Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo semuanya! Hari ini kita akan membahas tuntas konsep Permutasi dan Kombinasi dalam bab Statistika dan Peluang.
Mari kita visualisasikan perbedaannya. Dalam permutasi, urutan itu penting, sehingga susunan A koma B tidak sama dengan B koma A. Sedangkan dalam kombinasi, urutan tidak penting, jadi himpunan A koma B dianggap sama dengan B koma A.
Gunakan analogi ini: Permutasi itu seperti antrean, di mana posisi depan dan belakang itu berbeda. Sementara kombinasi itu seperti memilih tim atau grup, di mana siapa yang terpilih duluan tidak mengubah komposisi timnya.
Prasyarat utamanya adalah Faktorial. n faktorial adalah perkalian n terus menurun hingga satu. Contohnya, empat faktorial sama dengan empat kali tiga kali dua kali satu, yaitu dua puluh empat. Ingat, nol faktorial didefinisikan sebagai satu.
Jangan terjebak salah kaprah! Sebelum pakai rumus, tanya dirimu: apakah urutannya berpengaruh? Jika ya, gunakan permutasi. Jika tidak, gunakan kombinasi.
Konsep Permutasi dirumuskan dengan P n koma r sama dengan n faktorial dibagi kurung buka n dikurang r kurung tutup faktorial. Di sini n adalah total unsur yang tersedia dan r adalah banyak unsur yang disusun.
Untuk Permutasi Unsur Sama, rumusnya adalah n faktorial dibagi hasil kali faktorial dari unsur-unsur yang kembar. Ini sangat berguna jika ada objek yang identik dalam sebuah susunan.
Lalu ada Permutasi Siklis untuk susunan melingkar. Rumusnya cukup n dikurang satu kemudian difaktorialkan. Bayangkan orang yang duduk mengelilingi sebuah meja.
Berikutnya konsep Kombinasi. Rumusnya adalah n faktorial dibagi r faktorial dikali n dikurang r faktorial. Alasan ada r faktorial di penyebut adalah untuk menghilangkan pengaruh urutan.
Hubungan antara keduanya sederhana saja: Kombinasi n koma r adalah Permutasi n koma r yang dibagi lagi dengan r faktorial.
Contoh satu: Pemilihan pengurus. Dari lima orang dipilih ketua dan wakil. Karena urutan jabatan itu penting, kita pakai permutasi lima dua. Hasilnya adalah lima kali empat, yaitu dua puluh cara.
Contoh dua: Memilih kelereng. Dari sepuluh kelereng dipilih tiga secara acak. Karena urutan tidak penting, gunakan kombinasi sepuluh tiga. Hasil perhitungannya adalah tujuh ratus dua puluh dibagi enam, yaitu seratus dua puluh cara.
Contoh tiga: Susunan huruf kata K-A-T-A-K. Dengan total lima huruf, di mana K ada dua dan A ada dua, kita pakai permutasi unsur sama. Hasil akhirnya adalah seratus dua puluh dibagi empat, yaitu tiga puluh kata.
Contoh empat: Meja bundar. Jika enam orang duduk melingkar, gunakan aturan siklis yaitu enam dikurang satu faktorial. Hasilnya adalah lima faktorial atau seratus dua puluh cara.
Contoh lima: Kombinasi majemuk. Dari empat bola merah dan tiga putih, diambil tiga bola dengan minimal dua merah. Kasus satu menghasilkan delapan belas cara, kasus dua menghasilkan empat cara. Totalnya adalah dua puluh dua cara.
Aplikasi nyatanya meliputi pembuatan PIN bank atau password dan susunan menteri untuk permutasi. Sedangkan menu paket makanan dan undian lotre menggunakan prinsip kombinasi.
Tips cepat! Jika r sama dengan satu, hasilnya selalu n. Ingat juga sifat simetris kombinasi, di mana kombinasi sepuluh delapan itu nilainya sama dengan kombinasi sepuluh dua.
Hati-hati dengan jebakan! Jangan sampai terbalik antara rumus P dan C, jangan lupa kurangi satu pada siklis, perhatikan unsur yang sama, dan ingat bahwa nol faktorial bukan nol.
Sebagai ringkasan, perhatikan tabel ini. Permutasi memperhatikan urutan dengan rumusnya sendiri, sedangkan kombinasi mengabaikan urutan dan membaginya dengan r faktorial.
Sekarang kalian sudah siap taklukkan UTBK! Teruslah berlatih soal-soal peluang dan semoga sukses!