kuliah#skripsi#hipotesis#bab 4

Hipotesis Ditolak? Ini yang Ditulis di Bab 4 dan 5

Hipotesis ditolak bukan penelitian gagal. Empat penyebab yang harus ditelusuri lebih dulu, cara menuliskannya di Bab 4, dan jawaban untuk penguji.

Oleh Oscar Ryanda Putra· Diterbitkan 8 Okt 2026· 8 menit baca
Di halaman ini

Hipotesis ditolak bukan berarti penelitianmu gagal. Yang kamu uji adalah dugaan, dan dugaan yang tidak terbukti tetap sebuah temuan, selama kamu bisa menunjukkan analisisnya benar dan bisa menjelaskan kenapa hasilnya begitu. Skripsi dengan satu hipotesis ditolak lulus setiap tahun di semua prodi. Yang bikin bermasalah bukan hasilnya, tapi dua hal: mahasiswa langsung menulis pembahasan tanpa memeriksa apakah penolakan itu nyata atau cuma salah teknis, lalu di sidang tidak punya satu kalimat jelas untuk menjawab kenapa hasilnya beda dari teori.

Periksa empat hal ini dulu, sebelum menulis apa pun

Jangan buka Bab 4 dulu. Dari empat kemungkinan di bawah, hanya dua yang layak ditulis sebagai temuan. Dua yang pertama adalah kesalahan yang harus diperbaiki, bukan dibahas.

KemungkinanCara mengeceknyaStatusnya
Salah teknis saat analisisCek arah panah, jumlah data yang terbaca, item negatif yang belum dibalikDiperbaiki, bukan ditulis
Pengukuran tidak menangkap konstrukCek simpangan baku per indikator dan kecocokan item dengan konteks respondenDiperbaiki kalau masih bisa, kalau tidak jadi keterbatasan
Sampel kurang untuk mendeteksi pengaruh kecilLihat koefisien bersama nilai p, bandingkan dengan jumlah respondenDitulis sebagai temuan dengan catatan
Pengaruhnya memang tidak ada di konteks iniSetelah tiga di atas bersihDitulis sebagai temuan

Satu, salah teknis

Ini yang paling sering, dan paling melegakan karena bisa dibenahi. Daftar periksanya pendek. Arah panah di model terbalik dibanding hipotesis di Bab 3. Jumlah data yang terbaca aplikasi lebih sedikit dari jumlah kuesioner yang masuk, biasanya karena ada baris kosong di tengah file. Variabel tertukar, misalnya kolom X2 ternyata berisi jawaban X3. Dan yang paling halus: item pernyataan negatif yang belum dibalik skornya.

Soal item negatif ini perlu dijelaskan karena jarang diajarkan. Kalau kuesionermu memuat pernyataan seperti saya sering merasa pekerjaan ini membosankan, jawaban 5 artinya motivasi rendah, bukan tinggi. Item seperti ini harus dibalik dulu (1 jadi 5, 2 jadi 4) sebelum diolah. Kalau tidak dibalik, satu item menarik konstruknya ke arah berlawanan, loading-nya keluar negatif, dan koefisien jalur jadi mendekati nol. Gejalanya khas: satu indikator loading-nya negatif sementara yang lain positif.

Kalau penolakan hipotesismu berasal dari salah satu hal di atas, jangan ditulis sebagai temuan. Perbaiki, jalankan ulang, dan pakai hasil yang baru.

Dua, pengukuran yang tidak menangkap konstruk

Kuesionermu valid secara statistik tapi tidak menangkap yang kamu maksud. Gejala paling mudah dilihat adalah simpangan baku yang sangat kecil. Kalau hampir semua responden menjawab 4 dan 5 pada variabel kepuasan kerja sehingga simpangan bakunya cuma 0,28, variabel itu praktis tidak punya variasi. Statistik mencari hubungan antar naik turun, dan kalau satu variabel nyaris tidak naik turun, hubungan apa pun sulit muncul berapa pun besarnya di kenyataan.

Penyebab lain, item yang terlalu umum untuk responden tertentu. Pernyataan tentang jenjang karier yang jelas tidak berarti banyak bagi responden pegawai kontrak enam bulan, dan jawaban mereka akan berkumpul di tengah tanpa pola.

Tiga, sampel kurang

Perhatikan koefisien, bukan cuma nilai p. Koefisien 0,118 dengan p 0,214 berbunyi berbeda dari koefisien 0,009 dengan p 0,890. Yang pertama menunjukkan ada arah pengaruh yang konsisten tapi belum cukup kuat terangkat dari derau pada jumlah responden yang kamu punya. Yang kedua memang nol. Keduanya sama-sama ditolak secara statistik, tapi pembahasannya tidak boleh sama.

