Orde Reaksi dari Data Eksperimen: Grafik, Laju Terintegrasi, t½
Cara menentukan orde reaksi dari data konsentrasi dan waktu memakai tiga grafik, menghitung k dan waktu paruh per orde, plus metode laju awal dan contoh soal.

Di halaman ini
- Rumus persamaan laju terintegrasi tiap orde
- Cara menentukan orde dari tabel konsentrasi dan waktu
- Menghitung k dan waktu paruh dari kemiringan
- Cek cepat lewat waktu paruh: tetap, memanjang, atau memendek
- Metode laju awal untuk reaksi dengan dua pereaksi
- Kesalahan yang sering terjadi di soal orde reaksi
- FAQ
- Bagaimana kalau tidak ada grafik yang benar-benar lurus?
- Kenapa waktu paruh orde satu tidak bergantung pada konsentrasi awal?
- Apa itu reaksi orde satu semu?
- Apakah orde reaksi bisa nol, pecahan, atau negatif?
- Satuan k untuk orde 3 apa?
Untuk menentukan orde reaksi dari data konsentrasi terhadap waktu, buat tiga grafik: terhadap , terhadap , dan terhadap . Grafik yang lurus menunjukkan ordenya (nol, satu, atau dua), dan kemiringannya memberi konstanta laju . Dari kamu bisa menghitung waktu paruh, tetapi rumus waktu paruhnya berbeda untuk tiap orde. Kesalahan paling mahal di soal kinetika adalah memakai untuk reaksi yang bukan orde satu.
Rumus persamaan laju terintegrasi tiap orde
Semua rumus di bawah berlaku untuk reaksi berbentuk A → produk dengan laju didefinisikan sebagai . Kalau buku acuanmu memasukkan koefisien reaksi ke definisi laju, nilai -nya berbeda sebesar faktor koefisien itu, jadi ikuti konvensi bukumu.
| Orde 0 | Orde 1 | Orde 2 | |
|---|---|---|---|
| Hukum laju | |||
| Bentuk terintegrasi | |||
| Grafik yang lurus | vs | vs | vs |
| Kemiringan | |||
| Waktu paruh | |||
| Satuan | M s⁻¹ | s⁻¹ | M⁻¹ s⁻¹ |
Dua baris terakhir paling sering keluar di soal. Satuan bisa langsung dipakai untuk menebak orde: kalau soal memberi M⁻¹ menit⁻¹, reaksinya orde dua, tanpa perlu data apa pun.
Cara menentukan orde dari tabel konsentrasi dan waktu
Soal: penguraian zat A diamati pada suhu tetap.
| t (menit) | 0 | 15 | 30 | 45 | 60 | 90 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| [A] (M) | 0,1000 | 0,0707 | 0,0500 | 0,0354 | 0,0250 | 0,0125 |
Tentukan orde reaksi, , dan waktu paruhnya.
Langkah pertama, ubah tiap konsentrasi menjadi dan :
| t (menit) | 0 | 15 | 30 | 45 | 60 | 90 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| ln [A] | −2,303 | −2,649 | −2,996 | −3,341 | −3,689 | −4,382 |
| 1/[A] (M⁻¹) | 10,0 | 14,1 | 20,0 | 28,2 | 40,0 | 80,0 |
Langkah kedua, plot ketiganya dan lihat mana yang lurus. Kalau dikerjakan di Excel atau kalkulator regresi, bandingkan nilai garis lurusnya.

Hanya grafik terhadap yang lurus (). Dua lainnya melengkung dengan sekitar 0,91. Jadi reaksinya orde satu.
Perhatikan bahwa sekilas terdengar tinggi. Di kinetika, angka itu justru tanda grafik melengkung. Jangan memutuskan orde dari satu grafik saja. Bandingkan ketiganya, dan lihat apakah titik-titiknya berpola lengkung di sekitar garis.
Menghitung k dan waktu paruh dari kemiringan
Kemiringan grafik terhadap bisa dihitung dari dua titik yang jauh, misalnya titik pertama dan terakhir:
Karena kemiringan , maka menit⁻¹. Kalau soal meminta satuan detik, bagi dengan 60: s⁻¹. Regresi linear dari keenam titik memberi angka yang sama, menit⁻¹. Kalau mau menghitung kemiringan dengan regresi tanpa Excel, pakai kalkulator regresi linear sederhana dengan sebagai X dan sebagai Y.
Waktu paruhnya:
Cocok dengan tabel: 0,1000 M menjadi 0,0500 M di menit 30, lalu 0,0250 M di menit 60. Setiap 30 menit konsentrasinya separuh.
Dari kamu juga bisa menjawab pertanyaan lanjutan yang biasa muncul:
- Konsentrasi di menit 120: , jadi M. Ini sama dengan empat kali waktu paruh, .
- Waktu sampai tersisa 10 persen: , jadi menit.
Cek cepat lewat waktu paruh: tetap, memanjang, atau memendek
Kalau datanya kebetulan memuat beberapa kali paruhan, ada cara yang lebih cepat dari tiga grafik. Lihat bagaimana waktu paruh berubah.
- Orde 1: waktu paruh tetap, tidak bergantung pada konsentrasi.
- Orde 2: waktu paruh memanjang dua kali lipat setiap paruhan, karena dan tiap paruhan tinggal separuh.
- Orde 0: waktu paruh memendek separuh setiap paruhan.
Contoh orde dua: M dan M⁻¹ menit⁻¹. Paruhan pertama menit. Paruhan kedua (dari 0,100 ke 0,050 M) menit, jadi baru tercapai di menit 60. Paruhan ketiga 80 menit, tercapai di menit 140.

