Kuliah

Tabel ICE dan Hubungan Kp-Kc: Cara Mengerjakan Soal Kesetimbangan

Cara mengerjakan soal kesetimbangan dengan tabel ICE, aturan 5 persen, dan Kp = Kc(RT)^Δn, lengkap dengan contoh soal disosiasi PCl5 langkah demi langkah.

Oleh Diterbitkan 5 Nov 2026 8 menit baca
Di halaman ini

Soal kesetimbangan hampir selalu bisa dikerjakan dengan tiga langkah: susun tabel ICE (Initial, Change, Equilibrium) dalam satu variabel xx, masukkan konsentrasi setimbang ke rumus KcK_c, lalu ubah ke KpK_p dengan Kp=Kc(RT)ΔnK_p = K_c(RT)^{\Delta n} kalau diminta. Hubungan Kp dan Kc ini sering salah bukan karena rumusnya sulit, tapi karena Δn\Delta n dihitung dari semua zat, padahal hanya gas yang dihitung. Di bawah ini ada contoh soal disosiasi PCl₅ yang dikerjakan penuh, termasuk dua jebakan yang paling sering bikin nilai kuis berkurang.

Apa isi tabel ICE dan kenapa cukup satu variabel x?

Tabel ICE punya tiga baris:

  1. I (Initial): konsentrasi atau mol awal tiap zat.
  2. C (Change): perubahan selama reaksi menuju setimbang, ditulis dengan xx dikali koefisien reaksi.
  3. E (Equilibrium): baris I ditambah baris C.

Kuncinya ada di baris C. Semua perubahan terikat oleh stoikiometri, jadi kamu tidak butuh xx, yy, dan zz terpisah. Untuk reaksi PCl5⇌PCl3+Cl2\text{PCl}_5 \rightleftharpoons \text{PCl}_3 + \text{Cl}_2, kalau PCl₅ berkurang xx, maka PCl₃ dan Cl₂ masing-masing bertambah xx. Untuk reaksi N2+3H2⇌2NH3\text{N}_2 + 3\text{H}_2 \rightleftharpoons 2\text{NH}_3, perubahannya −x-x, −3x-3x, dan +2x+2x. Tandanya mengikuti arah reaksi: pereaksi berkurang, produk bertambah. Kalau awalnya hanya ada produk, arahnya terbalik.

Contoh soal disosiasi PCl₅: dari derajat disosiasi ke Kc

Soal: sebanyak 0,40 mol PCl₅ dimasukkan ke wadah tertutup 2,00 L lalu dipanaskan sampai 250 °C. Saat setimbang, derajat disosiasi PCl₅ adalah 0,25. Hitung KcK_c dan KpK_p pada suhu itu.

Langkah 1, ubah derajat disosiasi menjadi mol yang terurai. Derajat disosiasi α\alpha adalah fraksi zat awal yang terurai:

α=mol teruraimol awal⇒mol terurai=0,25×0,40=0,10 mol\alpha = \frac{\text{mol terurai}}{\text{mol awal}} \quad\Rightarrow\quad \text{mol terurai} = 0{,}25 \times 0{,}40 = 0{,}10 \text{ mol}

Langkah 2, isi tabel ICE dalam mol.

PCl₅PCl₃Cl₂
I (mol)0,4000
C (mol)−0,10+0,10+0,10
E (mol)0,300,100,10
E (M), dibagi 2,00 L0,1500,0500,050

Langkah 3, hitung Kc dari konsentrasi, bukan dari mol.

Kc=[PCl3][Cl2][PCl5]=(0,050)(0,050)0,150=0,00250,150=0,0167K_c = \frac{[\text{PCl}_3][\text{Cl}_2]}{[\text{PCl}_5]} = \frac{(0{,}050)(0{,}050)}{0{,}150} = \frac{0{,}0025}{0{,}150} = 0{,}0167

Tabel ICE boleh diisi dalam mol karena volumenya sama untuk semua zat. Yang tidak boleh adalah memasukkan mol itu langsung ke rumus Kc. Bagi dulu dengan volume.

