Strategi

Soal PM UTBK dengan Tabel dan Grafik: Cara Membaca Data Cepat dari Soal Asli

Cara membaca soal PM UTBK dengan tabel dan diagram batang dari soal asli 2025: empat soal yang selalu muncul bersama, contoh lengkap, dan trik simpangan baku.

Oleh Diterbitkan 26 Okt 2026 8 menit baca
Di halaman ini

Soal penalaran matematika dengan tabel atau grafik paling cepat dikerjakan kalau kamu membaca diagramnya sekali saja, menyalin angkanya ke tabel kecil buatanmu, lalu menjawab semua soal dari tabel itu. Di paket PM UTBK 2025, konteks diagram hampir selalu berupa diagram batang data harian selama satu minggu, dan empat soal yang menyertainya datang dengan urutan yang mirip. Kalau kamu sudah tahu urutannya, kamu bisa menyiapkan hitungan yang dibutuhkan sebelum membaca soal pertama.

Seperti apa soal PM yang memakai tabel dan grafik?

Ada beberapa bentuk penyajian data di paket soal asli PM yang tayang di Pintarly.

Bentuk dataContoh konteksPaket
Diagram batang berpasangan per haripasokan dan penjualan gula, minyak goreng, berasPM 2025 Day 1 Sesi 1, Day 2 Sesi 1, Day 3 Sesi 1, Day 3 Sesi 2
Diagram batang dua kategori per haripasien BPJS dan non-BPJS, pasien masuk dan keluarPM 2025 Day 4 Sesi 2, Day 5 Sesi 1
Diagram frekuensi dua kelompoknilai ulangan kelompok A dan BPM 2025 Day 7 Sesi 2
Diagram lingkaran plus diagram alirjumlah pelamar per posisi dan tahap seleksiPM 2024
Tabel biasakonsumsi bensin motor, omzet toko mebel, jadwal pelayanan desaPM 2016, PM 2023

Diagram batang berpasangan paling sering muncul. Satu hari punya dua batang, misalnya pasokan dan terjual, dan pertanyaannya hampir selalu soal selisih kedua batang itu, bukan tinggi batangnya sendiri. Contohnya bisa kamu baca di paket PM 2025 Day 3 Sesi 2 (beras) dan paket PM 2025 Day 4 Sesi 2 (pasien rumah sakit). Soalnya bisa dibaca gratis tanpa daftar; mengerjakan dengan timer dan membuka pembahasan butuh Premium.

Empat soal yang hampir selalu datang bersama

Ada tujuh konteks diagram di paket PM 2025 yang tayang. Enam di antaranya memakai urutan empat soal yang persis seperti tabel ini.

UrutanYang dimintaKeterampilan yang diuji
Soal 1membaca satu nilai dari diagram: hari dengan nilai terbesar, selisih terbesar antara dua batang, atau hari tanpa pasienmembaca skala dan membandingkan
Soal 2menilai tiga pernyataan benar atau salahmenghitung stok kumulatif, rata-rata, total
Soal 3keuntungan atau pendapatan dalam juta rupiahpersen dan satuan
Soal 4hari yang nilainya lebih dari rata-rata ditambah seperempat simpangan bakurata-rata dan simpangan baku

Soal keempat ini yang paling menarik. Ambang "rata-rata ditambah 14\frac{1}{4} simpangan baku" muncul di ketujuh konteks: gula, minyak goreng, beras, pasien BPJS, sampai nilai ulangan. Kalau kamu hanya punya waktu menguasai satu hitungan statistik untuk PM, kuasai yang ini.

Konteks ketujuh, nilai ulangan di paket PM 2025 Day 7 Sesi 2, sedikit berbeda karena datanya berupa frekuensi. Soal benar-salahnya membahas median dan modus, dan soal uangnya diganti perubahan rata-rata setelah nilai ditambah atau dikurangi. Ambang seperempat simpangan bakunya tetap ada.

