Soal Asli TKA 2025 Matematika SMA: Pola Soal dari 4 Paket dan Cara Mengerjakannya
Bedah 68 butir dari 4 paket soal asli TKA Matematika SMA 2025: bab yang paling sering keluar, bentuk PGK, dan 4 contoh yang dikerjakan langkah demi langkah.

Di halaman ini
- Paket mana saja yang ada, dan apa bedanya Paket dengan Simulasi?
- Bab apa yang paling sering keluar?
- Seperti apa bentuk soalnya?
- Bagaimana cara mengerjakannya? Empat contoh langkah demi langkah
- Contoh 1: operasi biner
- Contoh 2: penurunan persen berulang (pilih lebih dari satu)
- Contoh 3: kaidah pencacahan dengan syarat "di antara"
- Contoh 4: kecukupan data
- Apa yang berubah di TKA 2026?
- Kesalahan yang sering terjadi saat mengerjakan soal TKA Matematika
- Pertanyaan yang sering diajukan
- Apakah soal di paket ini akan keluar lagi di TKA 2026?
- Berapa jumlah soal Matematika di TKA SMA 2026?
- Apakah soal asli di Pintarly bisa dikerjakan gratis?
- Apakah ada nilai minimal untuk Matematika TKA?
- Apa beda Matematika wajib dengan Matematika Tingkat Lanjut?
Soal TKA Matematika SMA 2025 di empat paket soal asli Pintarly paling banyak menguji geometri dan pengukuran (27 dari 68 butir), lalu aljabar dan fungsi (19 butir), data dan peluang (15 butir), dan bilangan (7 butir). Sebagian besar berupa soal cerita dengan konteks sehari-hari, dan sekitar sepertiga butirnya berbentuk pilihan ganda kompleks. Kalau kamu mencari soal tka matematika sma 2025 untuk latihan, pola dari empat paket ini lebih berguna daripada daftar rumus, karena memperlihatkan cara soal dibungkus.
Di bawah ini ada peta isi tiap paket, sebaran bab, empat contoh yang dikerjakan langkah demi langkah dengan angka baru, dan apa yang berubah di TKA 2026.
Paket mana saja yang ada, dan apa bedanya Paket dengan Simulasi?
Ada empat paket Matematika TKA 2025 di Pintarly: Paket 1, Paket 2, Paket 3, dan paket Simulasi. Paket berlabel Simulasi memang berisi soal simulasi, jadi jangan dibaca sebagai naskah hari H. Bentuk soalnya tetap berguna karena mengikuti format resmi.
| Paket | Jumlah butir | Pilihan ganda | PGK pilih lebih dari satu | PGK benar-salah |
|---|---|---|---|---|
| Paket 1 | 22 | 15 | 4 | 3 |
| Paket 2 | 24 | 15 | 4 | 5 |
| Paket 3 | 3 | 1 | 1 | 1 |
| Simulasi | 19 | 14 | 2 | 3 |
| Total | 68 | 45 | 11 | 12 |
Paket 3 cuma berisi tiga butir, jadi anggap saja tambahan. Jumlah butir per paket juga bukan jumlah soal di ujian. Durasi yang tertera di paket adalah durasi latihan di Pintarly, bukan durasi resmi.
Semua soal di paket itu bisa kamu baca gratis tanpa daftar. Mengerjakan dengan timer dan membuka pembahasan butuh Premium.
Bab apa yang paling sering keluar?
Saya mengelompokkan ke-68 butir ke empat domain. Hasilnya agak mengejutkan buat yang mengira TKA Matematika didominasi aljabar.
| Domain | Butir | Bentuk yang muncul |
|---|---|---|
| Geometri dan pengukuran | 27 | Pasangan sudut, garis sejajar di bangun ruang, kesebangunan trapesium dan tiang, luas selimut tabung untuk stiker, volume kardus dalam bak truk, perbandingan trigonometri, rotasi titik, skala proyektor |
| Aljabar dan fungsi | 19 | Fungsi linear dari konteks (suhu, diskon, tagihan listrik), sistem persamaan dari harga paket, daerah penyelesaian pertidaksamaan, fungsi komposisi dan invers, fungsi kuadrat, barisan aritmetika, pertumbuhan atau penurunan persen berulang |
| Data dan peluang | 15 | Membaca diagram garis dan batang, tabel distribusi harian, rata-rata gabungan, modus, kaidah pencacahan dengan syarat posisi, peluang undian |
| Bilangan | 7 | Operasi himpunan, menyederhanakan eksponen, angka satuan dari perpangkatan besar, operasi biner, pecahan |
Dua hal yang perlu dicatat. Pertama, soal geometri umumnya datang bersama gambar, dan banyak yang dibungkus cerita (rak buku, kandang ayam, ornamen jam, pot tanaman), jadi kecepatan membaca gambar ikut dinilai. Kedua, format kecukupan data ala UTBK muncul di Paket 2, Paket 3, dan Simulasi. Soal seperti ini menanyakan apakah informasi cukup, bukan berapa jawabannya.
