Persamaan Arrhenius: Menghitung Energi Aktivasi dari Dua Suhu
Cara menghitung energi aktivasi dengan persamaan Arrhenius dari dua suhu dan dari grafik ln k terhadap 1/T, lengkap dengan contoh soal dan kesalahan satuan.

Di halaman ini
- Rumus Arrhenius dan bentuk dua suhunya
- Contoh soal 1: menghitung energi aktivasi dari dua suhu
- Contoh soal 2: memprediksi konstanta laju di suhu lain
- Menghitung Ea dari grafik ln k terhadap 1/T
- Seberapa besar pengaruh kenaikan suhu 10 °C?
- Kesalahan yang sering terjadi di soal Arrhenius
- FAQ
- Bagaimana katalis memengaruhi persamaan Arrhenius?
- Apakah faktor A bergantung pada suhu?
- Berapa minimal titik data untuk grafik Arrhenius?
- Kenapa pakai kelvin, bukan celsius?
- Apakah orde reaksi memengaruhi perhitungan Ea?
Energi aktivasi dari dua suhu dihitung dengan bentuk dua titik persamaan Arrhenius, . Masukkan suhu dalam kelvin, pakai J mol⁻¹ K⁻¹, dan hasilnya keluar dalam joule per mol. Bagi dengan 1000 untuk mendapat kJ/mol. Di bawah ada contoh soal persamaan Arrhenius dengan angka lengkap, versi grafik dari empat titik data, dan kesalahan yang paling sering membuat jawaban meleset puluhan kali lipat.
Rumus Arrhenius dan bentuk dua suhunya
Persamaan Arrhenius menghubungkan konstanta laju dengan suhu mutlak :
adalah faktor pra-eksponensial (satuannya sama dengan satuan ), energi aktivasi, dan tetapan gas. Ambil ln di kedua sisi:
Ini persamaan garis lurus dengan dan . Kemiringannya . Kalau kamu menulis persamaan ini untuk dua suhu lalu mengurangkannya, hilang dan muncul bentuk dua suhu:
Urutan di dalam kurung penting. Kalau , maka positif, dan membuat ruas kiri juga positif. Kedua sisi positif, jadi positif. Ini alat cek paling cepat untuk jawabanmu.
Contoh soal 1: menghitung energi aktivasi dari dua suhu
Soal: konstanta laju suatu reaksi orde satu adalah s⁻¹ pada 27 °C dan s⁻¹ pada 57 °C. Hitung energi aktivasinya. (Gunakan suhu dalam kelvin = suhu dalam °C + 273.)
- Ubah suhu ke kelvin: K, K.
- Hitung rasio laju: , sehingga .
- Hitung selisih kebalikan suhu: K⁻¹.
- Susun ulang dan hitung:
Satuan tidak berpengaruh karena yang dipakai rasionya. Asalkan dan satuannya sama, kamu bisa memakai s⁻¹, menit⁻¹, atau M⁻¹ s⁻¹.
Contoh soal 2: memprediksi konstanta laju di suhu lain
Lanjutan soal: berapa pada 77 °C?
Sekarang sudah diketahui, dan yang dicari pada K. Pakai titik 300 K sebagai acuan:
Naik 50 °C dari 27 °C, konstanta laju naik sekitar 26 kali. Kalau reaksinya orde satu, waktu paruhnya turun dengan faktor yang sama: dari s menjadi s.
Menghitung Ea dari grafik ln k terhadap 1/T
Di praktikum, kamu biasanya punya lebih dari dua suhu. Memakai semua titik lewat grafik lebih baik daripada memilih dua, karena galat satu titik tidak mendominasi.
Soal: data konstanta laju suatu reaksi pada empat suhu:
| T (K) | k (s⁻¹) | 1/T (× 10⁻³ K⁻¹) | ln k |
|---|---|---|---|
| 300 | 0,00873 | 3,3333 | −4,741 |
| 310 | 0,0230 | 3,2258 | −3,772 |
| 320 | 0,0572 | 3,1250 | −2,861 |
| 330 | 0,134 | 3,0303 | −2,010 |
Dua kolom kanan dihitung sendiri dari dua kolom kiri. Plot (sumbu y) terhadap (sumbu x).

Kemiringan dari titik pertama dan terakhir:
Regresi linear dari keempat titik memberi kemiringan K dan kJ/mol, praktis sama. Titik potong garis dengan sumbu y adalah , sehingga s⁻¹. Kalau mau menghitung kemiringan dan titik potong tanpa Excel, masukkan sebagai X dan sebagai Y ke kalkulator regresi linear sederhana.
