TKA

Soal Asli TKA 2025 Sosiologi SMA: Materi yang Keluar dan Contoh Soal Studi Kasus

Bedah 24 soal asli TKA Sosiologi 2025 per bab kisi-kisi: konflik, globalisasi, penelitian sosial, dan cara menghindari opsi yang terdengar benar.

Oleh Diterbitkan 26 Okt 2026 8 menit baca
Di halaman ini

Soal TKA Sosiologi SMA 2025 hampir seluruhnya berupa studi kasus: sebuah cerita tentang desa, kota, sekolah, atau media sosial, lalu kamu diminta menamai konsepnya, menilai pernyataan, atau memilih solusi. Hampir semua dari 24 butir di dua paket soal asli Pintarly dibuka dengan cerita, kutipan, atau infografis; soal definisi murni nyaris tidak ada. Bab yang paling sering muncul adalah konflik dan kesetaraan (7 butir) serta perubahan sosial dan globalisasi (6 butir). Yang membuat soal TKA Sosiologi sulit bukan materinya, melainkan opsi yang terdengar benar padahal tidak menjawab kasusnya.

Paket apa saja yang ada, dan bentuk soalnya seperti apa?

Ada dua paket. Sosiologi Paket 1 berisi 4 butir, semuanya pilihan ganda biasa. Paket Sosiologi Simulasi berisi 20 butir. Paket berlabel Simulasi berisi soal simulasi, jadi jangan dibaca sebagai naskah hari H, tetapi bentuk dan gaya kasusnya berguna untuk latihan. Soal di keduanya bisa kamu baca gratis tanpa daftar. Mengerjakan dengan timer dan membuka pembahasan butuh Premium.

Bentuk soalPaket 1SimulasiTotal
Pilihan ganda biasa4812
PG kompleks, jawaban lebih dari satu066
PG kompleks kategori (benar/salah, tepat/tidak tepat, sesuai/tidak sesuai)066
Jumlah42024

Dua belas dari 20 butir di paket Simulasi berbentuk PG kompleks. Tiga butir memakai infografis dari situs pemerintah atau media sebagai stimulus, jadi kamu juga perlu terbiasa membaca gambar, bukan hanya paragraf. Jumlah soal per mapel di ujian sungguhan tidak diumumkan di dokumen resmi, jadi angka di tabel ini menggambarkan paketnya, bukan ujianmu.

Bab kisi-kisi mana yang paling banyak keluar?

Kerangka asesmen resmi (Perkaban BSKAP 045/H/AN/2025) membagi Sosiologi menjadi lima elemen. Saya memetakan 24 butir ke elemen-elemen itu satu per satu.

Elemen kisi-kisiPaket 1SimulasiTotalKonteks kasus yang dipakai
Sosiologi sebagai ilmu033Ciri sosiologi, objek kajian, peran sosiologi dalam isu lingkungan
Hubungan dan gejala sosial134Bentuk hubungan sosial berurutan, gejala sosial dari internet, pembentukan identitas di media sosial
Penelitian sosial044Tahap penelitian, pengolahan data kuantitatif dan kualitatif, revisi rancangan penelitian murid
Kelompok, kesetaraan, dan konflik347Konflik pekerja dengan manajemen, subsidi pendidikan, pembangunan di desa adat, penggusuran, ruang publik, jenis kelompok
Perubahan sosial dan globalisasi066Desa yang terbuka karena jalan baru, gaya hidup digital, UMKM viral, budaya pop Korea, pemengaruh

Dua pola terlihat jelas. Pertama, konflik dan globalisasi menyumbang lebih dari separuh butir. Kedua, penelitian sosial tidak boleh dianggap bab kecil: empat butir, semuanya di paket Simulasi, dan semuanya menuntut kamu tahu beda pendekatan kuantitatif dan kualitatif sampai ke cara mengolah datanya.

Kalau ingin latihan dengan durasi, ada tryout TKA Sosiologi.

Bagaimana menjawab soal studi kasus hubungan sosial?

