TKA

Soal TKA SD Matematika Bilangan: Pecahan, Desimal, dan Persen untuk Kelas 6

12 contoh soal TKA SD bab Bilangan kelas 6: pecahan senilai, mengurutkan pecahan, desimal, dan persen, soal cerita, KPK dan FPB, plus kesalahan khas anak.

Oleh Diterbitkan 5 Nov 2026 10 menit baca
Di halaman ini

Soal TKA SD bab Bilangan berputar di empat hal: pecahan senilai, mengurutkan pecahan, desimal, dan persen, operasi pecahan dalam soal cerita, serta KPK dan FPB. Kuncinya hampir selalu sama, yaitu mengubah semua angka ke satu bentuk dulu sebelum membandingkan atau menghitung. Di bawah ini ada 12 contoh soal buatan sendiri, diurutkan dari yang paling mudah, lengkap dengan kesalahan yang paling sering dibuat anak di tiap tipe.

Bab ini layak mendapat perhatian khusus. Menurut siaran pers Kemendikdasmen saat hasil diumumkan pada 26 Mei 2026, rerata nasional Matematika TKA SD 2026 hanya 43,41, jauh di bawah Bahasa Indonesia yang 60,14. Pecahan dan persen adalah fondasi yang dipakai lagi di soal pengukuran dan data, jadi celah di sini ikut menurunkan nilai bab lain.

Apa saja yang masuk bab Bilangan di TKA SD?

Kerangka asesmen resmi (Peraturan Kepala BSKAP 047/H/AN/2025) membagi Matematika SD menjadi tiga elemen: Bilangan, Geometri dan Pengukuran, serta Data. Isi elemen Bilangan bisa diringkas seperti ini.

MateriYang biasanya dimintaBatasan di kerangka
Pecahan senilaimengenali pecahan yang nilainya sama, dari gambar atau simbolmemakai gambar dan simbol matematika
Pecahan, desimal, persenmengubah bentuk, membandingkan, mengurutkanpecahan sederhana, desimal, dan persen
Operasi pecahanmenjumlah dan mengurangkan pecahan, mengalikan atau membagi pecahan dengan bilangan asliperkalian pecahan dengan pecahan tidak disebut
Operasi bilangan cacahsoal cerita dengan empat operasi hitungbilangan cacah
Kelipatan, faktor, KPK, FPBjadwal yang berulang, membagi rata tanpa sisabilangan asli

Kolom kanan berguna untuk mengatur waktu belajar. Kalau buku latihan anak penuh soal seperti 23×45\frac{2}{3} \times \frac{4}{5}, itu bukan prioritas untuk TKA. Waktu lebih baik dipakai untuk soal cerita yang mengubah persen menjadi pecahan.

Mata uji Matematika dan Numerasi berisi 30 soal yang dikerjakan dalam 75 menit. Bentuknya ada tiga: pilihan ganda biasa, pilihan ganda kompleks yang jawabannya lebih dari satu (MCMA), dan pilihan ganda kompleks kategori, yaitu menilai benar atau salah untuk tiap pernyataan. Contoh di bawah memakai ketiganya.

Pecahan, desimal, dan persen mana yang perlu dihafal?

Menghafal sedikit pasangan berikut menghemat banyak waktu di ruang ujian. Anak tidak perlu membagi bersusun setiap kali melihat 18\frac{1}{8}.

PecahanDesimalPersen
12\frac{1}{2}0,550%
14\frac{1}{4}0,2525%
34\frac{3}{4}0,7575%
15\frac{1}{5}0,220%
18\frac{1}{8}0,12512,5%
110\frac{1}{10}0,110%
120\frac{1}{20}0,055%
125\frac{1}{25}0,044%

Dari tabel ini, pecahan lain bisa diturunkan. Misalnya 38\frac{3}{8} adalah tiga kali 18\frac{1}{8}, jadi 0,375 atau 37,5%.

Contoh soal tahap 1: pecahan senilai dan mengurutkan

Soal 1 (pilihan ganda). Manakah pecahan yang senilai dengan 34\frac{3}{4}?