Perhatikan satuan kemiringan: kelvin, karena tidak bersatuan dan sumbu x bersatuan K⁻¹. Kalau sumbu x kamu tulis dalam K⁻¹ seperti di grafik, kemiringan yang terbaca di grafik adalah dan harus dikali 1000 dulu.
Seberapa besar pengaruh kenaikan suhu 10 °C?
Ada patokan populer bahwa laju reaksi kira-kira dua kali lipat setiap suhu naik 10 °C. Persamaan Arrhenius menunjukkan patokan itu hanya cocok untuk energi aktivasi tertentu. Faktor kenaikan dari 298 K ke 308 K:
| (kJ/mol) | Faktor kenaikan (298 K ke 308 K) |
|---|---|
| 25 | 1,39 kali |
| 50 | 1,93 kali |
| 75 | 2,67 kali |
| 100 | 3,71 kali |
Patokan "dua kali lipat" berlaku untuk sekitar 53 kJ/mol di sekitar suhu kamar. Reaksi dengan energi aktivasi lebih besar jauh lebih sensitif terhadap suhu. Jadi jangan pakai patokan itu untuk menjawab soal yang memberi .
Kesalahan yang sering terjadi di soal Arrhenius
- Memasukkan dalam kJ dengan J. Di contoh soal 2, menulis (bukannya 57 100) membuat ruas kanan , sehingga s⁻¹. Hasilnya seolah suhu naik 50 °C tidak mengubah apa pun. Samakan satuan dulu: J dengan J.
- Lupa mengubah suhu ke kelvin. Dengan 27 dan 57 langsung, dan keluar 887 J/mol, sekitar 64 kali lebih kecil dari jawaban benar.
- Tanda negatif hilang saat membalik pecahan. Kalau kamu menulis di ruas kanan tanpa tanda minus di depan, keluar kJ/mol. Untuk soal reaksi biasa, energi aktivasi negatif adalah tanda kamu salah urutan.
- Memakai log basis 10 tanpa koreksi. , dan kalau dimasukkan begitu saja keluar 24,8 kJ/mol. Rumus dengan log basis 10 memerlukan faktor 2,303: .
- Membulatkan terlalu cepat. Untuk 300 K dan 305 K, selisihnya K⁻¹. Kalau dan dibulatkan menjadi 0,0033, selisihnya nol dan rumusnya membagi dengan nol. Simpan minimal lima angka penting di langkah ini.
- Memakai L atm mol⁻¹ K⁻¹. Nilai itu untuk hukum gas ideal, bukan untuk energi. Di Arrhenius, J mol⁻¹ K⁻¹.
Kalau konstanta laju di tiap suhu harus kamu dapatkan dulu dari data konsentrasi terhadap waktu, caranya ada di orde reaksi dari data eksperimen. Untuk laporan praktikum yang meminta ketidakpastian , lihat propagasi ralat untuk pengolahan data praktikum.
FAQ
Bagaimana katalis memengaruhi persamaan Arrhenius?
Katalis memberi jalur reaksi dengan energi aktivasi lebih rendah. Kalau turun dari 75 ke 50 kJ/mol pada 300 K dan dianggap tetap, rasio konstanta lajunya . Turun 25 kJ/mol membuat reaksi sekitar dua puluh dua ribu kali lebih cepat.
Apakah faktor A bergantung pada suhu?
Dalam bentuk Arrhenius yang dipakai di kimia dasar, dianggap konstan dalam rentang suhu percobaan. Model yang lebih rinci memberi sedikit bergantung pada suhu, tetapi pengaruhnya kecil dibanding suku eksponensial.
Berapa minimal titik data untuk grafik Arrhenius?
Dua titik sudah cukup untuk menghitung , tetapi tidak bisa menunjukkan apakah datanya memang lurus. Untuk laporan praktikum, tiga titik atau lebih jauh lebih meyakinkan karena kamu bisa melaporkan garisnya.
Kenapa pakai kelvin, bukan celsius?
Suku mewakili fraksi molekul yang energinya cukup untuk bereaksi, dan fraksi itu bergantung pada suhu mutlak. Skala celsius bisa bernilai nol atau negatif, dan menjadi tidak bermakna. Selisih suhu dalam °C dan K memang sama, tetapi rumus ini memakai kebalikan suhu, bukan selisihnya.
Apakah orde reaksi memengaruhi perhitungan Ea?
Tidak secara langsung. Orde menentukan satuan , sedangkan rumus dua suhu hanya memakai rasio . Syaratnya, kedua nilai berasal dari hukum laju yang sama.
