Pertama, mari kita visualisasikan geometrinya. Kita definisikan A D sebagai tinggi badan katrol yaitu satu koma empat meter. Jarak D ke garis B C, kita sebut D M, adalah nol koma empat enam meter. Karena B C sama dengan D M, maka B M adalah setengahnya, yaitu nol koma dua tiga meter. Diketahui pula sinus teta, yaitu sudut antara A D dan garis tinggi A M, adalah sepertiga.