Untuk orde nol, misalnya M dan M menit⁻¹, paruhan pertama menit dan paruhan kedua menit.
Metode laju awal untuk reaksi dengan dua pereaksi
Kalau soal tidak memberi data konsentrasi terhadap waktu, melainkan laju awal dari beberapa percobaan, pakai metode laju awal. Soal: reaksi A + B → produk dengan hukum laju .
| Percobaan | [A] (M) | [B] (M) | Laju awal (M s⁻¹) |
|---|---|---|---|
| 1 | 0,10 | 0,10 | |
| 2 | 0,20 | 0,10 | |
| 3 | 0,10 | 0,30 |
- Orde terhadap A: bandingkan percobaan 1 dan 2, yang [B]-nya sama. [A] naik 2 kali, laju naik 4 kali. Karena , maka .
- Orde terhadap B: bandingkan percobaan 1 dan 3, yang [A]-nya sama. [B] naik 3 kali, laju naik 3 kali. Karena , maka .
- Hukum laju: , orde total 3.
- Nilai dari percobaan 1:
Kalau perbandingannya tidak bulat, pakai logaritma: . Misalnya [A] naik dari 0,10 ke 0,25 M dan laju naik dari ke M s⁻¹. Maka .
Kesalahan yang sering terjadi di soal orde reaksi
- Memakai untuk semua orde. Untuk contoh orde dua di atas, rumus itu memberi menit, padahal waktu paruh pertamanya 20 menit. Cek satuan dulu. Kalau satuannya bukan waktu⁻¹, rumus itu pasti salah.
- Memakai (basis 10) di persamaan orde satu. Bentuknya . Kalau terlanjur memplot , kemiringannya , bukan .
- Lupa tanda. Kemiringan grafik orde nol dan orde satu negatif, tetapi selalu positif. Grafik orde dua kemiringannya positif dan langsung sama dengan .
- Mencampur menit dan detik. Kalau dalam menit, dalam menit⁻¹. Konversi di akhir, jangan di tengah.
- Menentukan orde dari koefisien persamaan reaksi. Orde hanya bisa ditentukan dari data eksperimen, kecuali soal menyebut reaksinya reaksi elementer.
- Memakai mol, bukan konsentrasi, lalu melaporkan apa adanya. Di orde satu hasilnya tetap benar karena volume saling coret di dalam rasio ln. Di orde nol dan orde dua, yang dihitung dari mol harus dikonversi dengan volume larutan, atau nilainya salah.
Kalau datamu dari praktikum dan kamu perlu melaporkan ketidakpastian , lihat propagasi ralat untuk pengolahan data praktikum. Kalau percobaannya diulang di beberapa suhu, langkah berikutnya adalah menghitung energi aktivasi, yang dibahas di persamaan Arrhenius dengan dua suhu.
FAQ
Bagaimana kalau tidak ada grafik yang benar-benar lurus?
Kemungkinan datanya mengandung galat eksperimen, atau reaksinya punya orde pecahan atau mekanisme yang lebih rumit. Untuk tugas kimia dasar, pilih grafik dengan tertinggi dan sebutkan nilai ketiganya di laporan.
Kenapa waktu paruh orde satu tidak bergantung pada konsentrasi awal?
Karena di orde satu, laju sebanding dengan konsentrasi. Saat konsentrasinya separuh, lajunya juga separuh, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk berkurang separuh lagi tetap sama. Peluruhan radioaktif mengikuti pola yang sama.
Apa itu reaksi orde satu semu?
Reaksi orde dua A + B yang salah satu pereaksinya, misalnya B, dibuat sangat berlebih. Konsentrasi B hampir tidak berubah, sehingga bisa dianggap konstan dan reaksi terlihat seperti orde satu terhadap A.
Apakah orde reaksi bisa nol, pecahan, atau negatif?
Bisa. Orde nol sering muncul pada reaksi yang dikatalisis permukaan ketika permukaannya sudah jenuh. Orde pecahan dan negatif juga dijumpai pada mekanisme bertahap. Yang tidak bisa adalah menebaknya dari koefisien reaksi.
Satuan k untuk orde 3 apa?
Untuk orde total tiga, seperti contoh metode laju awal di atas, satuannya M⁻² s⁻¹. Rumus umumnya M s⁻¹, dengan adalah orde total.
