Strategi

Soal Asli PPU UTBK 2025: Makna Kata, Perbaikan Kalimat, dan Hubungan Antarparagraf

Empat paket PPU UTBK 2025 memakai urutan soal yang hampir sama: 40% makna kata, 15% perbaikan kalimat. Ini cetakan, porsi, dan cara mengerjakannya.

Oleh Diterbitkan 26 Okt 2026 8 menit baca
Di halaman ini

Soal asli PPU UTBK 2025 di Pintarly terdiri atas empat paket berisi 20 soal, total 80 soal, dan keempatnya memakai urutan jenis pertanyaan yang hampir sama. Kalau dikelompokkan, 32 soal (40%) menanyakan makna kata dan kelompok kata, 12 soal (15%) meminta perbaikan kalimat, dan 8 soal (10%) menguji hubungan antarkalimat dan antarparagraf. Soal pemahaman isi bacaan hanya 4. Jadi PPU 2025 lebih dekat ke ujian kepekaan berbahasa daripada ujian membaca cepat.

PPU adalah singkatan dari Pengetahuan dan Pemahaman Umum, salah satu dari empat subtes Tes Potensi Skolastik di UTBK SNBT. Menurut Kerangka Acuan UTBK di laman SNPMB, PPU berisi 20 soal dalam 15 menit. Itu berarti sekitar 45 detik per soal, paling sempit di antara subtes berbahasa Indonesia.

Paket PPU 2025 mana saja yang bisa dibaca?

Ada empat paket, masing-masing 20 soal: PPU 28 Mei 2025, PPU 30 Mei 2025, PPU 3 Juni 2025, dan PPU 4 Juni 2025. Label tanggal itu nama kumpulan soal di Pintarly, bukan tanggal sesi tes.

Semua paket bisa dibaca gratis tanpa daftar. Mengerjakan dengan timer dan membuka pembahasan membutuhkan akun Premium. Paket dari tahun lain ada di hub soal asli.

Tiap paket punya struktur yang sama: lima bacaan pendek bernomor kalimat, masing-masing dipakai untuk tiga atau empat soal, lalu satu soal bahasa buatan tanpa bacaan di nomor terakhir.

Urutan soalnya seperti apa?

Paket 28 Mei, 30 Mei, dan 3 Juni mengikuti urutan yang sama persis. Paket 4 Juni hanya menukar dua pasang nomor (nomor 1 dengan 3, dan nomor 17 dengan 18). Yang berganti hanya teks bacaannya.

No.Yang ditanyakanKelompok
1Kelompok kata yang pola maknanya sama dengan frasa contohMakna kata
2Fungsi kata penghubung tertentuFungsi kata
3Hubungan dua kata, dicari pasangan yang setaraHubungan dua kata
4Kelompok kata yang maknanya paling dekatMakna kata
5Kata yang maknanya lebih luasMakna kata
6Kata yang maknanya paling dekatMakna kata
7Letak perumpamaanMakna kata
8Kata-kata untuk melengkapi kalimat agar bermaknaMelengkapi kalimat
9Makna imbuhan pe-an atau per-an yang samaImbuhan
10Kelompok kata yang berpasangan tetapMakna kata
11Lawan kata sesuai konteksMakna kata
12Kata yang bermakna sebenarnyaMakna kata
13Kata penghubung di awal paragraf keduaHubungan antarparagraf
14Menyempurnakan sebuah ungkapanPerbaikan kalimat
15Memperbaiki rangkaian frasaPerbaikan kalimat
16Kalimat yang tidak logisHubungan antarkalimat
17Kalimat yang polanya sama dengan kalimat contohPerbaikan kalimat
18Tujuan penggunaan kata seperti "dapat", "akan", atau "perlu"Fungsi kata
19Pandangan penulis terhadap topikIsi bacaan
20Menerjemahkan kalimat ke bahasa buatanBahasa buatan

Berapa porsi tiap jenis soal?

Dari cetakan di atas, jumlahnya tinggal dikalikan empat.

KelompokPer paketTotal 4 paketPorsi
Makna kata dan kelompok kata (nomor 1, 4, 5, 6, 7, 10, 11, 12)83240%
Perbaikan dan pola kalimat (14, 15, 17)31215%
Hubungan antarkalimat dan antarparagraf (13, 16)2810%
Fungsi kata (2, 18)2810%
Melengkapi kalimat (8)145%
Hubungan dua kata (3)145%
Makna imbuhan (9)145%
Pandangan penulis (19)145%
Bahasa buatan (20)145%

Hanya 4 dari 80 soal yang bisa dijawab dengan memahami isi bacaan secara keseluruhan. Sisanya bisa dikerjakan dengan membaca satu atau dua kalimat yang ditunjuk soal. Ini kabar baik untuk waktu 45 detik per soal, asalkan kamu tidak membaca seluruh teks dari awal untuk setiap nomor.

Tema bacaan apa yang dipakai?

Temanya campuran sains populer, kesehatan, teknologi, dan sosial. Tidak ada yang menuntut pengetahuan di luar teks.

PaketTema lima bacaan
28 Meiindustri kopi, studi tentang kelelahan, kecerdasan buatan, pembentukan awan, penghijauan lahan kering
30 Meitempe, menulis tangan di era digital, kompor induksi, kesenjangan gender dalam riset, perubahan iklim
3 Junimenikmati hidup sederhana, pola makan, teknologi perikanan, pemerataan pendidikan, hujan es
4 Juniaksara lontara, dehidrasi, transportasi laut, peran guru, siklon tropis

Karena yang ditanya adalah bahasanya, kamu tidak perlu belajar tema-tema ini. Yang perlu kamu biasakan adalah membaca teks bernomor dan langsung melompat ke kalimat yang disebut.

