TKA

Soal TKA Bahasa Indonesia SD Teks Fiksi: Cerita, Dongeng, dan Cara Menjawabnya

Dua cerita latihan TKA Bahasa Indonesia SD dengan 10 soal tersurat, inferensi, dan amanat, plus pembahasan yang menunjukkan kalimat buktinya.

Oleh Diterbitkan 5 Nov 2026 10 menit baca
Di halaman ini

Soal teks fiksi TKA Bahasa Indonesia SD berupa cerita pendek sekitar 150 sampai 200 kata, lalu beberapa pertanyaan tentang isi cerita. Pertanyaannya terbagi tiga: yang jawabannya tertulis langsung di cerita, yang harus disimpulkan, dan yang menilai pesan atau perasaan. Di bawah ini ada dua cerita buatan sendiri setingkat kelas 6, masing-masing dengan 5 soal dan pembahasan yang menunjukkan kalimat bukti di teks.

Artikel ini adalah latihan, bukan daftar materi. Kalau Anda ingin tahu dulu apa saja yang diuji di mata uji ini, mulailah dari materi TKA Bahasa Indonesia SD kelas 6.

Cerita seperti apa yang muncul di TKA SD?

Kerangka asesmen resmi (Peraturan Kepala BSKAP 047/H/AN/2025) memberi ciri yang cukup rinci untuk teks fiksi SD. Ciri ini berguna untuk memilih bacaan latihan di rumah.

Ciri di kerangkaArtinya untuk latihan
fantasi atau faktual, misalnya sejarah atau biografidongeng dan fabel boleh, kisah tokoh nyata juga boleh
sudut pandang orang pertamatokoh utamanya bercerita sebagai "aku"
alur maju, satu konflik, penyelesaian tertutupceritanya selesai, tidak menggantung
tokoh berkarakter datar dan latar konkretsifat tokoh tidak berubah-ubah, tempatnya jelas
kalimat 3 sampai 7 kata, teks 150 sampai 200 kata (kecuali puisi)bacaan pendek, kalimatnya sederhana

Kemampuan yang diukur ada tiga: pemahaman tekstual (hal yang tertulis), pemahaman inferensial (amanat, sifat tokoh, perubahan, arti ungkapan), serta evaluasi dan apresiasi (kaitan cerita dengan kehidupan dan perasaan yang muncul).

Mata uji Bahasa Indonesia dan Literasi Membaca berisi 30 soal dalam 75 menit. Bentuk soalnya pilihan ganda biasa, pilih lebih dari satu jawaban (MCMA), dan benar-salah untuk tiap pernyataan. Satu cerita bisa dipakai untuk beberapa soal sekaligus, yang disebut soal grup.

Latihan 1: cerita sehari-hari

Krayon Biru

Aku suka sekali menggambar. Minggu depan ada lomba poster di sekolah. Temanya hemat air. Aku ingin menggambar sungai yang jernih. Aku sudah menyiapkan kertas besar. Krayonku kusimpan di tas biru.

Senin pagi aku bangun terlambat. Aku berangkat dengan terburu-buru. Tas biru tertinggal di meja makan. Di sekolah, aku baru sadar. Krayonku tidak ada. Dadaku terasa sesak. Lomba dimulai sepuluh menit lagi.

Rani duduk di sebelahku. Dia melihat wajahku yang murung. "Pakai krayonku saja," katanya. Padahal Rani juga ikut lomba. Krayonnya tinggal sedikit. Warna birunya hampir habis. Aku ragu sejenak. Rani tersenyum dan mengangguk.

Kami lalu berbagi krayon. Aku memakai warna hijau dan cokelat. Rani memakai merah dan kuning. Warna biru kami pakai bergantian. Kami menggambar sambil tertawa.

Seminggu kemudian, hasil lomba diumumkan. Posterku tidak menang. Poster Rani juga tidak menang. Anehnya, aku tidak sedih. Aku justru mendapat sahabat baru.

