Strategi

Soal UTBK 2023 dan 2024 Asli per Subtes: Dua Tahun Pertama Format SNBT

Soal SNBT 2023 dan 2024 asli dalam 14 paket per subtes, plus tiga bentuk soal yang menjadi biasa di era SNBT beserta contoh pengerjaannya langkah demi langkah.

Oleh Diterbitkan 26 Okt 2026 8 menit baca
Di halaman ini

Soal SNBT 2024 dan 2023 yang ada di Pintarly terkumpul dalam 14 paket soal asli: 7 paket 2023 (220 soal) dan 7 paket 2024 (883 soal), satu paket per subtes per tahun. Keduanya adalah dua tahun pertama format SNBT, ketika ujian masuk PTN berbasis tes tidak lagi menguji mata pelajaran dan seluruhnya beralih ke tes potensi skolastik dan literasi. Karena itu paket 2023 dan 2024 adalah jembatan yang paling berguna antara arsip lama dan soal 2025 sampai 2026. Semua soal bisa dibaca gratis tanpa daftar, sementara timer dan pembahasan butuh Premium.

Berapa soal 2023 dan 2024 per subtes?

Subtes20232024Bentuk soal 2024
Penalaran Umum (PU)567774 pilihan ganda, 3 benar-salah
Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU)21115pilihan ganda
Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM)41110pilihan ganda
Pengetahuan Kuantitatif (PK)26246199 pilihan ganda, 24 isian, 23 benar-salah
Literasi Bahasa Indonesia (LBI)2998pilihan ganda
Literasi Bahasa Inggris (LBE)36111pilihan ganda
Penalaran Matematika (PM)11126105 pilihan ganda, 17 isian, 4 benar-salah
Total220883

Perhatikan jumlahnya. Satu peserta mengerjakan 20 soal PK, sedangkan paket PK 2024 berisi 246 soal. Artinya paket 2024 adalah gabungan soal dari banyak sesi ujian, jadi satu paket bisa dipakai untuk berminggu-minggu latihan. Paket 2023 lebih tipis, dan PM 2023 baru 11 soal.

Kenapa paket 2023 dan 2024 paling mirip format sekarang?

Ada tiga bentuk soal yang tidak ada di arsip SBMPTN 2010 sampai 2018, masih jarang di paket 2019 sampai 2022, lalu menjadi biasa sejak 2024 dan terus dipakai di 2025 dan 2026.

  1. Soal kecukupan data dan perbandingan kuantitas P dan Q di PK. Di paket PK 2023 baru ada satu soal untuk masing-masing bentuk. Di paket PK 2024, penyaringan kata kunci di teks soal menemukan sekitar 20 soal kecukupan data dan 24 soal P dan Q. Paket PK 2025 punya jumlah yang mirip.
  2. Soal benar-salah dan isian. Di paket 2023 semua soal masih pilihan ganda. Di 2024 sudah ada 23 soal benar-salah dan 24 isian di PK, ditambah 17 isian dan 4 benar-salah di PM, serta 3 benar-salah di PU.
  3. Soal bahasa buatan. Di 2023 ada dua soal, satu di paket PU 2023 dan satu lagi terselip di paket LBE 2023. Setelah itu tiga soal di PPU 2024, empat di PPU 2025, dan empat di PPU 2026. Bentuknya tidak berubah: beberapa kalimat bahasa karangan beserta terjemahannya, lalu kamu menyusun kalimat baru.

Satu catatan lagi: teks LBE berbentuk utas forum, dengan pertanyaan seperti "apa nada utas ini", sudah muncul di paket LBE 2024. Di 2025 bentuk ini menjadi ciri khas LBE.

Apa yang diuji tiap subtes di 2023 dan 2024?

PU

Paket 2023 dibuka dengan soal "berdasarkan informasi tersebut, manakah pernyataan yang benar", lalu ada soal logika dengan kata hubung "atau" dan soal bahasa buatan. Paket 2024 didominasi paragraf pendek tentang satu situasi, misalnya biaya produksi kok bulu tangkis atau partisipasi kerja bakti di dua masa jabatan kepala desa, lalu kamu diminta menilai pernyataan yang paling mungkin benar.

PPU

Di 2023 ada soal makna imbuhan (misalnya bentuk per-an) dan hubungan antarkata. Paket PPU 2024 yang berisi 115 soal menambah kelompok kata dengan pola makna sama, pengungkapan ulang gagasan kalimat, topik bacaan, dan urutan kalimat dalam paragraf.

PBM

Soalnya tentang memperbaiki teks: kata yang harus dihilangkan dari kalimat, kata pengganti yang paling tepat, kata hubung, tanda koma, dan urutan kalimat supaya paragraf mudah dipahami. Bentuk "kalimat (2) perlu disempurnakan dengan cara ..." sering muncul di 2024.

PK

Paket PK 2023 masih banyak soal hitung langsung, misalnya persamaan linear sederhana, peluang mengambil dua bilangan dari himpunan kecil, dan pendekatan hasil pengurangan pecahan dengan desimal. Paket 2024 jauh lebih beragam: kecukupan data, P dan Q, operasi dengan simbol baru, dan barisan bilangan.

PM

Satu cerita dengan beberapa pertanyaan. Di 2023 ada data dua mesin cetak dan tabel pelayanan desa. Di 2024 ada data lingkar perut, rata-rata kelompok bilangan, debit air, dan laju kendaraan.

LBI

Kombinasi teks sastra (kutipan cerita dengan dialog) dan teks informasi teknologi atau budaya. Pertanyaannya simpulan, pernyataan yang tidak sesuai dengan teks, dan alasan utama sesuatu dikembangkan.

