Soal Kecukupan Data UTBK: Lima Pola Jebakan dari Soal Asli PK
Soal kecukupan data UTBK dari 70 soal asli PK: arti pilihan A sampai E, lima pola jebakan yang paling sering, dan contoh yang sudah dihitung.

Di halaman ini
- Apa itu soal kecukupan data, dan apa saja pilihan jawabannya?
- Seberapa sering soal ini muncul di soal asli PK?
- Lima pola jebakan, dengan contoh yang sudah dihitung
- Pola 1: banyak kemungkinan yang kelihatan seperti satu
- Pola 2: jawaban "tidak" yang pasti tetap dihitung cukup
- Pola 3: persamaan kuadrat di dalam pernyataan
- Pola 4: menghitung persamaan dan variabel
- Pola 5: menggambar satu sketsa lalu menyimpulkan
- Kesalahan yang sering terjadi di soal kecukupan data
- Cara berlatih soal kecukupan data yang efisien
- FAQ
- Apa itu soal kecukupan data di UTBK?
- Soal kecukupan data masuk subtes apa?
- Apakah jawaban "tidak" dihitung cukup?
- Berapa lama waktu ideal untuk satu soal kecukupan data?
- Di mana bisa membaca soal kecukupan data asli?
Soal kecukupan data UTBK tidak memintamu mencari jawaban. Ia hanya bertanya apakah informasi yang diberikan cukup untuk menentukan satu jawaban yang pasti, dan kamu memilih dari lima pilihan tetap. Hampir semua kesalahan di soal ini datang dari lima pola jebakan yang sama, dan kelimanya bisa dipelajari dari soal asli PK yang ada di Pintarly.
Saya menyaring semua paket PK di Pintarly dan menemukan 70 soal kecukupan data. Di bawah ini cara kerjanya, lima pola jebakan dengan contoh beserta hitungannya, dan cara berlatih yang tidak membuang waktu.
Apa itu soal kecukupan data, dan apa saja pilihan jawabannya?
Soalnya selalu berisi satu pertanyaan, lalu dua pernyataan bernomor (1) dan (2). Pilihan jawabannya tetap di setiap soal:
| Pilihan | Artinya |
|---|---|
| A | Pernyataan (1) saja cukup, pernyataan (2) saja tidak cukup |
| B | Pernyataan (2) saja cukup, pernyataan (1) saja tidak cukup |
| C | Dua pernyataan bersama-sama cukup, tapi satu saja tidak cukup |
| D | Pernyataan (1) saja cukup, dan pernyataan (2) saja juga cukup |
| E | Kedua pernyataan bersama-sama pun tidak cukup |
Urutan memeriksanya selalu sama. Uji (1) sendirian, lalu (2) sendirian. Hanya kalau keduanya gagal, gabungkan.
"Cukup" berarti jawabannya hanya satu kemungkinan. Untuk pertanyaan "berapa", itu berarti tepat satu nilai. Untuk pertanyaan "apakah", itu berarti jawabannya pasti "ya" atau pasti "tidak". Poin kedua ini yang paling sering terlupa.
Seberapa sering soal ini muncul di soal asli PK?
Saringan teks di paket PK Pintarly (26 Oktober 2026) memberi gambaran seperti ini:
| Paket | Soal kecukupan data |
|---|---|
| Paket per tahun 2010 sampai 2018 | 0 |
| Paket 2019, 2020, 2021, 2022, 2023 | 1, 0, 3, 4, 1 |
| Paket PK 2024 (246 butir) | 20 |
| Sembilan paket PK 2025 | 2 per paket, 18 total |
| Paket PK 2026 hari 1 | 3 |
| Kumpulan 2010-2024, bagian 1 sampai 8 | 20 (10 di antaranya di bagian 7) |
Pola besarnya jelas. Bentuk ini praktis tidak muncul di paket lama dan menjadi rutin sejak format SNBT. Di 2025 ia muncul di kesembilan paket, dan di 2026 ia ada di paket hari 1.