Sejak hari itu, tasku kusiapkan setiap malam. Aku juga membeli dua kotak krayon. Satu untukku, satu untuk Rani.

Soal 1 (tersurat). Mengapa krayon tokoh Aku tidak ada di sekolah?

A. Krayonnya dipinjam Rani. B. Tas birunya tertinggal di meja makan. C. Krayonnya hilang di jalan. D. Krayonnya sudah habis dipakai.

Soal 2 (inferensi). "Dadaku terasa sesak." Apa yang dirasakan tokoh Aku saat itu?

A. Lelah karena berlari ke sekolah. B. Sakit dan perlu ke ruang UKS. C. Cemas dan sedih karena tidak bisa ikut menggambar. D. Marah kepada Rani.

Soal 3 (benar atau salah). Tentukan benar atau salah untuk tiap pernyataan tentang Rani.

  1. Rani meminjamkan krayon walaupun krayonnya tinggal sedikit.
  2. Rani memenangkan lomba poster.
  3. Rani tidak ikut lomba poster.

Soal 4 (pilih lebih dari satu). Perubahan apa saja yang terjadi pada tokoh Aku setelah peristiwa itu? Pilih semua yang benar.

A. Ia menyiapkan tas setiap malam. B. Ia berhenti ikut lomba menggambar. C. Ia membeli krayon untuk dirinya dan untuk Rani. D. Ia tidak mau lagi duduk di sebelah Rani.

Soal 5 (amanat). Pesan yang paling tepat dari cerita ini adalah ...

A. Kita harus selalu menang dalam lomba. B. Kebaikan kecil kepada teman bisa membuahkan persahabatan. C. Jangan ikut lomba kalau belum siap. D. Warna biru adalah warna yang paling penting.

Pembahasan latihan 1

  1. Jawabannya B. Bukti: "Tas biru tertinggal di meja makan." Kalimat "Krayonku kusimpan di tas biru" di paragraf pertama menghubungkan tas dengan krayon.
  2. Jawabannya C. "Dadaku terasa sesak" adalah ungkapan, bukan sakit sungguhan. Bukti pendukungnya ada di kalimat sesudahnya, "Lomba dimulai sepuluh menit lagi", dan di paragraf berikutnya, "wajahku yang murung". Pilihan B menjebak anak yang membaca ungkapan secara harfiah.
  3. Pernyataan 1 benar. Bukti: "Pakai krayonku saja" dan "Krayonnya tinggal sedikit." Pernyataan 2 salah. Bukti: "Poster Rani juga tidak menang." Pernyataan 3 salah. Bukti: "Padahal Rani juga ikut lomba."
  4. Jawabannya A dan C. Bukti A: "tasku kusiapkan setiap malam". Bukti C: "membeli dua kotak krayon. Satu untukku, satu untuk Rani." Pilihan B dan D tidak ada di cerita sama sekali. Untuk soal pilih lebih dari satu, minta anak menunjuk kalimat bukti untuk setiap pilihan yang ia centang. Kalau tidak ada buktinya, jangan dicentang.
  5. Jawabannya B. Bukti: "Anehnya, aku tidak sedih. Aku justru mendapat sahabat baru." Pilihan C terdengar seperti nasihat yang baik, dan memang tokoh Aku lupa membawa tas. Namun, cerita tidak berakhir dengan pesan itu. Amanat dicari dari bagian penyelesaian, bukan dari masalah di tengah cerita.

Latihan 2: dongeng dengan tokoh hewan

Sungai yang Meluap

Aku seekor kura-kura tua. Rumahku di tepi Sungai Jernih. Teman-temanku tinggal di seberang. Ada kelinci, tupai, dan landak. Kebun wortel kami ada di sisiku. Setiap pagi mereka menyeberang lewat jembatan kayu.