Soal hubungan sosial di TKA jarang bertanya "apa itu akomodasi". Yang ditanya adalah bentuk hubungan apa yang terjadi di cerita, sering kali berurutan. Contoh buatan saya, polanya mirip tetapi kasusnya lain. Soal aslinya bisa kamu baca di Paket 1.

Di sebuah kecamatan, ojek pangkalan dan ojek daring sempat beberapa kali bersitegang soal titik jemput di depan stasiun. Camat lalu mempertemukan kedua pihak, dan mereka sepakat membagi zona jemput. Beberapa bulan kemudian, kedua kelompok sama-sama memasang tarif promo dan menawarkan layanan antar barang untuk merebut pelanggan.

Bentuk hubungan sosial apa yang terjadi berurutan?

Langkahnya:

  1. Pisahkan cerita menjadi babak. Babak satu: ketegangan lalu kesepakatan lewat pihak ketiga. Babak dua: berlomba merebut pelanggan.
  2. Namai tiap babak. Kesepakatan yang dicapai lewat pihak ketiga untuk meredakan pertentangan adalah akomodasi. Berlomba mendapatkan hal yang sama tanpa saling menyerang adalah persaingan.
  3. Cek opsi dari dua sisi. Opsi di soal TKA sering berbentuk "konsep A dan B, karena alasan X". Konsepnya harus cocok, dan alasannya juga harus cocok dengan cerita. Opsi "akulturasi lalu konflik" gagal di dua tempat: tidak ada percampuran budaya, dan tidak ada pertentangan terbuka di babak dua.

Jawabannya akomodasi lalu persaingan. Kebiasaan memeriksa dua sisi ini yang menyelamatkan paling banyak poin, karena pengecohnya sering benar di separuh kalimat.

Bagaimana dengan soal penelitian sosial?

Empat butir penelitian di paket Simulasi berputar di sekitar satu pertanyaan: apakah langkah ini cocok dengan pendekatan yang dipakai? Contoh soal kategori buatan saya.

Seorang murid menyebar angket tertutup ke 250 remaja di kotanya. Sebanyak 165 orang menjawab bahwa mereka lebih sering mengobrol lewat pesan daripada bertemu langsung. Tentukan benar atau salah:

  1. Data angket ini diolah dengan statistik sederhana, misalnya persentase. Benar. 165 dari 250 adalah 66 persen.
  2. Angka 66 persen membuktikan bahwa media sosial menyebabkan remaja jarang bertemu. Salah. Angket deskriptif menggambarkan keadaan, tidak membuktikan sebab.
  3. Untuk menggali alasan mereka, murid bisa menambah wawancara mendalam dengan 8 responden. Benar. Itu langkah kualitatif yang cocok untuk pertanyaan "mengapa".
  4. Pertanyaan terbuka membuat data lebih mudah diubah menjadi angka. Salah. Pertanyaan tertutuplah yang mudah dikuantifikasi.

Pola yang perlu kamu hafal pasangannya: angket tertutup, sampel besar, statistik, uji hubungan untuk kuantitatif; wawancara mendalam, observasi, pengodean jawaban, fokus pada makna untuk kualitatif. Soal revisi rancangan penelitian biasanya menaruh satu langkah yang tidak cocok dengan pendekatannya, lalu meminta kamu menemukannya. Untuk soal kategori seperti contoh di atas, strategi umumnya ada di cara mengerjakan soal PG kompleks TKA.

Kenapa opsi yang terdengar benar sering salah?

Sosiologi adalah mapel yang semua opsinya bisa terdengar bijak. Ini empat jenis opsi yang paling sering menjebak di dua paket tadi, ditulis dalam bentuk umum:

  1. Solusi ekstrem. Melarang total, memisahkan kelompok secara permanen, menghentikan proyek sampai tidak ada yang menolak, atau memutuskan tanpa melibatkan warga. Setidaknya enam butir di dua paket meminta solusi atau sikap. Jawaban yang tepat cenderung melibatkan semua pihak atau membangun pemahaman (dialog, mediasi, forum bersama, literasi), bukan larangan atau pemisahan.
  2. Label konsep yang bertetangga. Konflik vertikal, horizontal, antarkelas, dan antarkelompok mudah tertukar. Tanyakan siapa melawan siapa, dan apakah posisi kedua pihak setara.
  3. Kesetaraan yang disamakan dengan perlakuan seragam. Kesetaraan yang adil bisa berarti bantuan berbeda sesuai kebutuhan, bukan semua orang menerima hal yang sama.
  4. Pernyataan yang benar secara ilmiah tetapi bukan wilayah sosiologi. Sosiologi mempelajari hubungan dan perilaku manusia dalam masyarakat, jadi opsi yang membahas proses alam atau proses biologis murni adalah pengecoh, seberapa pun akuratnya.

