Kuliah

Menghitung PDB, PNB, sampai Pendapatan Disposable: Contoh Soal

Contoh soal menghitung PDB lewat pendekatan pengeluaran dan pendapatan, lalu rantai PNB, PNN, PN, PP, sampai pendapatan disposabel, lengkap dengan angka.

Oleh Diterbitkan 5 Nov 2026 8 menit baca
Di halaman ini

Pendapatan nasional dihitung berantai dari PDB. Tambahkan pendapatan faktor neto dari luar negeri untuk mendapat PNB, kurangi penyusutan untuk mendapat PNN, kurangi pajak tidak langsung lalu tambahkan subsidi untuk mendapat PN, kemudian sesuaikan dengan iuran, pajak perseroan, laba ditahan, dan transfer untuk sampai ke PP dan PD. Contoh soal di bawah memakai satu perekonomian rekaan dengan angka lengkap. PDB-nya dihitung dua kali, lewat pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan, dan rantai baru boleh diteruskan setelah kedua hasil itu sama.

Data contoh soal pendapatan nasional

Semua angka di bawah rekaan, dalam triliun rupiah, untuk satu tahun di sebuah negara yang kita sebut Negara Kartika. Soal ujian biasanya memberi tabel campur aduk seperti ini, dan tugas pertamamu adalah memilah pos mana dipakai di langkah mana.

PosNilai
Konsumsi rumah tangga (C)600
Investasi (I)200
Pembelian barang dan jasa oleh pemerintah (G)150
Ekspor (X)120
Impor (M)100
Upah dan gaji520
Sewa60
Bunga70
Laba usaha180
Penyusutan70
Pajak tidak langsung90
Subsidi20
Pendapatan faktor milik warga negara yang diperoleh di luar negeri40
Pendapatan faktor milik warga asing yang diperoleh di dalam negeri65
Iuran jaminan sosial30
Pajak perseroan40
Laba ditahan35
Transfer payment (bantuan sosial, pensiun)45
Pajak langsung (pajak penghasilan pribadi)60

Perhatikan bahwa G hanya berisi pembelian barang dan jasa. Transfer payment sebesar 45 tidak ikut di dalamnya, karena pemerintah tidak menerima barang atau jasa apa pun sebagai gantinya.

Cara menghitung PDB dengan pendekatan pengeluaran

Pendekatan pengeluaran menjumlahkan semua pembelian barang dan jasa akhir yang diproduksi di dalam negeri:

PDB=C+I+G+(X−M)PDB = C + I + G + (X - M)

Masukkan angkanya:

PDB=600+200+150+(120−100)=970PDB = 600 + 200 + 150 + (120 - 100) = 970

Impor dikurangkan karena C, I, dan G sudah memuat barang buatan luar negeri. Kalau impor tidak dikurangi, ponsel impor yang dibeli rumah tangga akan tercatat sebagai produksi dalam negeri. Ekspor ditambahkan karena barangnya dibuat di sini meski dibeli orang asing.

Pendekatan pendapatan: kenapa hasilnya juga harus 970

Pendekatan pendapatan menjumlahkan balas jasa yang diterima pemilik faktor produksi yang bekerja di dalam negeri:

520+60+70+180=830520 + 60 + 70 + 180 = 830

Angka 830 belum sama dengan 970, dan itu wajar. Upah, sewa, bunga, dan laba dinilai dengan harga faktor, sedangkan PDB pengeluaran dinilai dengan harga pasar. Selisihnya ada dua. Pertama, penyusutan, yaitu bagian nilai produksi yang dipakai untuk mengganti mesin dan gedung yang aus, sehingga tidak menjadi pendapatan siapa pun. Kedua, pajak tidak langsung neto: harga pasar memuat pajak tidak langsung yang masuk ke kas negara, dan dipotong subsidi yang membuat harga pasar lebih murah dari biaya faktornya.

