Kuliah

Persamaan Arrhenius: Menghitung Energi Aktivasi dari Dua Suhu

Cara menghitung energi aktivasi dengan persamaan Arrhenius dari dua suhu dan dari grafik ln k terhadap 1/T, lengkap dengan contoh soal dan kesalahan satuan.

Oleh Diterbitkan 5 Nov 2026 7 menit baca
Di halaman ini

Energi aktivasi dari dua suhu dihitung dengan bentuk dua titik persamaan Arrhenius, ln⁡(k2/k1)=(Ea/R)(1/T1−1/T2)\ln(k_2/k_1) = (E_a/R)(1/T_1 - 1/T_2). Masukkan suhu dalam kelvin, pakai R=8,314R = 8{,}314 J mol⁻¹ K⁻¹, dan hasilnya keluar dalam joule per mol. Bagi dengan 1000 untuk mendapat kJ/mol. Di bawah ada contoh soal persamaan Arrhenius dengan angka lengkap, versi grafik dari empat titik data, dan kesalahan yang paling sering membuat jawaban meleset puluhan kali lipat.

Rumus Arrhenius dan bentuk dua suhunya

Persamaan Arrhenius menghubungkan konstanta laju kk dengan suhu mutlak TT:

k=A e−Ea/RTk = A\,e^{-E_a/RT}

AA adalah faktor pra-eksponensial (satuannya sama dengan satuan kk), EaE_a energi aktivasi, dan RR tetapan gas. Ambil ln di kedua sisi:

ln⁡k=ln⁡A−EaR⋅1T\ln k = \ln A - \frac{E_a}{R}\cdot\frac{1}{T}

Ini persamaan garis lurus dengan y=ln⁡ky = \ln k dan x=1/Tx = 1/T. Kemiringannya −Ea/R-E_a/R. Kalau kamu menulis persamaan ini untuk dua suhu lalu mengurangkannya, ln⁡A\ln A hilang dan muncul bentuk dua suhu:

ln⁡k2k1=EaR(1T1−1T2)\ln\frac{k_2}{k_1} = \frac{E_a}{R}\left(\frac{1}{T_1} - \frac{1}{T_2}\right)

Urutan di dalam kurung penting. Kalau T2>T1T_2 > T_1, maka 1/T1−1/T21/T_1 - 1/T_2 positif, dan k2>k1k_2 > k_1 membuat ruas kiri juga positif. Kedua sisi positif, jadi EaE_a positif. Ini alat cek paling cepat untuk jawabanmu.

Contoh soal 1: menghitung energi aktivasi dari dua suhu

Soal: konstanta laju suatu reaksi orde satu adalah 2,0×10−32{,}0 \times 10^{-3} s⁻¹ pada 27 °C dan 1,6×10−21{,}6 \times 10^{-2} s⁻¹ pada 57 °C. Hitung energi aktivasinya. (Gunakan suhu dalam kelvin = suhu dalam °C + 273.)

  1. Ubah suhu ke kelvin: T1=300T_1 = 300 K, T2=330T_2 = 330 K.
  2. Hitung rasio laju: k2/k1=1,6×10−2/2,0×10−3=8,0k_2/k_1 = 1{,}6 \times 10^{-2} / 2{,}0 \times 10^{-3} = 8{,}0, sehingga ln⁡8,0=2,079\ln 8{,}0 = 2{,}079.
  3. Hitung selisih kebalikan suhu: 1300−1330=0,0033333−0,0030303=3,030×10−4\dfrac{1}{300} - \dfrac{1}{330} = 0{,}0033333 - 0{,}0030303 = 3{,}030 \times 10^{-4} K⁻¹.
  4. Susun ulang dan hitung:
Ea=Rln⁡(k2/k1)1/T1−1/T2=8,314×2,0793,030×10−4=57 050 J/mol=57,1 kJ/molE_a = \frac{R \ln(k_2/k_1)}{1/T_1 - 1/T_2} = \frac{8{,}314 \times 2{,}079}{3{,}030 \times 10^{-4}} = 57\,050 \text{ J/mol} = 57{,}1 \text{ kJ/mol}

Satuan kk tidak berpengaruh karena yang dipakai rasionya. Asalkan k1k_1 dan k2k_2 satuannya sama, kamu bisa memakai s⁻¹, menit⁻¹, atau M⁻¹ s⁻¹.

Contoh soal 2: memprediksi konstanta laju di suhu lain

Lanjutan soal: berapa kk pada 77 °C?

