Bedanya Kerangka Teori, Konseptual, dan Kerangka Berpikir
Istilah kerangka teori dan kerangka konseptual tidak seragam di Indonesia. Cara menyelesaikannya secara praktis, dengan satu bagan dalam tiga penamaan.
Di halaman ini
- Kenapa jawaban di internet saling bertentangan
- Yang bisa disepakati: tiga lapisan isi, apa pun namanya
- Pembagian yang paling sering dipakai di panduan prodi
- Satu bagan yang sama, dalam tiga penamaan
- Cara memastikan dari panduan prodimu dalam sepuluh menit
- Kesalahan yang sering terjadi di bab 2
- Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Jadi kerangka teori dan kerangka konseptual itu sama atau beda?
- Kalau panduan prodi saya tidak menyebut keduanya sama sekali?
- Apakah kerangka konseptual wajib berupa gambar?
- Penelitian kualitatif perlu kerangka konseptual juga?
- Bolehkah memakai bagan dari penelitian terdahulu?
- Bab 2 saya sudah selesai tapi pembimbing minta namanya diubah. Perlu menulis ulang?
Perbedaan kerangka teori dan kerangka konseptual yang paling sering dipakai adalah soal cakupan: kerangka teori memuat model utuh menurut teorinya, sedangkan kerangka konseptual memuat bagian yang benar-benar kamu teliti. Tapi ada hal yang perlu kamu tahu lebih dulu, dan jarang ditulis terang-terangan. Istilah ini tidak seragam antarprodi di Indonesia, dan sumber-sumber yang muncul di pencarian memang saling bertentangan. Jadi yang mengikat skripsimu bukan definisi yang paling populer, melainkan panduan skripsi prodimu sendiri.
Kenapa jawaban di internet saling bertentangan
Kalau kamu sudah membuka lima hasil pencarian dan mendapat lima pembagian yang berbeda, itu bukan karena kamu kurang teliti membaca. Satu sumber menyebut kerangka konseptual adalah baganya dan kerangka teori adalah uraiannya. Sumber lain menyebut keduanya hal yang sama dengan nama berbeda. Sumber ketiga menambahkan kerangka berpikir sebagai istilah ketiga yang berdiri sendiri.
Penyebabnya ada dua. Pertama, ketiga istilah ini diterjemahkan dari tradisi yang berbeda, dan dalam literatur asalnya pembagiannya pun tidak tunggal. Kedua, panduan penulisan skripsi disusun per prodi, bukan per negara, jadi tiap prodi mewarisi kebiasaan pembimbing yang menyusunnya.
Akibatnya praktis. Yang menilai skripsimu adalah penguji di prodimu, yang memakai panduan prodimu. Definisi dari sumber yang paling banyak dibaca di internet tidak membantu kalau panduan prodimu menyusunnya lain.
Yang bisa disepakati: tiga lapisan isi, apa pun namanya
Di balik perbedaan nama, isi yang diminta sebenarnya mirip di mana-mana. Ada tiga lapisan, dan urutannya selalu sama:
- Lapisan teori. Uraian teori dan hasil penelitian untuk tiap variabel, dengan rujukan. Ini yang menjawab pertanyaan menurut siapa.
- Lapisan alasan hubungan. Penjelasan kenapa variabel A bisa memengaruhi variabel B, satu paragraf per hubungan. Ini lapisan yang paling sering kosong, dan yang paling sering ditanya penguji.
- Lapisan bagan dan hipotesis. Gambar kotak dan panah, lalu hipotesis yang jumlahnya sama dengan jumlah panah.
Kalau ketiga lapisan ini ada di bab 2 skripsimu, kamu aman, mau subbabnya dinamai apa pun. Kalau ada satu lapisan yang hilang, mengganti nama subbabnya tidak menolong.