Suatu malam, hujan turun sangat deras. Pagi harinya, sungai meluap. Jembatan kayu hanyut terbawa arus. Teman-temanku tidak bisa menyeberang.

Kelinci menangis di seberang sungai. "Kami bisa kelaparan," katanya. Tupai berlari ke sana kemari. Landak hanya diam menatap air.

Aku berpikir cukup lama. Aku tidak bisa melompat seperti kelinci. Aku juga tidak bisa memanjat seperti tupai. Arus di tengah sungai sangat deras. Namun, air dekat batu besar lebih tenang. Punggungku juga keras dan lebar.

Aku berenang pelan ke seberang. Aku melewati air dekat batu besar. "Naiklah satu per satu," kataku. Kelinci naik lebih dulu. Lalu tupai, lalu landak. Duri landak menggelitik tempurungku.

Sore itu, semua sudah tiba di kebun. Kami memanen wortel bersama. Esoknya, kami membangun jembatan baru. Kali ini dari bambu yang kuat.

Aku memang hewan yang lambat. Namun, hari itu aku merasa sangat berguna.

Soal 1 (tersurat). Mengapa kelinci, tupai, dan landak tidak bisa menyeberang?

A. Mereka takut kepada kura-kura. B. Jembatan kayunya hanyut terbawa arus. C. Kebun wortel mereka rusak. D. Mereka tidak tahu jalan ke seberang.

Soal 2 (inferensi). Mengapa tokoh Aku memilih berenang lewat dekat batu besar?

A. Karena di sana ada wortel. B. Karena airnya lebih tenang sehingga lebih aman. C. Karena kelinci menunggu di batu itu. D. Karena batu itu bisa dipakai sebagai jembatan.

Soal 3 (pilih lebih dari satu). Sifat apa saja yang ditunjukkan tokoh Aku? Pilih semua yang benar.

A. Suka menolong. B. Berpikir dulu sebelum bertindak. C. Sombong. D. Mudah menyerah.

Soal 4 (benar atau salah). Tentukan benar atau salah.

  1. Kelinci naik ke punggung kura-kura paling dulu.
  2. Jembatan yang baru dibuat dari kayu.
  3. Hujan deras turun pada siang hari.

Soal 5 (makna ungkapan dan perasaan). "Aku memang hewan yang lambat. Namun, hari itu aku merasa sangat berguna." Apa maksud kalimat tersebut?

A. Kura-kura sedih karena dirinya lambat. B. Kura-kura ingin berlari lebih cepat dari kelinci. C. Walaupun punya kekurangan, kura-kura bangga bisa menolong dengan kelebihannya. D. Kura-kura tidak suka membantu teman-temannya.

Pembahasan latihan 2

  1. Jawabannya B. Bukti: "Jembatan kayu hanyut terbawa arus. Teman-temanku tidak bisa menyeberang."
  2. Jawabannya B. Teks tidak menulis "aman", jadi ini soal inferensi. Buktinya ada di dua kalimat: "Arus di tengah sungai sangat deras" dan "Namun, air dekat batu besar lebih tenang." Anak perlu menyimpulkan bahwa air tenang lebih aman untuk membawa teman di punggung.
  3. Jawabannya A dan B. Bukti A: seluruh bagian ketika ia mengantar teman-temannya menyeberang. Bukti B: "Aku berpikir cukup lama." Kura-kura juga menimbang kemampuannya sendiri, bahwa ia tidak bisa melompat atau memanjat, sebelum memutuskan.
  4. Pernyataan 1 benar. Bukti: "Kelinci naik lebih dulu." Pernyataan 2 salah. Bukti: "Kali ini dari bambu yang kuat." Pernyataan 3 salah. Bukti: "Suatu malam, hujan turun sangat deras." Pernyataan 2 dan 3 menguji ketelitian. Kata "kayu" dan "hujan" ada di cerita, tetapi detailnya berbeda.
  5. Jawabannya C. Kalimat itu membandingkan kekurangan (lambat) dengan apa yang ia rasakan setelah menolong (berguna). Kelebihannya, punggung yang keras dan lebar, sudah disebut di paragraf keempat. Pilihan A hanya membaca kalimat pertama dan melewatkan kata "Namun".

