Strategi

Pola Soal PBM UTBK 2010-2024: Jenis Kesalahan Berbahasa yang Selalu Diuji

Dari 314 soal asli PBM 2010-2024: jenis kesalahan berbahasa yang selalu diuji, porsinya per periode, dan contoh kata baku, kalimat rancu, serta kepaduan.

Oleh Diterbitkan 26 Okt 2026 7 menit baca
Di halaman ini

Pola soal PBM UTBK dari 2010 sampai 2024 bisa diringkas jadi satu kalimat: yang diuji selalu kesalahan berbahasa, tetapi jenis kesalahannya bergeser. Di 314 butir soal dari 15 paket PBM di Pintarly, soal ejaan dan pilihan kata mendominasi paket 2010-2018, sementara soal kalimat efektif dan kepaduan paragraf membesar sejak 2019. Artikel ini merinci jenis kesalahan yang paling sering diuji, lengkap dengan contoh yang saya tulis ulang dari polanya.

PBM itu subtes apa, dan apa bedanya dengan "pemahaman bacaan dan menulis"?

Keduanya sama. PBM adalah singkatan dari Pemahaman Bacaan dan Menulis, salah satu dari empat subtes Tes Potensi Skolastik (TPS) di UTBK SNBT. Menurut Kerangka Acuan UTBK di laman SNPMB, PBM berisi 20 soal dengan waktu 25 menit. Penjelasan dasarnya ada di halaman subtes PBM.

Paket sebelum format SNBT 2023 berasal dari ujian masuk dengan format lama. Di Pintarly, paket itu dikelompokkan sebagai PBM karena isinya sama-sama soal kebahasaan dan perbaikan teks. Jadi anggap paket lama sebagai bank pola kesalahan, bukan cermin persis jumlah soal UTBK sekarang.

Seberapa banyak soal yang dianalisis, dan bagaimana sebarannya?

Ada paket PBM untuk setiap tahun dari 2010 sampai 2024. Isinya tidak rata: paket 2011 hanya 4 soal, paket 2023 berisi 41 soal, dan paket 2024 berisi 110 soal.

Saya mengelompokkan tiap soal berdasarkan kata kunci kalimat tanyanya, misalnya "tanda koma", "efektif", atau "urutan". Angkanya perkiraan, karena soal yang kalimat tanyanya tidak lazim bisa masuk kelompok yang kurang pas. Misalnya, soal "kata X harus diperbaiki menjadi..." saya hitung di pilihan kata, sedangkan soal "kata sambung" dan "kata hubung" masuk kata penghubung.

Jenis yang diuji2010-2018 (88 soal)2019-2022 (75 soal)2023-2024 (151 soal)
Ejaan: tanda baca, huruf kapital, kata baku, kata serapan21 (24%)7 (9%)17 (11%)
Pilihan kata, makna kata, bentuk kata31 (35%)9 (12%)39 (26%)
Kalimat efektif, kalimat baku, penggabungan, kesejajaran, kalimat inti9 (10%)15 (20%)27 (18%)
Kepaduan paragraf: urutan, sisipan, kalimat sumbang, logika4 (5%)21 (28%)34 (23%)
Pemahaman isi: gagasan, simpulan, judul, rujukan, fakta22 (25%)17 (23%)24 (16%)
Kata penghubung1 (1%)6 (8%)10 (7%)

Pergeserannya jelas. Porsi ejaan turun dari 24% menjadi 11%. Porsi kepaduan paragraf naik dari 5% menjadi 23%. Soal kata penghubung juga mulai rutin muncul sejak 2019, dengan 16 soal di paket 2019-2024. Kalau kamu belajar PBM dari buku lama yang penuh daftar kata baku, kamu sedang menyiapkan bagian yang makin kecil.

Kesalahan ejaan apa yang selalu muncul?

Dua bentuk paling awet adalah kata tidak baku dan tanda baca.

Soal kata baku muncul sejak paket 2010, yang menanyakan deretan kata yang semuanya ditulis baku, dan paket 2012 yang menanyakan penulisan kata serapan. Contoh buatan saya: dari deretan "analisis, praktik, sistem, kualitas", semuanya baku. Bentuk "analisa", "praktek", "sistim", dan "kwalitas" adalah pengecoh klasik.

Soal tanda baca muncul hampir tiap tahun dari 2012 sampai 2018, mulai dari titik koma sampai koma. Aturan koma yang paling sering diuji adalah anak kalimat. Contoh:

  1. "Karena hujan deras, upacara dibatalkan." Anak kalimat di depan, jadi pakai koma.
  2. "Upacara dibatalkan karena hujan deras." Anak kalimat di belakang, jadi tanpa koma.

Contoh aslinya bisa kamu baca di paket PBM 2010 dan paket PBM 2016, yang memuat tiga soal tanda baca dalam satu paket.

Kesalahan kalimat apa yang paling sering diuji?

Ada tiga bentuk yang berulang: kalimat rancu, kalimat tidak sejajar, dan kalimat yang perlu digabung.

Kalimat rancu sudah muncul di paket 2010 dengan bentuk "kalimat di atas dapat diperbaiki dengan cara berikut, kecuali". Paket 2014 punya tiga soal sejenis yang menanyakan cara membuat kalimat menjadi baku. Penyebab paling umum adalah subjek yang tertelan kata depan. Contoh buatan saya: "Bagi peserta yang terlambat tidak diizinkan masuk." Kata "bagi" membuat "peserta yang terlambat" menjadi keterangan, sehingga kalimat tidak punya subjek. Perbaikannya: "Peserta yang terlambat tidak diizinkan masuk."

