TKA

Soal TKA SD Data: Membaca Tabel dan Diagram, Rata-rata, dan Modus

9 contoh soal TKA SD bab Data dari tabel jadwal, piktogram, diagram batang, dan tabel frekuensi, termasuk rata-rata, modus, dan benar-salah.

Oleh Diterbitkan 5 Nov 2026 9 menit baca
Di halaman ini

Soal TKA SD bab Data hampir selalu berbentuk stimulus: satu tabel, piktogram, atau diagram batang, lalu beberapa pertanyaan tentang isinya. Anak tidak diminta membuat diagram. Ia diminta membaca angka dengan tepat, membandingkan, menghitung total atau rata-rata, dan menilai pernyataan mana yang sesuai dengan data. Di bawah ini ada empat stimulus buatan sendiri dengan 9 soal, termasuk soal benar-salah yang mudah menjebak.

Data seperti apa yang diuji di TKA SD?

Kerangka asesmen resmi (Peraturan Kepala BSKAP 047/H/AN/2025) menulis elemen Data SD dengan dua bagian. Bagian pertama adalah penyajian data dalam bentuk gambar, piktogram, diagram batang, dan tabel frekuensi. Bagian kedua adalah pengambilan informasi dan penggunaan data.

Bentuk penyajianAda di kerangka SD?Catatan
Tabel dan tabel frekuensiyatermasuk tabel jadwal dan tabel hasil survei
Piktogramyasatu gambar mewakili beberapa benda
Diagram batangyategak atau mendatar
Diagram garistidak disebutbaru muncul di kerangka SMP
Diagram lingkarantidak disebutbaru muncul di kerangka SMP

Rata-rata dan modus juga tidak disebut dengan nama di kerangka SD. Keduanya lazim diajarkan di SD dan menjadi alat yang wajar untuk "menggunakan data", jadi tetap layak dilatih. Rerata, median, modus, dan jangkauan baru disebut dengan tegas di kerangka SMP.

Bab ini sering dianggap mudah karena angkanya kecil. Dalam latihan, kesalahan di soal data biasanya muncul karena anak membaca baris atau skala yang keliru, bukan karena salah hitung.

Stimulus 1: tabel jadwal

Jadwal bus sekolah di sebuah kota tertulis seperti ini.

HalteBus 1Bus 2Bus 3
Terminal06.1506.4507.20
Pasar06.3007.0007.35
Sekolah06.5007.2007.55

Soal 1. Raka tiba di halte Pasar pukul 06.50. Gerbang sekolah ditutup pukul 07.30. Bus mana yang harus Raka naiki agar tidak terlambat?

Bus 1 sudah lewat Pasar pukul 06.30. Bus 2 lewat pukul 07.00 dan tiba di sekolah 07.20, sebelum gerbang ditutup. Bus 3 tiba 07.55, terlambat. Jawabannya Bus 2. Soal ini menguji kemampuan membaca satu kolom dari atas ke bawah, lalu membandingkannya dengan dua batas waktu sekaligus.

Soal 2 (benar atau salah). Tentukan benar atau salah.

  1. Ketiga bus membutuhkan waktu yang sama dari Terminal ke Sekolah.
  2. Bus 3 tiba di Sekolah sebelum pukul 07.30.
  3. Jarak waktu keberangkatan antarbus dari Terminal selalu 30 menit.

Setiap bus butuh 35 menit dari Terminal ke Sekolah, misalnya 06.15 sampai 06.50. Pernyataan 1 benar. Bus 3 tiba 07.55, jadi pernyataan 2 salah. Bus 1 ke Bus 2 berjarak 30 menit, tetapi Bus 2 ke Bus 3 berjarak 35 menit. Kata "selalu" membuat pernyataan 3 salah. Ajari anak waspada pada kata seperti "selalu", "semua", dan "tidak pernah". Satu pengecualian sudah cukup membuat pernyataan itu salah.

Stimulus 2: piktogram

Penjualan es lilin di kantin selama lima hari digambarkan dengan piktogram. Setiap ■ mewakili 4 es lilin, dan setiap □ mewakili setengah gambar, yaitu 2 es lilin.

HariEs lilin terjual
Senin■ ■ ■
Selasa■ ■ ■ ■ ■ □
Rabu■ ■ □
Kamis■ ■ ■ ■
Jumat■ ■ ■ ■ ■

Soal 3. Berapa rata-rata es lilin yang terjual per hari?

