Strategi

Soal Asli PM SNBT 2025 per Sesi: Peta Paket Day 1 sampai Day 8

Peta 11 paket soal asli PM UTBK 2025 per hari dan sesi: lima kerangka soal cerita yang selalu berulang, contoh hitungan, dan sesi mana yang dikerjakan dulu.

Oleh Diterbitkan 26 Okt 2026 9 menit baca
Di halaman ini

Soal asli PM UTBK 2025 hampir selalu dibangun dari lima konteks cerita, masing-masing dengan empat soal: memilih orang dari dua kelompok, pola bilangan, bayangan lampu, diagram data mingguan, dan susunan panel persegi berbingkai. Polanya terlihat jelas setelah kami membaca 165 soal di 11 paket PM SNBT 2025 yang sudah tayang di Pintarly. Jadi kalau kamu bertanya "sesi saya dapat soal seperti apa", jawabannya: ceritanya berganti, kerangkanya hampir sama. Di bawah ini peta paketnya per hari dan sesi, lalu cara memakai peta itu untuk latihan.

Berapa soal dan berapa menit PM di UTBK?

Menurut Kerangka Acuan UTBK di laman SNPMB, subtes Penalaran Matematika berisi 20 soal dengan waktu 42,5 menit. Kamu mungkin menemukan angka 30 menit di beberapa situs. Yang dipakai di sini adalah angka dari SNPMB, dan sebaiknya kamu tetap mengecek laman resminya karena aturan bisa diperbarui tiap tahun.

Dengan 42,5 menit untuk 20 soal, jatahmu sekitar 127 detik per soal. Kedengarannya lega. Kenyataannya tidak, karena setiap konteks dibuka dengan bacaan panjang yang harus kamu pahami sekali, lalu dipakai untuk empat soal sekaligus. Jatah per konteks sekitar 8,5 menit. Kalau bacaan pertama memakan tiga menit, sisa waktu untuk empat soalnya tinggal sekitar lima setengah menit.

Paket yang utuh di Pintarly berisi 20 soal dalam lima kelompok bacaan. Jumlah 20 itu sama dengan jumlah soal PM resmi. Pembagian 5 konteks kali 4 soal adalah pola yang kami lihat di paket, bukan aturan yang ditulis SNPMB.

Peta paket PM SNBT 2025 per hari dan sesi

Tabel ini merangkum isi tiap paket yang sudah tayang. Kolom konteks ditulis singkat supaya kamu bisa langsung melihat pengulangannya.

PaketJumlah soalKonteks cerita di dalamnya
Day 1 Sesi 120memilih pengurus RT (15 laki-laki, 10 perempuan); kertas berpetak 8 × 8 dengan bilangan berlipat dua; bayangan meja segitiga di bawah lampu; diagram pasokan dan penjualan gula pasir; sawah yang dibagi petak
Day 1 Sesi 24pantulan gedung di genangan air
Day 2 Sesi 119panitia gapura dari keluarga utara dan selatan jalan; 64 kotak berisi kelereng; bayangan tiang lampu di lapangan; diagram stok minyak goreng; papan reklame dari papan persegi
Day 2 Sesi 212acara keakraban RT; kotak kelereng biru dan hijau; bayangan di dinding dan tiang lampu
Day 3 Sesi 120acara keakraban RT; dua tangga berisi kotak kelereng; bayangan meja bundar; diagram beras mentik wangi; penyekat kaca ruang praktik
Day 3 Sesi 220rombongan klub sepeda membawa bendera; pertumbuhan tinggi pohon per tahun; bayangan oleh lampu dan cermin di aula; diagram beras mentik wangi; sekat ruang tamu
Day 4 Sesi 14dua bayangan benda karena lampu dan cermin
Day 4 Sesi 220calon kepala daerah memilih masalah ekonomi dan pendidikan; jarak sepeda menuruni bukit; bayangan oleh lampu jalan; diagram pasien BPJS dan non-BPJS; dinding kaca toko mainan
Day 5 Sesi 120membagikan bacaan ke tiga siswa; tumpukan baja ringan; pandangan dari kantor di gedung tinggi; diagram pasien BPJS masuk dan keluar; jendela dari panel kaca
Day 7 Sesi 216bantuan untuk kelurahan di barat dan timur sungai; pandangan dari jendela kantor; diagram nilai ulangan dua kelompok; kanopi kaca berangka baja
Day 8 Sesi 110tarif air minum yang naik bertingkat; lampu jalan di pertigaan; panel surya berangka

Beberapa paket belum utuh. Day 1 Sesi 2 dan Day 4 Sesi 1 baru berisi 4 soal, sedangkan paket Day 6 dan sebagian sesi Day 5 serta Day 7 belum tayang per 26 Oktober 2026. Soal di semua paket bisa kamu baca gratis tanpa daftar. Mengerjakan dengan timer dan membuka pembahasan butuh Premium.

