Latar Belakang Makalah: Berapa Paragraf dan Sumbernya
Tiga sampai empat paragraf untuk makalah sepuluh halaman, sekitar sepuluh persen total kata. Isi tiap paragraf dan dari mana angkanya dicari.
Di halaman ini
- Berapa paragraf untuk makalah sepuluh halaman?
- Struktur corong: apa isi tiap paragrafnya?
- Dari mana angka pendukungnya dicari?
- Kalimat mana yang wajib bersitasi dan mana yang tidak?
- Latar belakang makalah dan latar belakang skripsi, apa bedanya?
- Pembuka yang langsung bekerja
- Kesalahan yang sering terjadi
- Apakah latar belakang harus ada sitasinya?
- Berapa minimal sumber untuk latar belakang makalah?
- Boleh pakai Wikipedia atau blog sebagai sumber?
- Latar belakang ditulis sebelum atau sesudah pembahasan?
- Apakah latar belakang perlu memakai subjudul?
- Apa bedanya latar belakang dengan pendahuluan?
Tiga sampai empat paragraf, atau sekitar 250 sampai 350 kata, untuk makalah sepuluh halaman. Patokan yang lebih tahan dipakai di ukuran makalah mana pun adalah sepuluh sampai lima belas persen dari total kata. Makalah lima halaman berarti dua paragraf, makalah dua puluh halaman berarti lima sampai enam paragraf. Sepuluh hasil pertama untuk pertanyaan ini menjelaskan apa itu latar belakang, padahal yang kamu tanya berapa panjangnya, jadi di bawah ini angkanya dulu, baru isinya.
Berapa paragraf untuk makalah sepuluh halaman?
Hitung dari jumlah kata, bukan jumlah halaman, karena halaman berubah mengikuti spasi dan ukuran huruf. Makalah sepuluh halaman dengan huruf 12 dan 1,5 spasi memuat kurang lebih 3.000 kata. Porsi sepuluh persen berarti sekitar 300 kata, dan paragraf akademik yang sehat berisi 80 sampai 110 kata. Jadi tiga paragraf penuh, atau empat kalau paragrafmu pendek.
| Panjang makalah | Perkiraan total kata | Target latar belakang | Jumlah paragraf |
|---|---|---|---|
| 5 halaman | 1.500 | 150 sampai 200 kata | 2 |
| 10 halaman | 3.000 | 250 sampai 350 kata | 3 sampai 4 |
| 15 halaman | 4.500 | 400 sampai 550 kata | 4 sampai 5 |
| 20 halaman | 6.000 | 600 sampai 750 kata | 5 sampai 6 |
Kalau dosenmu memberi batas halaman per bab, ikuti batas itu dan abaikan tabel ini. Dan kalau latar belakangmu sudah menyentuh dua halaman sementara pembahasannya baru satu halaman, proporsinya yang salah, bukan panjangnya. Latar belakang adalah bagian pembuka, dan bobot nilai makalah hampir selalu ada di pembahasan.
Struktur corong: apa isi tiap paragrafnya?
Latar belakang bergerak dari yang luas ke yang sempit, dan tiap paragraf punya satu tugas. Kalau satu paragraf mengerjakan dua tugas, pecah.
| Paragraf | Tugasnya | Jumlah kalimat | Butuh sitasi |
|---|---|---|---|
| 1 | Menyebut keadaan atau persoalan umum, dengan satu angka atau fakta yang bisa dilacak | 4 sampai 6 | Ya |
| 2 | Mempersempit ke konteks spesifik yang kamu bahas, misalnya satu kelompok, satu daerah, atau satu kebijakan | 4 sampai 6 | Ya |
| 3 | Menyebut apa yang sudah diketahui dari tulisan lain, lalu bagian mana yang belum terjawab | 4 sampai 6 | Ya |
| 4 | Menyatakan apa yang akan dibahas makalah ini dan kenapa itu perlu | 3 sampai 4 | Tidak |
Paragraf tiga adalah yang paling sering hilang, dan justru paragraf itu yang membuat makalahmu terbaca punya alasan untuk ada. Tanpanya, latar belakangmu hanya mendeskripsikan keadaan lalu tiba-tiba mengumumkan topik. Dengan paragraf itu, pembaca melihat celah yang kamu isi.
Untuk paragraf empat, satu pola kalimat yang bekerja: makalah ini membahas X dengan menelaah Y, sehingga pembaca dapat melihat Z. Hindari versi berputar seperti maka dari itu penulis tertarik untuk mengangkat judul tersebut, karena ketertarikan penulis bukan alasan akademik.
Dari mana angka pendukungnya dicari?
Ini pertanyaan kedua yang paling sering diketik, dan jawabannya bukan mesin pencari biasa.