Topiknya juga berubah. Di kumpulan soal asli PK bagian 7, kesepuluh soal kecukupan data adalah statistika. Di paket 2024, dari 20 soal, 9 menanyakan tanda hasil kali atau selisih dua fungsi, 7 menanyakan apakah sebuah garis memotong segitiga, trapesium, atau segiempat, dan 4 sisanya soal bilangan prima, barisan, dan nilai mutlak.
Lima pola jebakan, dengan contoh yang sudah dihitung
Contoh di bawah ditulis ulang dengan angka baru. Soal aslinya bisa kamu baca di paket yang ditautkan.
Pola 1: banyak kemungkinan yang kelihatan seperti satu
Tiga bilangan bulat positif punya rata-rata 5. Berapa mediannya?
(1) Jangkauannya 6.
(2) Modusnya 2.
Jumlah ketiganya 15. Dengan (1), kemungkinannya (1, 7, 7), (2, 5, 8), dan (3, 3, 9). Mediannya 7, 5, dan 3. Tiga nilai berbeda, jadi (1) tidak cukup.
Dengan (2), dua bilangan harus bernilai 2, sehingga bilangan ketiga . Satu-satunya susunan adalah (2, 2, 11), mediannya 2. Pernyataan (2) saja cukup. Jawabannya B.
Jebakannya adalah membayangkan satu contoh saja lalu menyimpulkan cukup. Tulis semua kemungkinan, terutama untuk data kecil seperti ini. Pola ini persis yang mendominasi bagian 7.
Pola 2: jawaban "tidak" yang pasti tetap dihitung cukup
Fungsi dan . Apakah ?
(1)
(2)
Hitung bentuknya: dan . Pernyataan (1) membuat positif, tapi tanda belum diketahui. Pernyataan (2) membuat positif, tapi tanda belum diketahui. Bersama-sama, positif kali positif selalu positif. Jawabannya C.
Sekarang ganti pernyataan (1) menjadi . Bersama (2), hasilnya negatif kali positif, jadi jawaban pertanyaannya pasti "tidak". Di sini mudah tergoda memilih E karena rasanya pertanyaan tidak terjawab. Padahal jawabannya terjawab, yaitu "tidak". Pilihannya tetap C.
Sembilan soal di paket 2024 memakai kerangka seperti ini: apakah hasil kali atau selisih dan di satu titik memenuhi suatu ketaksamaan.
Pola 3: persamaan kuadrat di dalam pernyataan
Apakah sistem dan tidak punya solusi?
(1)
(2)
Sistem dua persamaan linear tidak punya solusi kalau perbandingan koefisien dan sama, tapi perbandingan konstantanya berbeda.
- Untuk : , semua sama, jadi solusinya tak hingga. Jawaban pertanyaan: tidak.
- Untuk : , tapi . Tidak punya solusi. Jawaban: ya.
Pernyataan (1) memberi dua nilai dengan jawaban berbeda, jadi tidak cukup. Pernyataan (2) saja juga tidak cukup, karena untuk negatif selain sistemnya punya tepat satu solusi. Bersama-sama, , jawabannya pasti "ya". Pilihannya C.
Bentuk ini muncul di paket PK 2022, dengan pernyataan berbentuk persamaan kuadrat untuk parameter sistem.
Pola 4: menghitung persamaan dan variabel
Bilangan real , , memenuhi . Berapa ?
(1)
(2)
Ada tiga variabel dan satu persamaan. Pernyataan (1) menyisakan , dua variabel, banyak solusi. Pernyataan (2) juga tidak cukup sendirian. Bersama-sama, , lalu sehingga . Jawabannya C.
Jebakannya muncul kalau pernyataan (2) diganti menjadi . Itu terlihat seperti persamaan baru, padahal isinya sama dengan (1). Dua pernyataan yang sebenarnya satu informasi tidak menambah apa-apa, jadi jawabannya berubah menjadi E. Sebelum menghitung jumlah persamaan, periksa apakah pernyataannya benar-benar berbeda.