PDB=830+70+(90−20)=970PDB = 830 + 70 + (90 - 20) = 970

Dua pendekatan bertemu di 970. Kalau di soalmu tidak bertemu, periksa dua hal dulu: apakah transfer payment ikut masuk ke G, dan apakah pendapatan faktor dari luar negeri ikut dijumlahkan di pendekatan pendapatan. Keduanya membuat angka melenceng, dan keduanya dibahas lagi di seksi kesalahan.

Pendekatan nilai tambah untuk menghindari hitung ganda

Pendekatan ketiga, pendekatan produksi, menjumlahkan nilai tambah tiap unit usaha. Gunanya paling terasa ketika barang melewati beberapa tahap. Contoh kecil dalam juta rupiah, dengan asumsi petani tidak membeli input apa pun:

TahapNilai penjualanPembelian bahan dari tahap sebelumnyaNilai tambah
Petani menjual gandum ke pabrik tepung10010
Pabrik tepung menjual tepung ke toko roti18108
Toko roti menjual roti ke konsumen301812
Jumlah5830

Jumlah semua penjualan 58, tetapi yang benar-benar dihasilkan perekonomian hanya roti senilai 30. Gandum 10 sudah terkandung di dalam harga tepung, dan tepung 18 sudah terkandung di dalam harga roti. Menjumlahkan nilai tambah (10 + 8 + 12) memberi 30, persis sama dengan nilai barang akhir. Kalau ada tepung yang belum terjual di akhir tahun, tepung itu dicatat sebagai investasi persediaan, jadi tetap terhitung sekali.

Untuk Negara Kartika, jumlah nilai tambah semua sektor juga harus 970. Tiga pendekatan mengukur hal yang sama dari tiga pintu.

Dari PDB ke PNB, PNN, PN, PP, sampai PD

Setelah PDB terkunci di 970, rantainya dikerjakan berurutan:

  1. Pendapatan faktor neto dari luar negeri (PFN) = 40 − 65 = −25. Maka PNB=PDB+PFN=970+(−25)=945PNB = PDB + PFN = 970 + (-25) = 945.
  2. PNN=PNB−penyusutan=945−70=875PNN = PNB - \text{penyusutan} = 945 - 70 = 875.
  3. PN=PNN−pajak tidak langsung+subsidi=875−90+20=805PN = PNN - \text{pajak tidak langsung} + \text{subsidi} = 875 - 90 + 20 = 805.
  4. PP=PN−iuran jaminan sosial−pajak perseroan−laba ditahan+transfer=805−30−40−35+45=745PP = PN - \text{iuran jaminan sosial} - \text{pajak perseroan} - \text{laba ditahan} + \text{transfer} = 805 - 30 - 40 - 35 + 45 = 745.
  5. PD=PP−pajak langsung=745−60=685PD = PP - \text{pajak langsung} = 745 - 60 = 685.
  6. Tabungan rumah tangga S=PD−C=685−600=85S = PD - C = 685 - 600 = 85.

Ada cara cepat untuk memeriksa langkah 3. PN adalah balas jasa faktor milik warga negara, jadi PN juga sama dengan pendapatan faktor domestik ditambah PFN: 830 + (−25) = 805. Hasilnya cocok dengan langkah 3.

Diagram batang mendatar rantai pendapatan nasional Negara Kartika: PDB 970, PNB 945, PNN 875, PN 805, PP 745, PD 685, dengan pos pengurang di antara tiap batang

Langkah 4 paling sering membingungkan. Iuran jaminan sosial, pajak perseroan, dan laba ditahan adalah bagian dari pendapatan nasional yang tidak pernah sampai ke tangan rumah tangga. Transfer payment sebaliknya: bukan balas jasa produksi, tetapi diterima rumah tangga. Karena itu transfer tidak masuk PDB maupun PN, tetapi masuk PP.

Pendapatan disposabel adalah titik awal fungsi konsumsi. Di soal ekonomi makro berikutnya, kamu akan menemui bentuk C=a+b YdC = a + b\,Y_d, dan perubahan pajak atau transfer bekerja lewat YdY_d ini. Pembahasan lengkapnya ada di angka pengganda investasi, pajak, dan transfer. Kalau soalnya membandingkan PDB antartahun, angka nominal seperti 970 perlu dikoreksi dengan harga dulu, caranya di PDB riil, PDB nominal, dan deflator.