Lima kerangka yang berulang di hampir setiap sesi

Kalau tabel di atas dibaca per kolom, kelihatan lima kerangka yang muncul lagi dan lagi.

  1. Memilih orang dari dua kelompok. Laki-laki dan perempuan, keluarga utara dan selatan jalan, kelurahan barat dan timur sungai. Isinya permutasi, kombinasi, dan peluang dengan syarat.
  2. Pola bilangan. Isi kotak yang berlipat dua, tinggi pohon per tahun, jarak sepeda per detik, tarif air per meter kubik. Kadang barisan geometri, kadang selisihnya sendiri yang membentuk pola.
  3. Bayangan, pantulan, dan garis pandang. Lampu, tiang, dinding, cermin, genangan, jendela gedung. Hampir semuanya kesebangunan segitiga.
  4. Diagram data harian dalam seminggu. Pasokan dan penjualan barang, atau jumlah pasien. Empat soalnya punya urutan yang mirip; ini kami bahas terpisah di artikel tentang soal PM dengan tabel dan grafik.
  5. Panel persegi berbingkai. Kaca, papan, atau sel surya berukuran sama yang disusun dalam baris dan kolom, dipisah rangka dengan lebar tertentu.

Day 3 Sesi 1, Day 4 Sesi 2, dan Day 5 Sesi 1 memuat kelima kerangka ini lengkap, jadi tiga paket itu paling pas untuk simulasi satu sesi penuh. Mulai dari PM 2025 Day 3 Sesi 1 atau PM 2025 Day 5 Sesi 1. Day 1 Sesi 1 hampir sama lengkapnya, hanya konteks terakhirnya berupa luas sawah yang dibagi petak, bukan panel berbingkai.

Dua contoh soal yang ditulis ulang dari kerangka 2025

Kedua soal di bawah kami tulis ulang dengan angka dan cerita sendiri. Soal aslinya tetap bisa kamu baca di paket PM 2025 Day 1 Sesi 1 dan paket lain di tabel atas.

Kerangka memilih dari dua kelompok

Rapat karang taruna dihadiri 12 laki-laki dan 9 perempuan. Akan dipilih ketua, wakil, dan sekretaris (tiga orang berbeda). Berapa banyak susunan pengurus jika sekretarisnya harus perempuan?

Isi posisi yang bersyarat lebih dulu. Sekretaris punya 9 pilihan. Setelah itu tersisa 20 orang untuk ketua dan wakil, dan urutannya berpengaruh karena jabatannya berbeda:

9×20×19=3.4209 \times 20 \times 19 = 3.420

Soal kedua dari konteks yang sama biasanya meminta peluang. Misalnya, dipilih 3 orang secara acak untuk mewakili RT. Berapa peluang yang terpilih bukan semuanya laki-laki dan bukan semuanya perempuan?

Hitung lewat komplemen. Banyak cara memilih 3 dari 21 orang adalah (213)=1.330\binom{21}{3} = 1.330. Semua laki-laki ada (123)=220\binom{12}{3} = 220 cara, semua perempuan (93)=84\binom{9}{3} = 84 cara. Jadi peluangnya

1.330−220−841.330=1.0261.330=2735.\frac{1.330 - 220 - 84}{1.330} = \frac{1.026}{1.330} = \frac{27}{35}.

Perhatikan dua hal. Jabatan berbeda berarti permutasi, sedangkan "dipilih tiga orang" tanpa jabatan berarti kombinasi. Setiap kali syaratnya berbunyi "campuran" atau "tidak semuanya sama", hitung yang dilarang lalu kurangkan. Itu hampir selalu lebih cepat daripada menjumlahkan kasus satu per satu.

Kerangka panel persegi berbingkai

Kerangka ini terlihat seperti soal geometri, padahal intinya menghitung jumlah garis rangka.

Sebuah jendela toko terdiri atas panel kaca persegi berukuran 60 cm × 60 cm, disusun 4 kolom dan 3 baris. Setiap panel dikelilingi rangka selebar 5 cm, termasuk rangka di tepi luar. Berapa ukuran jendela seluruhnya?

