Pertama, mari kita analisis pola pertumbuhan tinggi pohonnya. Diketahui T satu adalah seratus lima puluh, T dua dua ratus empat belas, T tiga dua ratus enam puluh dua, T empat dua ratus sembilan puluh delapan, dan T lima tiga ratus dua puluh lima sentimeter. Jika kita hitung selisih antar tahunnya, didapat pola kenaikan plus enam puluh empat, plus empat puluh delapan, plus tiga puluh enam, dan plus dua puluh tujuh. Terlihat bahwa pola selisih ini membentuk barisan geometri dengan rasio r sama dengan tiga per empat.