kuliah#daftar pustaka#apa 7#skripsi

Daftar Pustaka APA 7: Aturan per Jumlah Penulis Jurnal

Satu tabel aturan APA 7 per jumlah penulis, dari satu sampai dua puluh satu ke atas, berikut bentuk kutipan dalam teksnya dan kasus nama penulis Indonesia.

Oleh Oscar Ryanda Putra· Diterbitkan 8 Okt 2026· 8 menit baca
Di halaman ini

Untuk jurnal dengan tiga penulis, APA 7 menulis ketiga namanya lengkap di daftar pustaka, tapi di dalam teks cukup nama pertama diikuti et al. sejak kutipan pertama. Itu perubahan dari APA 6, yang masih meminta ketiga nama disebut pada penyebutan pertama di teks. Banyak halaman berbahasa Indonesia masih mengajarkan aturan lama tanpa menyebut edisinya, jadi sebelum menyalin contoh dari mana pun, pastikan dua hal: edisi mana yang kamu pakai, dan edisi mana yang dipakai contoh itu.

Kenapa contoh di internet sering bertentangan satu sama lain?

APA 6 terbit 2010 dan APA 7 terbit 2019. Keduanya masih beredar, dan beberapa panduan kampus di Indonesia belum memperbarui lampiran contohnya. Perbedaan yang paling sering membuat tugas disalahkan ada empat:

  1. Ambang et al. di dalam teks. APA 6 memakai et al. mulai penulis keenam, dan untuk tiga sampai lima penulis semua nama disebut pada penyebutan pertama. APA 7 memakai et al. mulai penulis ketiga, sejak penyebutan pertama.
  2. Jumlah penulis yang ditulis di daftar pustaka. APA 6 berhenti di tujuh nama, APA 7 sampai dua puluh nama.
  3. Kota penerbit. APA 6 menulis kota penerbit untuk buku, APA 7 tidak lagi.
  4. Bentuk DOI. APA 7 menulisnya sebagai tautan penuh berawalan https://doi.org/, bukan dengan awalan doi: atau tulisan Retrieved from.

Karena itu, satu kalimat yang sebaiknya kamu tulis sendiri sebelum mengerjakan tugas: edisi yang saya pakai adalah APA edisi ketujuh. Lalu verifikasi bentuk yang kamu ragu langsung ke apastyle.org, situs resmi American Psychological Association, bukan ke blog yang tidak menyebut edisi. Kalau panduan prodimu secara tegas meminta APA 6, pakai APA 6 dan jangan mencampur.

Tabel aturan per jumlah penulis

Semua baris di bawah memakai APA 7. Kolom kedua adalah bentuk di daftar pustaka, dua kolom terakhir adalah bentuk di dalam teks.

Jumlah penulisDaftar pustakaDalam kurungNaratif
1Putra, O. R. (2024).(Putra, 2024)Putra (2024) menyatakan
2Putra, O. R., & Sari, D. A. (2024).(Putra & Sari, 2024)Putra dan Sari (2024) menemukan
3 sampai 20tulis semua nama, dipisah koma, dengan tanda & sebelum nama terakhir(Putra et al., 2024)Putra dkk. (2024) melaporkan
21 atau lebihtulis 19 nama pertama, lalu tiga titik, lalu nama penulis terakhir, tanpa tanda &(Putra et al., 2024)Putra dkk. (2024)
Penulis lembagaBadan Pusat Statistik. (2023).(Badan Pusat Statistik, 2023)Badan Pusat Statistik (2023)
Tanpa penulisjudul pindah ke posisi penulis(Judul singkat, 2024)Judul singkat (2024)

Tiga catatan yang membuat tabel ini tidak salah dipakai.

Pertama, tanda & hanya dipakai di dalam kurung dan di daftar pustaka. Kalau nama penulis masuk ke kalimatmu, tulis kata dan, bukan &.

Kedua, et al. ditulis dengan titik hanya di belakang al, karena itu singkatan dari et alia. Jadi et al. benar, et. al. salah. Dalam tulisan berbahasa Indonesia, dkk. juga diterima oleh banyak panduan kampus, tapi jangan dicampur. Pilih satu untuk seluruh dokumen.

