Kuliah

Aturan Penulisan Angka di Karya Ilmiah: Awal Kalimat dan Desimal

Aturan penulisan angka di karya ilmiah menurut EYD V: angka di awal kalimat, koma desimal dari output SPSS, ribuan, rupiah, persen, dan rentang.

Oleh Diterbitkan 5 Nov 2026 8 menit baca
Di halaman ini

Aturan penulisan angka dalam karya ilmiah berbahasa Indonesia punya dua pokok yang paling sering dilanggar: kalimat tidak boleh dibuka dengan angka, dan desimal ditulis dengan koma, bukan titik. Yang kedua inilah yang membuat bab hasil penelitian sering penuh coretan, karena output SPSS memakai titik desimal ("Sig. .032") dan angkanya langsung disalin ke naskah. Artikel ini membahas kaidah angka menurut EYD Edisi V, lalu menerapkannya pada angka-angka yang biasa muncul di bab hasil.

Kapan bilangan ditulis dengan huruf dan kapan dengan angka?

EYD V menetapkan bahwa bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu kata ditulis dengan huruf. Contoh resminya "sampai tiga kali" dan "lebih dari seribu buku". Bilangan yang butuh lebih dari satu kata ditulis dengan angka.

Perhatikan kata "satu kata". Panduan lama (PUEBI) menyebut "satu atau dua kata", jadi kalau kamu belajar dari buku atau slide lama, aturannya sudah bergeser. Akibatnya:

BilanganJumlah kataDitulis
3tiga (1 kata)tiga
10sepuluh (1 kata)sepuluh
12dua belas (2 kata)12
25dua puluh lima (3 kata)25
100seratus (1 kata)seratus
1.000seribu (1 kata)seribu

Ada pengecualian penting: kalau bilangan muncul berurutan dalam perincian, semuanya ditulis dengan angka supaya seragam. Contoh EYD V: "Di antara 72 anggota yang hadir, 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju, dan 5 orang abstain." Angka 5 tidak berubah menjadi "lima" walaupun satu kata.

Selain itu, ukuran dan nilai selalu ditulis dengan angka, berapa pun jumlah katanya. Ini mencakup panjang, berat, luas, isi, waktu, nilai uang, dan persen: "0,5 sentimeter", "5 kilogram", "1 jam 20 menit", "Rp5.000,00", "5%".

Bagaimana kalau kalimat harus dimulai dengan angka?

Kalimat seperti "120 responden mengisi kuesioner" salah. Menurut EYD V, bilangan lebih dari satu kata di awal kalimat ditangani dengan dua cara:

  1. Tambahkan "sebanyak", "sejumlah", atau "sebesar" di depannya: "Sebanyak 120 responden mengisi kuesioner."
  2. Ubah susunan kalimatnya: "Kuesioner diisi oleh 120 responden."

Kalau bilangannya cukup satu kata, tulis dengan huruf: "Tiga item dinyatakan tidak valid." Ini sah karena "tiga" satu kata.

Tahun di awal kalimat juga termasuk. "2025 menjadi tahun pertama..." sebaiknya diubah menjadi "Tahun 2025 menjadi tahun pertama...". Begitu pula persen: "45% responden tinggal di kos" diubah menjadi "Sebanyak 45% responden tinggal di kos".

Bagaimana mengubah angka output SPSS ke naskah Indonesia?

Output SPSS dan Excel dengan pengaturan bahasa Inggris memakai titik sebagai pemisah desimal. EYD V memakai koma untuk desimal ("12,5 m") dan titik untuk pemisah ribuan pada bilangan yang menyatakan jumlah. Jadi angka dari output harus dibalik sebelum masuk teks atau tabel naskah.

Tampil di output SPSSDitulis di naskahKeterangan
.0320,032Titik desimal jadi koma, nol di depan ditambahkan
2.8712,871Ini t hitung, bukan dua ribu delapan ratus
.4120,412 atau 41,2%R Square, kalau dibahas sebagai persentase
.000p < 0,001Bukan 0,000 (lihat FAQ)
12501.250Jumlah, jadi diberi titik ribuan
3.45673,457Bulatkan dengan jumlah desimal yang konsisten

Hati-hati dengan baris kedua. "2.871" di output adalah dua koma delapan tujuh satu. Di naskah Indonesia, "2.871" justru dibaca dua ribu delapan ratus tujuh puluh satu. Menyalin angka apa adanya tidak hanya salah ejaan, tetapi mengubah nilainya.

