Soal Asli PBM UTBK 2025: Ejaan, Kalimat Efektif, dan Kepaduan Paragraf
81 soal asli PBM UTBK 2025 memakai urutan nomor yang sama. Ini jumlah soal ejaan, kalimat efektif, pilihan kata, dan kepaduan paragraf, plus contohnya.

Di halaman ini
- Paket PBM 2025 apa saja yang tersedia?
- Urutan soalnya seperti apa?
- Berapa soal untuk tiap materi kebahasaan?
- Seperti apa contoh soal ejaan dan pilihan kata?
- Bagaimana dengan kalimat efektif dan kata penghubung?
- Bagaimana cara mengerjakan soal urutan kalimat?
- Kesalahan apa yang sering terjadi di PBM 2025?
- Pertanyaan yang sering diajukan
- Berapa soal PBM UTBK 2025 yang ada di Pintarly?
- Materi PBM apa yang paling sering keluar di 2025?
- Apakah soal PBM 2025 di tiap paket sama?
- Berapa waktu mengerjakan PBM di UTBK?
- Apakah pembahasan soal PBM 2025 bisa dibuka gratis?
Soal asli PBM UTBK 2025 di Pintarly terdiri atas empat paket dengan total 81 soal, dan keempatnya memakai urutan jenis soal yang sama persis. Kalau dikelompokkan ke materi kebahasaan, hasilnya hampir rata: ejaan 16 soal, pilihan dan bentuk kata 16, kalimat efektif 16, kepaduan paragraf 17, pemahaman isi 12, dan kata penghubung 4. Artinya, PBM 2025 bukan subtes yang bisa ditaklukkan hanya dengan menghafal kata baku. Rinciannya ada di bawah.
Paket PBM 2025 apa saja yang tersedia?
Ada empat paket dengan label tanggal 28 Mei (20 soal), 30 Mei (21 soal), 2 Juni (20 soal), dan 3 Juni (20 soal). Label tanggal itu adalah nama kumpulan soal di Pintarly, bukan tanggal sesi tes. Menurut jadwal SNPMB yang dikutip media, pelaksanaan UTBK 2025 berlangsung 23 April sampai 3 Mei 2025.
Jumlah 20 soal per paket sama dengan jumlah soal PBM di UTBK. Menurut Kerangka Acuan UTBK di laman SNPMB, PBM berisi 20 soal dalam 25 menit, jadi kamu punya sekitar 75 detik per soal. Penjelasan umum tentang subtesnya ada di halaman subtes PBM.
Paket bisa dibaca gratis tanpa daftar di PBM 28 Mei 2025, PBM 30 Mei 2025, PBM 2 Juni 2025, dan PBM 3 Juni 2025. Mengerjakan dengan timer dan membuka pembahasan membutuhkan akun Premium.
Urutan soalnya seperti apa?
Ini temuan yang paling berguna. Keempat paket mengikuti cetakan yang sama: nomor 1 di semua paket menanyakan hal yang sama, nomor 2 juga, dan seterusnya sampai nomor 20. Yang berganti hanya teksnya.