Kenapa PNB bisa lebih kecil dari PDB?

PDB menghitung produksi di dalam wilayah negara, siapa pun pemilik faktornya. PNB menghitung pendapatan milik warga negara, di mana pun mereka bekerja. Di Negara Kartika, warga asing dan perusahaan asing menerima 65 dari produksi dalam negeri, sementara warga Kartika hanya menerima 40 dari luar negeri. Selisih −25 membuat PNB lebih kecil dari PDB.

Pola ini lazim di negara yang banyak menampung modal asing: laba perusahaan asing dan bunga pinjaman luar negeri mengalir keluar. Sebaliknya, negara yang warganya banyak berinvestasi atau bekerja di luar negeri bisa punya PNB di atas PDB.

Kesalahan yang sering terjadi saat menghitung pendapatan nasional

  1. Tanda subsidi terbalik. Dari PNN ke PN, pajak tidak langsung dikurangi tetapi subsidi ditambah. Kalau keduanya dikurangi, hasilnya 875 − 90 − 20 = 765, meleset 40 dari jawaban 805.
  2. Pajak tidak langsung dikurangkan saat bergerak dari pendekatan pendapatan ke PDB. Arahnya berlawanan dengan langkah PNN ke PN: dari harga faktor naik ke harga pasar, pajak tidak langsung ditambah dan subsidi dikurangi.
  3. Transfer payment dimasukkan ke G. Dengan G = 195, PDB pengeluaran menjadi 1.015 dan tidak akan pernah bertemu dengan pendekatan pendapatan.
  4. Menjumlahkan semua nilai penjualan, bukan nilai tambah. Pada contoh roti, jawabannya membengkak dari 30 menjadi 58.
  5. Tanda PFN tertukar, sehingga PNB ditulis 970 + 25 = 995. Ingat urutan rumusnya: pendapatan warga di luar negeri dikurangi pendapatan warga asing di dalam negeri.
  6. Pajak perseroan dikurangkan lagi di langkah PD. Pajak perseroan sudah keluar di langkah PP. Yang dikurangkan dari PP hanya pajak penghasilan pribadi.
  7. Pendapatan faktor dari luar negeri dijumlahkan di pendekatan pendapatan untuk PDB. Pos itu baru masuk saat menghitung PNB.

FAQ

Apa beda PDB dan PNB secara singkat?

PDB mengukur produksi di dalam wilayah negara, termasuk yang dihasilkan perusahaan asing. PNB mengukur pendapatan milik warga negara, termasuk yang diperoleh di luar negeri. Penghubungnya adalah pendapatan faktor neto dari luar negeri.

Subsidi itu ditambah atau dikurangi?

Tergantung arah perjalananmu. Dari PNN (harga pasar) ke PN (harga faktor), subsidi ditambah. Dari jumlah balas jasa faktor ke PDB harga pasar, subsidi dikurangi. Yang tidak berubah: subsidi selalu bergerak berlawanan dengan pajak tidak langsung.

Kenapa transfer payment tidak masuk PDB tetapi masuk pendapatan perseorangan?

Transfer tidak dibayar sebagai imbalan atas produksi, jadi tidak menambah output. Namun uangnya tetap diterima rumah tangga, sehingga ikut dihitung di PP dan PD.

Apakah penjualan mobil bekas dan saham masuk PDB?

Nilai mobil bekasnya tidak, karena sudah dihitung pada tahun mobil itu diproduksi. Jual beli saham juga tidak, karena hanya memindahkan kepemilikan. Yang masuk PDB adalah jasa yang menyertainya, misalnya komisi makelar mobil atau komisi pialang saham.

Pendapatan nasional itu PN atau PDB?

Dalam percakapan sehari-hari istilahnya longgar, dan berita sering menyebut PDB. Di soal kuliah yang memakai rantai PDB sampai PD, pendapatan nasional (PN) berarti jumlah balas jasa faktor produksi milik warga negara, dinilai dengan harga faktor. Di contoh ini nilainya 805.

Artikel Terkait

Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?