Ketiga, aturan dua puluh satu penulis ke atas memang terlihat aneh karena ada tiga titik lalu melompat ke nama terakhir, dan tidak ada tanda & di sana. Bentuknya memang begitu, dan ini satu-satunya tempat di APA 7 yang memakai titik-titik pada daftar nama.

Satu entri jurnal, bagian per bagian

Bentuk dasarnya enam bagian, dengan urutan tetap:

Nama belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel ditulis biasa. Nama Jurnal, volume(nomor), halaman pertama sampai halaman terakhir. https://doi.org/10.xxxx/xxxxx

Yang perlu diperhatikan satu per satu:

  1. Judul artikel tidak dimiringkan dan tidak diberi tanda kutip. Huruf kapital hanya di awal judul, setelah tanda titik dua, dan pada nama diri.
  2. Nama jurnal dimiringkan, dan setiap kata penting diawali huruf kapital.
  3. Nomor volume dimiringkan, nomor terbitan di dalam tanda kurung tidak dimiringkan, dan tidak ada spasi antara keduanya.
  4. Rentang halaman memakai tanda hubung, tanpa tulisan hlm atau pp.
  5. DOI ditulis sebagai tautan penuh, tanpa titik di akhir.
  6. Kalau tidak ada DOI tapi artikelnya terbit di jurnal daring yang bisa diakses umum, tulis URL halaman artikelnya. Kalau artikel kamu ambil dari basis data berlangganan dan tidak ada DOI, URL tidak perlu ditulis.

Contoh berisi dua penulis, sebagai acuan tanda bacanya:

Putra, O. R., & Sari, D. A. (2024). Pola belajar mahasiswa semester awal pada mata kuliah dasar. Jurnal Pendidikan Tinggi, 12(2), 145 sampai 160. https://doi.org/10.1234/jpt.2024.12.2.145

Satu kebiasaan yang menghemat banyak waktu: salin DOI dari halaman jurnalnya, lalu tempel ke apa pun yang kamu pakai untuk menyusun daftar pustaka, bukan mengetik ulang angkanya. Satu digit DOI yang salah membuat rujukanmu tidak bisa ditelusuri, dan itu termasuk hal yang bisa dicek dosen dalam sepuluh detik.

Nama penulis Indonesia satu kata atau tanpa nama keluarga

Ini kasus yang hampir tidak dibahas contoh berbahasa Inggris, padahal muncul di hampir setiap tugas.

  1. Penulis bernama satu kata, misalnya Sukarno. Tulis apa adanya, tanpa inisial dan tanpa koma: Sukarno. (2019). Di dalam teks jadi (Sukarno, 2019).
  2. Penulis dengan dua kata yang bukan nama keluarga, misalnya Dewi Anggraini. Yang lazim dipakai adalah memperlakukan kata terakhir sebagai unsur yang dibalik, jadi Anggraini, D. (2024). Tapi ikuti cara penulis itu menuliskan namanya sendiri di artikel aslinya, dan ikuti satu cara untuk seluruh daftar pustakamu.
  3. Nama dengan gelar seperti Dr. atau M.Pd. Gelar tidak pernah ikut masuk daftar pustaka maupun kutipan dalam teks.
  4. Nama dengan penanda keluarga seperti bin, binti, atau van, serta nama Tionghoa dengan nama keluarga di depan. Jangan dibalik kalau unsur keluarganya sudah di depan.

Kalau kamu ragu pada satu nama, cara paling aman adalah mencari artikel lain yang mengutip orang itu, lalu lihat bagaimana namanya ditulis di daftar pustaka mereka. Konsistensi di dalam satu dokumen lebih penting daripada menebak aturan yang tepat.

Jurnal Indonesia, jurnal tanpa DOI, dan artikel yang hanya ada sebagai PDF

Banyak jurnal nasional tidak mencantumkan DOI, dan beberapa hanya menyediakan berkas PDF tanpa halaman artikel. Urutan pilihannya begini:

  1. Ada DOI, pakai DOI, selalu.
  2. Tidak ada DOI tapi ada halaman artikel di situs jurnalnya, pakai URL halaman itu, bukan URL berkas PDF-nya, karena URL berkas lebih sering berubah.
  3. Hanya ada PDF yang dikirim dosen atau diunduh dari grup kelas, cari dulu artikel aslinya lewat judulnya. Kalau benar-benar tidak ditemukan, tulis tanpa URL, dan pertimbangkan apakah sumber itu layak dipakai.
  4. Nomor terbitan tidak jelas karena jurnalnya hanya menulis volume, tulis volume saja tanpa tanda kurung.

