Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Teks Fiksi: Cerpen, Penggalan Novel, dan Puisi
Contoh soal TKA Bahasa Indonesia SMP teks fiksi dari cerpen dan puisi: watak, konflik, amanat, makna kias, plus soal MCMA dan benar-salah dengan kalimat bukti.

Di halaman ini
- Seperti apa teks fiksi di TKA SMP?
- Contoh 1: cerpen dan enam soal
- Contoh 2: puisi dan lima soal
- Bagaimana cara menemukan kalimat bukti?
- Kesalahan yang sering terjadi
- Pertanyaan yang sering diajukan
- Apakah penggalan novel juga keluar di TKA SMP?
- Apakah ada soal menjodohkan atau isian untuk teks fiksi?
- Apakah soal ini mirip soal asli?
- Di mana bisa latihan soal teks fiksi TKA SMP lainnya?
- Kapan TKA SMP 2027 berlangsung?
Soal teks fiksi TKA Bahasa Indonesia SMP menanyakan lima hal yang berulang: watak tokoh, konflik, amanat, makna bahasa kias, dan perbandingan sikap antartokoh. Teksnya bisa berupa cerpen, penggalan novel, atau puisi. Kuncinya satu: setiap jawaban harus bisa kamu tunjukkan bukti kalimatnya di teks.
Di bawah ini ada dua teks buatan sendiri, sebuah cerpen dan sebuah puisi, masing-masing dengan soal dan pembahasannya. Bentuk soalnya mengikuti TKA: pilihan ganda, pilih lebih dari satu jawaban (MCMA), dan benar-salah.
Seperti apa teks fiksi di TKA SMP?
Kerangka asesmen TKA SMP (Peraturan Kepala BSKAP Nomor 047/H/AN/2025) menetapkan ciri teks fiksi yang dipakai. Ciri ini menentukan jenis pertanyaan yang mungkin muncul.
| Ciri teks fiksi SMP | Akibatnya untuk soal |
|---|---|
| Faktual (sejarah, biografi) atau realisme | ceritanya masuk akal, bukan dongeng fantasi |
| Tokoh berkarakter bulat | watak bisa berubah, jadi baca sampai akhir |
| Konflik tunggal atau jamak | bisa ada konflik batin dan konflik dengan tokoh lain sekaligus |
| Alur campuran | ada kilas balik, urutan cerita tidak sama dengan urutan kejadian |
| Sudut pandang orang ketiga | tokoh disebut namanya atau "ia", bukan "aku" |
| Panjang 200-250 kata | kecuali puisi |
Subkompetensi yang diuji untuk fiksi antara lain mengenali latar dari pilihan kata, menyimpulkan tokoh dan nilai, menjelaskan bahasa kias dan citraan, menilai relevansi peristiwa dengan kehidupan sehari-hari, dan menyimpulkan respons emosional. Daftar lengkapnya ada di materi TKA Bahasa Indonesia SMP.
Contoh 1: cerpen dan enam soal
Cerpen berikut ditulis untuk latihan ini. Panjangnya sekitar 220 kata, mendekati teks TKA.
Tangan Dimas masih dingin ketika Bu Ratna memanggil kelompok mereka ke depan aula. Gladi drama kelas 9B tinggal dua hari lagi.
Kemarin sore, di tengah latihan, Dimas lupa dialognya. Ia berdiri mematung, lalu seisi aula tertawa. Sejak itu ia hanya ingin menghilang.
"Aku mundur saja," katanya kepada Laras sepulang sekolah. "Raka lebih hafal naskahnya. Biar dia yang jadi Pak Lurah."
Laras tidak langsung menjawab. Ia membuka buku naskah yang penuh coretan pensil. "Raka hafal dialognya, tapi kamu yang mengubah adegan pasar jadi lucu. Kalau kamu mundur, adegan itu ikut hilang."
"Mereka menertawakanku, Ras."
"Mereka tertawa karena kaget. Tahun lalu aku juga jatuh di panggung waktu lomba puisi, ingat? Aku malah membaca ulang dari bait pertama."
Dimas teringat kejadian itu. Laras tersandung kabel mikrofon, bangkit, lalu tersenyum seolah memang direncanakan. Juri bahkan memujinya.
Malam itu Dimas menempelkan potongan dialog di cermin kamarnya. Ia membacanya keras-keras sampai ibunya mengetuk pintu dan ikut tertawa.
Keesokan harinya ia datang lebih pagi. Ia meminta Raka membacakan dialog lawan mainnya berulang kali, sampai kalimat-kalimat itu terasa seperti ucapannya sendiri. Raka sempat bertanya mengapa Dimas tidak jadi mundur. Dimas hanya mengangkat bahu dan tersenyum.
