TKA

Materi TKA Bahasa Indonesia SD Kelas 6: Yang Diuji dan Cara Belajarnya di Rumah

Materi TKA Bahasa Indonesia kelas 6: jenis teks, ciri bacaan, tiga tipe pertanyaan, contoh latihan dari satu teks, dan rutinitas membaca 15 menit sehari.

Oleh Diterbitkan 26 Okt 2026 8 menit baca
Di halaman ini

Materi TKA Bahasa Indonesia SD kelas 6 hanya mencakup satu keterampilan: membaca. Anak akan membaca dua jenis teks, teks informasi dan teks fiksi, lalu menjawab pertanyaan tentang isi yang tersurat, makna yang tersirat, dan penilaiannya terhadap teks. Tidak ada soal menulis, menyimak, atau tata bahasa yang berdiri sendiri tanpa teks.

Karena itu, cara belajarnya di rumah juga berbeda dari menghafal materi. Yang dilatih adalah kebiasaan membaca dengan teliti, sedikit demi sedikit, setiap hari.

Apa saja yang diuji di TKA Bahasa Indonesia SD?

Kerangka asesmen resmi (Peraturan Kepala BSKAP Nomor 047/H/AN/2025) menyebut TKA Bahasa Indonesia SD difokuskan pada keterampilan membaca, karena membaca menjadi fondasi untuk terus belajar. Sejak 2026, soal literasi membaca dari Asesmen Nasional juga digabung ke mata uji ini. Di hari ujian, namanya Bahasa Indonesia dan Literasi Membaca, dengan durasi 75 menit pada hari kedua.

Teksnya dua jenis:

  • Teks informasi: berisi fakta sederhana dari berbagai bidang, dengan topik berskala lokal dan nasional. Contohnya teks tentang hewan, kebiasaan sehat, tempat wisata, atau kegiatan sekolah.
  • Teks fiksi: cerita rekaan, bisa fantasi atau faktual seperti sejarah dan biografi. Ciri-cirinya ditentukan cukup rinci: latar konkret, tokoh berkarakter datar, satu konflik dengan penyelesaian yang jelas, alur maju, dan sudut pandang orang pertama.

Bentuk soalnya sama dengan Matematika: pilihan ganda biasa, pilih lebih dari satu jawaban, dan kategori (benar atau salah, atau sesuai atau tidak sesuai, untuk tiap pernyataan). Satu teks bisa dipakai untuk beberapa soal sekaligus (soal grup).

Seperti apa teks yang dipakai?

Kerangka asesmen menetapkan karakteristik teks untuk kelas 6. Ini berguna bagi orang tua yang ingin memilih bacaan latihan dengan tingkat yang pas.

AspekKarakteristik teks TKA SD
Kosakatakata dasar, kata berimbuhan, kata konkret, sebagian besar bermakna lugas; makna kiasan hanya dalam konteks terbatas
Kalimat3 sampai 7 kata per kalimat, pola dasar subjek, predikat, objek, keterangan
Wacanakata rujukan (dia, itu, mereka), kata penghubung antarparagraf untuk menambah atau menjelaskan
Panjang150 sampai 200 kata, kecuali puisi

Kalimat 3 sampai 7 kata itu pendek. Artinya kesulitan TKA tidak terletak pada kalimat yang rumit, tetapi pada pertanyaannya: anak diminta menyimpulkan, menyusun ulang, dan menilai. Bacaan anak dengan kalimat pendek dan topik sehari-hari sudah cukup sebagai bahan latihan.

Tipe pertanyaannya apa saja?

Ada tiga kompetensi, dan masing-masing punya subkompetensi yang dirinci di kerangka asesmen. Kolom kanan adalah contoh pertanyaan buatan untuk menggambarkan tiap tipe.

KompetensiYang dimintaContoh bentuk pertanyaan
Pemahaman tekstualmenemukan informasi yang tertulis jelas, mengenali arti kata dalam teks, menyusun ulang informasi menjadi bagan atau ringkasan"Apa saja yang dilakukan tokoh sebelum berangkat?"
Pemahaman inferensialmenyimpulkan ide pokok, amanat, watak tokoh, perubahan pada tokoh atau latar, dan arti ungkapan"Apa arti ungkapan 'besar kepala' dalam cerita?"
Evaluasi dan apresiasimenilai apakah peristiwa di teks relevan dengan kehidupan sehari-hari, menilai kecocokan antarinformasi, menyimpulkan perasaan yang muncul dari cerita"Peristiwa mana yang mirip dengan pengalaman tokoh?"