Bagaimana cara menemukan kalimat bukti?

Setiap tipe pertanyaan punya cara mencari bukti yang sedikit berbeda.

Tipe pertanyaanKata kunci di soalDi mana mencari bukti
Tersuratsiapa, apa, kapan, di mana, mengapasatu atau dua kalimat yang memuat kata dari soal
Inferensi sifat tokohsifat, wataktindakan dan ucapan tokoh, bukan kata sifat yang tertulis
Makna ungkapanmaksud kalimat, arti ungkapankalimat sebelum dan sesudah ungkapan
Perubahan tokohperubahan, setelah peristiwaparagraf terakhir, dibandingkan dengan paragraf awal
Amanatpesan, amanatbagian penyelesaian cerita

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Menjawab dari pengalaman sendiri, bukan dari cerita. Pilihan yang "terdengar benar" belum tentu ada buktinya di teks.
  2. Membaca ungkapan secara harfiah, seperti "dadaku terasa sesak" yang dikira sakit.
  3. Memilih amanat dari masalah di tengah cerita, bukan dari penyelesaiannya.
  4. Di soal benar-salah, menganggap pernyataan benar karena kata-katanya muncul di cerita, padahal detailnya berbeda.
  5. Mengabaikan kata penghubung seperti "padahal" dan "namun", yang sering menjadi kunci makna kalimat.

Bagaimana melatihnya di rumah?

Pilih cerita pendek dengan tokoh "aku" dari buku atau majalah anak. Setelah anak membaca, ajukan tiga pertanyaan: satu yang jawabannya tertulis, satu tentang sifat tokoh, dan satu tentang pesan cerita. Untuk setiap jawaban, tanyakan "kalimat mana yang membuktikannya?". Lima belas menit, tiga kali seminggu, sudah cukup.

Bank latihan TKA SD Bahasa Indonesia di Pintarly dibagi menjadi dua bab, Teks Fiksi dan Teks Informasi, dengan pilihan ganda, benar-salah, dan pilih lebih dari satu. Anda bisa membukanya lewat halaman TKA Pintarly atau menu latihan soal, lalu memilih jenjang SD setelah masuk ke akun. Pasangan artikel ini, yaitu latihan artikel, infografis, dan teks petunjuk, ada di soal TKA Bahasa Indonesia SD teks informasi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ada puisi di soal teks fiksi TKA SD?

Kerangka asesmen menyebut panjang teks 150 sampai 200 kata dengan pengecualian untuk teks puisi. Jadi puisi termasuk teks yang mungkin dipakai. Cara menjawabnya sama: cari bukti di baris puisi, terutama untuk soal perasaan dan makna ungkapan.

Berapa lama waktu untuk satu cerita?

Ada 30 soal dalam 75 menit, jadi rata-rata 2,5 menit per soal. Satu cerita dengan 4 sampai 5 soal kira-kira bisa diselesaikan dalam 10 sampai 12 menit, termasuk membaca.

Apakah soal di artikel ini soal asli TKA SD?

Bukan. Kedua cerita dan semua soalnya dibuat sendiri mengikuti ciri di kerangka asesmen. Pintarly belum punya paket soal asli TKA SD. Contoh resmi bisa dilihat di simulasi Ayo Coba TKA dan di lampiran kerangka asesmen di halaman unduhan Pusmendik.

Kapan TKA SD 2027 berlangsung?

Per 3 November 2026 jadwalnya belum diumumkan. Sebagai perkiraan, TKA SD 2026 berlangsung 20 sampai 30 April 2026. Langkah persiapan lain ada di panduan TKA SD 2027 untuk orang tua.

Artikel Terkait

Siap hadapi TKA?