Integral Pecahan Parsial: Faktor Berulang dan Kuadrat Tak Terurai
Integral pecahan parsial untuk faktor linear berbeda, linear berulang, kuadrat tak terurai, dan campuran, plus kapan polinom harus dibagi dulu.

Di halaman ini
- Bagaimana menentukan bentuk pecahan dari faktor penyebut?
- Contoh soal integral pecahan parsial untuk empat kasus penyebut
- Kasus 1: faktor linear berbeda
- Kasus 2: faktor linear berulang
- Kasus 3: kuadrat tak terurai dan melengkapkan kuadrat
- Kasus 4: campuran linear dan kuadrat
- Kenapa polinom harus dibagi dulu?
- Substitusi akar atau menyamakan koefisien?
- Kesalahan yang sering terjadi
- FAQ
- Bagaimana tahu sebuah kuadrat bisa difaktorkan atau tidak?
- Bagaimana bentuk pecahan untuk (x² + 1)²?
- Apakah nilai x untuk substitusi harus akar penyebut?
- Kenapa ln(x² + 1) tidak pakai nilai mutlak?
- Apakah semua fungsi rasional bisa diintegralkan dengan pecahan parsial?
Integral pecahan parsial memecah fungsi rasional menjadi beberapa pecahan sederhana yang masing-masing bisa diintegralkan menjadi , pecahan pangkat, atau . Bentuk pecahannya ditentukan oleh faktor penyebut: linear berbeda, linear berulang, kuadrat yang tidak bisa difaktorkan, atau campuran ketiganya. Satu langkah yang wajib dicek sebelum semua itu: kalau derajat pembilang tidak lebih kecil dari derajat penyebut, bagi polinomnya dulu.
Bagaimana menentukan bentuk pecahan dari faktor penyebut?
Faktorkan penyebut sepenuhnya, lalu tulis satu kelompok pecahan untuk setiap faktor.
| Faktor di penyebut | Pecahan yang ditulis | Hasil integralnya |
|---|---|---|
| ditambah | ||
| , tak terurai | ditambah |
Kuadrat disebut tak terurai kalau diskriminan negatif. Contohnya (diskriminan ) dan (diskriminan ). Sebaliknya bisa difaktorkan, jadi bukan kuadrat tak terurai.
Jumlah konstanta yang dicari selalu sama dengan derajat penyebut. Penyebut berderajat 3 berarti tiga konstanta.
Contoh soal integral pecahan parsial untuk empat kasus penyebut
Kasus 1: faktor linear berbeda
Soal 1. .
Faktorkan: . Tulis
Cara tercepat di sini adalah substitusi akar, yaitu memasukkan nilai yang membuat salah satu faktor nol:
- : , jadi .
- : , jadi .
Cek dengan menyamakan penyebut: . Cocok.
Versi integral tentunya: .
Kasus 2: faktor linear berulang
Soal 2. .
Faktor butuh dua pecahan, satu untuk setiap pangkat:
Kalikan dengan penyebut:
Substitusi akar memberi dua konstanta:
- : , jadi .
- : , jadi .
Konstanta tidak bisa didapat dengan cara ini, karena tidak ada nilai yang membuat hanya suku tersisa. Ada dua jalan. Samakan koefisien : ruas kiri , ruas kanan , jadi . Atau masukkan sembarang nilai, misalnya : , jadi . Hasilnya sama.
Suku tengah bukan logaritma. Integral memakai aturan pangkat dan menghasilkan .
Kasus 3: kuadrat tak terurai dan melengkapkan kuadrat
Soal 3. .
Diskriminannya , jadi penyebut tidak bisa difaktorkan. Integral seperti ini diselesaikan dengan memecah pembilang menjadi dua bagian: satu bagian yang merupakan turunan penyebut (untuk ), sisanya konstanta (untuk ).
Turunan penyebut adalah , jadi tulis . Lengkapkan kuadrat penyebut: .
Bagian pertama memakai substitusi , :
Bagian kedua memakai rumus dengan dan :
Jadi .
Cek: turunan suku pertama . Turunan suku kedua . Jumlahnya . Cocok. Logaritmanya tidak perlu nilai mutlak karena selalu positif.
Rumus di atas sendiri berasal dari substitusi trigonometri .