Tingkat kesulitannya nyata. Menurut siaran pers Kemendikdasmen tentang hasil TKA 2025, rerata nasional Matematika wajib adalah 36,10 pada skala 0 sampai 100, paling rendah kedua setelah Bahasa Inggris.
Seperti apa bentuk soalnya?
Kepmendikdasmen 56/2026 dan kerangka asesmen SMA (Perkaban BSKAP 045/H/AN/2025) hanya mengenal tiga bentuk: pilihan ganda biasa, pilihan ganda kompleks pilih lebih dari satu (MCMA), dan pilihan ganda kompleks kategori (tiap pernyataan dijawab benar atau salah). Tidak ada isian singkat atau uraian.
Di paket Matematika, bentuk MCMA dipakai untuk pertanyaan seperti "pada jam berapa saja", "pasangan sudut mana saja", atau "rentang tahun mana yang tidak pernah turun". Bentuk kategori dipakai untuk tiga pernyataan tentang satu gambar, misalnya perbandingan trigonometri pada satu segitiga atau kesimpulan dari satu tabel data. Cara menilai tiap pernyataan dibahas lebih rinci di artikel cara mengerjakan soal pilihan ganda kompleks TKA.
Bagaimana cara mengerjakannya? Empat contoh langkah demi langkah
Keempat contoh di bawah saya tulis ulang dengan angka dan konteks baru. Polanya diambil dari paket, soal aslinya tetap bisa kamu baca di paket yang ditautkan di atas.
Contoh 1: operasi biner
Operasi didefinisikan sebagai untuk . Jika , tentukan benar atau salah: (1) bilangan genap, (2) , (3) .
Jangan langsung substitusi. Sederhanakan dulu pembilangnya:
Jadi . Dari didapat .
- genap, jadi benar.
- , jadi benar.
- , bukan 7, jadi salah.
Pernyataan ketiga adalah jebakan khas operasi biner: urutan dan menentukan hasil. Soal di Paket 2 memakai definisi lain, tetapi kuncinya sama, yaitu bentuk aljabarnya bisa disederhanakan.
Contoh 2: penurunan persen berulang (pilih lebih dari satu)
Harga sebuah ponsel Rp8.000.000 dan turun 25% setiap tahun. Pada akhir tahun ke berapa saja harganya berada di antara Rp2.000.000 dan Rp4.000.000? Pilihan: tahun ke-2, 3, 4, 5, 6.
Turun 25% berarti tersisa 75%, sehingga harga di akhir tahun ke- adalah .
| Tahun ke- | Harga |
|---|---|
| 2 | Rp4.500.000 |
| 3 | Rp3.375.000 |
| 4 | Rp2.531.250 |
| 5 | Rp1.898.437,50 |
Jawabannya tahun ke-3 dan ke-4. Pola yang sama ada di Paket 1 (populasi sel naik 30% tiap 2 jam) dan Paket 2 (kadar dalam darah turun 20% per hari). Di dua soal itu jawabannya juga lebih dari satu, karena syaratnya berupa rentang.
Contoh 3: kaidah pencacahan dengan syarat "di antara"
Enam teman A, B, C, D, E, F duduk berjajar. B harus duduk di antara A dan C, berdampingan langsung. Ada berapa susunan?
- Satukan A, B, C jadi satu blok. Susunan di dalam blok hanya ABC atau CBA, jadi 2 cara.
- Blok itu ditambah D, E, F menjadi 4 unit, yang bisa disusun cara.
- Total susunan.
Kalau "di antara" tidak mensyaratkan berdampingan, jawabannya lain. Dari tiga orang A, B, C, tepat satu yang berada di tengah, jadi B di tengah pada sepertiga dari semua susunan: . Selisih 48 dan 240 itulah alasan kalimat syarat harus dibaca dua kali. Soal posisi duduk di bioskop (Paket 1) dan stan bazar (Paket 2) memakai pola ini.
Contoh 4: kecukupan data
Keliling sebuah persegi panjang 34 cm. Berapa luasnya? Apakah cukup dengan (1) diagonalnya 13 cm, atau (2) panjangnya 7 cm lebih dari lebarnya?