Kesalahan apa yang sering terjadi saat mengerjakan?

  1. Menjawab dari pengetahuan umum, bukan dari teks. Kalau stimulus tidak menyebut adanya pertentangan terbuka, jangan memilih konflik.
  2. Membaca hanya label di awal opsi. Banyak opsi berbentuk "konsep, karena alasan". Labelnya bisa terdengar cocok sementara alasannya tidak ada di cerita, dan satu bagian yang salah sudah cukup untuk menggugurkan opsi.
  3. Mengira penelitian kualitatif tidak punya urutan. Rumusan masalah tetap datang sebelum menentukan subjek dan instrumen.
  4. Melewatkan infografis karena terlihat seperti hiasan. Di soal kategori, satu pernyataan biasanya hanya bisa dinilai dari angka atau anjuran di gambar.
  5. Berhenti di satu jawaban pada soal yang menulis "jawaban benar lebih dari satu". Di paket Simulasi, soal jenis ini punya dua atau tiga jawaban benar.

Siapa yang perlu memilih Sosiologi, dan kapan diujikan?

Kepmendikdasmen 102/M/2025 menjadi rujukan resmi memilih mapel pilihan TKA. Di kolom Kurikulum Merdeka, Sosiologi tercantum sebagai mapel pendukung untuk kelompok prodi Filsafat, Sosial, Psikologi (Sosiologi dan/atau Matematika), Ilmu Komunikasi (Sosiologi dan/atau Antropologi), Hukum (Sosiologi dan/atau Pendidikan Pancasila), Ilmu Militer, Urusan Publik, dan Studi Humanitas. Kalau kamu bimbang antara Sosiologi dan Antropologi, materi keduanya beririsan di masyarakat multikultural dan perubahan sosial budaya; bandingkan dengan isi TKA Antropologi.

Menurut siaran pers Kemendikdasmen, pelaksanaan utama TKA SMA/SMK 2026 berlangsung 26 Oktober sampai 8 November 2026, dengan kedua mapel pilihan diujikan di hari keempat, dan susulan 16 sampai 29 November 2026. Jadwal gelombangmu ditentukan sekolah, jadi pastikan lewat pengumuman sekolah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ada prediksi soal TKA Sosiologi 2026?

Tidak ada prediksi resmi, dan naskah 2026 tidak dipublikasikan. Patokan terdekat adalah kerangka asesmen dan paket 2025. Lima elemen di kisi-kisi itu yang dipakai menyusun soal.

Apakah soal TKA Sosiologi banyak hafalan?

Sedikit. Kamu tetap perlu tahu istilah, tetapi hampir semua butir di dua paket menempelkan istilah itu ke sebuah kasus. Hafalan tanpa latihan menerapkan konsep tidak cukup.

Berapa jumlah soal TKA Sosiologi?

Jumlah soal per mapel tidak diumumkan di dokumen resmi. Paket 1 berisi 4 butir dan paket Simulasi 20 butir.

Apa beda soal Sosiologi di Paket 1 dan Simulasi?

Paket 1 hanya berisi pilihan ganda biasa dengan tema konflik, kesetaraan, dan hubungan sosial. Paket Simulasi lebih beragam: ada PG kompleks, infografis, dan butir penelitian sosial.

Apakah materi Kurikulum 2013 ikut diuji?

Kerangka asesmen menyebut materi TKA Sosiologi diambil dari irisan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, dan FAQ Pusmendik menyebut soalnya sama untuk kedua kurikulum.

Artikel Terkait

Siap hadapi TKA?