Kalimat tidak sejajar muncul di paket 2022 dan 2023 dengan kalimat tanya "akan menjadi benar bila susunannya...". Contoh buatan saya: "Program ini bertujuan meningkatkan literasi, penguatan karakter, dan agar siswa gemar membaca." Tiga unsur dalam satu deret memakai tiga bentuk berbeda: kata kerja, kata benda, dan anak kalimat. Versi sejajar: "Program ini bertujuan meningkatkan literasi, menguatkan karakter, dan menumbuhkan minat baca."

Penggabungan dua kalimat muncul di paket 2019 dan berkali-kali di paket 2024. Kuncinya, kalimat gabungan yang efektif tidak mengulang subjek yang sama dan memakai penghubung yang sesuai hubungan maknanya.

Bagaimana bentuk soal kepaduan paragraf?

Inilah kelompok yang paling cepat membesar. Bentuknya beragam:

  1. Kalimat yang tidak padu atau tidak berkaitan dengan gagasan utama (paket 2020 dan 2022).
  2. Kalimat yang tidak logis di dalam bacaan (paket 2022).
  3. Letak kalimat sisipan, dengan kalimat tanya "paling tepat ditempatkan setelah kalimat..." (paket 2024).
  4. Kalimat yang bisa ditambahkan ke paragraf (paket 2019 dan 2024).
  5. Pembagian bacaan menjadi dua paragraf yang padu (paket 2022).

Contoh buatan saya untuk kalimat sumbang: paragraf tentang manfaat bersepeda ke sekolah berisi kalimat tentang hemat ongkos, badan lebih bugar, dan berkurangnya polusi, lalu terselip kalimat "Harga sepeda lipat impor naik tahun ini." Kalimat itu memang tentang sepeda, tetapi tidak mendukung gagasan manfaat bersepeda ke sekolah. Itulah kalimat yang merusak kepaduan.

Contoh jenis ini bisa kamu baca di paket PBM 2022 dan paket PBM 2024. Semua paket bisa dibaca gratis tanpa daftar. Mengerjakan dengan timer dan membuka pembahasan membutuhkan akun Premium.

Bagaimana dengan soal makna dan pilihan kata?

Di paket lama, soal makna kata berbentuk lugas. Paket 2014 punya empat soal sinonim dan antonim, dan paket 2016 menanyakan makna beberapa istilah dalam bacaan. Di paket 2023-2024, bentuknya bergeser ke "kata yang paling tepat menggantikan" dan "kata X dalam kalimat (6) seharusnya...". Di paket 2025 muncul juga "kata bercetak tebal yang penggunaannya tidak tepat".

Bedanya penting. Soal sinonim menguji hafalan arti. Soal penggunaan kata menguji apakah kata itu cocok dengan konteks kalimat. Contoh buatan saya: "Rapat koordinasi dimulai jam 09.00 dan berlangsung selama dua pukul." Dua kata tertukar. "Pukul" menunjukkan waktu, sedangkan "jam" menunjukkan lamanya. Kalimat yang benar: "Rapat koordinasi dimulai pukul 09.00 dan berlangsung selama dua jam."

Pola terbaru setelah 2024 bisa kamu lihat di soal asli PBM 2025, yang memakai satu cetakan 20 nomor di semua paketnya.

Kesalahan apa yang paling sering terjadi saat belajar PBM?

  1. Hanya menghafal daftar kata baku. Porsi ejaan di paket 2023-2024 tinggal sekitar 11%.
  2. Menganggap kalimat panjang otomatis tidak efektif. Kalimat panjang bisa efektif selama subjek, predikat, dan unsur sejajarnya benar.
  3. Mencari kalimat sumbang dari topiknya saja. Kalimat yang topiknya sama tetapi tidak mendukung gagasan utama tetap merusak kepaduan.
  4. Memperlakukan soal pilihan kata sebagai soal sinonim. Di paket baru, yang diuji adalah kecocokan kata dengan konteks.
  5. Melewatkan paket lama sama sekali. Paket 2010-2018 tetap gudang contoh terbaik untuk tanda baca dan kata baku, meski porsinya mengecil.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa kepanjangan PBM di UTBK?

PBM adalah Pemahaman Bacaan dan Menulis. Subtes ini termasuk Tes Potensi Skolastik dan, menurut Kerangka Acuan UTBK di laman SNPMB, berisi 20 soal dalam 25 menit.

Materi PBM apa yang paling sering keluar?

Di paket 2023-2024, pilihan kata (26%), kepaduan paragraf (23%), dan kalimat efektif (18%) adalah tiga kelompok terbesar. Ejaan tinggal sekitar 11%.

Apakah soal PBM tahun lama masih relevan?

Relevan sebagai bank contoh kesalahan berbahasa, terutama tanda baca, kata baku, dan kalimat rancu. Untuk porsi soal yang mirip format sekarang, utamakan paket 2023 ke atas.

Apa bedanya PBM dan LBI?

PBM menguji kebahasaan dan perbaikan teks, seperti ejaan dan kalimat efektif. LBI menguji pemahaman isi bacaan, seperti informasi tersurat dan simpulan.

Apakah ada soal kata baku di PBM?

Ada, sejak paket 2010. Bentuknya bisa berupa deretan kata yang semuanya baku, penulisan kata serapan, atau kata bercetak tebal yang salah tulis.

Artikel Terkait

Baca saja tidak cukup, coba kerjakan soalnya.