- Badan Pusat Statistik untuk angka kependudukan, ketenagakerjaan, pendidikan, ekonomi, dan konsumsi. Situsnya memuat publikasi dalam bentuk PDF dan tabel dinamis yang bisa kamu rujuk langsung beserta judul publikasi dan tahunnya.
- Pangkalan Data Pendidikan Tinggi untuk jumlah mahasiswa, program studi, dan perguruan tinggi. Berguna kalau topikmu menyangkut dunia kampus.
- Publikasi dan rilis resmi kementerian atau lembaga yang menangani bidangmu. Cari halaman publikasi atau statistik di situs resminya, bukan beritanya.
- Jurnal ilmiah lewat mesin pencari akademik, Garuda, atau daftar jurnal terakreditasi nasional. Angka dari penelitian terbaru lebih kuat daripada angka dari artikel populer, dan sekaligus mengisi paragraf tiga.
- Laporan lembaga survei dan asosiasi industri, selama kamu bisa menemukan laporan aslinya dan bukan kutipannya di media.
Tiga aturan praktis saat memakai angka. Pertama, lacak sampai sumber primernya. Kalau sebuah artikel berita menulis bahwa menurut lembaga tertentu angkanya sekian, cari rilis lembaga itu dan rujuk rilisnya. Kedua, perhatikan umur datanya, dan usahakan tidak lebih lama dari lima tahun kecuali topikmu memang historis. Ketiga, tulis angka beserta satuan, cakupan, dan tahunnya, karena angka tanpa tahun tidak bisa diperiksa siapa pun.
Kalau kamu tidak menemukan angka yang pas, jangan mengarang dan jangan memaksa memakai angka yang mendekati tapi bukan tentang hal yang kamu bahas. Tulis klaimnya secara umum tanpa angka, misalnya dengan menyebut bahwa persoalan ini banyak dibahas dalam beberapa tahun terakhir, lalu rujuk dua penelitian yang membahasnya. Klaim umum dengan rujukan masih bisa dipertahankan, sedangkan angka yang salah tidak.
Kalimat mana yang wajib bersitasi dan mana yang tidak?
Ujinya satu pertanyaan: kalau ada orang membaca kalimat itu lalu bertanya kata siapa, apakah kamu punya jawabannya. Kalau iya, kalimat itu butuh sitasi.
| Jenis kalimat | Perlu sitasi |
|---|---|
| Angka, persentase, tren | Wajib, lengkap dengan tahun data |
| Temuan penelitian lain | Wajib |
| Definisi dari ahli atau lembaga | Wajib |
| Bunyi aturan atau kebijakan | Wajib, sebut dokumennya |
| Pengetahuan umum yang tidak diperdebatkan | Tidak perlu |
| Rumusan masalah dan tujuan makalahmu | Tidak perlu |
| Kalimat transisi antar paragraf | Tidak perlu |
| Penilaianmu sendiri atas bahan yang sudah dirujuk | Tidak perlu, selama bahannya sudah dirujuk sebelumnya |
Satu hal yang sering jadi masalah: satu sitasi di akhir paragraf tidak menanggung seluruh paragraf kalau paragraf itu memuat beberapa klaim dari sumber berbeda. Taruh sitasi di akhir kalimat yang memuat klaimnya, bukan ditumpuk di ujung. Untuk mengutip kalimat persis dari sumber, aturan panjang dan formatnya ada di kutipan langsung dan kutipan blok.
Latar belakang makalah dan latar belakang skripsi, apa bedanya?
Strukturnya sama, bobotnya berbeda jauh. Latar belakang skripsi berjalan tiga sampai enam halaman karena dia harus membangun celah penelitian secara meyakinkan, memuat hasil penelitian terdahulu yang cukup banyak, dan menyiapkan alasan pemilihan metode. Latar belakang makalah cukup menunjukkan bahwa topiknya layak dibahas.
Perbedaan praktis yang paling terasa: pada skripsi kamu wajib menunjukkan bahwa belum ada yang menjawab pertanyaanmu, sedangkan pada makalah kamu cukup menunjukkan bahwa pertanyaannya penting. Karena itu, memindahkan latar belakang makalah ke dalam proposal skripsi hampir selalu menghasilkan revisi, karena bagian celah penelitiannya belum ada. Urutan kerja untuk yang versi skripsi dibahas di panduan skripsi dari nol, dan kalau makalahmu juga menuntut abstrak, panjangnya diatur terpisah di panjang dan struktur abstrak.
Pembuka yang langsung bekerja
Dua contoh, topik sama, panjang hampir sama.
Versi yang lemah: Di era globalisasi seperti saat ini, perkembangan teknologi informasi berkembang sangat pesat dan telah merambah ke berbagai bidang kehidupan, tidak terkecuali bidang pendidikan. Hal ini tentunya membawa dampak yang sangat besar bagi kehidupan manusia, baik dampak positif maupun dampak negatif.