| No. | Yang ditanyakan | Materi |
|---|---|---|
| 1 | Kata bercetak tebal yang penggunaannya tidak tepat | Pilihan kata |
| 2 | Letak kalimat sisipan yang tepat di dalam teks | Kepaduan paragraf |
| 3 | Kalimat yang tanda komanya salah | Ejaan |
| 4 | Bentuk efektif dari satu kalimat bernomor | Kalimat efektif |
| 5 | Kalimat yang huruf kapitalnya salah | Ejaan |
| 6 | Kata yang harus dihilangkan dari kalimat | Pilihan kata |
| 7 | Kata tertentu "seharusnya" diganti, dihilangkan, atau dibiarkan | Pilihan kata |
| 8 | Cara menyempurnakan satu kalimat | Kalimat efektif |
| 9 | Pernyataan untuk melengkapi kalimat sesuai konteks | Kepaduan paragraf |
| 10 | Kata bercetak tebal yang penulisannya salah | Ejaan |
| 11 | Kata yang paling tepat menggantikan kata tertentu | Pilihan kata |
| 12 | Pernyataan untuk melengkapi kalimat | Kepaduan paragraf |
| 13 | Judul yang paling tepat | Pemahaman isi |
| 14 | Hasil penggabungan dua kalimat yang paling efektif | Kalimat efektif |
| 15 | Informasi utama satu kalimat | Pemahaman isi |
| 16 | Kata bercetak tebal yang penulisannya salah | Ejaan |
| 17 | Kata penghubung yang paling tepat | Kata penghubung |
| 18 | Perbaikan satu kalimat | Kalimat efektif |
| 19 | Kalimat lain yang maknanya sama | Pemahaman isi |
| 20 | Urutan lima kalimat menjadi paragraf | Kepaduan paragraf |
Paket 30 Mei punya nomor 21, yaitu soal urutan kalimat kedua. Selain itu, soal nomor 20 di paket 30 Mei, 2 Juni, dan 3 Juni memakai lima kalimat yang sama persis.
Berapa soal untuk tiap materi kebahasaan?
Dari cetakan di atas, jumlah per materi tinggal dihitung. Empat paket kali 20 soal ditambah satu soal ekstra menghasilkan 81.
| Materi | Per paket | Total 4 paket | Porsi |
|---|---|---|---|
| Ejaan (tanda koma, huruf kapital, penulisan kata) | 4 | 16 | 19,8% |
| Pilihan kata dan bentuk kata (kata tidak tepat, kata mubazir, sinonim) | 4 | 16 | 19,8% |
| Kalimat efektif (perbaikan, penyempurnaan, penggabungan) | 4 | 16 | 19,8% |
| Kepaduan paragraf (sisipan, melengkapi kalimat, urutan kalimat) | 4 | 17 | 21,0% |
| Pemahaman isi (judul, informasi utama, kalimat bermakna sama) | 3 | 12 | 14,8% |
| Kata penghubung | 1 | 4 | 4,9% |
Ejaan yang sering dianggap inti PBM ternyata hanya seperlima. Porsi kepaduan paragraf malah sedikit lebih besar. Di paket 2010 sampai 2018, ejaan masih mengambil sekitar seperempat soal PBM, jadi porsinya memang menyusut.
Seperti apa contoh soal ejaan dan pilihan kata?
Contoh di bawah saya tulis sendiri dengan pola yang sama, bukan salinan soal asli.
Soal penulisan kata (nomor 10 dan 16 di cetakan) biasanya menebalkan lima kata, lalu menanyakan mana yang salah tulis. Misalnya lima kata ini: pascapanen, antarwarga, di tulis, kerja sama, tanggung jawab. Yang salah adalah "di tulis". Di sini "di" adalah awalan pembentuk kata kerja pasif, jadi harus ditulis serangkai: ditulis. Bandingkan dengan "di rumah", yang ditulis terpisah karena "di" di situ kata depan.
Soal kata yang harus dihilangkan (nomor 6) menguji kata mubazir. Contoh: "Para siswa-siswa kelas XII mengikuti simulasi tes." Kata "para" sudah menyatakan jamak, jadi bentuk ulang "siswa-siswa" berlebihan. Yang benar cukup "para siswa" atau "siswa-siswa". Pola serupa: "agar supaya", "sangat ... sekali", dan "demi untuk".
Kalau kamu sering ragu soal kata baku, kumpulan tips PBM berguna sebagai bahan hafalan singkat.
Bagaimana dengan kalimat efektif dan kata penghubung?
Kalimat efektif muncul empat kali per paket dalam empat bentuk: memilih bentuk efektif, menyempurnakan, menggabungkan dua kalimat, dan memperbaiki. Salah satu kesalahan yang sering diuji adalah subjek yang hilang.
Contoh buatan saya: "Dalam rapat OSIS kemarin membahas jadwal pentas seni." Kalimat ini tidak punya subjek, karena "dalam rapat OSIS kemarin" adalah keterangan. Ada dua perbaikan yang benar:
- Hapus "dalam": "Rapat OSIS kemarin membahas jadwal pentas seni."
