Kuliah

Neraca Lajur: Dari Neraca Saldo ke Laporan Keuangan

Cara membuat neraca lajur 10 kolom dari neraca saldo sampai laporan keuangan, dengan contoh angka utuh dan cara melacak selisih kolom laba rugi dan neraca.

Oleh Diterbitkan 5 Nov 2026 9 menit baca
Di halaman ini

Neraca lajur (kertas kerja) dibuat dengan memindahkan setiap saldo akun dari neraca saldo, menambahkan penyesuaian, lalu menaruh saldo yang sudah disesuaikan ke kolom laba rugi atau kolom neraca. Kertas kerja sepuluh kolom punya lima pasang debit dan kredit: neraca saldo, penyesuaian, neraca saldo disesuaikan, laba rugi, dan neraca. Selisih di pasangan laba rugi harus sama persis dengan selisih di pasangan neraca, dan aturan itu yang membuat neraca lajur berguna untuk menemukan kesalahan sebelum laporan keuangan disusun.

Data yang dipakai: Studio Rupa, jasa desain

Studio Rupa adalah usaha jasa desain grafis. Semua angka di artikel ini dalam ribuan rupiah, jadi 26.000 berarti Rp26 juta. Neraca saldo per 31 Desember berjumlah 112.000 di debit dan 112.000 di kredit.

Data penyesuaian akhir tahun:

  1. (a) Perlengkapan yang tersisa saat dihitung fisik 1.500, padahal saldo bukunya 4.000. Perlengkapan terpakai 2.500.
  2. (b) Sewa dibayar di muka 12.000 untuk 12 bulan, dibayar 1 September. Sampai 31 Desember sudah lewat 4 bulan, jadi beban sewa 4.000.
  3. (c) Penyusutan peralatan tahun ini 3.000.
  4. (d) Gaji karyawan bulan Desember yang belum dibayar 2.000.
  5. (e) Dari pendapatan diterima di muka 3.000, pekerjaan senilai 1.000 sudah selesai.
  6. (f) Desain yang sudah diserahkan tapi belum ditagih 1.500.

Kalau kamu belum yakin kenapa tiap penyesuaian dijurnal seperti di tabel di bawah, pelajari dulu jurnal penyesuaian untuk kasus UAS. Artikel ini fokus pada ke mana angkanya pindah.

Seperti apa neraca lajur sepuluh kolom yang lengkap?

Singkatan kolom: NS = neraca saldo, P = penyesuaian, NSD = neraca saldo disesuaikan, LR = laba rugi, N = neraca. Huruf dalam kurung menunjuk penyesuaian di atas.

AkunNS DNS KP DP KNSD DNSD KLR DLR KN DN K
Kas26.00026.00026.000
Piutang usaha6.000(f) 1.5007.5007.500
Perlengkapan4.000(a) 2.5001.5001.500
Sewa dibayar di muka12.000(b) 4.0008.0008.000
Peralatan30.00030.00030.000
Akum. penyusutan peralatan6.000(c) 3.0009.0009.000
Utang usaha5.0005.0005.000
Pendapatan diterima di muka3.000(e) 1.0002.0002.000
Modal50.00050.00050.000
Prive2.0002.0002.000
Pendapatan jasa48.000(e, f) 2.50050.50050.500
Beban gaji24.000(d) 2.00026.00026.000
Beban listrik3.0003.0003.000
Beban iklan5.0005.0005.000
Beban perlengkapan(a) 2.5002.5002.500
Beban sewa(b) 4.0004.0004.000
Beban penyusutan(c) 3.0003.0003.000
Utang gaji(d) 2.0002.0002.000
Jumlah112.000112.00014.00014.000118.500118.50043.50050.50075.00068.000
Laba bersih7.0007.000
Total50.50050.50075.00075.000

Empat akun terakhir sebelum baris jumlah tidak ada di neraca saldo. Akun yang baru muncul karena penyesuaian ditulis di bawah daftar akun asli, bukan diselipkan di tengah.

Bagaimana cara menghitung kolom neraca saldo disesuaikan?