A. 610\frac{6}{10} B. 912\frac{9}{12} C. 1215\frac{12}{15} D. 1524\frac{15}{24}

Pembilang dan penyebut 34\frac{3}{4} dikali bilangan yang sama, yaitu 3, sehingga menjadi 912\frac{9}{12}. Jawabannya B. Pilihan lain bisa dicek dengan menyederhanakan: 610=35\frac{6}{10} = \frac{3}{5}, 1215=45\frac{12}{15} = \frac{4}{5}, dan 1524=58\frac{15}{24} = \frac{5}{8}.

Soal 2 (pilih lebih dari satu). Pilih semua bilangan yang nilainya sama dengan 0,6.

A. 35\frac{3}{5} B. 6% C. 1220\frac{12}{20} D. 60%

Jawabannya A, C, dan D. 35=610\frac{3}{5} = \frac{6}{10}, 1220=610\frac{12}{20} = \frac{6}{10}, dan 60% berarti 60 per seratus, sama dengan 0,60. Pilihan B menjebak karena angka 6-nya terlihat sama, padahal 6% hanya 0,06.

Soal 3 (pilihan ganda). Manakah urutan dari yang terkecil untuk bilangan 58\frac{5}{8}, 0,6, 62%, dan 0,65?

A. 0,6; 62%; 58\frac{5}{8}; 0,65 B. 0,6; 58\frac{5}{8}; 62%; 0,65 C. 62%; 0,6; 0,65; 58\frac{5}{8} D. 58\frac{5}{8}; 0,6; 62%; 0,65

Ubah semua ke desimal dengan tiga angka di belakang koma: 58=0,625\frac{5}{8} = 0{,}625, 0,6 = 0,600, 62% = 0,620, dan 0,65 = 0,650. Urutannya 0,6, lalu 62%, lalu 58\frac{5}{8}, lalu 0,65, jadi jawabannya A. Jebakannya ada di 62% dan 58\frac{5}{8} yang hanya berselisih 0,005. Anak yang membulatkan 58\frac{5}{8} menjadi 0,6 akan salah urut.

Soal 4 (benar atau salah). Tentukan benar atau salah untuk tiap pernyataan.

  1. 0,25 sama dengan 14\frac{1}{4}.
  2. 23\frac{2}{3} lebih besar daripada 0,6.
  3. 18\frac{1}{8} sama dengan 0,8.
  4. 150% sama dengan 1121\frac{1}{2}.

Pernyataan 1 benar. Pernyataan 2 benar, karena 23=0,666...\frac{2}{3} = 0{,}666... Pernyataan 3 salah, karena 18=0,125\frac{1}{8} = 0{,}125. Kesalahan ini muncul ketika anak mengira penyebut 8 langsung menjadi angka di belakang koma. Pernyataan 4 benar, karena 150% = 150100=112\frac{150}{100} = 1\frac{1}{2}.

Contoh soal tahap 2: operasi pecahan dan persen dalam cerita

Soal 5. Ibu membeli 1121\frac{1}{2} kg gula di pasar dan 34\frac{3}{4} kg lagi di warung. Untuk membuat kue, Ibu memakai 1141\frac{1}{4} kg. Berapa kilogram sisa gulanya?

Ubah semua ke perempat agar penyebutnya sama:

112+34−114=64+34−54=44=1 kg1\frac{1}{2} + \frac{3}{4} - 1\frac{1}{4} = \frac{6}{4} + \frac{3}{4} - \frac{5}{4} = \frac{4}{4} = 1 \text{ kg}

Soal 6. Sebuah kue beratnya 23\frac{2}{3} kg dibagi rata untuk 4 anak. Berapa berat bagian tiap anak?

Membagi dengan 4 sama dengan mengalikan 14\frac{1}{4}:

23÷4=23×14=212=16 kg\frac{2}{3} \div 4 = \frac{2}{3} \times \frac{1}{4} = \frac{2}{12} = \frac{1}{6} \text{ kg}

Kalau ditanya dalam gram, 16\frac{1}{6} kg kira-kira 167 gram. Ini satu-satunya jenis pembagian pecahan yang disebut kerangka, yaitu pecahan dibagi bilangan asli.

Soal 7. Di kelas 6 ada 32 murid. Sebanyak 25% ikut pramuka, 38\frac{3}{8} ikut menari, dan sisanya ikut futsal. Setiap murid hanya ikut satu kegiatan. Berapa murid yang ikut futsal?

