Soal Asli PBM UTBK 2026: Materi Kebahasaan yang Keluar 21 April
Paket PBM UTBK 2026 berlabel 21 April baru berisi satu soal pilihan kata. Ini lima soal kebahasaan hari itu dan perbandingannya dengan PBM 2025.

Di halaman ini
- Apa isi paket PBM 2026 hari pertama?
- Materi kebahasaan apa saja yang muncul di paket berlabel 21 April?
- Bagaimana perbandingannya dengan PBM 2025?
- Bagaimana cara mengerjakan soal pilihan kata seperti ini?
- Kesalahan apa yang sering terjadi di soal kebahasaan seperti ini?
- Apa artinya untuk persiapan UTBK 2027?
- Pertanyaan yang sering diajukan
- Berapa soal PBM UTBK 2026 yang ada di Pintarly?
- Apakah soal PBM 2026 bisa dikerjakan gratis?
- Berapa jumlah soal dan waktu PBM di UTBK?
- Apakah materi PBM berubah di 2026?
- Apa beda soal "penggunaan kata" dan "penulisan kata" di PBM?
Paket soal asli PBM UTBK 2026 berlabel 21 April di Pintarly baru berisi satu soal: memilih kata bercetak tebal yang penggunaannya tidak tepat, di dalam bacaan tujuh kalimat tentang bioetanol. Kalau paket PPU dan LBI berlabel tanggal yang sama ikut dihitung, ada lima soal kebahasaan dari hari pertama UTBK 2026. Kelimanya memakai bentuk yang sudah ada di paket 2025. Jadi untuk kamu yang ikut UTBK 2027, kabar pentingnya begini: belum ada tanda materi PBM berganti, dan bank soal 2025 masih jadi bahan latihan utama.
Apa isi paket PBM 2026 hari pertama?
Paket PBM Day 1 21 April 2026 berisi satu soal pilihan ganda. Bacaannya tujuh kalimat bernomor tentang pemanfaatan bioetanol sebagai campuran bensin. Isinya bergerak dari emisi karbon, bahan baku tebu dan jagung, dampak ekonomi bagi petani, rencana campuran bertahap dari E5 sampai E10, sampai risiko bahan baku berebut tempat dengan kebutuhan pangan.
Di bacaan itu ada lima kata bercetak tebal, satu di tiap kalimat yang muncul sebagai pilihan jawaban. Pertanyaannya meminta kamu menunjuk kalimat yang kata tebalnya dipakai tidak tepat. Ejaannya semua benar. Yang diuji adalah apakah kata itu cocok dengan subjek dan maksud kalimatnya.
Soalnya bisa dibaca gratis tanpa daftar. Mengerjakannya dengan timer dan membuka pembahasan membutuhkan akun Premium, jadi artikel ini sengaja tidak membocorkan jawabannya. Yang saya bahas di bawah adalah polanya, lalu contoh buatan saya sendiri yang bentuknya sama.
Satu hal perlu jujur sejak awal. Satu soal tidak cukup untuk menyimpulkan isi PBM 2026 secara utuh. Menurut Kerangka Acuan UTBK di laman SNPMB, PBM berisi 20 soal dalam 25 menit. Paket kita baru memuat sebagian kecil dari satu sesi.
Materi kebahasaan apa saja yang muncul di paket berlabel 21 April?
Label subtes di paket Pintarly adalah cara kami mengelompokkan soal, dan di 2026 isinya ternyata saling beririsan. Soal huruf kapital, misalnya, tersimpan di paket PPU, padahal di 2025 bentuk itu ada di PBM. Karena itu saya mengumpulkan semua soal kebahasaan dari tiga paket berlabel 21 April, bukan hanya dari paket PBM.