Urutan baca data yang memangkas waktu

  1. Baca judul dan satuan. Kuintal, ton, kiloliter, atau orang. Satuan ini menentukan konversi di soal keuntungan nanti.
  2. Baca legenda. Pada diagram berpasangan, pastikan kamu tahu batang mana yang pasokan dan mana yang terjual. Warna dan arsiran gampang tertukar saat panik.
  3. Cek skala sumbunya. Garis bantu kadang tiap 2 satuan, bukan tiap 1.
  4. Salin semua angka ke tabel kecil di kertas buram: satu baris per kategori, satu kolom per hari.
  5. Tambahkan satu kolom turunan yang hampir pasti ditanya: selisih, atau stok akhir hari.
  6. Baru baca soalnya satu per satu, dan jawab dari tabelmu, bukan dari diagram.

Langkah 4 terasa membuang waktu, padahal justru menghemat. Kamu membaca diagram satu kali untuk empat soal, bukan empat kali.

Contoh lengkap dengan data buatan

Data berikut kami buat sendiri dengan pola yang sama seperti konteks pasokan dan penjualan di paket 2025.

Toko tani mencatat pasokan dan penjualan pupuk (dalam kuintal) selama satu minggu. Sebelum Senin, toko masih menyimpan 2 kuintal. Stok akhir suatu hari adalah stok hari sebelumnya ditambah pasokan hari itu, dikurangi penjualan hari itu.

HariPasokanTerjualStok akhir
Senin653
Selasa874
Rabu242
Kamis983
Jumat360
Sabtu1091
Minggu331

Kolom stok akhir kamu hitung sendiri, dari atas ke bawah: 2+6−5=32 + 6 - 5 = 3, lalu 3+8−7=43 + 8 - 7 = 4, dan seterusnya.

Pertanyaan 1: pada hari apa penjualan paling banyak melebihi pasokan? Hitung terjual dikurangi pasokan. Rabu 2, Jumat 3, hari lain nol atau negatif. Jawabannya Jumat.

Pertanyaan 2: tentukan benar atau salah.

  • "Stok habis terjadi tepat satu kali dalam minggu itu." Benar, hanya Jumat yang stok akhirnya 0.
  • "Rata-rata penjualan per hari adalah 6 kuintal." Benar, total terjual 42 dibagi 7.
  • "Penjualan paling banyak melebihi pasokan terjadi hari Rabu." Salah, Jumat lebih besar.

Pertanyaan 3: harga jual pupuk Rp1.200.000 per kuintal, dan biaya pokok ditambah operasional sebesar 70% dari total penjualan. Total penjualan 42×1,2=50,442 \times 1{,}2 = 50{,}4 juta rupiah. Keuntungan 30% dari itu, yaitu 15,12 juta rupiah.

Pertanyaan 4: penjualan dianggap tinggi kalau lebih dari rata-rata ditambah 14\frac{1}{4} simpangan baku. Hari apa saja?

Rata-ratanya 6. Simpangan dari rata-rata: −1,1,−2,2,0,3,−3-1, 1, -2, 2, 0, 3, -3. Jumlah kuadratnya 1+1+4+4+0+9+9=281 + 1 + 4 + 4 + 0 + 9 + 9 = 28, sehingga ragamnya 28:7=428 : 7 = 4 dan simpangan bakunya 2. Ambangnya

6+14×2=6,5.6 + \frac{1}{4} \times 2 = 6{,}5.

Hari dengan penjualan di atas 6,5 adalah Selasa (7), Kamis (8), dan Sabtu (9).

Kami memakai simpangan baku yang dibagi nn, seperti yang lazim di buku SMA. Di data ini, hasilnya tidak berubah kalau dibagi n−1n - 1: ambangnya menjadi sekitar 6,54 dan hari yang terpilih tetap sama.

Trik menghitung simpangan baku tanpa akar yang ribet

Kalau ragamnya bilangan kuadrat seperti 4, 9, atau 16, simpangan bakunya langsung ketemu. Kalau tidak, kamu tetap tidak perlu menghitung akar dengan teliti.