Pramuka: 25% dari 32 = 14×32=8\frac{1}{4} \times 32 = 8 murid. Menari: 38×32=12\frac{3}{8} \times 32 = 12 murid. Futsal: 32−8−12=1232 - 8 - 12 = 12 murid. Soal seperti ini menguji dua hal sekaligus: mengubah persen ke pecahan, lalu memakai pecahan untuk menghitung bagian dari jumlah.

Soal 8. Harga sebuah buku Rp40.000. Toko memberi diskon 15%. Berapa yang harus dibayar?

Cara cepat tanpa kalkulator: 10% dari Rp40.000 adalah Rp4.000, dan 5% adalah separuhnya, Rp2.000. Jadi diskonnya Rp6.000 dan yang dibayar Rp34.000. Banyak anak berhenti di Rp6.000, padahal yang ditanya harga setelah diskon.

Soal 9 (pilih lebih dari satu). Dodi ingin menghitung 35\frac{3}{5} dari 40. Pilih semua cara yang benar.

A. 40 dibagi 5, lalu hasilnya dikali 3. B. 40 dikali 3, lalu hasilnya dibagi 5. C. 40 dikali 0,6. D. 40 dikali 3, lalu hasilnya ditambah 5.

Cara A, B, dan C sama-sama menghasilkan 24, jadi ketiganya benar. Cara D menghasilkan 125, jauh lebih besar dari 40. Ingatkan anak bahwa "35\frac{3}{5} dari sesuatu" pasti lebih kecil dari sesuatu itu. Taksiran seperti ini menyelamatkan banyak soal.

Contoh soal tahap 3: KPK dan FPB dalam soal cerita

Soal 10. Di sebuah taman ada tiga lampu hias. Lampu merah berkedip setiap 6 detik, lampu kuning setiap 8 detik, dan lampu hijau setiap 10 detik. Ketiganya berkedip bersamaan tepat pukul 19.00. Pukul berapa ketiganya berkedip bersamaan lagi?

Tanda soal KPK adalah kejadian berulang dan pertanyaan "kapan bersamaan lagi". Faktorkan: 6=2×36 = 2 \times 3, 8=238 = 2^3, 10=2×510 = 2 \times 5. KPK-nya 23×3×5=1202^3 \times 3 \times 5 = 120 detik, atau 2 menit. Jadi ketiganya berkedip bersamaan lagi pukul 19.02. Langkah terakhir, mengubah detik ke menit, sering terlewat.

Soal 11. Panitia lomba punya 48 pensil, 72 buku tulis, dan 60 penghapus. Semuanya akan dibuat paket hadiah dengan isi yang sama persis, tanpa sisa. Berapa paket paling banyak yang bisa dibuat, dan apa isi tiap paket?

Tanda soal FPB adalah benda yang dibagi rata dan pertanyaan "paling banyak". Faktorkan: 48=24×348 = 2^4 \times 3, 72=23×3272 = 2^3 \times 3^2, 60=22×3×560 = 2^2 \times 3 \times 5. FPB-nya 22×3=122^2 \times 3 = 12. Jadi ada 12 paket, masing-masing berisi 4 pensil, 6 buku tulis, dan 5 penghapus.

Soal 12 (benar atau salah). Tentukan benar atau salah untuk tiap pernyataan.

  1. FPB dari dua bilangan tidak pernah lebih besar daripada bilangan yang lebih kecil.
  2. KPK dari 4 dan 8 adalah 32.
  3. Jika 12 adalah faktor dari 36, maka 36 adalah kelipatan 12.

Pernyataan 1 benar, karena FPB harus membagi habis kedua bilangan, termasuk yang lebih kecil. Pernyataan 2 salah. KPK dari 4 dan 8 adalah 8, karena 8 sudah kelipatan 4. Anak yang hanya hafal "KPK berarti dikali" akan menjawab 32. Pernyataan 3 benar, karena 36=12×336 = 12 \times 3. Soal penalaran seperti ini tidak meminta hitungan panjang, tetapi menguji apakah anak paham arti faktor dan kelipatan.