Pemahaman tekstual paling mudah dilatih karena jawabannya ada di teks. Pemahaman inferensial dan evaluasi butuh percakapan: anak perlu terbiasa menjelaskan alasan jawabannya, bukan hanya menunjuk kalimat.

Satu tipe yang mungkin belum biasa bagi anak adalah menyusun ulang informasi ke dalam bagan. Di contoh soal resmi, anak diminta memilih bagan yang paling sesuai dengan isi teks. Latihannya sederhana: setelah membaca, minta anak menggambar bagan tiga kotak tentang isi teks itu.

Contoh latihan dari satu teks pendek

Teks berikut dibuat mengikuti karakteristik di atas, dengan kalimat 4 sampai 7 kata. Panjangnya sekitar 100 kata, lebih pendek dari teks ujian, supaya mudah dipakai sebagai latihan pertama.

Kebun di Atap Sekolah

SD Melati punya kebun unik. Kebunnya ada di atap sekolah. Kebun itu dibuat tahun lalu. Awalnya atap sekolah kosong. Siang hari, atap itu sangat panas.

Murid kelas 5 dan 6 menanam sayur. Ada kangkung, bayam, dan cabai. Tanaman ditanam di pot bekas. Setiap pagi murid menyiram tanaman. Mereka bergiliran sesuai jadwal piket.

Kebun itu membawa banyak manfaat. Ruang kelas di bawahnya jadi lebih sejuk. Hasil panen dijual di kantin. Uangnya dipakai membeli bibit baru. Murid juga belajar merawat tanaman.

Kebun itu juga punya tantangan. Saat kemarau, air cepat habis. Murid lalu menampung air hujan. Air itu disimpan di drum besar. Kini kebun tetap hijau sepanjang tahun.

Soal 1 (pemahaman tekstual, pilih lebih dari satu). Sayur apa saja yang ditanam di kebun SD Melati? Pilih semua jawaban yang benar: A. kangkung, B. tomat, C. cabai, D. sawi.

Jawaban: A dan C. Bayam juga ditanam, tetapi tidak ada di pilihan. Tomat dan sawi tidak disebut di teks. Anak yang membaca cepat kadang memilih sawi karena "terdengar" seperti sayur kebun. Biasakan anak menunjuk kalimat di teks untuk setiap pilihan yang ia centang.

Soal 2 (pemahaman inferensial, pilihan ganda). Apa gagasan utama paragraf ketiga?

Jawaban: manfaat kebun bagi sekolah. Semua kalimat di paragraf itu menjelaskan manfaat, dan kalimat pertamanya langsung menyebut "banyak manfaat". Ini pola yang sering ditemui di teks informasi untuk anak: gagasan utama ada di kalimat pertama paragraf.

Soal 3 (pemahaman inferensial). Mengapa ruang kelas di bawah kebun menjadi lebih sejuk?

Teks tidak menulis alasannya secara langsung. Anak perlu menghubungkan dua informasi: atap dulu kosong dan sangat panas, sekarang tertutup tanaman. Jadi tanaman membuat atap tidak langsung terkena panas matahari. Soal seperti ini yang membedakan anak yang membaca kata per kata dari anak yang memahami isi.

Soal 4 (evaluasi, sesuai atau tidak sesuai). Peristiwa mana yang mirip dengan cara murid SD Melati mengatasi masalah air?

  • Dina menampung air bekas cuci sayur untuk menyiram tanaman. (Sesuai)
  • Raka menyalakan keran terus agar tanaman tidak kering. (Tidak sesuai)
  • Kelas 4 memakai ember bekas untuk menyimpan air hujan. (Sesuai)

Kuncinya adalah memahami bahwa murid SD Melati menghemat dan menampung air, lalu mencari peristiwa dengan tindakan yang sama, bukan sekadar yang sama-sama menyebut air.

