Kuliah

Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung dari Neraca Komparatif

Contoh soal laporan arus kas metode tidak langsung dari neraca komparatif: aturan tanda, laba penjualan aset tetap, bunga, dividen, sampai kas cocok.

Oleh Diterbitkan 5 Nov 2026 8 menit baca
Di halaman ini

Laporan arus kas metode tidak langsung dimulai dari laba bersih, lalu disesuaikan dengan pos yang tidak memakai kas (penyusutan), keuntungan atau kerugian yang bukan dari operasi (laba penjualan aset tetap), dan perubahan aset serta liabilitas lancar operasi. Hasilnya arus kas operasi. Setelah itu arus kas investasi dan pendanaan disusun dari perubahan akun jangka panjang dan ekuitas. Contoh soal di bawah dikerjakan dari neraca komparatif sampai kenaikan kas cocok dengan neraca, karena kecocokan itulah satu-satunya bukti jawabanmu benar.

Data contoh soal: neraca komparatif dan laba rugi

PT Rekaan Jaya, angka dalam juta rupiah.

Akun31 Des 20X131 Des 20X2Perubahan
Kas5070+20
Piutang usaha120150+30
Persediaan200170−30
Beban dibayar di muka1015+5
Tanah100160+60
Peralatan400460+60
Akumulasi penyusutan peralatan(120)(150)+30
Total aset760875
Utang usaha90110+20
Utang gaji1510−5
Utang bank jangka panjang200150−50
Modal saham300360+60
Laba ditahan155245+90
Total liabilitas dan ekuitas760875

Laba rugi 20X2: penjualan 1.000, harga pokok penjualan 600, beban penyusutan 50, beban gaji dan operasional lain 200, beban bunga 15, laba penjualan peralatan 10, beban pajak penghasilan 35. Laba bersihnya 1.000−600−50−200−15+10−35=1101.000 - 600 - 50 - 200 - 15 + 10 - 35 = 110.

Informasi tambahan:

  1. Peralatan dengan harga perolehan 80 dan akumulasi penyusutan 20 dijual tunai seharga 70.
  2. Semua pembelian tanah dan peralatan dibayar tunai.
  3. Dividen tunai yang dibayar selama 20X2 sebesar 20.
  4. Utang bank dilunasi sebagian 50, dan saham baru diterbitkan tunai 60.
  5. Bunga dan pajak dibayar tunai, tidak ada utang bunga atau utang pajak.

Sebelum mulai, cek laba ditahan: 155+110−20=245155 + 110 - 20 = 245. Cocok dengan neraca, jadi dividen 20 memang satu-satunya pengurang selain laba.

Langkah 1: arus kas operasi dari laba bersih

Aturan tanda untuk akun lancar operasi bisa diringkas dalam satu tabel:

Perubahan akunPerlakuan terhadap laba bersihAlasannya
Aset lancar operasi naikDikurangiPendapatan dicatat tetapi kasnya belum masuk, atau kas keluar lebih dulu
Aset lancar operasi turunDitambahKas masuk dari penagihan, atau beban diakui dari persediaan lama
Liabilitas lancar operasi naikDitambahBeban diakui tetapi belum dibayar
Liabilitas lancar operasi turunDikurangiKas keluar melunasi beban periode sebelumnya

Penerapannya ke soal:

PosJumlah
Laba bersih110
Ditambah beban penyusutan50
Dikurangi laba penjualan peralatan(10)
Kenaikan piutang usaha(30)
Penurunan persediaan30
Kenaikan beban dibayar di muka(5)
Kenaikan utang usaha20
Penurunan utang gaji(5)
Arus kas bersih dari aktivitas operasi160

Penyusutan ditambahkan karena mengurangi laba tanpa mengeluarkan kas. Uang untuk peralatan sudah keluar saat dibeli, dan pada saat itu masuk aktivitas investasi. Cara menghitung beban penyusutannya sendiri dibahas di metode penyusutan aset tetap.

Piutang yang naik 30 artinya dari penjualan 1.000, hanya 970 yang benar-benar tertagih tunai. Utang usaha yang naik 20 artinya sebagian pembelian dari pemasok belum dibayar, jadi kas yang keluar lebih kecil dari biayanya.

Langkah 2: arus kas investasi dan laba penjualan aset tetap

Laba penjualan peralatan 10 dikurangkan di operasi karena kas dari penjualan itu, seluruhnya 70, akan dicatat utuh di aktivitas investasi. Kalau labanya tidak dikeluarkan dari operasi, 10 dari 70 itu terhitung dua kali.

Angka pembelian peralatan tidak diberikan langsung, jadi telusuri akunnya:

Saldo awal+Pembelian−Harga perolehan dijual=Saldo akhir\text{Saldo awal} + \text{Pembelian} - \text{Harga perolehan dijual} = \text{Saldo akhir} 400+Pembelian−80=460⇒Pembelian=140400 + \text{Pembelian} - 80 = 460 \quad\Rightarrow\quad \text{Pembelian} = 140

Akumulasi penyusutan dipakai sebagai cek silang: 120+50−20=150120 + 50 - 20 = 150, sama dengan neraca. Kalau tidak cocok, ada penjualan atau penghapusan aset yang belum kamu temukan di informasi tambahan.

Nilai buku peralatan yang dijual 80−20=6080 - 20 = 60, dijual 70, sehingga labanya 10. Angka ini sama dengan yang tercantum di laba rugi.