Kini, di depan aula, Dimas menarik napas panjang. Ia melirik Laras di barisan belakang. Laras mengangkat ibu jarinya. Dimas melangkah ke tengah panggung, dan kali ini suaranya tidak bergetar.
Soal 1. Watak Laras yang paling tepat berdasarkan dialognya adalah ....
- A. keras kepala
- B. suka memaksa
- C. pandai menyemangati
- D. mudah tersinggung
Jawaban: C. Bukti: "Raka hafal dialognya, tapi kamu yang mengubah adegan pasar jadi lucu." Laras tidak menyuruh Dimas tetap ikut, ia menunjukkan alasan agar Dimas mau bertahan. Pilihan B terdengar mirip, tetapi tidak ada kalimat yang memaksa.
Soal 2. Konflik utama yang dialami Dimas adalah ....
- A. pertengkaran dengan Raka soal peran
- B. rasa malu yang membuatnya ingin mundur
- C. larangan ibunya untuk ikut drama
- D. perselisihan Laras dengan Bu Ratna
Jawaban: B. Bukti: "Sejak itu ia hanya ingin menghilang" dan "Aku mundur saja." Konfliknya konflik batin. Raka tidak pernah berselisih dengan Dimas, malah membantunya berlatih.
Soal 3. Peristiwa yang paling awal terjadi menurut urutan waktu adalah ....
- A. Dimas menempelkan dialog di cermin
- B. Laras tersandung kabel mikrofon saat lomba puisi
- C. Bu Ratna memanggil kelompok ke depan aula
- D. Dimas lupa dialog saat latihan
Jawaban: B. Kejadian itu terjadi "tahun lalu" dan diceritakan saat Dimas "teringat". Urutan kejadian sebenarnya: Laras jatuh tahun lalu, Dimas lupa dialog kemarin sore, Dimas berbicara dengan Laras, malamnya menempel dialog di cermin, lalu dipanggil ke depan aula. Cerita justru dibuka dengan peristiwa terakhir, lalu mundur ke kemarin sore dan ke tahun lalu. Inilah ciri alur campuran.
Soal 4. Makna ungkapan "hanya ingin menghilang" dalam cerita adalah ....
- A. ingin pindah sekolah
- B. ingin bersembunyi dari rasa malu
- C. ingin tidur lebih awal
- D. ingin meninggalkan Laras
Jawaban: B. Ungkapan itu muncul tepat setelah "seisi aula tertawa", jadi artinya kias, bukan benar-benar menghilang.
Soal 5 (MCMA). Pilih semua pernyataan yang menunjukkan perubahan sikap Dimas.
- A. Dimas menempelkan potongan dialog di cermin.
- B. Dimas meminta Raka menggantikannya.
- C. Suara Dimas tidak bergetar di panggung.
- D. Tangan Dimas dingin ketika dipanggil.
Jawaban: A dan C. Keduanya terjadi setelah percakapan dengan Laras dan menunjukkan Dimas berusaha, lalu berani. Pilihan B adalah sikap sebelum berubah. Pilihan D menunjukkan gugup, bukan perubahan. Tokoh bulat seperti Dimas inilah yang membuat soal watak di SMP lebih sulit daripada di SD.
Soal 6 (benar-salah). Bandingkan sikap Laras dan Dimas saat menghadapi kegagalan.
| Pernyataan | Jawaban |
|---|---|
| Laras pernah gagal di panggung, lalu melanjutkan penampilannya. | Benar |
| Sejak awal, Dimas dan Laras sama-sama memilih bangkit setelah gagal. | Salah |
| Amanat cerita: kesalahan di depan umum tidak harus membuat kita berhenti. | Benar |
Pernyataan kedua salah karena Dimas awalnya ingin mundur. Kata "sejak awal" adalah penanda yang harus dicek di teks.
Contoh 2: puisi dan lima soal
Subuh di Dermaga
Sebelum azan selesai berkumandang,
ayah sudah menyalakan lampu perahu.
Laut masih tidur dalam selimut kabut,
ombak berbisik pelan di lambung kayu.Kutitipkan doa di saku bajunya,
lebih ringan dari jala, lebih kuat dari tali.
Ia pulang ketika matahari tinggi,
membawa asin laut di kulitnya yang legam.
Soal 7 (MCMA). Pilih semua larik yang menunjukkan latar waktu.
- A. Sebelum azan selesai berkumandang
- B. ombak berbisik pelan di lambung kayu
- C. Ia pulang ketika matahari tinggi
- D. ayah sudah menyalakan lampu perahu
Jawaban: A dan C. Larik A menunjukkan subuh (sesuai judul "Subuh di Dermaga"), larik C menunjukkan siang. Larik D sering terpilih karena "lampu" terasa seperti malam, padahal larik itu menunjukkan kegiatan, bukan keterangan waktu.