Pembagian yang paling sering dipakai di panduan prodi
Tiga pembagian di bawah ini yang paling sering muncul. Cari yang bentuknya paling mirip dengan panduan prodimu:
| Istilah | Isi yang paling sering dimaksud | Bentuknya |
|---|---|---|
| Kerangka teori | Model utuh menurut teorinya, termasuk variabel yang tidak kamu teliti | Uraian, kadang disertai bagan |
| Kerangka konseptual atau kerangka konsep | Hanya variabel yang kamu teliti, beserta arah hubungannya | Bagan, biasanya satu halaman |
| Kerangka berpikir atau kerangka pemikiran | Alur alasan dari masalah di bab 1 sampai ke hipotesis | Uraian yang berakhir di bagan |
Pola yang bisa kamu pakai sebagai pegangan. Prodi kesehatan dan keperawatan cenderung memisahkan kerangka teori dan kerangka konsep, karena penyempitan dari teori ke variabel yang diteliti dianggap penting ditunjukkan. Prodi ekonomi, manajemen, dan pendidikan lebih sering memakai satu bagian saja bernama kerangka pemikiran atau kerangka berpikir, yang isinya uraian ditutup bagan.
Satu bagan yang sama, dalam tiga penamaan
Contohnya satu penelitian: pengaruh beban kerja dan kompensasi terhadap niat pindah kerja.
Kalau prodimu meminta kerangka teori, yang ditampilkan adalah model utuh menurut teorinya, termasuk faktor yang tidak kamu uji:
Kepuasan kerja ------+
Beban kerja ---------+
Kompensasi ----------+---> Niat pindah kerja ---> Keputusan keluar
Dukungan atasan -----+
Peluang kerja lain --+
Kalau prodimu meminta kerangka konseptual, yang ditampilkan hanya bagian yang kamu teliti, dan di situlah penyempitannya terlihat:
Beban Kerja (X1) ----H1----+
+---> Niat Pindah Kerja (Y)
Kompensasi (X2) ------H2---+
Uji bersama (H3): X1 dan X2 ---> Y
Kalau prodimu meminta kerangka berpikir, isinya uraian yang mengantar ke bagan kedua, kira-kira begini bunyinya. Beban kerja yang bertambah tanpa penambahan orang membuat karyawan menanggung jam kerja lebih panjang, dan tekanan itu menurunkan kesediaan untuk bertahan. Kompensasi bekerja ke arah sebaliknya, karena upah yang dianggap layak membuat karyawan menimbang ulang sebelum pindah. Karena keduanya bekerja pada satu hal yang sama, pengaruhnya diuji terpisah dan bersama-sama. Bagan hubungannya seperti bagan kedua di atas.
Perhatikan bahwa isinya tidak berubah di ketiga penamaan. Yang berubah cuma seberapa luas yang digambar dan apakah uraiannya diminta terpisah. Itu sebabnya kamu tidak perlu riset ulang waktu pembimbing minta nama subbabnya diganti.
Jumlah panah di bagan kedua menentukan jumlah hipotesis dan jumlah rumusan masalahmu. Hubungan itu dibahas terpisah di cara menyusun rumusan masalah skripsi.
Cara memastikan dari panduan prodimu dalam sepuluh menit
Jangan menebak, dan jangan memakai artikel mana pun termasuk yang kamu baca sekarang sebagai dasar akhirnya. Tiga langkah ini menyelesaikannya:
- Buka berkas panduan penulisan skripsi prodimu, cari kerangka daftar isi untuk bab 2. Nama subbab yang tertulis di situ adalah nama yang mengikat.
- Ambil dua skripsi prodimu yang lulus satu sampai dua tahun terakhir dari repositori kampus, lihat judul subbab bab 2 keduanya. Kalau sama, itu konvensi yang berlaku. Kalau beda, pakai yang lebih baru.
- Tanya pembimbing dengan pertanyaan tertutup. Bukan apa bedanya kerangka teori dan kerangka konseptual, karena itu membuka perdebatan definisi. Tanyakan: bab 2 saya pakai kerangka teori dan kerangka konsep terpisah, atau satu kerangka pemikiran saja.