| Paket berlabel 21 April | Yang ditanyakan | Materi kebahasaan |
|---|---|---|
| PBM | Kata bercetak tebal yang penggunaannya tidak tepat | Pilihan kata sesuai konteks |
| PPU | Penulisan huruf kapital yang tidak sesuai kaidah, dalam teks pendek tentang sebuah kota | Ejaan (huruf kapital) |
| PPU | Kelompok kata yang berpasangan tetap, dalam teks tentang merajut | Kolokasi dan makna kelompok kata |
| LBI | Fungsi kata penghubung "bahwa" di sebuah kalimat | Kata penghubung |
| LBI | Kalimat lain yang mengungkapkan gagasan kalimat tertentu | Parafrase kalimat |
Paket PPU 21 April juga memuat satu soal bahasa buatan, dan paket LBI memuat empat soal pemahaman bacaan tentang redenominasi rupiah, kimia, dan sifat magnet bahan. Keduanya tidak saya masukkan ke tabel karena bukan soal kebahasaan. Teks merajut muncul di paket PPU dan paket LBI sekaligus, jadi satu bacaan bisa dipakai untuk lebih dari satu jenis pertanyaan.
Bagaimana perbandingannya dengan PBM 2025?
Ini bagian yang paling berguna untuk persiapan. Empat paket PBM 2025 di Pintarly memakai cetakan yang sama: nomor 1 di keempat paket menanyakan hal yang sama, begitu juga nomor 2 dan seterusnya. Rinciannya ada di artikel soal asli PBM UTBK 2025.
Kalau lima soal kebahasaan 21 April dicocokkan ke cetakan 2025, hasilnya begini.
| Soal 2026 (label 21 April) | Bentuk yang sama di paket 2025 |
|---|---|
| Kata tebal yang penggunaannya tidak tepat | PBM nomor 1, ada di keempat paket |
| Huruf kapital yang salah | PBM nomor 5, ada di keempat paket |
| Kelompok kata berpasangan tetap | PPU, satu soal di tiap paket |
| Fungsi kata penghubung | PPU, satu soal di tiap paket |
| Mengungkapkan kembali gagasan kalimat | PBM nomor 19, ada di keempat paket |
Lima dari lima sudah pernah keluar. Tidak ada bentuk soal kebahasaan yang benar-benar baru di paket 21 April. Yang berubah hanya tema bacaannya, dan untuk PBM tema itu tidak penting karena yang dinilai adalah bahasanya, bukan isinya.
Contohnya, soal nomor 1 di paket PBM 3 Juni 2025 memakai bacaan tentang tanaman kemiri sunan. Kalimat tanyanya hampir sama kata per kata dengan soal 2026. Siswa yang sudah terbiasa dengan nomor 1 di paket 2025 tidak akan kaget.
Bagaimana cara mengerjakan soal pilihan kata seperti ini?
Supaya polanya terasa, ini contoh yang saya tulis sendiri dengan bentuk yang sama.
(1) Program bank sampah di kelurahan itu digagas oleh karang taruna. (2) Setiap Sabtu, warga menyetorkan plastik dan kardus bekas. (3) Uang hasil penjualan sampah diboroskan untuk membeli tempat sampah terpilah. (4) Dalam setahun, jumlah nasabah melonjak dari 40 menjadi 85 keluarga. (5) Pengurus kini menjajaki kerja sama dengan pabrik daur ulang.
Penggunaan kata bercetak miring yang tidak tepat terdapat pada kalimat nomor ...
Kerjakan dengan tiga langkah.
- Cek apakah subjek kalimat bisa melakukan kata kerja itu. Karang taruna bisa menggagas, warga bisa menyetorkan, jumlah bisa melonjak, pengurus bisa menjajaki. Semua lolos.
- Cek nilai rasa kata terhadap isi kalimat. "Diboroskan" bermakna dipakai secara berlebihan dan sia-sia. Padahal kalimat (3) menceritakan uang yang dipakai untuk hal berguna. Nilai rasanya bertabrakan.
- Ganti kata yang dicurigai dengan sinonim netral, lalu baca ulang. "Uang hasil penjualan sampah digunakan untuk membeli tempat sampah terpilah" langsung terasa benar.
Jawabannya kalimat (3). Cek juga angkanya supaya kalimat (4) tidak kamu curigai tanpa alasan: dari 40 ke 85 keluarga berarti naik 45 keluarga, atau sekitar 2,1 kali lipat. Kenaikan sebesar itu wajar disebut melonjak.