Aturannya sama dengan saldo akun biasa. Akun bersaldo debit ditambah penyesuaian debit dan dikurangi penyesuaian kredit. Akun bersaldo kredit sebaliknya.

  • Piutang usaha: 6.000+1.500=7.5006.000 + 1.500 = 7.500 di debit.
  • Perlengkapan: 4.000−2.500=1.5004.000 - 2.500 = 1.500 di debit.
  • Akumulasi penyusutan: 6.000+3.000=9.0006.000 + 3.000 = 9.000 di kredit, karena akun ini bersaldo kredit dan penyesuaiannya juga kredit.
  • Pendapatan diterima di muka: 3.000−1.000=2.0003.000 - 1.000 = 2.000 di kredit.
  • Pendapatan jasa: 48.000+1.000+1.500=50.50048.000 + 1.000 + 1.500 = 50.500 di kredit.

Setelah semua baris diisi, jumlahkan. Debit dan kredit NSD harus sama, di sini 118.500. Kalau belum sama, jangan lanjut ke kolom berikutnya. Kesalahan di tahap ini akan terbawa ke semua kolom kanan.

Akun mana yang masuk kolom laba rugi dan mana yang ke neraca?

Setiap angka NSD pindah ke satu kolom saja, di sisi yang sama (debit tetap debit, kredit tetap kredit).

Jenis akunPindah keContoh dari Studio Rupa
PendapatanLR kreditPendapatan jasa
BebanLR debitBeban gaji, sewa, penyusutan
AsetN debitKas, piutang, sewa dibayar di muka
Akun pengurang asetN kreditAkumulasi penyusutan
LiabilitasN kreditUtang usaha, utang gaji, pendapatan diterima di muka
ModalN kreditModal
PriveN debitPrive

Dua akun paling sering salah tempat. Pendapatan diterima di muka adalah utang (kewajiban mengerjakan jasa), jadi masuk neraca, walaupun namanya mengandung kata "pendapatan". Prive mengurangi modal, bukan beban, jadi masuk neraca debit dan tidak pernah menyentuh laba rugi.

Kenapa selisih kolom laba rugi harus sama dengan selisih kolom neraca?

Kolom laba rugi: kredit 50.500 dikurangi debit 43.500 sama dengan laba 7.000. Kolom neraca: debit 75.000 dikurangi kredit 68.000 juga 7.000.

Angkanya sama karena modal di kolom neraca masih modal awal. Laba tahun berjalan belum masuk ke sana. Jadi kolom neraca kekurangan tepat sebesar laba di sisi kredit. Laba 7.000 ditulis di LR debit dan N kredit, sehingga kedua pasangan seimbang. Kalau rugi, angkanya ditulis di LR kredit dan N debit.

Selisihnya tidak sama: cara mempersempit letak kesalahan

Misalnya kolom LR memberi laba 7.000, tetapi selisih kolom N 25.000. Selisih antara dua angka itu, 18.000, memberi petunjuk jenis kesalahannya.

  1. Selisihnya dua kali saldo suatu akun: akun itu masuk sisi yang salah. Di contoh ini 18.000=2×9.00018.000 = 2 \times 9.000, jadi cari akun bersaldo 9.000. Ternyata akumulasi penyusutan tertulis di N debit, padahal seharusnya kredit.
  2. Selisihnya sama dengan saldo satu akun: akun itu tidak dipindahkan sama sekali. Kalau utang gaji 2.000 lupa dibawa ke N kredit, selisih kolom N menjadi 9.000 dan bedanya dengan laba tepat 2.000.
  3. Selisihnya habis dibagi 9: kemungkinan angka tertukar urutannya. Piutang 7.500 yang tertulis 5.700 membuat beda 1.800, dan 1.800/9=2001.800 / 9 = 200.
  4. Selisih NSD sudah tidak seimbang: kesalahan ada di penyesuaian atau di penjumlahan baris, bukan di pemindahan ke LR dan N. Periksa ulang jumlah kolom P dulu.

Ada satu kesalahan yang tidak tertangkap pemeriksaan ini. Kalau prive 2.000 dimasukkan ke LR debit, laba turun menjadi 5.000 dan selisih kolom N juga menjadi 5.000. Kedua selisih tetap sama, padahal laporan laba ruginya salah. Untuk akun seperti ini, cek ulang dengan tabel klasifikasi di atas.