Ubah gambar menjadi angka dulu: Senin 12, Selasa 22, Rabu 10, Kamis 16, Jumat 20. Totalnya 80. Rata-ratanya:

12+22+10+16+205=805=16\frac{12 + 22 + 10 + 16 + 20}{5} = \frac{80}{5} = 16

Kesalahan paling sering adalah menghitung gambarnya, bukan nilainya, sehingga anak mendapat rata-rata 4.

Soal 4 (pilih lebih dari satu). Pilih semua pernyataan yang sesuai dengan piktogram.

A. Penjualan terbanyak terjadi pada hari Selasa. B. Penjualan hari Rabu setengah dari penjualan hari Jumat. C. Total penjualan lima hari adalah 76 es lilin. D. Ada empat hari dengan penjualan lebih dari 15 es lilin.

A benar, Selasa 22. B benar, Rabu 10 dan Jumat 20. C salah, totalnya 80. D salah, karena yang lebih dari 15 hanya Selasa, Kamis, dan Jumat, yaitu tiga hari. Jawabannya A dan B. Di soal seperti ini, separuh gambar (□) paling sering terlewat.

Stimulus 3: diagram batang

Bank sampah sekolah mencatat sampah plastik yang dikumpulkan tiap kelas selama sebulan. Diagram batangnya digambarkan di bawah. Setiap kotak █ mewakili 2 kg.

KelasSampah plastik
4A███████
4B█████████
5A██████
5B█████████
6A████████████
6B██████████

Diagram batang di soal biasanya memakai sumbu bernomor. Di latihan ini, anak menghitung kotaknya lalu mengalikan dengan 2.

Soal 5. Berapa selisih sampah dari kelas yang paling banyak dan yang paling sedikit?

Kelas 6A punya 12 kotak, yaitu 24 kg, dan kelas 5A punya 6 kotak, yaitu 12 kg. Selisihnya 24−12=1224 - 12 = 12 kg.

Soal 6 (benar atau salah). Tentukan benar atau salah.

  1. Kelas 6A mengumpulkan dua kali lipat sampah kelas 5A.
  2. Gabungan kelas 4A dan 4B lebih sedikit daripada gabungan kelas 5A dan 5B.
  3. Ada dua kelas yang mengumpulkan sampah sama banyak.
  4. Total sampah semua kelas lebih dari 100 kg.

Nilai tiap kelas: 4A 14, 4B 18, 5A 12, 5B 18, 6A 24, 6B 20. Pernyataan 1 benar, karena 24 = 2 × 12. Pernyataan 2 salah, karena kelas 4 berjumlah 32 kg dan kelas 5 berjumlah 30 kg. Pernyataan 3 benar, yaitu 4B dan 5B dengan 18 kg. Pernyataan 4 benar, karena totalnya 106 kg. Pernyataan 2 menjebak anak yang hanya melihat batang terpendek (5A) lalu menyimpulkan kelas 5 pasti kalah.

Stimulus 4: tabel frekuensi, rata-rata, dan modus

Nilai ulangan 20 murid kelas 6 dicatat dalam tabel frekuensi.

Nilai60708090100
Banyak murid25742

Soal 7. Berapa modus nilai ulangan itu?

Modus adalah nilai yang paling sering muncul. Frekuensi terbesar adalah 7, milik nilai 80. Jadi modusnya 80. Jebakannya, sebagian anak menjawab 7, padahal 7 adalah banyak murid, bukan nilainya.

Soal 8. Berapa rata-rata nilai ulangan itu?

Kalikan tiap nilai dengan banyak muridnya, jumlahkan, lalu bagi dengan banyak murid:

60×2+70×5+80×7+90×4+100×220=1.59020=79,5\frac{60 \times 2 + 70 \times 5 + 80 \times 7 + 90 \times 4 + 100 \times 2}{20} = \frac{1.590}{20} = 79{,}5

Anak yang langsung menjumlahkan 60, 70, 80, 90, dan 100 lalu membagi 5 akan mendapat 80. Angka itu terlihat masuk akal, padahal salah, karena tiap nilai dimiliki jumlah murid yang berbeda.

Soal 9 (benar atau salah). Tentukan benar atau salah.

