Kuliah

Cara Menyusun Kuesioner Skripsi dari Indikator Variabel

Menyusun kuesioner skripsi dari variabel, dimensi, indikator, sampai item. Contoh kisi-kisi 30 item, aturan tiga item per indikator, dan Likert 4 vs 5 poin.

Oleh Diterbitkan 5 Nov 2026 9 menit baca
Di halaman ini

Cara membuat kuesioner skripsi dengan skala Likert dimulai dari variabel, bukan dari daftar pertanyaan. Urutannya selalu variabel, lalu dimensi, lalu indikator, baru item pernyataan. Setiap item harus bisa ditelusuri balik ke satu indikator, dan setiap indikator butuh minimal tiga item supaya masih tersisa cukup kalau ada yang gugur saat uji validitas. Di bawah ini rantai itu dikerjakan sampai selesai untuk satu variabel.

Dari variabel ke item: rantainya seperti apa?

Kuesioner yang ditolak dosen pembimbing biasanya punya masalah yang sama: item-itemnya ditulis langsung dari intuisi, lalu dicarikan teorinya belakangan. Hasilnya, ada indikator yang tidak punya item sama sekali dan ada item yang tidak mengukur apa pun yang ada di bab 2.

Rantai yang benar punya lima mata:

  1. Variabel: konsep yang diteliti, misalnya kualitas pelayanan akademik.
  2. Definisi operasional: kalimat yang menyatakan bagaimana variabel itu diukur di penelitianmu, termasuk siapa respondennya dan skalanya.
  3. Dimensi: aspek besar dari variabel, diambil dari teori yang kamu kutip.
  4. Indikator: perilaku atau kondisi yang bisa diamati untuk tiap dimensi.
  5. Item: pernyataan yang dijawab responden, satu gagasan per item.

Dimensi dan indikator wajib punya sumber. Kalau teorinya menyebut lima dimensi, kamu tidak bebas memakai tiga saja tanpa alasan yang ditulis. Hubungan antara teori dan variabel yang kamu ukur dibahas di artikel kerangka teori vs kerangka konseptual.

Contoh lengkap: variabel kualitas pelayanan akademik

Misalkan judulmu meneliti pengaruh kualitas pelayanan akademik terhadap kepuasan mahasiswa di sebuah fakultas. Kamu memakai model SERVQUAL yang membagi kualitas layanan menjadi lima dimensi: bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy).

Definisi operasionalnya bisa ditulis begini: "Kualitas pelayanan akademik adalah penilaian mahasiswa aktif terhadap layanan bagian akademik fakultas dalam satu semester terakhir, diukur dengan 30 pernyataan skala Likert lima poin pada lima dimensi SERVQUAL."

Indikatornya kamu turunkan sendiri sesuai konteks layanan akademik, dengan tetap berpegang pada makna tiap dimensi. Hasilnya disusun dalam tabel kisi-kisi:

DimensiIndikatorNomor itemJumlah
Bukti fisikKondisi ruang layanan1, 2, 33
Bukti fisikKejelasan informasi tertulis (papan, laman)4, 5, 63
KeandalanKetepatan waktu penyelesaian berkas7, 8, 93
KeandalanKetepatan isi dokumen yang diterbitkan10, 11, 123
Daya tanggapKecepatan merespons pertanyaan13, 14, 153
Daya tanggapKesediaan membantu di luar prosedur rutin16, 17, 183
JaminanPengetahuan staf tentang aturan akademik19, 20, 213
JaminanKeamanan data mahasiswa22, 23, 243
EmpatiPerhatian pada kendala individual25, 26, 273
EmpatiKemudahan menghubungi layanan28, 29, 303

Lima dimensi, sepuluh indikator, tiga item per indikator, total 30 item. Skor total responden berkisar 30 (semua jawaban 1) sampai 150 (semua jawaban 5).

