Mari kita gambar situasinya. Ada tiang lampu L P setinggi lima meter di atas tanah. Bayangannya jatuh di titik A, sehingga jarak P A adalah sembilan meter. Di antara lampu dan ujung bayangan, terdapat rambu di titik D dengan jarak D A sepanjang tiga meter. Maka, jarak P D adalah sembilan dikurang tiga, yaitu enam meter. Dari garis sinar cahaya L A, terbentuklah segitiga L P A yang sebangun dengan segitiga R D A.