  1. Rata-rata nilai sama dengan modusnya.
  2. Lebih dari separuh murid mendapat nilai 80 atau lebih.
  3. Murid yang mendapat nilai 100 sama banyak dengan yang mendapat 60.

Rata-rata 79,5 dan modus 80, jadi pernyataan 1 salah, walaupun selisihnya kecil. Murid dengan nilai minimal 80 ada 7+4+2=137 + 4 + 2 = 13 dari 20, lebih dari separuh. Pernyataan 2 benar. Nilai 100 dan nilai 60 sama-sama dimiliki 2 murid, jadi pernyataan 3 benar.

Cara menilai pernyataan seperti ini dibahas lebih lengkap di cara mengerjakan soal pilihan ganda kompleks TKA.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Menghitung gambar di piktogram, bukan nilainya, atau melewatkan setengah gambar.
  2. Membaca kolom atau baris yang bersebelahan di tabel jadwal, terutama kalau tabelnya padat.
  3. Menjawab dengan frekuensi ketika yang ditanya nilai, seperti pada soal modus.
  4. Menghitung rata-rata tabel frekuensi tanpa mengalikan nilai dengan banyak murid.
  5. Menganggap pernyataan dengan kata "selalu" atau "semua" benar karena sebagian besar datanya cocok.
  6. Menyimpulkan dari satu batang, padahal pertanyaannya tentang gabungan beberapa batang.

Melatih membaca data dari koran dan struk belanja

Anak lebih cepat terbiasa dengan data kalau datanya nyata dan dekat. Beberapa bahan yang bisa Anda pakai:

  1. Struk belanja. Minta anak membuat tabel dari struk: nama barang, banyaknya, dan harganya. Lalu tanyakan barang mana yang paling mahal per buah, dan berapa total untuk satu jenis barang.
  2. Grafik di koran atau berita daring. Banyak berita memuat diagram batang, misalnya harga cabai per minggu. Tutup judulnya, lalu minta anak menebak apa yang sedang dibandingkan.
  3. Jadwal kereta, bus, atau jadwal pelajaran. Ajukan pertanyaan seperti soal 1: kalau berangkat jam sekian, sampai jam berapa?
  4. Survei kecil di rumah. Catat menu sarapan keluarga selama seminggu dalam tabel frekuensi, lalu cari modusnya bersama-sama.

Bank latihan TKA SD Matematika di Pintarly memuat bab Data bersama Bilangan serta Geometri dan Pengukuran, dalam bentuk pilihan ganda, benar-salah, dan pilih lebih dari satu. Anda bisa membukanya lewat halaman TKA Pintarly atau menu latihan soal setelah memilih jenjang SD. Gambaran soal lintas bab ada di soal TKA SD Matematika kelas 6, sedangkan soal satuan waktu yang sering dipakai di tabel jadwal dibahas di soal TKA SD Geometri dan Pengukuran.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah diagram lingkaran keluar di TKA SD?

Kerangka asesmen SD tidak menyebutnya. Yang disebut adalah gambar, piktogram, diagram batang, dan tabel frekuensi. Diagram lingkaran dan diagram garis baru tercantum di kerangka SMP.

Apakah anak perlu menghafal rumus median?

Median tidak disebut di kerangka SD. Rata-rata dan modus lebih berguna untuk dilatih karena sering dipakai untuk menilai pernyataan tentang data. Kalau waktunya terbatas, dahulukan membaca tabel dan diagram dengan tepat.

Mengapa soal data sering dibuat satu stimulus untuk beberapa soal?

Bentuk soal grup memang dipakai di TKA, yaitu beberapa soal untuk satu stimulus. Akibatnya, salah membaca satu tabel bisa membuat beberapa jawaban sekaligus salah. Karena itu, membaca keterangan tabel atau skala diagram lebih dulu sangat penting.

Berapa soal Data di TKA SD Matematika?

Jumlah per bab tidak diumumkan. Totalnya 30 soal Matematika dan Numerasi dalam 75 menit, dari tiga elemen: Bilangan, Geometri dan Pengukuran, serta Data.

Apakah soal di artikel ini soal asli TKA SD?

Bukan. Semua stimulus dan soalnya dibuat sendiri. Pintarly belum punya paket soal asli TKA SD. Contoh soal resmi bisa dilihat di simulasi Ayo Coba TKA dan di lampiran kerangka asesmen di halaman unduhan Pusmendik.

Artikel Terkait

Siap hadapi TKA?