LBE

Paket 2023 berisi gagasan bacaan, paragraf yang paling mungkin menyusul, dan makna kata sesuai konteks. Paket 2024 menambah nada utas forum, sikap penulis, dan prediksi berdasarkan dua teks.

Contoh tiga bentuk soal yang menjadi biasa di era SNBT

Contoh berikut meniru bentuknya dengan kalimat dan angka buatan sendiri. Soal aslinya bisa kamu baca di paket yang ditautkan.

Bahasa buatan

Diketahui:

  • "Sela miro tan" berarti "Ibu membeli ikan".
  • "Sela pado tan" berarti "Ibu memasak ikan".
  • "Dimu miro lepa" berarti "Ayah membeli sayur".

Bagaimana mengatakan "Ayah memasak ikan"?

  1. Kata yang sama di kalimat 1 dan 2 adalah "Sela" dan "tan", artinya "Ibu" dan "ikan". Yang berbeda, "miro" dan "pado", berarti "membeli" dan "memasak".
  2. Dari kalimat 1 dan 3, kata yang sama adalah "miro" (membeli). Jadi "Dimu" berarti "Ayah" dan "lepa" berarti "sayur".
  3. Urutan katanya subjek, kata kerja, objek. Jawabannya "Dimu pado tan".

Kecukupan data

Bilangan bulat positif nn. Apakah nn habis dibagi 6?

(1) nn habis dibagi 3. (2) n2n^2 habis dibagi 4.

  1. Pernyataan (1) saja tidak cukup. Contoh n=3n = 3 habis dibagi 3 tetapi tidak habis dibagi 6.
  2. Pernyataan (2) berarti nn genap, karena kuadrat bilangan ganjil selalu ganjil. Namun n=4n = 4 genap dan tidak habis dibagi 6, jadi (2) saja tidak cukup.
  3. Dua pernyataan bersama: nn habis dibagi 3 dan habis dibagi 2, jadi habis dibagi 6. Jawabannya: kedua pernyataan bersama cukup, tetapi masing-masing saja tidak.

Perbandingan kuantitas P dan Q

P adalah banyak faktor positif dari 72. Q adalah FPB dari 84 dan 60. Mana yang benar: P > Q, P < Q, atau P = Q?

  1. 72=23×3272 = 2^3 \times 3^2, jadi banyak faktornya (3+1)(2+1)=12(3+1)(2+1) = 12.
  2. 84=22×3×784 = 2^2 \times 3 \times 7 dan 60=22×3×560 = 2^2 \times 3 \times 5, jadi FPB-nya 22×3=122^2 \times 3 = 12.
  3. Jawabannya P = Q.

Kesalahan yang sering terjadi saat berlatih dengan paket 2023 dan 2024

  • Mengerjakan paket PK 2024 dari nomor 1 sampai 246 tanpa jeda. Pecah menjadi blok 20 soal supaya ritmenya mirip ujian, lalu catat bentuk soal yang paling sering kamu salah.
  • Menghindari soal kecukupan data karena terasa aneh. Bentuk ini muncul puluhan kali di 2024 dan 2025, jadi kamu perlu terbiasa memutuskan "cukup atau tidak" tanpa menghitung jawaban akhirnya.
  • Menganggap PM 2023 (11 soal) cukup untuk mengenal PM. Pakai paket 2024 yang berisi 126 soal.
  • Menebak arti kata di soal bahasa buatan tanpa membandingkan kalimat. Arti kata hanya bisa dipastikan dari kata yang sama di dua kalimat.
  • Mengira soal benar-salah dinilai seperti pilihan ganda biasa lalu menjawab sebagian pernyataan saja. Isi setiap pernyataan.

Setelah paket 2023 dan 2024, lanjut ke mana?

  1. Pakai paket 2023 untuk mengenal bentuk soal, karena ukurannya masih kecil dan cepat selesai.
  2. Pakai paket 2024 sebagai bank latihan utama per subtes, terutama PK, PPU, PBM, dan LBE yang isinya di atas 100 soal.
  3. Setelah itu, lanjut ke peta soal asli UTBK 2025 untuk melihat bagaimana bentuk-bentuk ini dipakai satu tahun kemudian.
  4. Arsip 2010 sampai 2022 tetap ada di halaman soal asli, tetapi pilih dengan cermat karena sebagian bentuk soalnya sudah tidak dipakai.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah soal SNBT 2024 bisa dibaca gratis?

Bisa. Semua soal di paket 2023 dan 2024 bisa dibaca tanpa daftar. Mengerjakan dengan timer dan membuka pembahasan butuh Premium.

Kenapa paket 2024 jauh lebih besar dari 2023?

Karena paket 2024 menggabungkan soal dari banyak sesi ujian. Paket PK 2024 misalnya berisi 246 soal, padahal satu peserta hanya mengerjakan 20 soal PK.

Apakah soal 2023 dan 2024 masih relevan untuk UTBK 2027?

Masih, karena bentuk soalnya berasal dari format SNBT yang dipakai sampai 2026. Aturan UTBK 2027 belum diumumkan per 26 Oktober 2026, jadi tetap pantau pengumuman resmi SNPMB.

Lebih baik mulai dari paket 2024 atau 2025?

Kalau kamu baru mulai, paket 2024 per subtes memberi bahan paling banyak. Kalau ingin bentuk yang paling baru, buka paket 2025, lalu 2026.

Apa beda latihan soal SNBT 2024 dengan soal UTBK sebelum 2023?

Soal sebelum 2023 sebagian masih menguji mata pelajaran dan hitungan yang lebih panjang. Paket 2023 dan 2024 sudah sepenuhnya soal penalaran dan literasi, dan sejak 2024 bentuk seperti kecukupan data, P dan Q, benar-salah, serta bahasa buatan jauh lebih sering muncul.

Artikel Terkait

Baca saja tidak cukup, coba kerjakan soalnya.