Bagaimana mengubah Kc ke Kp dengan Kp = Kc(RT)^Δn?

Rumusnya:

Kp=Kc(RT)Δn,Δn=(koefisien gas produk)−(koefisien gas pereaksi)K_p = K_c (RT)^{\Delta n}, \qquad \Delta n = (\text{koefisien gas produk}) - (\text{koefisien gas pereaksi})

Untuk PCl₅, ketiga zat berwujud gas pada 250 °C, jadi Δn=(1+1)−1=1\Delta n = (1 + 1) - 1 = 1. Suhu wajib dalam kelvin: T=250+273=523T = 250 + 273 = 523 K. Karena KpK_p di sini dinyatakan dalam atm, pakai R=0,0821R = 0{,}0821 L·atm/(mol·K).

RT=0,0821×523=42,94RT = 0{,}0821 \times 523 = 42{,}94 Kp=0,0167×(42,94)1=0,716K_p = 0{,}0167 \times (42{,}94)^1 = 0{,}716

Kamu bisa mengecek angka ini lewat jalur lain, yaitu tekanan parsial. Dengan P=nRT/VP = nRT/V, tekanan parsial PCl₅ adalah 0,30×42,94/2,00=6,440{,}30 \times 42{,}94 / 2{,}00 = 6{,}44 atm, sedangkan PCl₃ dan Cl₂ masing-masing 0,10×42,94/2,00=2,150{,}10 \times 42{,}94 / 2{,}00 = 2{,}15 atm. Maka Kp=(2,15)2/6,44=0,716K_p = (2{,}15)^2 / 6{,}44 = 0{,}716. Dua jalur memberi hasil yang sama, jadi perhitungannya konsisten.

Kenapa Δn hanya menghitung zat berwujud gas?

Padatan murni dan cairan murni tidak masuk ke ungkapan K sama sekali, karena "konsentrasinya" praktis tetap. Akibatnya, koefisien mereka juga tidak ikut dalam Δn\Delta n. Beberapa contoh:

ReaksiΔnHubungan
PCl5(g)⇌PCl3(g)+Cl2(g)\text{PCl}_5(g) \rightleftharpoons \text{PCl}_3(g) + \text{Cl}_2(g)2 − 1 = 1Kp=Kc(RT)K_p = K_c(RT)
N2(g)+3H2(g)⇌2NH3(g)\text{N}_2(g) + 3\text{H}_2(g) \rightleftharpoons 2\text{NH}_3(g)2 − 4 = −2Kp=Kc(RT)−2K_p = K_c(RT)^{-2}
H2(g)+I2(g)⇌2HI(g)\text{H}_2(g) + \text{I}_2(g) \rightleftharpoons 2\text{HI}(g)2 − 2 = 0Kp=KcK_p = K_c
CaCO3(s)⇌CaO(s)+CO2(g)\text{CaCO}_3(s) \rightleftharpoons \text{CaO}(s) + \text{CO}_2(g)1 − 0 = 1Kp=Kc(RT)K_p = K_c(RT), dengan Kc=[CO2]K_c = [\text{CO}_2]
C(s)+CO2(g)⇌2CO(g)\text{C}(s) + \text{CO}_2(g) \rightleftharpoons 2\text{CO}(g)2 − 1 = 1Kp=Kc(RT)K_p = K_c(RT)

Baris CaCO₃ adalah yang paling sering salah. Kalau kamu ikut menghitung CaCO₃ dan CaO, Δn\Delta n jadi (1+1)−1=1(1 + 1) - 1 = 1 juga, kebetulan sama. Tapi pada reaksi C(s)+CO2(g)⇌2CO(g)\text{C}(s) + \text{CO}_2(g) \rightleftharpoons 2\text{CO}(g), menghitung karbon padat memberi Δn=0\Delta n = 0, padahal yang benar 1.