Contoh kalimat yang sering muncul di bab 4:

Salah: Nilai signifikansi 0.032 < 0.05 maka H0 ditolak.

Benar: Nilai signifikansi sebesar 0,032 lebih kecil daripada 0,05 sehingga H0 ditolak.

Cara paling aman memindahkan tabel adalah lewat Excel. Tempel tabel output ke Excel, buka File > Options > Advanced, matikan "Use system separators", lalu isi pemisah desimal dengan koma dan pemisah ribuan dengan titik. Setelah itu baru salin tabelnya ke Word. Jangan pakai Find and Replace titik menjadi koma di Word, karena titik akhir kalimat dan pemisah ribuan ikut berubah.

Cara membaca nilai-nilai di tabel itu sendiri dibahas di cara membaca output regresi SPSS. Kalau nilai signifikansimu jatuh tepat di dekat batas, lihat juga cara melaporkan sig 0,051.

Bagaimana menulis ribuan, jutaan, dan nilai rupiah?

Titik dipakai untuk memisahkan ribuan, jutaan, dan seterusnya, tetapi hanya pada bilangan yang menyatakan jumlah. EYD V memberi contoh "lebih dari 7.000.000 orang" dan "Rp225.000.000.000,00". Titik tidak dipakai pada bilangan yang bukan jumlah, seperti tahun, nomor halaman, nomor rekening, atau NIP. Jadi tulis "tahun 2025" dan "halaman 1305", bukan "tahun 2.025".

Untuk bilangan besar, EYD V membolehkan sebagian ditulis dengan huruf supaya mudah dibaca: "90 juta rupiah", "55 miliar rupiah", "500 ribu dosis".

Untuk rupiah, perhatikan tiga hal:

  1. "Rp" ditulis tanpa titik dan tanpa spasi sebelum angka: Rp1.250.000, bukan "Rp. 1.250.000" atau "Rp 1.250.000".
  2. Sen dipisahkan dengan koma: Rp500,50.
  3. Penulisan angka lalu huruf dalam kurung, misalnya "Rp900.500,50 (sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen)", ditujukan untuk dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Di makalah atau skripsi, cukup angkanya.

Bagaimana menulis persen, satuan, rentang, dan urutan?

Persen boleh ditulis dengan lambang atau kata: "5%" atau "7 persen". Keduanya ada di contoh resmi EYD V. Lambang % ditulis rapat dengan angkanya. Yang salah adalah mencampur keduanya dalam satu naskah, misalnya bab 4 memakai "%" dan bab 5 memakai "persen".

Satuan ukuran ditulis dengan angka lalu satuannya: "4 hektare", "10 liter", "2 tahun 6 bulan 5 hari".

Untuk rentang, EYD V memakai tanda pisah (garis panjang, bukan tanda hubung) di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti "sampai dengan", misalnya pada contoh tahun 2019 sampai 2022 dan Senin sampai Jumat. Tanda hubung pendek dipakai untuk hal lain, misalnya tanggal "11-11-2022" atau skor "2-1". Di naskah, cara paling aman adalah menulis kata "sampai": "responden berusia 18 sampai 23 tahun".

Bilangan tingkat bisa ditulis dengan tiga cara yang sama-sama benar: "abad VII", "abad ke-7", dan "abad ketujuh". Yang salah adalah "ke 7" tanpa tanda hubung atau "ke-tujuh" dengan tanda hubung. Angka yang diberi akhiran -an juga memakai tanda hubung: "tahun 2000-an", "5.000-an".

Seperti apa paragraf hasil yang sudah benar?

Berikut paragraf bab hasil sebelum diperbaiki. Ada tujuh masalah angka di dalamnya.