Bagaimana mengerjakan tipe yang paling sering keluar?

Contoh di bawah saya tulis sendiri dengan pola yang sama. Soal aslinya bisa kamu baca di paket yang ditautkan di atas.

Pola makna frasa (nomor 1). Misalkan frasa contohnya "rak sepatu", dan bacaan memuat "lemari arsip", "sepatu baru", dan "tukang sepatu". Uraikan frasa contoh menjadi kalimat: rak sepatu adalah tempat untuk menyimpan sepatu. Uji pilihan dengan rumus yang sama. Lemari arsip adalah tempat untuk menyimpan arsip, cocok. Sepatu baru adalah sepatu yang sifatnya baru, beda pola. Tukang sepatu adalah orang yang membuat sepatu, beda pola. Jawabannya "lemari arsip".

Makna lebih luas (nomor 5). Kalau kata yang ditanyakan "kemeja", cari kata yang mencakupnya, yaitu "pakaian". Jebakannya biasanya kata yang setingkat ("kaus") atau bagian ("kerah").

Rangkaian frasa (nomor 15). Bentuk rusaknya selalu sama: tiga unsur yang tidak sejenis. "Program itu bertujuan menanam pohon, pembersihan sungai, dan mengurangi sampah plastik." Dua unsur memakai kata kerja, satu memakai kata benda. Perbaikannya menyamakan bentuk: menanam pohon, membersihkan sungai, dan mengurangi sampah plastik.

Bahasa buatan (nomor 20). Contoh buatan:

  1. "Petani menanam padi" = "Lumo teka ravi"
  2. "Nelayan menjual ikan" = "Soru pinda maku"
  3. "Ikan dijual nelayan" = "Maku pindase soru"

Bagaimana mengatakan "Padi ditanam petani"?

Bandingkan kalimat 2 dan 3, karena isinya sama tetapi bentuknya beda. Kata "maku" pindah ke depan, jadi maku berarti ikan. Kata "soru" pindah ke belakang, jadi soru berarti nelayan. "Pinda" menjadi "pindase", jadi kalimat pasif menambah "-se" pada kata kerja. Dari kalimat 1, dengan urutan pelaku, kerja, sasaran: lumo berarti petani, teka berarti menanam, ravi berarti padi. Susun versi pasifnya: sasaran di depan, kata kerja ditambah "-se", pelaku di belakang. Hasilnya "Ravi tekase lumo".

Keempat soal bahasa buatan di paket 2025 memakai pasangan kalimat aktif dan pasif seperti ini. Kuncinya selalu mencari dua kalimat yang isinya sama, lalu melihat apa yang berpindah dan apa yang berubah bentuk.

Kesalahan apa yang sering terjadi di PPU 2025?

  1. Membaca seluruh bacaan untuk setiap soal. Sebagian besar soal menunjuk kalimat bernomor atau kata tertentu. Baca kalimat itu, plus satu kalimat sebelum dan sesudahnya kalau perlu konteks.
  2. Menjawab sinonim tanpa melihat konteks. Soal nomor 11 menulis "sesuai dengan konteks". Lawan kata "canggih" di kalimat tentang alat tangkap ikan bisa berbeda dengan lawan katanya di kalimat tentang cara berpikir.
  3. Mengira "berpasangan tetap" sama dengan "frasa apa saja". Yang dicari adalah kelompok kata yang unsurnya selalu dipakai bersama sampai terasa sebagai satu istilah, misalnya "rumah sakit", "tanda tangan", atau "daya tahan". Maknanya tidak harus kiasan. Frasa yang unsurnya bisa diganti bebas, seperti "kopi panas", biasanya bukan jawabannya.
  4. Terburu-buru di soal bahasa buatan. Banyak siswa menebak dari kata yang mirip bunyinya. Selalu buat tabel kecil: kata asli di kiri, arti di kanan, baru susun jawaban.
  5. Melewatkan soal imbuhan karena terlihat sepele. Makna pe-an pada "pembuatan" (proses membuat) berbeda dengan pe-an pada "peternakan" (tempat beternak). Satu soal ini muncul di keempat paket.

Materi PPU dari tahun-tahun sebelumnya, termasuk pergeseran dari soal pemahaman bacaan ke soal makna kata, saya bahas di materi PPU UTBK dari soal asli.

Pertanyaan yang sering diajukan

PPU adalah apa di UTBK?

PPU adalah Pengetahuan dan Pemahaman Umum, bagian dari Tes Potensi Skolastik. Di paket 2025, isinya didominasi soal makna kata, perbaikan kalimat, dan hubungan antarkalimat.

Berapa soal dan berapa menit PPU di UTBK?

Menurut Kerangka Acuan UTBK di laman SNPMB, PPU berisi 20 soal dengan waktu 15 menit. Cek laman resmi untuk tahun ujianmu, karena ketentuan bisa berubah.

Apakah keempat paket PPU 2025 isinya sama?

Jenis pertanyaannya hampir sama dan urutannya nyaris identik. Bacaannya berbeda di setiap paket, jadi keempatnya tetap berguna sebagai latihan.

Apakah soal PPU 2025 bisa dikerjakan gratis?

Soalnya bisa dibaca gratis tanpa daftar. Mengerjakan dengan timer dan membuka pembahasan membutuhkan akun Premium.

Apakah soal bahasa buatan selalu ada di PPU?

Di keempat paket PPU 2025 di Pintarly, soal bahasa buatan selalu ada di nomor terakhir. Bentuk serupa juga muncul di paket PPU 2024 dan 2026.

Artikel Terkait

Baca saja tidak cukup, coba kerjakan soalnya.