Untuk Δn\Delta n negatif, pangkat negatif artinya membagi. Misalnya kalau sebuah soal memberi Kc=0,50K_c = 0{,}50 untuk sintesis amonia pada 500 K, maka Kp=0,50/(0,0821×500)2=0,50/(41,05)2=2,97×10−4K_p = 0{,}50 / (0{,}0821 \times 500)^2 = 0{,}50 / (41{,}05)^2 = 2{,}97 \times 10^{-4}.

Kapan boleh pakai aturan 5 persen dan kapan wajib rumus kuadrat?

Soal kebalikan dari contoh tadi biasanya begini: K diketahui, konsentrasi setimbang dicari. Persamaannya sering berbentuk x2c−x=K\dfrac{x^2}{c - x} = K. Kalau KK jauh lebih kecil dari cc, kamu boleh menganggap c−x≈cc - x \approx c sehingga x≈Kcx \approx \sqrt{Kc}. Syaratnya: setelah dihitung, xx harus kurang dari 5 persen dari cc. Kalau lebih, pendekatannya gagal dan kamu wajib menyelesaikan persamaan kuadrat.

Kasus lolos. Reaksi umum A⇌B+C\text{A} \rightleftharpoons \text{B} + \text{C} dengan Kc=1,0×10−5K_c = 1{,}0 \times 10^{-5} dan [A]0=0,50[\text{A}]_0 = 0{,}50 M. Pendekatan memberi x=(1,0×10−5)(0,50)=2,24×10−3x = \sqrt{(1{,}0 \times 10^{-5})(0{,}50)} = 2{,}24 \times 10^{-3} M. Persentasenya 2,24×10−3/0,50=0,45%2{,}24 \times 10^{-3} / 0{,}50 = 0{,}45\%, jauh di bawah 5 persen. Rumus kuadrat memberi 2,23×10−32{,}23 \times 10^{-3} M, praktis sama.

Kasus gagal, masih dengan PCl₅. Pada suhu yang sama (Kc=0,0167K_c = 0{,}0167), sekarang hanya 0,10 mol PCl₅ dimasukkan ke wadah 2,00 L, jadi [PCl5]0=0,050[\text{PCl}_5]_0 = 0{,}050 M.

x20,050−x=0,0167\frac{x^2}{0{,}050 - x} = 0{,}0167

Pendekatan memberi x≈0,0167×0,050=0,0289x \approx \sqrt{0{,}0167 \times 0{,}050} = 0{,}0289 M. Itu 58 persen dari 0,050, jelas gagal. Susun ulang menjadi bentuk kuadrat:

x2+0,0167x−0,000835=0x^2 + 0{,}0167x - 0{,}000835 = 0 x=−0,0167+(0,0167)2+4(0,000835)2=−0,0167+0,0036192=−0,0167+0,060162=0,0217 Mx = \frac{-0{,}0167 + \sqrt{(0{,}0167)^2 + 4(0{,}000835)}}{2} = \frac{-0{,}0167 + \sqrt{0{,}003619}}{2} = \frac{-0{,}0167 + 0{,}06016}{2} = 0{,}0217 \text{ M}

Akar negatif dibuang karena konsentrasi tidak mungkin negatif. Hasil setimbang: [PCl3]=[Cl2]=0,0217[\text{PCl}_3] = [\text{Cl}_2] = 0{,}0217 M dan [PCl5]=0,0283[\text{PCl}_5] = 0{,}0283 M. Cek balik: (0,0217)2/0,0283=0,0166(0{,}0217)^2 / 0{,}0283 = 0{,}0166, cocok dengan K (selisihnya hanya pembulatan).