Sekarang turunkan satu indikator sampai ke item. Untuk indikator "kecepatan merespons pertanyaan" (dimensi daya tanggap):

  • Item 13: "Pertanyaan saya lewat email ke bagian akademik dibalas dalam dua hari kerja."
  • Item 14: "Saat datang langsung, saya dilayani tanpa harus menunggu lama."
  • Item 15: "Saya sering harus bertanya berulang kali sebelum mendapat jawaban dari bagian akademik." (pernyataan negatif)

Perhatikan bahwa ketiganya mengukur hal yang sama dari sudut yang berbeda: kanal daring, kanal tatap muka, dan pengalaman negatif. Itu yang membuat tiga item tidak sekadar mengulang kalimat yang sama dengan kata lain.

Kenapa minimal tiga item per indikator?

Karena uji validitas hampir selalu menggugurkan sebagian item. Kalau satu indikator hanya punya satu item dan item itu gugur, indikator tersebut hilang dari pengukuran. Akibatnya definisi operasional yang kamu tulis di bab 3 tidak lagi sesuai dengan apa yang benar-benar diukur.

Hitung skenarionya untuk kisi-kisi di atas. Misalkan tiga item gugur, yaitu item 5, 14, dan 26.

RancanganItem gugurIndikator yang kehilangan semua item
1 item per indikator (10 item)Item untuk 3 indikator3 indikator hilang
2 item per indikator (20 item)3 item tersebar0, tapi 3 indikator tinggal 1 item
3 item per indikator (30 item)Item 5, 14, 260, setiap indikator masih punya minimal 2 item

Dengan tiga item, gugurnya satu item masih menyisakan dua, dan indikatornya tetap terwakili. Kalau dua dari tiga gugur, itu tanda indikatornya bermasalah dan perlu ditinjau ulang, bukan sekadar dibuang. Pertimbangan membuang atau memperbaiki item dibahas di item kuesioner tidak valid, dibuang atau diperbaiki.

Ada batas atasnya juga. Kuesioner dengan tiga variabel masing-masing 30 item berarti 90 pernyataan, dan responden yang lelah cenderung mengisi asal di separuh akhir. Kalau totalnya mulai melewati angka itu, kurangi indikator yang tumpang-tindih, bukan jumlah item per indikator.

Likert 4 atau 5 poin, apa bedanya?

Perbedaannya hanya satu: ada atau tidaknya titik tengah (netral, ragu-ragu, atau cukup). Dampaknya nyata ke cara responden menjawab dan ke cara kamu menafsirkan rata-rata.

AspekLikert 5 poinLikert 4 poin
PilihanSTS, TS, N, S, SSSTS, TS, S, SS
Responden raguBisa memilih netralDipaksa memihak
Risiko utamaNetral dipakai untuk menghindari berpikirResponden yang memang netral memilih acak
Panjang kelas interpretasi(5 − 1) / 5 = 0,80(4 − 1) / 4 = 0,75
Rentang skor 30 item30 sampai 15030 sampai 120

Panjang kelas itu yang kamu pakai untuk menafsirkan rata-rata jawaban di bab 4. Untuk skala lima poin, kategorinya 1,00 sampai 1,80 (sangat rendah), 1,81 sampai 2,60 (rendah), 2,61 sampai 3,40 (sedang), 3,41 sampai 4,20 (tinggi), dan 4,21 sampai 5,00 (sangat tinggi). Untuk empat poin, 1,00 sampai 1,75, 1,76 sampai 2,50, 2,51 sampai 3,25, dan 3,26 sampai 4,00. Kamu bisa mengecek perhitungannya di kalkulator skala Likert.

Pilih empat poin kalau topikmu membuat responden cenderung "aman" di tengah, misalnya penilaian terhadap atasan atau lembaga tempat mereka bergantung. Pilih lima poin kalau sikap netral memang jawaban yang sah, misalnya tentang fitur yang belum pernah responden pakai. Apa pun pilihannya, pakai jumlah poin yang sama untuk semua variabel di satu kuesioner.

Bagaimana menulis item yang bisa dijawab dengan jujur?