Sekarang EaE_a sudah diketahui, dan yang dicari k3k_3 pada T3=350T_3 = 350 K. Pakai titik 300 K sebagai acuan:

ln⁡k32,0×10−3=57 0508,314(1300−1350)=6862×4,762×10−4=3,268\ln\frac{k_3}{2{,}0 \times 10^{-3}} = \frac{57\,050}{8{,}314}\left(\frac{1}{300} - \frac{1}{350}\right) = 6862 \times 4{,}762 \times 10^{-4} = 3{,}268 k32,0×10−3=e3,268=26,3⇒k3=5,3×10−2 s−1\frac{k_3}{2{,}0 \times 10^{-3}} = e^{3{,}268} = 26{,}3 \quad\Rightarrow\quad k_3 = 5{,}3 \times 10^{-2} \text{ s}^{-1}

Naik 50 °C dari 27 °C, konstanta laju naik sekitar 26 kali. Kalau reaksinya orde satu, waktu paruhnya turun dengan faktor yang sama: dari 0,693/0,0020=3470{,}693/0{,}0020 = 347 s menjadi 0,693/0,0525=13,20{,}693/0{,}0525 = 13{,}2 s.

Menghitung Ea dari grafik ln k terhadap 1/T

Di praktikum, kamu biasanya punya lebih dari dua suhu. Memakai semua titik lewat grafik lebih baik daripada memilih dua, karena galat satu titik tidak mendominasi.

Soal: data konstanta laju suatu reaksi pada empat suhu:

T (K)k (s⁻¹)1/T (× 10⁻³ K⁻¹)ln k
3000,008733,3333−4,741
3100,02303,2258−3,772
3200,05723,1250−2,861
3300,1343,0303−2,010

Dua kolom kanan dihitung sendiri dari dua kolom kiri. Plot ln⁡k\ln k (sumbu y) terhadap 1/T1/T (sumbu x).

Grafik ln k terhadap 1/T untuk suhu 300, 310, 320, dan 330 kelvin. Keempat titik membentuk garis lurus menurun. Segitiga kemiringan antara titik 300 K dan 330 K menunjukkan perubahan ln k sebesar 2,731 dan perubahan 1/T sebesar minus 0,303 kali 10 pangkat minus 3, sehingga kemiringan minus 9013 K dan energi aktivasi 74,9 kJ/mol.

Kemiringan dari titik pertama dan terakhir:

kemiringan=−2,010−(−4,741)3,0303×10−3−3,3333×10−3=2,731−3,030×10−4=−9013 K\text{kemiringan} = \frac{-2{,}010 - (-4{,}741)}{3{,}0303 \times 10^{-3} - 3{,}3333 \times 10^{-3}} = \frac{2{,}731}{-3{,}030 \times 10^{-4}} = -9013 \text{ K} Ea=−R×kemiringan=8,314×9013=74 930 J/mol=74,9 kJ/molE_a = -R \times \text{kemiringan} = 8{,}314 \times 9013 = 74\,930 \text{ J/mol} = 74{,}9 \text{ kJ/mol}

Regresi linear dari keempat titik memberi kemiringan −9015-9015 K dan Ea=75,0E_a = 75{,}0 kJ/mol, praktis sama. Titik potong garis dengan sumbu y adalah ln⁡A=25,31\ln A = 25{,}31, sehingga A=e25,31≈9,8×1010A = e^{25{,}31} \approx 9{,}8 \times 10^{10} s⁻¹. Kalau mau menghitung kemiringan dan titik potong tanpa Excel, masukkan 1/T1/T sebagai X dan ln⁡k\ln k sebagai Y ke kalkulator regresi linear sederhana.

Perhatikan satuan kemiringan: kelvin, karena ln⁡k\ln k tidak bersatuan dan sumbu x bersatuan K⁻¹. Kalau sumbu x kamu tulis dalam 10−310^{-3} K⁻¹ seperti di grafik, kemiringan yang terbaca di grafik adalah −9,013-9{,}013 dan harus dikali 1000 dulu.

Seberapa besar pengaruh kenaikan suhu 10 °C?

Ada patokan populer bahwa laju reaksi kira-kira dua kali lipat setiap suhu naik 10 °C. Persamaan Arrhenius menunjukkan patokan itu hanya cocok untuk energi aktivasi tertentu. Faktor kenaikan kk dari 298 K ke 308 K:

EaE_a (kJ/mol)Faktor kenaikan kk (298 K ke 308 K)
251,39 kali
501,93 kali
752,67 kali
1003,71 kali

Patokan "dua kali lipat" berlaku untuk EaE_a sekitar 53 kJ/mol di sekitar suhu kamar. Reaksi dengan energi aktivasi lebih besar jauh lebih sensitif terhadap suhu. Jadi jangan pakai patokan itu untuk menjawab soal yang memberi EaE_a.