Latihan membaca 15 menit sehari di rumah

Tidak perlu buku latihan tebal. Lima belas menit sehari yang rutin lebih berguna daripada dua jam di akhir pekan. Pola ini bisa dipakai dari November sampai April:

HariBacaanYang dilatih (sekitar 15 menit)
Seninsatu teks informasi pendekanak menyebut tiga fakta dari teks tanpa melihat lagi
Selasasatu cerita pendekmenceritakan ulang awal, tengah, akhir cerita
Rabuteks informasimenulis satu kalimat ide pokok untuk tiap paragraf
Kamiscerita pendek atau puisi anakmembahas perasaan tokoh dan arti satu ungkapan
Jumatteks informasi dengan tabel atau gambarmenggambar bagan sederhana dari isi teks
Sabtusatu teks dengan 4 sampai 5 soalmengerjakan soal di layar, lalu membahas yang salah
Minggubebas, buku pilihan anakmembaca untuk senang

Mulai Februari, sesekali ganti latihan Sabtu dengan simulasi berwaktu agar anak terbiasa membaca di layar komputer. Simulasi resmi Pusmendik bernama Ayo Coba TKA. Kalau butuh soal tambahan per jenis teks, latihan TKA SD di Pintarly menyediakan soal Bahasa Indonesia berbasis bacaan dengan ketiga bentuk soal resmi, yang juga bisa dibuka dari menu latihan soal.

Rerata nasional Bahasa Indonesia SD 2026 yang dikutip media dari siaran pers 26 Mei 2026 adalah 60,14. Itu lebih tinggi dari rerata Matematika, tetapi masih di kategori Memadai, belum Baik (ambang Baik yang diumumkan bersama hasil 2026 adalah 76,67). Untuk menutup jarak itu, latihan sebaiknya tidak berhenti di pertanyaan mencari informasi, karena pertanyaan menyimpulkan dan menilai butuh kebiasaan menjelaskan alasan.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Menghafal materi tata bahasa (jenis kalimat, imbuhan) seolah akan ditanyakan terpisah. Semua soal berangkat dari teks.
  2. Membaca pertanyaan dulu lalu mencari kata yang sama di teks. Cara ini berhasil untuk soal tersurat, tetapi gagal untuk soal ide pokok dan evaluasi.
  3. Menjawab dengan pengetahuan sendiri, bukan isi teks. Pilihan yang benar di dunia nyata tetapi tidak disebut di teks tetap salah.
  4. Berhenti setelah menemukan satu jawaban pada soal pilih lebih dari satu.
  5. Orang tua langsung memberi tahu jawaban saat anak salah, tanpa menanyakan alasan anak memilihnya.
  6. Hanya berlatih dengan teks informasi. Teks fiksi juga diujikan, dan pertanyaan tentang perasaan tokoh sering terasa sulit bagi anak.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah TKA Bahasa Indonesia SD menguji menulis atau menyimak?

Tidak. Kerangka asesmen hanya menyebut keterampilan membaca.

Berapa panjang teks di TKA Bahasa Indonesia SD?

Menurut kerangka asesmen, 150 sampai 200 kata per teks, kecuali puisi. Satu teks bisa dipakai untuk beberapa soal.

Apakah ada puisi di TKA SD?

Kerangka asesmen menyebut panjang teks berlaku "kecuali teks puisi", jadi puisi termasuk bacaan yang mungkin dipakai. Latih anak membahas makna baris dan perasaan yang muncul dari puisi anak.

Berapa jumlah soal TKA Bahasa Indonesia SD?

Tidak diumumkan di dokumen resmi. Yang resmi adalah durasinya, 75 menit untuk Bahasa Indonesia dan Literasi Membaca.

Kapan TKA SD 2027 dilaksanakan?

Belum diumumkan per 26 Oktober 2026. Pada 2026, TKA SD digelar 20 sampai 30 April. Perkiraan 2027 dan hal-hal yang perlu diurus orang tua ada di panduan TKA SD 2027 untuk orang tua. Untuk mata uji keduanya, lihat contoh soal TKA SD Matematika kelas 6.

Artikel Terkait

Siap hadapi TKA?