Empat, pengaruhnya memang tidak ada di sini

Baru setelah tiga kemungkinan di atas bersih, kamu boleh menulis bahwa di konteks penelitian ini pengaruh tersebut tidak ditemukan. Satu hal yang perlu dicek sebelum menyimpulkan nol total: apakah pengaruhnya berpindah lewat variabel lain. Kalau modelmu punya variabel mediasi, pengaruh langsung bisa tidak signifikan sementara pengaruh tidak langsungnya signifikan, dan itu bukan hipotesis gagal melainkan mediasi penuh. Lihat tabel pengaruh tidak langsung sebelum menutup pembahasan. Untuk model PLS, angkanya ada di Specific Indirect Effects, seperti dibahas di panduan analisis SmartPLS.

Cara menuliskannya di Bab 4

Pola yang aman terdiri dari empat kalimat berurut: laporkan, nyatakan keputusan, jelaskan dengan data yang kamu punya, bandingkan dengan penelitian terdahulu beserta pembedanya. Sisanya tinggal menyesuaikan dengan penyebab yang kamu temukan.

Untuk kasus sampel kurang:

Kompetensi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja dengan koefisien 0,118 dan nilai p 0,214, sehingga H3 tidak terbukti. Arah pengaruhnya positif sebagaimana diduga, namun belum cukup kuat untuk dinyatakan berbeda dari nol pada taraf 5 persen dengan 97 responden. Temuan ini berbeda dari (Nama Penulis, tahun) yang meneliti 310 responden pada industri yang sama dan menemukan pengaruh signifikan pada besaran yang mirip, sehingga selisih hasil ini lebih mungkin berkaitan dengan jumlah responden daripada dengan ketiadaan pengaruh.

Untuk kasus variasi jawaban terlalu sempit:

Kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap niat keluar dengan koefisien 0,041 dan nilai p 0,662, sehingga H4 tidak terbukti. Statistik deskriptif menunjukkan jawaban responden pada variabel kepuasan kerja terpusat di skor 4 dan 5 dengan simpangan baku 0,28, jauh lebih sempit dibanding variabel lain dalam model ini. Rentang yang sempit itu membatasi kemampuan model mendeteksi hubungan, karena hampir tidak ada perbedaan tingkat kepuasan antar responden yang bisa dikaitkan dengan perbedaan niat keluar.

Untuk kasus pengaruh yang berpindah lewat mediasi:

Pengaruh langsung pelatihan terhadap kinerja tidak signifikan (koefisien 0,072, p = 0,431), sehingga H2 tidak terbukti. Namun pengaruh tidak langsung pelatihan terhadap kinerja melalui motivasi signifikan (koefisien 0,186, p = 0,004). Pola ini menunjukkan mediasi penuh: pelatihan tidak langsung meningkatkan kinerja, melainkan bekerja dengan lebih dulu menaikkan motivasi.

Perhatikan bahwa tidak satu pun contoh di atas memakai kata gagal, dan tidak satu pun meminta maaf. Cara menyusun kalimat pembahasan secara umum dibahas di cara menulis Bab 4 skripsi.

Yang tidak boleh dilakukan

  • Mengubah hipotesis di Bab 1 sampai 3 supaya cocok dengan hasil. Mudah terlacak dan ini soal integritas, bukan soal teknis.
  • Membuang responden satu per satu sampai nilai p turun di bawah 0,05.
  • Menaikkan taraf signifikansi ke 10 persen setelah melihat hasil. Taraf 10 persen bisa dipertahankan di penelitian eksploratif, tapi hanya kalau sudah ditulis di Bab 3 sejak awal.
  • Menulis hipotesis ditolak karena keterbatasan peneliti. Itu bukan penjelasan, dan penguji akan menanyakan keterbatasan yang mana.
  • Menuduh responden tidak serius mengisi. Kalau datamu tidak bisa dipercaya, hipotesis yang diterima juga ikut runtuh.
  • Menghapus hipotesis yang ditolak dari Bab 5 dan berharap tidak ada yang menghitung.

Menyusun keterbatasan di Bab 5

Keterbatasan bukan tempat merendahkan diri. Fungsinya menandai batas di mana kesimpulanmu berlaku, dan hipotesis yang ditolak adalah bahan paling jujur untuk bagian ini.

