Strategi

Pola Soal PU yang Berulang di UTBK 2010-2024

Bentuk soal PU yang bertahan di UTBK 2010-2024 dan yang sudah hilang, dari 15 paket asli: silogisme, pola bilangan, analogi kata, sebab-akibat.

Oleh Diterbitkan 26 Okt 2026 7 menit baca
Di halaman ini

Dari 15 paket soal PU asli tahun 2010 sampai 2024 di Pintarly, ada tiga bentuk soal yang terus muncul: silogisme "semua dan sebagian", implikasi berantai "jika ... maka", dan pola bilangan. Ada juga bentuk yang sudah hilang, yaitu analogi pasangan kata, hubungan sebab-akibat antara pernyataan (1) dan (2), dan soal matematika SMA seperti fungsi invers atau logaritma. Kalau kamu latihan soal PU UTBK dari bank soal lama, peta ini membantu memilih mana yang masih layak dikerjakan.

Paket apa saja yang dibandingkan?

Ada 15 paket, satu per tahun, dengan total 521 soal. Jumlah soal per paket tidak seragam: paket 2020 hanya berisi 9 soal, sedangkan paket 2024 berisi 77 soal. Beberapa paket lama juga memuat soal yang diberi tanda subtes PK. Karena itu, perbandingan di bawah memakai "bentuk soal muncul atau tidak" di tiap paket, bukan persentase yang dibandingkan antartahun.

Paket yang paling mewakili tiap periode:

  • Paket PU 2010: 36 soal, didominasi analogi kata dan silogisme dua premis.
  • Paket PU 2016: 35 soal, lebih dari separuhnya soal hubungan pernyataan (1) dan (2).
  • Paket PU 2021: 22 soal, campuran peluang, kecukupan data, dan teks pendek dengan pertanyaan PASTI BENAR.
  • Paket PU 2024: 77 soal, banyak kalimat majemuk bertingkat, soal grafik, dan tiga soal Benar-Salah.

Bentuk soal mana yang muncul di paket mana?

Tabel ini disusun dari membaca isi tiap paket. "Status 2025" merujuk ke enam paket PU 2025 yang sudah kami bedah di artikel paket PU 2025 per jenis soal.

Bentuk soalPaket yang memuatnyaStatus di paket 2025
Silogisme dua premis ("Semua A adalah B. Sebagian B adalah C.")2010, 2011, 2012, 2013, 2015, 2016, 2017, 2018, 2023, 2024Masih ada, selalu di nomor 2
Implikasi berantai atau kalimat majemuk bertingkat2012, 2013, 2016, 2017, 2018, 2019, 2023, 2024Masih ada, nomor 1 dan 5
Pola bilangan, deret, atau tren data harian2010, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2021, 2022, 2023, 2024Masih ada, nomor pertama bagian kuantitatif
Penalaran analitis (urutan peringkat, penempatan orang)2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2024Tidak muncul
Analogi pasangan kata ("KUAS : ... = ... : ...")2010, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, 2017Hilang, diganti analogi berbentuk paragraf
Hubungan sebab-akibat pernyataan (1) dan (2)2016, 2017, 2018, 2020Hilang
Matematika SMA (fungsi invers, logaritma, matriks, parabola, integral)2010, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019Tidak muncul di paket PU
Teks pendek dengan PASTI BENAR, PASTI SALAH, memperkuat, memperlemah2021, 2022, 2023, 2024Menjadi bagian terbesar
Menilai kualitas simpulan2022, 2023, 2024Masih ada di lima dari enam paket, nomor 18 atau 20
Grafik, diagram, atau tabel data2017 (tabel), 2022, 2023, 2024Masih ada, tiga sampai empat soal

Satu catatan soal "pola gambar". Kami tidak menemukan deret gambar (figural) di paket PU mana pun. Soal bergambar baru muncul di paket 2022, dan semuanya berupa grafik atau tabel data.

Bentuk yang konsisten 15 tahun: silogisme dan jika-maka

Silogisme dua premis adalah bentuk yang paling awet. Di paket 2010, sekitar 12 dari 36 soal berbentuk premis lalu simpulan. Di paket 2025, bentuk yang sama masih muncul, hanya kalimatnya lebih panjang dan konteksnya lebih spesifik ("siswa Sekolah X yang juara paduan suara").

Yang berubah adalah kerumitannya. Paket 2010 memakai dua premis pendek. Paket 2023 dan 2024 memakai kalimat majemuk bertingkat, misalnya "Apabila A, sebagian B tidak C. Kondisi tersebut terjadi apabila D." Kamu harus menyusun rantainya dulu sebelum bisa memilih simpulan. Ada juga bentuk dilema, yang sudah muncul di paket 2016 dan 2018: dua aturan jika-maka, lalu satu kalimat "atau" yang menggabungkan keduanya. Cara mengurai semua bentuk ini dibahas langkah demi langkah di artikel soal silogisme, modus ponens, dan modus tollens.

Pola bilangan: tetap ada, bentuknya bergeser

Pola bilangan muncul hampir di setiap periode, tetapi wujudnya berubah.

  1. Paket 2010 dan 2016 memakai barisan aritmetika dan barisan yang tiap sukunya jumlah suku sebelumnya.
  2. Paket 2018 dan 2019 memakai deret campuran yang sengaja diacak urutannya, ditambah deret huruf.
  3. Paket 2022 sampai 2025 memakai data harian bercerita: "jumlah pengunjung hari ketiga sampai ketujuh adalah ..., berapa hari pertama?"