Pola 5: menggambar satu sketsa lalu menyimpulkan
Segitiga punya titik sudut , , dan . Apakah garis memotong segitiga itu?
(1)
(2)
Garis melewati titik , yang ada di sisi untuk berapa pun nilai . Jadi (1) cukup, jawabannya "ya".
Garis lebih curam. Kalau , garis itu lewat di kiri segitiga dan tidak memotong. Kalau , garis itu memotong sisi . Jawabannya bergantung pada , jadi (2) tidak cukup. Pilihannya A.
Kalau kamu hanya menggambar satu sketsa dengan besar, kamu akan menyimpulkan (2) juga cukup dan memilih D. Untuk soal garis memotong bangun, selalu coba dua posisi ekstrem titik yang belum diketahui.
Kesalahan yang sering terjadi di soal kecukupan data
- Langsung menggabungkan dua pernyataan. Kalau (1) saja sudah cukup, menggabungkan keduanya membuatmu memilih C padahal jawabannya A atau D.
- Menghitung jawabannya sampai selesai. Yang ditanya hanya cukup atau tidak. Begitu kamu tahu jawabannya tunggal, berhenti dan pindah soal.
- Lupa batasan di kalimat soal, misalnya "bilangan bulat positif" atau "". Batasan seperti ini sering yang membuat satu pernyataan tiba-tiba cukup.
- Memilih E saat jawabannya pasti "tidak". Lihat lagi pola 2.
- Menebak dari sebaran kunci jawaban. Dari 70 soal yang tersaring, kunci E memang paling jarang (8 soal), dengan A 14, B 17, C 21, dan D 10. Tapi E tetap muncul, dan menebak dari angka ini bukan strategi.
Cara berlatih soal kecukupan data yang efisien
Mulai dari bagian 7 kumpulan, karena sepuluh soalnya satu topik. Kamu bisa fokus pada logika "cukup atau tidak" tanpa terganggu topik baru. Setelah itu pindah ke paket 2024 dan kerjakan per kelompok: tanda fungsi dulu, lalu garis memotong bangun, lalu sisanya.
Untuk tiap soal yang salah, tulis satu kalimat: "Pernyataan (x) tidak cukup karena ada dua kemungkinan, yaitu ...". Kalau kamu tidak bisa menulis dua kemungkinan itu, berarti kamu belum benar-benar paham kenapa jawabannya salah. Rumus statistika dan aljabar yang dipakai di soal-soal ini ada di kumpulan rumus PK, dan peta topik PK secara keseluruhan ada di artikel materi PK dari soal asli. Gambaran subtesnya ada di halaman subtes Pengetahuan Kuantitatif.
FAQ
Apa itu soal kecukupan data di UTBK?
Soal yang menanyakan apakah dua pernyataan, sendiri-sendiri atau bersama-sama, cukup untuk menjawab sebuah pertanyaan. Kamu tidak perlu memberi jawabannya, hanya memilih salah satu dari lima pilihan tetap A sampai E.
Soal kecukupan data masuk subtes apa?
Di paket soal asli Pintarly, bentuk ini ada di Pengetahuan Kuantitatif (PK), baik di paket per tahun maupun di kumpulan 2010-2024.
Apakah jawaban "tidak" dihitung cukup?
Ya. Untuk pertanyaan "apakah ...", informasinya cukup kalau jawabannya pasti, entah pasti "ya" atau pasti "tidak".
Berapa lama waktu ideal untuk satu soal kecukupan data?
PK di UTBK 2026 berisi 20 soal dalam 20 menit menurut Kerangka Acuan UTBK di laman SNPMB, jadi rata-ratanya sekitar satu menit per soal. Soal kecukupan data bisa lebih cepat dari itu kalau kamu tidak menghitung sampai habis.
Di mana bisa membaca soal kecukupan data asli?
Di paket PK 2024, PK 2022, dan kumpulan PK bagian 7 di Pintarly. Soalnya bisa dibaca gratis tanpa daftar. Mengerjakan dengan timer dan membuka pembahasan membutuhkan Premium.