Dari neraca lajur ke tiga laporan keuangan

Setelah kertas kerja seimbang, laporan keuangan tinggal disalin dari kolom yang tepat.

Laporan laba rugi diambil dari kolom LR. Pendapatan jasa 50.500. Beban: gaji 26.000, iklan 5.000, sewa 4.000, listrik 3.000, penyusutan 3.000, perlengkapan 2.500, total 43.500. Laba bersih 7.000.

Laporan perubahan modal memakai modal dan prive dari kolom N ditambah laba:

50.000+7.000−2.000=55.00050.000 + 7.000 - 2.000 = 55.000

Laporan posisi keuangan (neraca) memakai sisa akun kolom N, dengan modal akhir 55.000 dari laporan perubahan modal:

AsetLiabilitas dan ekuitas
Kas26.000Utang usaha5.000
Piutang usaha7.500Utang gaji2.000
Perlengkapan1.500Pendapatan diterima di muka2.000
Sewa dibayar di muka8.000Jumlah liabilitas9.000
Peralatan30.000Modal akhir55.000
Akum. penyusutan(9.000)
Jumlah aset64.000Jumlah liabilitas dan ekuitas64.000

Total 64.000 di kedua sisi menjadi pemeriksaan terakhir. Kalau kasusmu berlanjut ke penyusunan arus kas, laba 7.000 dan beban penyusutan 3.000 ini menjadi titik awal laporan arus kas metode tidak langsung.

Kesalahan yang sering terjadi saat mengisi kertas kerja

  • Akumulasi penyusutan dipindah ke debit karena tergolong kelompok aset. Akun ini pengurang aset dan saldonya kredit.
  • Penyesuaian pendapatan yang belum ditagih lupa dicatat di dua tempat. Piutang naik dan pendapatan naik, keduanya harus muncul di kolom P.
  • Pendapatan diterima di muka masuk kolom laba rugi karena namanya.
  • Laba bersih ditulis di sisi yang sama di LR dan N. Laba selalu di LR debit dan N kredit.
  • Angka penyesuaian ditulis tanpa huruf penanda, sehingga saat ada selisih kamu tidak bisa melacak pasangan debit dan kreditnya.

Penyusutan 3.000 di contoh ini sudah diberikan di soal. Kalau soalmu meminta menghitungnya sendiri, caranya ada di metode penyusutan aset tetap. Untuk akun yang ragu sisi saldonya, lihat cara menentukan sisi debit dan kredit akun.

FAQ

Apakah neraca lajur termasuk laporan keuangan?

Tidak. Neraca lajur adalah alat bantu kerja. Laporan keuangan yang diserahkan tetap laporan laba rugi, perubahan modal, dan posisi keuangan yang disusun dari kertas kerja itu.

Apa beda neraca lajur 8 kolom dan 10 kolom?

Versi 8 kolom tidak memuat pasangan neraca saldo disesuaikan, sehingga angka langsung dipindah dari NS dan P ke LR dan N. Versi 10 kolom lebih panjang tapi lebih mudah dicek, karena kamu bisa memastikan NSD seimbang sebelum memisahkan akun.

Di mana menulis akun yang baru muncul dari penyesuaian?

Di bawah daftar akun neraca saldo, sebelum baris jumlah. Akun seperti beban penyusutan dan utang gaji kolom NS-nya dibiarkan kosong.

Bagaimana kalau perusahaannya dagang?

Strukturnya sama. Akun persediaan, pembelian, dan harga pokok penjualan menambah baris, dan perlakuan persediaan akhir mengikuti metode yang diminta soal. Pemeriksaan selisih LR dan N tetap berlaku.

Kenapa kolom laba rugi tidak seimbang sebelum laba ditambahkan?

Memang tidak seharusnya seimbang. Selisihnya adalah laba atau rugi. Kolom LR baru seimbang setelah laba atau rugi ditulis di sisi yang lebih kecil.

Artikel Terkait

Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?