Kesalahan khas anak di tiap tipe soal

Kesalahan di bab Bilangan jarang karena anak tidak bisa berhitung. Biasanya karena satu kebiasaan yang keliru dan terus diulang.

Tipe soalKesalahan yang sering munculCara mengeceknya
Pecahan senilaimenambah angka yang sama ke pembilang dan penyebut, misalnya 34\frac{3}{4} menjadi 56\frac{5}{6}pecahan senilai didapat dengan mengali atau membagi, tidak pernah dengan menambah
Mengurutkan desimalmengira 0,6 lebih kecil dari 0,58 karena 6 lebih kecil dari 58samakan banyak angka di belakang koma: 0,60 dan 0,58
Persenmembaca 6% sebagai 0,6persen berarti per seratus, jadi 6% = 6100\frac{6}{100}
Operasi pecahanmenjumlahkan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebuttaksir dulu: hasil 12+13\frac{1}{2} + \frac{1}{3} pasti lebih dari 12\frac{1}{2}
Pecahan dari suatu jumlahmembagi dengan pembilang lalu mengali penyebuthasil "35\frac{3}{5} dari 40" harus lebih kecil dari 40
KPK dan FPBtertukar memakai keduanya"bersamaan lagi" berarti KPK, "dibagi rata, paling banyak" berarti FPB
Benar atau salahmenebak pernyataan terakhir dari pola pernyataan sebelumnyanilai tiap pernyataan sebagai soal kecil yang terpisah

Saat memeriksa latihan anak, catat tipe soal yang salah, bukan nomornya. Setelah dua minggu, pola kesalahannya biasanya terlihat jelas, misalnya selalu salah di soal persen.

Bagaimana melatih bab Bilangan di rumah?

Latihan paling efektif justru yang pendek dan rutin. Tiga kebiasaan ini bisa dimulai minggu ini:

  1. Saat belanja, minta anak menghitung harga setelah diskon yang tertera di rak, memakai cara 10% lalu separuhnya.
  2. Saat memasak, pakai takaran 12\frac{1}{2}, 14\frac{1}{4}, dan 34\frac{3}{4} gelas, lalu tanyakan berapa total yang dipakai.
  3. Sekali seminggu, tulis lima bilangan campuran pecahan, desimal, dan persen di kertas, lalu minta anak mengurutkannya.

Untuk latihan soal, bank latihan TKA SD Matematika di Pintarly dikelompokkan per bab: Bilangan, Data, serta Geometri dan Pengukuran. Ketiga bentuk soal resmi ada di dalamnya. Anda bisa membukanya dari halaman TKA Pintarly atau menu latihan soal, lalu memilih jenjang SD setelah masuk ke akun. Gambaran soal lintas bab ada di soal TKA SD Matematika kelas 6, dan bab berikutnya yang memakai pecahan dibahas di soal TKA SD Geometri dan Pengukuran.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa soal bab Bilangan yang keluar di TKA SD?

Jumlah soal per bab tidak diumumkan. Yang diketahui adalah totalnya: 30 soal Matematika dan Numerasi dalam 75 menit, dari tiga elemen. Karena pecahan dan persen juga dipakai di soal pengukuran dan data, bab Bilangan tetap layak dikuasai lebih dulu.

Apakah perkalian pecahan dengan pecahan keluar di TKA SD?

Kerangka asesmen hanya menyebut perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli. Perkalian pecahan dengan pecahan tidak disebut, jadi latih secukupnya dan dahulukan soal cerita pecahan dan persen.

Apakah soal di artikel ini soal asli TKA?

Bukan. Semua soal di sini dibuat sendiri dengan pola yang mirip soal resmi. Pintarly belum punya paket soal asli TKA SD. Contoh soal resmi bisa dilihat di simulasi Ayo Coba TKA dan di lampiran kerangka asesmen di halaman unduhan Pusmendik.

Kapan sebaiknya anak mulai latihan bab ini?

Sekarang. Per 3 November 2026, jadwal TKA SD 2027 belum diumumkan. Sebagai perkiraan, TKA SD 2026 berlangsung 20 sampai 30 April 2026, jadi waktu yang tersisa kira-kira lima bulan. Langkah persiapan lainnya ada di panduan TKA SD 2027 untuk orang tua.

Artikel Terkait

Siap hadapi TKA?