Kasus 4: campuran linear dan kuadrat
Soal 4. .
Substitusi akar : , jadi .
Faktor tidak punya akar real, jadi sisanya dengan menyamakan koefisien. Ruas kanan dijabarkan: .
- Koefisien : , jadi .
- Konstanta: , jadi .
- Koefisien sebagai cek: . Cocok.
Perhatikan pembilang dipecah menjadi dua integral. Bagian menjadi karena tepat turunan , bagian menjadi .
Kenapa polinom harus dibagi dulu?
Pecahan parsial hanya berlaku kalau derajat pembilang lebih kecil daripada derajat penyebut. Kalau tidak, pembagian polinom dulu.
Soal 5. .
Pembilang berderajat 3, penyebut berderajat 2. Bagi bersusun:
Cek pembagiannya: . Cocok.
Sisa pembagian diuraikan seperti Kasus 1: (dari : ; dari : ).
Kalau langkah pembagian dilewati dan kamu langsung menulis , ruas kanannya hanya bisa menghasilkan polinom berderajat 1 di pembilang. Persamaan koefisiennya tidak punya solusi, dan banyak mahasiswa mengira dirinya salah hitung padahal bentuknya yang salah.
Substitusi akar atau menyamakan koefisien?
| Situasi | Substitusi akar | Menyamakan koefisien |
|---|---|---|
| Semua faktor linear berbeda | langsung dapat semua konstanta | bisa, tapi lebih lama |
| Ada faktor linear berulang | hanya dapat koefisien pangkat tertinggi | perlu untuk sisanya |
| Ada kuadrat tak terurai | hanya dapat konstanta faktor linear | perlu untuk |
| Penyebut berderajat 4 atau lebih | sebagian | menghasilkan SPL besar |
Cara paling efisien biasanya gabungan: substitusi akar untuk semua akar real, lalu satu atau dua persamaan koefisien (atau nilai sembarang seperti dan ) untuk sisanya. Kalau sistemnya sampai empat variabel, eliminasi bertahap seperti di eliminasi Gauss-Jordan membantu menjaga hitungan rapi.
Kesalahan yang sering terjadi
- Tidak membagi polinom dulu ketika derajat pembilang sama atau lebih besar, seperti di Soal 5.
- Faktor berulang hanya ditulis satu pecahan. tidak bisa ditulis saja; suku wajib ada.
- Pembilang faktor kuadrat ditulis konstanta saja. Untuk , pembilangnya , bukan .
- Mengintegralkan menjadi . Hasil yang benar .
- Lupa faktor koefisien di dalam logaritma. , bukan .
- Mengira tak terurai atau bisa difaktorkan. Hitung diskriminannya dulu.
Pecahan parsial juga muncul di luar bab integral, misalnya pada persamaan diferensial variabel terpisah seperti model logistik, yang penyebutnya berbentuk . Jangan tertukar dengan integral parsial, yang merupakan teknik berbeda untuk hasil kali fungsi.
FAQ
Bagaimana tahu sebuah kuadrat bisa difaktorkan atau tidak?
Hitung diskriminan . Kalau positif atau nol, kuadrat itu punya akar real dan bisa difaktorkan menjadi faktor linear. Kalau negatif, kuadrat itu tak terurai dan pecahannya berbentuk .
Bagaimana bentuk pecahan untuk (x² + 1)²?
Dua pecahan: . Bagian kedua biasanya diselesaikan dengan substitusi , dan menghasilkan .
Apakah nilai x untuk substitusi harus akar penyebut?
Tidak. Nilai apa pun boleh, karena persamaan setelah dikalikan penyebut berlaku untuk semua . Akar penyebut hanya dipilih karena membuat banyak suku hilang sekaligus.
Kenapa ln(x² + 1) tidak pakai nilai mutlak?
Karena selalu positif. Nilai mutlak hanya diperlukan untuk faktor yang bisa bernilai negatif, seperti .
Apakah semua fungsi rasional bisa diintegralkan dengan pecahan parsial?
Secara teori ya, asal penyebutnya bisa difaktorkan menjadi faktor linear dan kuadrat real. Dalam praktik, kesulitannya ada di memfaktorkan penyebut berderajat tinggi. Soal kuliah biasanya memberi penyebut yang akarnya bilangan bulat kecil, jadi coba dulu.