Aktivitas investasiJumlah
Pembelian tanah(60)
Pembelian peralatan(140)
Penerimaan dari penjualan peralatan70
Arus kas bersih dari aktivitas investasi(130)

Langkah 3: arus kas pendanaan dan rekonsiliasi kas

Aktivitas pendanaanJumlah
Penerbitan saham60
Pelunasan utang bank(50)
Pembayaran dividen(20)
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan(10)

Sekarang gabungkan:

160−130−10=20160 - 130 - 10 = 20

Kenaikan kas 20, dari 50 menjadi 70, sama persis dengan neraca. Di sinilah soal arus kas memeriksa dirinya sendiri. Kalau angkamu meleset, selisihnya biasanya menunjuk langsung ke kesalahannya: selisih 60 berarti satu perubahan 30 terbalik tandanya, selisih 10 berarti laba penjualan peralatan lupa dikeluarkan.

Di mana bunga, dividen, dan pajak ditempatkan?

Di contoh ini bunga 15 dan pajak 35 tidak muncul sebagai baris terpisah karena sudah terkandung di laba bersih, jadi otomatis masuk operasi. Dividen dibayar 20 ditaruh di pendanaan karena merupakan pembayaran kepada pemilik modal. Ini pola yang paling sering dipakai buku pengantar akuntansi.

Perlakuannya tidak seragam di semua standar dan buku. Ada yang mengizinkan bunga dibayar diklasifikasikan ke pendanaan, atau dividen dibayar ke operasi, asal konsisten dari tahun ke tahun. Kalau bunga dibayar dipindah ke pendanaan, beban bunga 15 ditambahkan kembali di operasi sehingga arus kas operasi menjadi 175, dan pendanaan menjadi −10−15=−25-10 - 15 = -25. Kenaikan kas tetap 175−130−25=20175 - 130 - 25 = 20. Totalnya tidak berubah, hanya penempatannya. Ikuti pedoman yang dipakai dosenmu.

Bunga dan dividen yang diterima punya pilihan serupa, biasanya di operasi atau investasi. Pada metode tidak langsung, jumlah bunga dan pajak yang dibayar biasanya diungkapkan terpisah, sebab keduanya tersembunyi di dalam laba bersih.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Aturan tanda terbalik untuk aset lancar. Kenaikan piutang 30 ditambahkan, padahal dikurangi. Arus kas operasi lalu keluar 220, dan kas tidak akan pernah cocok.
  2. Laba penjualan aset tetap tidak dikeluarkan dari operasi. Arus kas operasi menjadi 170 dan kenaikan kas menjadi 30.
  3. Mencatat perubahan bersih akun peralatan (+60) sebagai pembelian. Padahal pembeliannya 140 dan ada penjualan 70 yang harus dicatat terpisah.
  4. Mengambil perubahan akumulasi penyusutan (+30) sebagai beban penyusutan. Bebannya 50, karena 20 akumulasi ikut keluar bersama peralatan yang dijual.
  5. Memasukkan utang bank jangka panjang ke penyesuaian operasi. Yang masuk operasi hanya liabilitas lancar yang terkait operasi, seperti utang usaha dan utang gaji.
  6. Memakai laba ditahan sebagai satu baris. Perubahan +90 berasal dari laba bersih 110 dan dividen 20, dan keduanya masuk di bagian yang berbeda.

Kalau angka laba bersih dan neraca yang kamu pakai berasal dari kertas kerja, pastikan dulu penyesuaiannya sudah benar. Alurnya ada di neraca lajur ke laporan keuangan dan contoh penyesuaiannya di jurnal penyesuaian kasus UAS.

FAQ

Apakah metode langsung memberi arus kas operasi yang sama?

Harus sama. Dari data ini: kas dari pelanggan 1.000−30=9701.000 - 30 = 970; pembelian persediaan 600−30=570600 - 30 = 570, dibayar 570−20=550570 - 20 = 550; beban operasional dibayar 200+5+5=210200 + 5 + 5 = 210; bunga 15; pajak 35. Hasilnya 970−550−210−15−35=160970 - 550 - 210 - 15 - 35 = 160. Perbedaannya hanya cara penyajian, bukan angkanya.

Kenapa laba bersih besar tetapi kas operasi kecil, atau sebaliknya?

Karena laba dicatat dengan basis akrual. Penjualan kredit menaikkan laba tanpa menambah kas, sementara penyusutan mengurangi laba tanpa mengurangi kas. Perusahaan yang tumbuh cepat sering punya laba tinggi tetapi kas operasi rendah karena piutang dan persediaannya membengkak.

Bagaimana kalau ada kerugian penjualan aset tetap?

Kebalikan dari laba: kerugiannya ditambahkan kembali ke laba bersih di operasi, dan penerimaan kas penjualannya tetap dicatat utuh di investasi.

Transaksi nonkas seperti membeli tanah dengan menerbitkan saham dicatat di mana?

Tidak masuk badan laporan arus kas karena tidak ada kas yang berpindah. Transaksi seperti ini diungkapkan terpisah sebagai aktivitas investasi dan pendanaan nonkas.

Apakah amortisasi dan beban penurunan nilai juga ditambahkan kembali?

Ya. Seperti penyusutan, keduanya mengurangi laba tanpa mengeluarkan kas, jadi ditambahkan kembali di bagian operasi.

Artikel Terkait

Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?