Soal asli 2026 bekerja dengan cara yang sama. Ada kata yang ejaannya benar, maknanya ada di kamus, tetapi tidak cocok dengan pelaku atau maksud kalimatnya. Kumpulan kiat singkat untuk soal sejenis ada di halaman tips PBM.
Kesalahan apa yang sering terjadi di soal kebahasaan seperti ini?
- Tertukar antara "penggunaan" dan "penulisan". Di paket 2025, nomor 1 menanyakan kata yang penggunaannya tidak tepat, sedangkan nomor 10 dan 16 menanyakan kata yang penulisannya salah. Yang pertama soal makna dan konteks. Yang kedua soal ejaan, misalnya "kerja sama" yang ditulis terpisah atau gabungan kata yang harus disambung. Baca kalimat tanyanya dua kali.
- Menilai kata dari kamus, bukan dari kalimat. Semua kata tebal di soal jenis ini biasanya ada di KBBI. Pertanyaannya bukan "kata ini ada atau tidak", tetapi "kata ini pas di sini atau tidak".
- Mencurigai kata yang terdengar asing. Kata seperti "digagas" atau "menjajaki" di contoh tadi terdengar formal, tetapi formal tidak sama dengan salah. Ukurannya tetap satu: cocok atau tidak dengan pelaku dan maksud kalimat.
- Menyimpulkan isi PBM 2026 dari satu soal. Paket kita baru berisi satu soal PBM. Jangan mengurangi latihan ejaan atau kepaduan paragraf hanya karena belum muncul di paket 2026.
- Mengabaikan label lain. Karena soal huruf kapital 2026 tersimpan di paket PPU, siswa yang hanya membuka paket PBM akan melewatkannya. Buka juga paket PPU berlabel 21 April.
Apa artinya untuk persiapan UTBK 2027?
Per 26 Oktober 2026, SNPMB belum mengumumkan jadwal maupun aturan untuk 2027. Jadi tidak ada dasar untuk mengatakan materi PBM 2027 akan berubah. Yang bisa dipegang adalah pola paket yang sudah ada.
Rencana yang masuk akal dari data di atas:
- Jadikan empat paket PBM 2025 sebagai bank latihan utama. Isinya 81 soal dengan porsi ejaan, pilihan kata, kalimat efektif, dan kepaduan paragraf yang hampir rata.
- Pakai paket 2026 sebagai patokan bentuk terbaru, bukan sebagai daftar materi. Bentuknya cocok dengan 2025, dan itu informasi yang berguna.
- Latih kecepatan. Dua puluh soal dalam 25 menit berarti sekitar 75 detik per soal, termasuk membaca teksnya.
- Sisihkan satu sesi khusus untuk soal pilihan kata dalam konteks, karena bentuk ini muncul di 2025 dan muncul lagi di 2026.
Penjelasan umum tentang subtesnya ada di halaman subtes PBM.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa soal PBM UTBK 2026 yang ada di Pintarly?
Per 26 Oktober 2026, paket PBM berlabel 21 April berisi satu soal. Soal kebahasaan lain dari tanggal yang sama tersimpan di paket PPU (dua soal) dan LBI (dua soal).
Apakah soal PBM 2026 bisa dikerjakan gratis?
Soalnya bisa dibaca gratis tanpa daftar. Mengerjakan dengan timer dan membuka pembahasan membutuhkan akun Premium.
Berapa jumlah soal dan waktu PBM di UTBK?
Menurut Kerangka Acuan UTBK di laman SNPMB, PBM berisi 20 soal dengan waktu 25 menit. Cek laman resmi SNPMB untuk aturan tahun ujianmu, karena ketentuannya bisa berubah.
Apakah materi PBM berubah di 2026?
Dari lima soal kebahasaan berlabel 21 April, kelimanya memakai bentuk yang sudah ada di paket 2025. Paket 2026 memang masih tipis, jadi belum bisa memastikan seluruh isi ujiannya.
Apa beda soal "penggunaan kata" dan "penulisan kata" di PBM?
Soal penggunaan menanyakan apakah makna kata cocok dengan kalimatnya. Soal penulisan menanyakan apakah ejaannya benar, misalnya penulisan gabungan kata atau imbuhan. Keduanya sama-sama memakai kata bercetak tebal, jadi mudah tertukar.