Contoh deret huruf, ditulis ulang dengan huruf lain: B, D, G, K, P, ... Ubah ke urutan alfabet: 2, 4, 7, 11, 16. Selisihnya 2, 3, 4, 5, jadi langkah berikutnya +6, yaitu 22, huruf V.

Contoh versi baru, juga ditulis ulang: data hari ketiga sampai ketujuh 52, 58, 55, 61, 58. Selisihnya +6, −3, +6, −3. Mundur ke hari kedua berarti membalik −3, jadi 55. Mundur ke hari pertama berarti membalik +6, jadi 49. Tekniknya sama dengan deret lama. Bedanya, sekarang ada cerita yang harus kamu terjemahkan dulu ke angka.

Bentuk yang sudah hilang dan kenapa itu penting

Analogi pasangan kata dulu menjadi porsi besar. Paket 2010 dan 2011 masing-masing memuat 14 soal analogi kata. Bentuk ini tidak lagi muncul sejak paket 2018. Sebagai gantinya, paket 2023 sampai 2025 memakai analogi paragraf: sebuah paragraf menggambarkan satu hal, lalu bertanya "jika X disamakan dengan Y, simpulan apa yang paling mungkin benar?" Keterampilannya mirip (mencari hubungan yang setara), tetapi kamu perlu membaca paragraf, bukan menebak dari dua kata.

Soal hubungan pernyataan (1) dan (2) mendominasi paket 2016, dengan 23 dari 35 soal. Bentuk ini masih ada di 2017, 2018, dan 2020, lalu tidak terlihat lagi. Keterampilan membaca sebab-akibatnya tetap dipakai, tetapi sekarang dibungkus dalam paragraf dengan pertanyaan PASTI BENAR atau PALING MUNGKIN BENAR.

Soal matematika SMA seperti fungsi invers, logaritma, dan matriks ada di beberapa paket PU lama, termasuk paket 2016 dan 2019. Di paket 2021 ke atas, soal semacam itu hanya muncul sesekali dan diberi tanda subtes PK, bukan PU. Kalau kamu menemukan soal seperti itu di bank soal "PU", soalnya mungkin bagus untuk latihan matematika, tetapi jangan dihitung sebagai latihan PU.

Kesalahan saat belajar dari paket PU lama

  1. Menghabiskan waktu untuk analogi kata. Bentuk ini sudah tidak ada di paket terbaru, jadi menghafal pasangan kata seperti "PENA : tinta" adalah investasi yang salah.
  2. Menganggap paket 2010 sampai 2016 sebagai gambaran ujian sekarang. Paket lama berguna untuk silogisme dan pola bilangan, tidak untuk gambaran komposisi soal.
  3. Melewatkan paket 2023 dan 2024 karena isinya panjang. Justru di dua paket inilah kalimat majemuk bertingkat paling banyak muncul.
  4. Mengerjakan soal matematika SMA di paket lama dengan target waktu PU. Soal seperti itu bisa makan tiga menit, dan itu membuat kamu salah menilai kecepatanmu.
  5. Menyimpulkan bahwa bentuk yang hilang pasti tidak kembali. Daftar di atas hanya mencatat apa yang ada di paket kami, bukan aturan resmi tentang bentuk soal.

Urutan paket yang disarankan

Mulai dari paket 2024 untuk mengenal bentuk sekarang. Lalu mundur ke 2021 sampai 2023 untuk teks pendek dan kualitas simpulan. Pakai paket 2010 sampai 2013 khusus untuk melatih silogisme dua premis, dan lewati analogi katanya. Paket 2016 dan 2017 cukup dibaca sekilas untuk soal penalaran analitis kalau kamu ingin melatih ketelitian menyusun urutan.

Semua paket bisa dibaca gratis tanpa daftar. Mengerjakannya dengan timer dan membuka pembahasan butuh Premium.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bentuk soal PU apa yang paling konsisten dari tahun ke tahun?

Silogisme dua premis ("semua" dan "sebagian"). Bentuk ini ada di 10 dari 15 paket PU 2010 sampai 2024 dan masih muncul di paket 2025.

Apakah analogi kata masih keluar di PU UTBK?

Di paket PU Pintarly, analogi pasangan kata tidak muncul lagi sejak 2018. Yang ada sekarang analogi berbentuk paragraf ("jika X disamakan dengan Y").

Apakah soal pola gambar ada di PU?

Kami tidak menemukan deret gambar di 15 paket PU yang dibandingkan. Soal bergambar yang ada berupa grafik dan tabel data, mulai paket 2022.

Apakah soal PU lama masih berguna untuk SNBT?

Sebagian. Silogisme dan pola bilangan dari paket lama masih relevan. Analogi kata, hubungan pernyataan (1) dan (2), serta soal matematika SMA kurang mewakili bentuk PU terbaru.

Paket PU mana yang paling mirip ujian sekarang?

Paket 2023 dan 2024, karena keduanya memuat kalimat majemuk bertingkat, teks pendek dengan pertanyaan PASTI BENAR atau memperlemah, dan soal grafik.

Artikel Terkait

Baca saja tidak cukup, coba kerjakan soalnya.