  1. Tulis batasnya, bukan perasaanmu. Penelitian ini mengambil 97 responden pada satu kantor cabang, sehingga pengaruh berukuran kecil berpotensi tidak terdeteksi. Bukan penelitian ini masih jauh dari sempurna.
  2. Satu keterbatasan satu kalimat, maksimal dua. Jangan dibuat paragraf.
  3. Kaitkan dengan hipotesis yang ditolak secara eksplisit, supaya penguji melihat kamu sadar hubungannya.
  4. Pasangkan dengan saran penelitian selanjutnya yang spesifik. Kalau keterbatasannya jumlah responden, sarannya memperluas responden ke beberapa cabang, bukan disarankan menambah variabel lain.
  5. Tiga sampai lima keterbatasan sudah cukup. Daftar sepuluh butir terbaca seperti kamu tidak yakin apa pun dalam skripsimu layak dipercaya.

Yang masuk ke kesimpulan tetap hasil ujinya, termasuk yang ditolak, ditulis sebagai pernyataan netral. Pemetaan kesimpulan ke rumusan masalah dibahas di panduan kesimpulan dan saran.

Satu kalimat untuk penguji

Pertanyaan yang hampir pasti datang: kenapa hasil kamu berbeda dari teori. Siapkan satu kalimat, bukan paragraf, dan jangan membuka jawaban dengan permintaan maaf.

Teori tersebut memperkirakan adanya pengaruh, dan pada data ini arah pengaruhnya memang sesuai (koefisien positif 0,118), hanya tidak cukup kuat untuk dinyatakan signifikan pada 97 responden. Saya sudah memeriksa arah model, kelengkapan data, dan sebaran jawaban, dan tiga hal itu tidak menjadi penyebabnya. Karena itu temuan ini saya laporkan sebagai batas keberlakuan teori tersebut pada konteks kantor cabang berskala kecil, bukan sebagai bantahan atas teorinya.

Tiga unsurnya: akui apa kata teori, tunjukkan kamu sudah memeriksa penyebab teknis, lalu letakkan temuanmu sebagai batas konteks. Yang membuat jawaban ini kuat bukan kata-katanya, tapi fakta bahwa kamu benar-benar sudah memeriksa empat kemungkinan di awal artikel ini. Penguji biasanya bertanya lanjutan, dan di situ yang terdengar adalah sudah periksa atau belum.

Berapa banyak hipotesis ditolak yang masih wajar?

Tidak ada batas resmi. Satu atau dua dari lima hipotesis ditolak sangat biasa dan tidak akan dipersoalkan. Kalau semua hipotesismu ditolak, kemungkinan besar ada masalah teknis atau pengukuran, jadi periksa empat kemungkinan di atas sebelum melanjutkan ke pembahasan.

Semua hipotesis saya ditolak, apa harus ganti judul?

Belum tentu, dan ganti judul berarti mengulang dari Bab 1. Periksa dulu urutan empat kemungkinan di atas, terutama item negatif yang belum dibalik dan jumlah data yang terbaca, karena dua hal itu bisa membuat seluruh model runtuh sekaligus. Bicarakan dengan pembimbing sebelum mengambil keputusan besar.

Nilai p saya 0,051, boleh dibulatkan jadi signifikan?

Tidak. Batas 0,05 adalah batas yang kamu tetapkan sendiri di Bab 3. Yang boleh dilakukan adalah menyebut hasilnya mendekati batas signifikansi dalam pembahasan, sambil tetap menuliskan keputusannya sebagai tidak terbukti.

Hipotesis ditolak bikin nilai sidang turun?

Yang dinilai adalah ketepatan metode dan mutu pembahasan, bukan arah hasilnya. Hipotesis ditolak yang dibahas dengan rapi menghasilkan nilai lebih baik daripada hipotesis diterima yang pembahasannya cuma mengulang tabel.

Apa bedanya hipotesis ditolak dengan penelitian tidak valid?

Hipotesis ditolak artinya dugaanmu tidak didukung data, dan itu hasil yang sah. Penelitian tidak valid artinya cara pengukuran atau pengolahannya salah, sehingga hasilnya tidak bisa dipakai sama sekali, baik yang diterima maupun yang ditolak. Empat langkah pemeriksaan di awal artikel ini gunanya memastikan kamu berada di kasus pertama.

Artikel Terkait

Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?

Gabung gratis di Pintarly. Ubah catatan kuliahmu jadi rangkuman, flashcards, dan kuis otomatis, plus AI tutor yang siap bantu kapan aja butuh.