Dalam arah mendatar ada 4 panel dan 5 batang rangka tegak (satu di kiri, tiga di antara panel, satu di kanan):

4×60+5×5=265 cm4 \times 60 + 5 \times 5 = 265 \text{ cm}

Dalam arah tegak ada 3 panel dan 4 batang rangka mendatar:

3×60+4×5=200 cm3 \times 60 + 4 \times 5 = 200 \text{ cm}

Jadi ukurannya 265 cm × 200 cm. Soal lanjutan biasanya membalik arah pertanyaan: ukuran dinding sudah diketahui, lalu kamu diminta mencari berapa panel yang muat. Rumusnya sama, hanya dibaca mundur. Beberapa paket memakai lebar rangka yang berbeda untuk tepi dan bagian tengah, jadi baca angkanya satu per satu.

Sesi pagi dan siang, apakah tingkat kesulitannya beda?

Dari paket yang ada, tidak terlihat pola bahwa sesi 2 lebih mudah atau lebih sulit dari sesi 1. Yang berbeda adalah ceritanya dan angkanya. Day 3 Sesi 1 dan Day 3 Sesi 2 bahkan sama-sama memakai konteks penjualan beras mentik wangi, tetapi konteks lainnya berganti. Day 2 Sesi 2 dan Day 3 Sesi 1 sama-sama memakai acara keakraban RT dengan 8 keluarga di utara jalan dan 12 di selatan.

Artinya, menghafal angka dari sesi orang lain tidak berguna. Yang berguna adalah terbiasa dengan kerangkanya sampai kamu bisa mengenali jenis soal dari kalimat pertama bacaan.

Kesalahan yang paling sering terjadi saat mengerjakan paket per sesi

  • Mengerjakan per soal, bukan per bacaan. Kalau kamu melompat-lompat, kamu harus membaca ulang konteksnya. Kerjakan keempat soal dari satu bacaan berturut-turut.
  • Menganggap pola pertama adalah aturan. Pada barisan seperti 1, 2, 4, 7 (jarak sepeda di Day 4 Sesi 2), yang membentuk pola adalah selisihnya, bukan rasionya. Cek tiga suku sebelum menyimpulkan.
  • Lupa bahwa pantulan cermin membuat dua bayangan. Konteks aula di Day 3 Sesi 2 dan Day 4 Sesi 1 punya bayangan dari sinar langsung dan dari cermin. Gambar keduanya sebelum menghitung.
  • Salah memilih permutasi atau kombinasi. Tanyakan: apakah menukar dua orang menghasilkan susunan berbeda? Kalau ya, permutasi.
  • Menghitung rangka tanpa batang tepi. Panel nn selalu butuh n+1n + 1 batang rangka kalau tepi luarnya ikut berangka.

Cara memakai peta ini untuk latihan

Mulai dari kerangka yang paling lemah. Kalau peluang membuatmu ragu, kerjakan konteks pertama di lima paket berbeda secara berurutan. Ini lebih cepat membangun refleks daripada mengerjakan satu paket dari depan ke belakang.

Setelah itu, simulasikan satu sesi utuh dengan batas 42,5 menit. Untuk rumus yang perlu kamu ingat di luar kepala, seperti kombinasi, barisan, dan simpangan baku, ringkasannya ada di kumpulan rumus Penalaran Matematika. Kalau kamu ingin melihat paket dari hari terakhir, PM 2025 Day 8 Sesi 1 memuat tarif bertingkat dan panel surya, dua variasi yang jarang muncul di hari lain.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah soal PM 2025 di Pintarly sama persis dengan yang keluar saat ujian?

Anggap paket ini sebagai rujukan bentuk dan kerangka soal, bukan bahan hafalan angka. Sebagian paket juga belum lengkap 20 soal, jadi jangan menyimpulkan isi satu sesi hanya dari paket yang pendek.

Kenapa ada paket yang hanya berisi 4 soal?

Day 1 Sesi 2 dan Day 4 Sesi 1 baru memuat satu konteks. Paket yang utuh berisi 20 soal dalam lima konteks.

Sesi mana yang sebaiknya saya kerjakan dulu?

Day 3 Sesi 1, Day 4 Sesi 2, atau Day 5 Sesi 1. Ketiganya utuh dan memuat kelima kerangka, jadi cocok untuk simulasi satu sesi penuh.

Berapa lama waktu mengerjakan PM di UTBK?

Menurut Kerangka Acuan UTBK di laman SNPMB, 42,5 menit untuk 20 soal. Cek ulang laman resminya menjelang ujian.

Apakah bisa membaca pembahasannya?

Soalnya bisa dibaca gratis tanpa daftar. Mengerjakan dengan timer dan membuka pembahasan butuh Premium.

Artikel Terkait

Baca saja tidak cukup, coba kerjakan soalnya.