Soal 8. Larik "Laut masih tidur dalam selimut kabut" menggambarkan ....
- A. laut yang sedang surut
- B. laut yang tenang dan tertutup kabut
- C. laut yang berbahaya
- D. nelayan yang tertidur
Jawaban: B. Laut diibaratkan manusia yang tidur (personifikasi), dan kabut diibaratkan selimut.
Soal 9. Makna "lebih ringan dari jala, lebih kuat dari tali" untuk doa adalah ....
- A. doa itu tidak berarti
- B. doa itu tidak membebani tetapi melindungi
- C. doa itu ditulis di kertas
- D. doa itu dibacakan keras
Jawaban: B. Larik ini membandingkan doa dengan dua alat nelayan. "Lebih ringan dari jala" berarti doa tidak membebani ayah, dan "lebih kuat dari tali" berarti doa itu menjaganya di laut.
Soal 10. Perasaan yang paling terasa dari puisi tersebut adalah ....
- A. marah
- B. bosan
- C. sayang dan khawatir kepada ayah
- D. iri kepada nelayan lain
Jawaban: C. Bukti: "Kutitipkan doa di saku bajunya." Orang menitipkan doa untuk orang yang disayangi dan dikhawatirkan.
Soal 11 (benar-salah).
| Pernyataan | Jawaban |
|---|---|
| Puisi memakai citraan pendengaran. | Benar ("ombak berbisik") |
| Ayah berangkat melaut pada sore hari. | Salah |
| Larik terakhir menggambarkan kerja keras ayah. | Benar ("kulitnya yang legam") |
Bagaimana cara menemukan kalimat bukti?
Semua pembahasan di atas memakai cara yang sama. Biasakan urutan ini saat berlatih:
- Baca pertanyaannya dulu, lalu garis bawahi kata kuncinya (watak, latar waktu, amanat).
- Baca teks utuh sekali tanpa berhenti, supaya kamu tahu awal dan akhir cerita.
- Kembali ke bagian yang relevan. Untuk watak, cari dialog dan tindakan. Untuk latar, cari keterangan waktu dan tempat.
- Untuk tiap pilihan, tanyakan: kalimat mana yang mendukung ini? Kalau tidak ada, coret.
- Pada soal watak, cek apakah sikap tokoh berubah di akhir cerita.
Satu soal TKA rata-rata punya 2,5 menit (30 soal dalam 75 menit). Teks fiksi dipakai untuk beberapa soal sekaligus, jadi waktu membaca terbagi ke semua soal itu.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menilai watak dari kesan, bukan dari kalimat. "Laras baik" terlalu umum; pilihan jawaban biasanya lebih spesifik.
- Mengira konflik selalu pertengkaran. Di cerpen tadi konfliknya rasa malu di dalam diri Dimas.
- Melewatkan kilas balik. Penanda seperti "kemarin", "tahun lalu", "teringat", atau "dulu" menandai alur campuran. Susun ulang urutan kejadiannya di kertas coretan.
- Menafsirkan kata kias secara harfiah, misalnya mengira "menghilang" berarti pergi dari sekolah.
- Pada MCMA, memilih semua yang terdengar benar tanpa mencocokkan dengan pertanyaan. Pilihan D di soal 5 benar terjadi, tetapi bukan perubahan sikap.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah penggalan novel juga keluar di TKA SMP?
Kerangka asesmen menyebut teks fiksi berupa cerita rekaan faktual atau realisme, tanpa membatasi apakah bentuknya cerpen atau penggalan cerita yang lebih panjang. Panjang teksnya tetap 200-250 kata, jadi penggalan novel akan dipotong sepanjang itu.
Apakah ada soal menjodohkan atau isian untuk teks fiksi?
Tidak. Bentuk soal TKA SMP hanya pilihan ganda, pilih lebih dari satu jawaban, dan kategori benar-salah. Cara mengerjakan dua bentuk terakhir dibahas di cara mengerjakan soal PGK TKA.
Apakah soal ini mirip soal asli?
Polanya mengikuti contoh resmi di kerangka asesmen, tetapi teks dan soalnya kami tulis sendiri. Pintarly belum punya paket soal asli TKA SMP. Contoh resmi bisa kamu coba di laman Ayo Coba TKA dari Kemendikdasmen.
Di mana bisa latihan soal teks fiksi TKA SMP lainnya?
Di Latihan Pintarly, pilih jenjang SMP lalu bab Teks Fiksi. Bank soal TKA Bahasa Indonesia SMP berisi 270 soal dari bab Teks Fiksi dan Teks Informasi, dengan bentuk pilihan ganda, benar-salah, dan MCMA.
Kapan TKA SMP 2027 berlangsung?
Per 3 November 2026 jadwalnya belum diumumkan resmi. Gambaran dari pola tahun lalu ada di panduan TKA SMP 2027.