- Ubah predikatnya jadi pasif: "Dalam rapat OSIS kemarin dibahas jadwal pentas seni."
Untuk kata penghubung (nomor 17), bedakan penghubung antarkalimat dan intrakalimat. "Namun", "oleh karena itu", dan "selain itu" membuka kalimat baru dan diikuti koma. "Tetapi", "sehingga", dan "karena" menghubungkan dua bagian di dalam satu kalimat. Kalau rumpangnya ada di awal kalimat bernomor, pilihan seperti "tetapi" hampir pasti salah tempat.
Bagaimana cara mengerjakan soal urutan kalimat?
Soal nomor 20 memberi lima kalimat acak dan meminta urutan paragrafnya. Contoh buatan saya:
(1) Akibatnya, siswa datang ke sekolah dalam keadaan mengantuk. (2) Banyak remaja tidur lewat tengah malam karena bermain ponsel. (3) Karena itu, beberapa sekolah mulai mengampanyekan jam malam tanpa ponsel. (4) Padahal, remaja membutuhkan tidur delapan sampai sepuluh jam. (5) Kantuk itu membuat konsentrasi di kelas menurun.
Langkahnya:
- Cari kalimat yang bisa berdiri sendiri sebagai pembuka. Kalimat (1), (3), (4), dan (5) diawali penghubung atau penunjuk ("akibatnya", "karena itu", "padahal", "kantuk itu"), jadi tidak bisa jadi pembuka. Pembukanya (2).
- Ikuti penanda. "Padahal" mengontraskan kebiasaan tidur larut, jadi (4) langsung setelah (2). "Akibatnya" di (1) menyusul berikutnya, lalu "kantuk itu" di (5) merujuk ke mengantuk di (1).
- "Karena itu" di (3) menutup dengan tindakan sebagai respons.
Urutannya 2, 4, 1, 5, 3.
Kesalahan apa yang sering terjadi di PBM 2025?
- Hanya belajar ejaan. Ejaan cuma 16 dari 81 soal, sama banyaknya dengan kalimat efektif dan pilihan kata.
- Menganggap semua "di" ditulis terpisah atau semua ditulis serangkai. Tentukan dulu apakah "di" itu awalan atau kata depan.
- Membaca seluruh teks untuk soal tanda koma. Soal ini cukup diperiksa per kalimat yang ada di pilihan jawaban.
- Memilih penggabungan kalimat yang paling panjang. Penggabungan yang efektif justru membuang pengulangan subjek.
- Tidak memanfaatkan pola cetakan. Karena urutannya sama, kamu bisa melatih alokasi waktu per nomor dengan beberapa paket sekaligus.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa soal PBM UTBK 2025 yang ada di Pintarly?
Ada 81 soal dalam empat paket berlabel 28 Mei, 30 Mei, 2 Juni, dan 3 Juni 2025. Tiga paket berisi 20 soal dan paket 30 Mei berisi 21 soal.
Materi PBM apa yang paling sering keluar di 2025?
Porsinya hampir rata. Kepaduan paragraf 17 soal, lalu ejaan, pilihan kata, dan kalimat efektif masing-masing 16 soal.
Apakah soal PBM 2025 di tiap paket sama?
Jenis soalnya sama dan berurutan sama dari nomor 1 sampai 20. Teks dan pilihan jawabannya berbeda, kecuali soal urutan kalimat yang sama persis di tiga paket.
Berapa waktu mengerjakan PBM di UTBK?
Menurut Kerangka Acuan UTBK di laman SNPMB, PBM berisi 20 soal dalam 25 menit. Cek laman resmi untuk ketentuan terbaru.
Apakah pembahasan soal PBM 2025 bisa dibuka gratis?
Naskah soal bisa dibaca gratis tanpa daftar. Pembahasan tiap nomor dan pengerjaan dengan timer membutuhkan akun Premium.