Kesalahan yang sering terjadi di soal Arrhenius

  1. Memasukkan EaE_a dalam kJ dengan R=8,314R = 8{,}314 J. Di contoh soal 2, menulis Ea=57,1E_a = 57{,}1 (bukannya 57 100) membuat ruas kanan 0,003270{,}00327, sehingga k3=2,007×10−3k_3 = 2{,}007 \times 10^{-3} s⁻¹. Hasilnya seolah suhu naik 50 °C tidak mengubah apa pun. Samakan satuan dulu: J dengan J.
  2. Lupa mengubah suhu ke kelvin. Dengan 27 dan 57 langsung, 1/27−1/57=0,019491/27 - 1/57 = 0{,}01949 dan EaE_a keluar 887 J/mol, sekitar 64 kali lebih kecil dari jawaban benar.
  3. Tanda negatif hilang saat membalik pecahan. Kalau kamu menulis (1/T2−1/T1)(1/T_2 - 1/T_1) di ruas kanan tanpa tanda minus di depan, EaE_a keluar −57,1-57{,}1 kJ/mol. Untuk soal reaksi biasa, energi aktivasi negatif adalah tanda kamu salah urutan.
  4. Memakai log basis 10 tanpa koreksi. log⁡8,0=0,903\log 8{,}0 = 0{,}903, dan kalau dimasukkan begitu saja EaE_a keluar 24,8 kJ/mol. Rumus dengan log basis 10 memerlukan faktor 2,303: log⁡(k2/k1)=Ea2,303R(1T1−1T2)\log(k_2/k_1) = \dfrac{E_a}{2{,}303R}\left(\dfrac{1}{T_1} - \dfrac{1}{T_2}\right).
  5. Membulatkan 1/T1/T terlalu cepat. Untuk 300 K dan 305 K, selisihnya 5,46×10−55{,}46 \times 10^{-5} K⁻¹. Kalau 1/3001/300 dan 1/3051/305 dibulatkan menjadi 0,0033, selisihnya nol dan rumusnya membagi dengan nol. Simpan minimal lima angka penting di langkah ini.
  6. Memakai R=0,08206R = 0{,}08206 L atm mol⁻¹ K⁻¹. Nilai itu untuk hukum gas ideal, bukan untuk energi. Di Arrhenius, R=8,314R = 8{,}314 J mol⁻¹ K⁻¹.

Kalau konstanta laju di tiap suhu harus kamu dapatkan dulu dari data konsentrasi terhadap waktu, caranya ada di orde reaksi dari data eksperimen. Untuk laporan praktikum yang meminta ketidakpastian EaE_a, lihat propagasi ralat untuk pengolahan data praktikum.

FAQ

Bagaimana katalis memengaruhi persamaan Arrhenius?

Katalis memberi jalur reaksi dengan energi aktivasi lebih rendah. Kalau EaE_a turun dari 75 ke 50 kJ/mol pada 300 K dan AA dianggap tetap, rasio konstanta lajunya e25 000/(8,314×300)≈2,3×104e^{25\,000/(8{,}314 \times 300)} \approx 2{,}3 \times 10^4. Turun 25 kJ/mol membuat reaksi sekitar dua puluh dua ribu kali lebih cepat.

Apakah faktor A bergantung pada suhu?

Dalam bentuk Arrhenius yang dipakai di kimia dasar, AA dianggap konstan dalam rentang suhu percobaan. Model yang lebih rinci memberi AA sedikit bergantung pada suhu, tetapi pengaruhnya kecil dibanding suku eksponensial.

Berapa minimal titik data untuk grafik Arrhenius?

Dua titik sudah cukup untuk menghitung EaE_a, tetapi tidak bisa menunjukkan apakah datanya memang lurus. Untuk laporan praktikum, tiga titik atau lebih jauh lebih meyakinkan karena kamu bisa melaporkan R2R^2 garisnya.

Kenapa pakai kelvin, bukan celsius?

Suku e−Ea/RTe^{-E_a/RT} mewakili fraksi molekul yang energinya cukup untuk bereaksi, dan fraksi itu bergantung pada suhu mutlak. Skala celsius bisa bernilai nol atau negatif, dan 1/T1/T menjadi tidak bermakna. Selisih suhu dalam °C dan K memang sama, tetapi rumus ini memakai kebalikan suhu, bukan selisihnya.

Apakah orde reaksi memengaruhi perhitungan Ea?

Tidak secara langsung. Orde menentukan satuan kk, sedangkan rumus dua suhu hanya memakai rasio k2/k1k_2/k_1. Syaratnya, kedua nilai kk berasal dari hukum laju yang sama.

Artikel Terkait

Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?