Versi yang bekerja: Pembelajaran daring yang semula darurat kini menjadi bagian tetap dari jadwal banyak kampus, termasuk pada mata kuliah yang sebelumnya selalu tatap muka. Perubahan itu memindahkan beban pengelolaan waktu dari ruang kelas ke mahasiswa sendiri, dan di titik itulah persoalan kedisiplinan belajar muncul.
Dua kalimat pertama di versi lemah bisa dipasang di makalah tentang topik apa pun, dan itu tandanya dia tidak membawa informasi. Versi kedua menyebut perubahan yang konkret dan langsung menunjuk persoalan yang akan dibahas. Untuk mengetes pembukamu sendiri, coba ganti kata kunci topiknya dengan topik lain yang sama sekali berbeda. Kalau kalimatnya masih masuk, tulis ulang.
Kesalahan yang sering terjadi
- Membuka dengan di era globalisasi, seiring berkembangnya zaman, atau pada zaman sekarang ini. Tiga frasa itu dikenali dosen dalam satu detik dan tidak menyampaikan apa pun.
- Memasukkan definisi istilah panjang ke latar belakang. Definisi tempatnya di pembahasan atau di kerangka teori, dan latar belakang cuma butuh satu kalimat penjelas kalau istilahnya memang asing.
- Mencantumkan angka tanpa tahun dan tanpa sumber. Ini kesalahan yang paling mudah ditagih dan paling mahal, karena satu angka tak bersumber membuat pembaca mencurigai angka lainnya juga.
- Menyalin latar belakang dari makalah lain dengan topik serumpun lalu mengganti beberapa kata. Pemeriksa kemiripan menemukannya, dan struktur argumennya biasanya tidak cocok dengan rumusan masalahmu.
- Menulis latar belakang paling awal lalu tidak pernah menyentuhnya lagi. Setelah pembahasan selesai, baca ulang latar belakangmu dan pastikan persoalan yang kamu sebut di sana memang yang kamu jawab.
- Mencampur rumusan masalah ke dalam paragraf latar belakang. Rumusan masalah punya subbab sendiri, dan menggabungkannya membuat dua bagian itu sama-sama kabur.
- Menulis empat paragraf yang semuanya seluas paragraf pertama. Kalau tiap paragraf masih bicara soal umum, corongnya tidak menyempit, dan pembaca tidak pernah tahu di mana makalahmu berdiri.
Apakah latar belakang harus ada sitasinya?
Ya, minimal pada paragraf pertama sampai ketiga. Latar belakang tanpa satu rujukan pun dibaca sebagai opini, dan paragraf yang menyebut keadaan atau angka tanpa sumber adalah tempat pertama dosen memberi catatan.
Berapa minimal sumber untuk latar belakang makalah?
Tiga sampai lima rujukan sudah memadai untuk makalah sepuluh halaman, dengan setidaknya satu di antaranya jurnal ilmiah dan satu sumber data resmi. Yang dinilai bukan jumlahnya, tapi apakah tiap klaim yang bisa dibantah punya penopangnya.
Boleh pakai Wikipedia atau blog sebagai sumber?
Untuk dirujuk di makalah, sebaiknya tidak. Untuk menemukan arah, boleh dan memang berguna. Pola yang aman: pakai Wikipedia untuk mengetahui istilah dan nama penelitinya, lalu telusuri daftar rujukan di bagian bawahnya dan rujuk sumber aslinya.
Latar belakang ditulis sebelum atau sesudah pembahasan?
Tulis draf kasarnya lebih dulu supaya arah makalahmu jelas, lalu perbaiki setelah pembahasan selesai. Hampir selalu ada satu kalimat di latar belakang yang perlu diubah karena pembahasanmu bergerak sedikit dari rencana awal.
Apakah latar belakang perlu memakai subjudul?
Tidak, kecuali dosen memintanya. Latar belakang mengalir sebagai beberapa paragraf tanpa subjudul, dan struktur corongnya terasa dari isi tiap paragraf, bukan dari penanda.
Apa bedanya latar belakang dengan pendahuluan?
Pendahuluan adalah babnya, latar belakang adalah bagian pertama di dalamnya. Pada makalah, bab pendahuluan biasanya berisi latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan. Jadi kalau dosen meminta pendahuluan tiga halaman, latar belakangmu mengambil sekitar satu sampai satu setengah halaman dari jatah itu.
Artikel Terkait
Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?
Gabung gratis di Pintarly. Ubah catatan kuliahmu jadi rangkuman, flashcards, dan kuis otomatis, plus AI tutor yang siap bantu kapan aja butuh.