Beberapa aturan yang paling sering dilanggar, masing-masing dengan contoh perbaikan:

  1. Satu gagasan per item. "Staf akademik ramah dan cepat" adalah dua item. Responden yang mendapati staf ramah tapi lambat tidak punya jawaban yang benar.
  2. Beri kerangka waktu. "Dalam satu semester terakhir" membuat semua responden menilai periode yang sama.
  3. Hindari negatif ganda. "Saya tidak merasa bahwa staf tidak peduli" membuat orang salah membaca.
  4. Hindari kata absolut di pernyataan sikap. "Staf selalu tepat waktu" mudah ditolak oleh satu pengalaman buruk saja, sehingga hampir semua orang menjawab tidak setuju.
  5. Pakai bahasa responden. Mahasiswa semester dua mungkin tidak paham istilah "verifikasi berkas", tapi paham "pengecekan berkas".

Untuk pernyataan negatif seperti item 15, skornya harus dibalik sebelum diolah. Pada skala lima poin, skor baru = 6 − skor asli, jadi jawaban 5 menjadi 1 dan jawaban 2 menjadi 4. Pada skala empat poin, skor baru = 5 − skor asli.

Kesalahan yang sering terjadi saat menyusun kuesioner

  • Item disusun dulu, indikator dicocokkan belakangan. Biasanya ketahuan karena satu indikator punya enam item dan indikator lain kosong.
  • Indikator variabel X dan variabel Y tumpang-tindih. Kalau "kepuasan" diukur dengan item "layanan cepat", korelasinya dengan "daya tanggap" akan tinggi karena itemnya sama, bukan karena pengaruhnya kuat.
  • Lupa membalik skor item negatif. Gejalanya, korelasi item dengan total bernilai negatif dan item itu langsung dinyatakan tidak valid.
  • Menerjemahkan kuesioner bahasa Inggris kata demi kata. "I feel valued" menjadi "Saya merasa dinilai", yang artinya bergeser. Terjemahkan maknanya, lalu minta orang lain menerjemahkan balik ke bahasa Inggris untuk dicek.
  • Mencampur skala empat dan lima poin di satu kuesioner, sehingga rata-rata antarvariabel tidak bisa dibandingkan.
  • Tidak menyertakan nomor item di tabel kisi-kisi. Saat item gugur, kamu tidak bisa lagi menunjukkan indikator mana yang terdampak.

Setelah kuesioner jadi, apa langkah berikutnya?

Uji coba dulu ke sekelompok kecil responden yang karakteristiknya mirip sampel tapi bukan bagian dari sampel. Minta mereka menandai kalimat yang membingungkan, lalu jalankan uji validitas dan reliabilitas. Prosedurnya ada di uji validitas dan reliabilitas kuesioner SPSS, dan kamu bisa menghitung r hitung tiap item dengan kalkulator uji validitas.

Kalau kamu belum yakin data Likert boleh langsung diolah dengan regresi, baca skala Likert, perlu MSI sebelum regresi atau tidak.

FAQ

Berapa jumlah item kuesioner yang ideal untuk skripsi?

Tidak ada angka baku. Patokan praktisnya tiga item per indikator, lalu jumlahkan. Variabel dengan empat indikator butuh sekitar 12 item. Yang perlu dijaga adalah total seluruh variabel, supaya responden tidak lelah sebelum selesai.

Boleh mengambil kuesioner dari skripsi atau jurnal orang lain?

Boleh, dan sering lebih baik karena instrumennya sudah pernah diuji. Cantumkan sumbernya, sebutkan bagian yang kamu ubah, dan tetap uji ulang validitas dan reliabilitasnya pada respondenmu sendiri.

Apakah setiap variabel wajib punya pernyataan negatif?

Tidak wajib. Pernyataan negatif membantu mendeteksi responden yang mengisi asal, tapi juga sering membingungkan. Kalau dipakai, cukup satu atau dua per dimensi, dan pastikan skornya dibalik.

Dimensi dan indikator bedanya apa?

Dimensi adalah aspek besar yang disebut teori, misalnya daya tanggap. Indikator adalah hal yang bisa diamati dari dimensi itu, misalnya kecepatan membalas pertanyaan. Satu dimensi biasanya punya dua indikator atau lebih.

Kalau semua item satu indikator gugur, apa yang harus dilakukan?

Jangan langsung menghapus indikatornya. Periksa dulu apakah itemnya ambigu atau skornya lupa dibalik. Kalau itemnya memang buruk, perbaiki kalimatnya dan uji coba ulang sebelum penyebaran utama.

Artikel Terkait

Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?