Langkah ketiga ini yang paling sering dilewati, padahal paling cepat. Pertanyaan yang bisa dijawab dengan satu kata hampir selalu dijawab.
Kesalahan yang sering terjadi di bab 2
- Mengganti nama subbab tanpa mengubah isinya. Kalau yang diminta kerangka konsep tapi isinya masih uraian teori utuh, penguji akan menanyakan mana penyempitannya.
- Menggambar bagan tanpa menjelaskan tiap panahnya. Panah tanpa alasan adalah pertanyaan sidang yang sudah pasti muncul.
- Memasukkan variabel ke bagan yang tidak pernah dibahas di uraian sebelumnya. Bagan harus berisi variabel yang teorinya sudah kamu tulis.
- Jumlah panah tidak sama dengan jumlah hipotesis. Ini hal paling cepat yang bisa dicocokkan penguji, dan paling mudah dihindari.
- Memakai bagan dari artikel jurnal apa adanya tanpa menyesuaikan dengan variabelmu dan tanpa mencantumkan sumbernya.
- Menaruh kerangka teori yang isinya sama persis dengan kerangka konsep, lalu keduanya ditampilkan berurutan. Kalau sama, prodimu kemungkinan memang hanya meminta satu.
- Menulis bab 2 sebelum variabelnya pasti. Setiap perubahan variabel berarti menulis ulang uraian teorinya.
Supaya bab 2 ini nyambung ke belakang, pastikan variabel di baganmu adalah variabel yang sudah disebut di paragraf terakhir bab 1. Polanya ada di cara menulis latar belakang skripsi. Urutan keseluruhan dari judul sampai sidang ada di panduan skripsi dari nol.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Jadi kerangka teori dan kerangka konseptual itu sama atau beda?
Di sebagian panduan dianggap beda, dengan kerangka teori memuat model utuh dan kerangka konseptual memuat bagian yang diteliti. Di panduan lain keduanya dipakai bergantian untuk hal yang sama. Yang menentukan untuk skripsimu adalah panduan prodimu, bukan pembagian yang paling umum.
Kalau panduan prodi saya tidak menyebut keduanya sama sekali?
Pakai satu bagian bernama kerangka pemikiran yang memuat tiga lapisan isi di atas, lalu konfirmasi ke pembimbing dengan pertanyaan tertutup. Memenuhi isinya lebih aman daripada menebak nama yang tidak tertulis di panduan.
Apakah kerangka konseptual wajib berupa gambar?
Hampir selalu iya, karena fungsinya menunjukkan arah hubungan sekali lihat. Kalau prodimu tidak mewajibkan gambar, uraian tetap harus menyebut arah tiap hubungan dengan jelas.
Penelitian kualitatif perlu kerangka konseptual juga?
Banyak prodi tetap memintanya, tapi isinya bukan panah pengaruh. Yang digambarkan adalah konsep-konsep yang akan dieksplorasi dan kaitannya, dan bentuknya bisa berubah setelah data terkumpul.
Bolehkah memakai bagan dari penelitian terdahulu?
Boleh sebagai dasar, dengan dua syarat. Sumbernya dicantumkan, dan baganmu disesuaikan dengan variabel yang benar-benar kamu teliti. Menyalin bagan yang memuat variabel yang tidak kamu uji justru memancing pertanyaan.
Bab 2 saya sudah selesai tapi pembimbing minta namanya diubah. Perlu menulis ulang?
Biasanya tidak. Periksa tiga lapisan isinya lengkap atau tidak, lalu susun ulang urutan subbabnya mengikuti nama yang diminta. Yang perlu ditambah biasanya cuma bagian penyempitan dari teori ke variabel yang kamu teliti.
Artikel Terkait
Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?
Gabung gratis di Pintarly. Ubah catatan kuliahmu jadi rangkuman, flashcards, dan kuis otomatis, plus AI tutor yang siap bantu kapan aja butuh.