Perhatikan derajat disosiasinya. Di soal pertama (0,200 M) α=25%\alpha = 25\%, sedangkan di sini (0,050 M) α=0,0217/0,050=43%\alpha = 0{,}0217/0{,}050 = 43\%. Wadah yang lebih encer mendorong kesetimbangan ke arah jumlah mol gas yang lebih banyak, sesuai asas Le Chatelier. Kalau kamu memakai pendekatan akar, kamu akan mendapat 58 persen dan kehilangan pola ini.

Kesalahan yang paling sering di soal Kp dan Kc

  1. Memasukkan mol ke Kc. Di soal PCl₅ tadi, memakai mol langsung memberi (0,10)(0,10)/0,30=0,0333(0{,}10)(0{,}10)/0{,}30 = 0{,}0333, dua kali lipat jawaban benar. Faktor salahnya persis sama dengan volume wadah (2,00 L). Kesalahan ini tidak kelihatan kalau volumenya kebetulan 1 L, makanya dosen suka memakai 2 L atau 500 mL.
  2. Suhu tetap Celsius. RTRT dengan T=250T = 250 memberi 20,5, bukan 42,9.
  3. Salah pilih R. Kalau Kp dalam atm, pakai 0,0821 L·atm/(mol·K). Kalau dalam bar, pakai 0,08314 L·bar/(mol·K). Nilai 8,314 J/(mol·K) dipakai untuk energi, bukan untuk konversi ini.
  4. Menghitung padatan dan cairan dalam Δn. Lihat tabel di atas.
  5. Lupa mengecek 5 persen. Pendekatan akar itu asumsi, bukan rumus. Selalu hitung persentasenya setelah dapat xx.
  6. Baris C tidak mengikuti koefisien. Untuk 2SO3⇌2SO2+O22\text{SO}_3 \rightleftharpoons 2\text{SO}_2 + \text{O}_2, perubahannya −2x-2x, +2x+2x, +x+x, bukan −x-x, +x+x, +x+x.

Pola tabel mol dibagi volume ini juga dipakai di soal larutan penyangga. Lihat pH larutan penyangga setelah ditambah HCl atau NaOH dan pH asam lemah dengan aturan 5 persen, yang memakai logika pendekatan yang sama. Kalau konsentrasi awalnya harus kamu buat sendiri dari padatan, mulai dari membuat larutan dari padatan dan pengenceran.

FAQ

Apakah Kp selalu lebih besar dari Kc?

Tidak. Kalau Δn\Delta n positif dan RT>1RT > 1, Kp lebih besar. Kalau Δn\Delta n negatif, Kp lebih kecil, seperti contoh amonia. Kalau Δn=0\Delta n = 0, keduanya sama.

Apakah Kc dan Kp punya satuan?

Secara formal K didefinisikan dari aktivitas sehingga tidak bersatuan. Di banyak buku dan soal kuliah, satuan tetap ditulis (misalnya M atau atm) sebagai bantuan. Ikuti konvensi yang dipakai dosenmu.

Boleh tidak tabel ICE ditulis langsung dalam molaritas?

Boleh, dan memang lebih aman kalau volumenya tetap. Ubah mol awal ke molaritas di baris I, lalu semua baris otomatis dalam M.

Bagaimana kalau rumus kuadrat memberi dua akar positif?

Pilih akar yang membuat semua konsentrasi setimbang tidak negatif. Akar yang membuat c−xc - x negatif ditolak walaupun xx sendiri positif.

Derajat disosiasi itu sama dengan persen disosiasi?

Sama nilainya, beda bentuk. α=0,25\alpha = 0{,}25 sama dengan 25 persen. Hati-hati memasukkannya ke tabel ICE: kalikan dengan mol awal, jangan langsung dipakai sebagai mol.

Kalau suhu berubah, apakah Kc yang lama masih bisa dipakai?

Tidak. K hanya bergantung pada suhu, jadi setiap suhu punya K sendiri. Mengubah tekanan atau volume menggeser posisi setimbang, tetapi K-nya tetap.

Artikel Terkait

Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?