Dari keliling, .
- Pernyataan (1): . Karena , maka , sehingga . Luas langsung ketemu tanpa mencari dan . Cukup.
- Pernyataan (2): dan memberi , , luas 60. Cukup.
Masing-masing pernyataan cukup sendirian. Di soal kecukupan data, berhenti begitu kamu yakin jawabannya tunggal. Menghitung sampai angka akhir hanya membuang waktu.
Apa yang berubah di TKA 2026?
Formatnya berubah cukup banyak dibanding 2025. Menurut siaran pers Kemendikdasmen 28 Juli 2026, TKA SMA/SMK 2026 berlangsung empat hari per peserta, satu mapel wajib per hari, dan Matematika (termasuk numerasi) diuji di hari ketiga dengan durasi 75 menit. Pada 2025 Matematika hanya 50 menit dan digabung dengan dua mapel wajib lain dalam satu hari.
Jumlah soalnya belum ada di dokumen resmi mana pun. Angka 25 soal dalam 75 menit beredar dari pemberitaan media yang mengutip Kepala Pusmendik, jadi perlakukan sebagai perkiraan. Skala nilai SMA juga berubah. Hasil 2025 dilaporkan 0 sampai 100, sedangkan Kepmendikdasmen 56/2026 menetapkan 200 sampai 800 untuk SMA/SMK mulai 2026.
Siaran pers 23 Oktober 2026 menyebut pelaksanaan utama TKA SMA 2026 berlangsung 26 Oktober sampai 8 November 2026, dengan susulan 16 sampai 29 November 2026. Jadwal bisa bergeser, jadi cek lagi laman resmi Kemendikdasmen dan informasi dari sekolahmu. Kalau kamu ingin mencoba mengerjakan dengan batas waktu, ada tryout TKA SMA di Pintarly.
Kesalahan yang sering terjadi saat mengerjakan soal TKA Matematika
- Melewatkan satuan di soal geometri. Satu soal di Paket 1 memberi ukuran ruangan dalam meter, sedangkan pilihan jawabannya dalam sentimeter. Hitungan benar dengan satuan salah tetap salah.
- Mengira PGK pilih lebih dari satu hanya punya satu jawaban. Di 11 butir MCMA Matematika pada paket ini, semuanya punya minimal dua jawaban benar. Ini pola paket, bukan aturan resmi, jadi tetap nilai tiap opsi sendiri-sendiri.
- Menyamakan semua pernyataan di soal benar-salah. Pernyataan dalam satu soal kategori tidak harus seragam. Hitung masing-masing, catat hasilnya, baru putuskan.
- Mensubstitusi sebelum menyederhanakan. Operasi biner dan eksponen di paket 2025 hampir selalu jadi ringan setelah bentuknya disederhanakan.
- Menghitung tuntas di soal kecukupan data. Yang ditanya cukup atau tidak, bukan nilainya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah soal di paket ini akan keluar lagi di TKA 2026?
Tidak ada jaminan, dan sebaiknya jangan berharap soal yang sama. Yang bisa diharapkan adalah polanya: soal cerita, bentuk PGK, dan dominasi geometri serta fungsi.
Berapa jumlah soal Matematika di TKA SMA 2026?
Dokumen resmi tidak menyebut jumlah butir. Media mengutip Kepala Pusmendik bahwa Matematika berisi 25 soal dalam 75 menit. Durasi 75 menit sudah tertulis di siaran pers Juli 2026, sedangkan angka 25 soal belum ada di dokumen resmi.
Apakah soal asli di Pintarly bisa dikerjakan gratis?
Soalnya bisa dibaca gratis tanpa daftar. Mengerjakan dengan timer dan membuka pembahasan butuh Premium.
Apakah ada nilai minimal untuk Matematika TKA?
Tidak ada passing grade atau nilai lulus. Hasil dikelompokkan ke kategori Baik, Memadai, atau Kurang per mata uji, dan ada predikat Istimewa untuk nilai minimal 725,00 pada skala SMA 2026. Ambang Baik, Memadai, dan Kurang untuk skala 200 sampai 800 belum diumumkan per 26 Oktober 2026.
Apa beda Matematika wajib dengan Matematika Tingkat Lanjut?
Matematika wajib diikuti semua peserta SMA. Matematika Tingkat Lanjut adalah mapel pilihan dengan materi seperti limit, matriks, vektor, dan polinomial. Soalnya lebih banyak manipulasi aljabar dan lebih sedikit soal cerita.