120 responden mengisi kuesioner pada bulan Maret 2026. Rata-rata usia responden 20.4 tahun dengan rentang 18-23 tahun. 45 persen responden tinggal di kos dengan biaya rata-rata Rp. 1.250.000 per bulan. Hasil uji t menunjukkan t hitung 2.871 dengan sig .005 < .05, sehingga H0 ditolak.

Masalahnya: kalimat pertama dan ketiga dibuka dengan angka, "20.4" memakai titik desimal, rentang memakai tanda hubung pendek, "Rp." diberi titik dan spasi, "2.871" terbaca ribuan, dan ".005" serta ".05" tidak bernol depan dan bertitik desimal.

Versi yang sudah dibetulkan:

Sebanyak 120 responden mengisi kuesioner pada bulan Maret 2026. Rata-rata usia responden adalah 20,4 tahun, dengan usia 18 sampai 23 tahun. Sebanyak 45 persen responden tinggal di kos dengan biaya rata-rata Rp1.250.000 per bulan. Hasil uji t menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,871 dengan signifikansi 0,005, lebih kecil daripada 0,05, sehingga H0 ditolak.

Nilai t dan signifikansinya juga konsisten satu sama lain: dengan 120 responden pada uji t satu sampel, derajat bebasnya 119, dan t sebesar 2,871 memang memberi p dua sisi sekitar 0,005. Kalau ingin mengecek angka seperti ini sendiri, pakai kalkulator uji t. Kesalahan ejaan selain angka di paragraf hasil dibahas di kesalahan ejaan EYD V di makalah.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Membalik desimal di teks, tetapi lupa di tabel. Tabel 4.3 menulis "0.412" sementara paragraf di bawahnya menulis "0,412". Pembaca yang teliti langsung melihat dua sistem dalam satu halaman.
  • Ikut membalik angka yang bukan desimal. "Tahun 2.026" atau "halaman 1.305" muncul karena format ribuan Excel diterapkan ke seluruh kolom.
  • Membulatkan berbeda-beda. Tabel menulis 0,0321, teks menulis 0,03, kesimpulan menulis 0,032. Tetapkan jumlah desimal, misalnya tiga angka untuk signifikansi, lalu pakai di semua tempat.
  • Menulis angka dan huruf sekaligus di naskah, seperti "120 (seratus dua puluh) responden". Bentuk ini untuk dokumen resmi, bukan karya ilmiah.
  • Menulis "dua belas" atau "dua puluh lima" dengan huruf karena mengikuti aturan lama. Di EYD V, bilangan dua kata atau lebih ditulis dengan angka.

FAQ

Apakah output SPSS di lampiran juga harus diubah ke koma?

Lampiran biasanya memuat output asli sebagai bukti olah data, jadi umumnya dibiarkan apa adanya. Yang wajib mengikuti kaidah adalah teks dan tabel yang kamu susun sendiri di bab hasil. Kalau ragu, tanyakan pedoman fakultas atau pembimbing.

Kenapa tidak boleh menulis p = 0,000?

SPSS membulatkan nilai ke tiga desimal, jadi ".000" berarti nilainya lebih kecil dari 0,0005, bukan nol. Peluang tidak pernah benar-benar nol. Tulis "p < 0,001".

Berapa angka di belakang koma yang sebaiknya dipakai?

Tidak ada kaidah ejaan yang mengatur jumlahnya. Yang penting konsisten untuk satu jenis nilai, misalnya dua desimal untuk rata-rata dan tiga desimal untuk signifikansi seperti yang tampil di output. Kalau pedoman fakultasmu menetapkan jumlah desimal, ikuti pedoman itu.

Angka 10 ditulis "sepuluh" atau "10"?

"Sepuluh" satu kata, jadi ditulis dengan huruf, kecuali muncul dalam perincian bersama angka lain atau berupa ukuran, misalnya "10 liter" atau "10%".

Apakah "ke-2" dan "kedua" sama benarnya?

Ya. EYD V membolehkan bilangan tingkat ditulis dengan "ke-" dan angka (ke-2) atau dengan huruf (kedua). Pilih satu bentuk dan pakai secara konsisten dalam naskah.

Artikel Terkait

Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?