dosen pembimbing akademik lebih berguna daripada mencari angka batasnya.

Lebih baik mengulang di reguler atau semester pendek?

Kalau UKT kamu flat dan KRS semester depan masih longgar, reguler hampir selalu lebih baik karena berbiaya nol dan nilainya tidak dibatasi. SP menang kalau kamu sedang membeli waktu, misalnya mata kuliah itu prasyarat skripsi dan cuma dibuka sekali setahun.

Nilai E di mata kuliah pilihan, boleh diganti mata kuliah pilihan lain?

Di banyak program studi boleh, karena yang disyaratkan adalah jumlah SKS pilihan, bukan mata kuliah tertentu. Ini sering jadi jalan keluar yang lebih murah daripada mengulang kelas yang sama, dan nilai E yang lama tetap tercatat dengan konsekuensi sesuai skema pencatatan di kampus kamu. Pastikan dulu ke pembimbing akademik bahwa penggantinya memang diakui sebagai pilihan yang sah.

Artikel Terkait

Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?

Gabung gratis di Pintarly. Ubah catatan kuliahmu jadi rangkuman, flashcards, dan kuis otomatis, plus AI tutor yang siap bantu kapan aja butuh.