Syarat "lebih dari rata-rata ditambah 14\frac{1}{4} simpangan baku" bisa ditulis ulang begini:

x−xˉ>s4⟺16(x−xˉ)2>s2 (untuk x>xˉ)x - \bar{x} > \frac{s}{4} \quad\Longleftrightarrow\quad 16(x - \bar{x})^2 > s^2 \text{ (untuk } x > \bar{x}\text{)}

Jadi cukup bandingkan 16 kali kuadrat simpangan sebuah data dengan ragamnya. Di contoh tadi, Selasa punya simpangan 1, dan 16×1=1616 \times 1 = 16 lebih dari ragam 4, jadi Selasa lolos. Tidak ada akar yang perlu dihitung.

Trik ini juga cepat menyingkirkan data. Data yang ada di bawah rata-rata langsung gugur tanpa dihitung.

Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Menghitung stok tanpa stok awal. Kalimat "sebelum Senin masih ada sisa" mudah terlewat, padahal mengubah semua stok harian.
  • Membandingkan tinggi batang, bukan selisihnya. Soal "paling banyak melebihi" meminta selisih terbesar, bukan penjualan terbesar.
  • Salah membaca legenda pada diagram batang berpasangan, sehingga pasokan dan terjual tertukar.
  • Lupa konversi satuan. Data dalam kuintal atau ton, sementara harga per kilogram atau per liter. Satu kuintal adalah 100 kg, satu ton 1.000 kg, satu kiloliter 1.000 liter.
  • Memakai persen pada dasar yang salah. "Biaya 70% dari penjualan" berbeda dengan "biaya 70% dari pasokan".

Soal PM tabel dan grafik di luar konteks penjualan

Di paket 2024, data muncul dalam bentuk yang lebih beragam: diagram lingkaran jumlah pelamar yang digabung dengan diagram alir tahap seleksi, data ekspor hasil perkebunan, dan tabel kuota pasien rumah sakit. Prinsipnya tetap sama. Salin datanya ke tabelmu, tambahkan kolom yang ditanya, baru jawab. Untuk konteks yang memakai diagram alir, cara melacaknya kami bahas di artikel soal flowchart di UTBK.

Kalau kamu ingin melihat di sesi mana saja diagram data ini muncul pada 2025, petanya ada di artikel soal asli PM SNBT 2025 per sesi. Rumus rata-rata, ragam, dan simpangan baku ada di kumpulan rumus Penalaran Matematika.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah soal tabel dan grafik di PM butuh kalkulator?

Di paket yang kami baca, datanya berupa angka bulat kecil, jadi hitungan manual cukup. Yang dibutuhkan adalah urutan hitung yang rapi, bukan alat hitung.

Rumus simpangan baku mana yang dipakai, dibagi n atau n − 1?

Buku SMA umumnya memakai pembagi nn. Pada data seperti contoh di atas, kedua rumus menghasilkan jawaban yang sama karena ambangnya jatuh di antara dua data.

Kenapa "seperempat simpangan baku" sering muncul?

Ambang ini muncul berulang di paket PM 2025 sebagai batas "tinggi", "aman", atau "tuntas". Kami tidak menemukan penjelasan resmi soal pemilihannya, jadi anggap saja sebagai pola yang sering keluar dan latih hitungannya.

Bagaimana kalau diagramnya sulit dibaca karena garis bantunya sedikit?

Bandingkan ujung batang dengan garis bantu terdekat, lalu cek apakah totalnya masuk akal dengan informasi lain di bacaan. Di diagram beras PM 2025, misalnya, semua ujung batang jatuh tepat di garis bantu.

Di paket mana saya bisa berlatih membaca diagram nilai?

Paket PM 2025 Day 7 Sesi 2 memuat diagram nilai ulangan dua kelompok dengan pertanyaan rata-rata, median, dan modus.

Artikel Terkait

Baca saja tidak cukup, coba kerjakan soalnya.