Untuk nomor halaman yang tidak ada karena artikel diberi penomoran artikel, bukan halaman, tulis nomor artikelnya seperti yang tercantum di jurnal tersebut.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Menulis et al. di daftar pustaka. Tidak pernah. et al. hanya hidup di dalam teks. Daftar pustaka menulis nama lengkap sampai dua puluh penulis.
  2. Memakai ambang APA 6 di teks, misalnya menyebut tiga nama sekaligus pada penyebutan pertama, padahal dokumennya memakai APA 7.
  3. Menambahkan kota penerbit untuk buku. Itu APA 6.
  4. Mengurutkan daftar pustaka berdasarkan urutan kemunculan di teks. APA selalu urut abjad nama penulis pertama. Penomoran berurut adalah gaya IEEE atau Vancouver, bukan APA.
  5. Menulis Retrieved from sebelum URL. Di APA 7 kata itu hanya dipakai pada kasus tertentu yang butuh tanggal akses, bukan untuk jurnal.
  6. Nama ditulis lengkap, bukan inisial, misalnya Putra, Oscar Ryanda. APA memakai inisial: Putra, O. R.
  7. Daftar pustaka memuat sumber yang tidak pernah dikutip di teks. Dalam APA, keduanya harus cocok dua arah, kecuali kamu memang diminta membuat bibliografi.

Setelah daftar pustakanya benar, sisi dalam teks punya kasusnya sendiri, terutama untuk penulis lembaga dan sumber yang dikutip dari sumber lain. Itu dibahas di kutipan dalam teks APA 7. Untuk sumber web yang tidak punya nama penulis, bentuknya berbeda lagi dan ada di daftar pustaka dari website tanpa penulis. Soal margin, spasi, dan indentasi menggantung pada halaman daftar pustaka, angkanya ada di format margin, spasi, dan font makalah.

Pertanyaan yang sering muncul

Jurnal 3 penulis, di teks tulis semua atau et al.?

Pada APA 7, et al. sejak penyebutan pertama, jadi (Putra et al., 2024). Pada APA 6, tiga nama disebut dulu pada penyebutan pertama. Kalau panduan kampusmu tidak menyebut edisi, pakai APA 7 dan sebutkan di bagian metode atau catatan bahwa kamu memakai edisi ketujuh.

Kalau penulisnya 6 orang, daftar pustakanya ditulis semua?

Ya, keenamnya. Pada APA 7 batasnya dua puluh nama. Yang berbeda hanya bentuk di dalam teks, yang tetap memakai nama pertama diikuti et al.

Bedanya et al. dan dkk.?

Artinya sama. et al. adalah bentuk Latin yang dipakai APA, dkk. adalah bentuk Indonesia yang diterima banyak panduan kampus untuk tulisan berbahasa Indonesia. Pilih satu dan pakai itu di seluruh dokumen.

Dua penulis dengan nama belakang sama, bagaimana di teks?

Tambahkan inisialnya untuk membedakan, misalnya (O. R. Putra, 2024) dan (A. Putra, 2023). Ini berlaku untuk penulis berbeda yang nama belakangnya kebetulan sama.

Satu penulis menerbitkan dua artikel di tahun yang sama?

Tambahkan huruf setelah tahun, urut berdasarkan judul: 2024a dan 2024b. Huruf itu dipakai juga di dalam teks, jadi (Putra, 2024a).

Perlu pakai aplikasi pengelola rujukan?

Berguna untuk tugas besar, tapi keluarannya tetap harus diperiksa. Isi metadata dari banyak jurnal nasional tidak lengkap, dan yang paling sering salah adalah huruf kapital pada judul artikel serta nama penulis Indonesia yang terbalik. Periksa manual sepuluh entri pertama, dan kamu akan tahu pola kesalahan aplikasinya.

Artikel Terkait

Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?

Gabung gratis di Pintarly. Ubah catatan kuliahmu jadi rangkuman, flashcards, dan kuis otomatis, plus AI tutor yang siap bantu kapan aja butuh.