Kuliah

Matriks IFAS EFAS: Cara Memberi Bobot, Rating, dan Skor SWOT

Cara menghitung bobot dan rating IFAS EFAS dari satu contoh kedai kopi: bobot berjumlah 1, rating kelemahan dibalik, sampai titik koordinat kuadran SWOT.

Oleh Diterbitkan 5 Nov 2026 9 menit baca
Di halaman ini

Bobot IFAS EFAS dihitung dari tingkat kepentingan tiap faktor lalu dinormalkan sampai jumlahnya tepat 1,00, sedangkan rating menilai kondisi usaha pada faktor itu dengan skala 1 sampai 4. Skor tiap faktor adalah bobot dikali rating. Dari skor itu kamu mendapat total IFAS dan EFAS, lalu titik koordinat yang menentukan kuadran strategi. Artikel ini mengerjakan satu usaha dari daftar faktor sampai kuadran, supaya kamu bisa melihat di langkah mana angka biasanya mulai salah.

Contoh usaha yang dipakai di seluruh artikel

Kedai Kopi Sudut adalah kedai kecil 200 meter dari gerbang kampus, sudah berjalan dua tahun. Hasil wawancara dengan pemilik dan pengamatan lapangan menghasilkan delapan faktor internal dan delapan faktor eksternal.

Faktor internal:

  • S1 Lokasi paling dekat ke gerbang kampus
  • S2 Harga menu mulai Rp12 ribu, lebih murah dari kafe sekitar
  • S3 Wi-Fi stabil dan colokan di setiap meja
  • S4 Barista tetap yang hafal pesanan pelanggan
  • W1 Hanya 24 kursi, penuh saat jam makan siang
  • W2 Belum terdaftar di aplikasi pesan antar
  • W3 Pencatatan keuangan masih di buku tulis
  • W4 Pilihan makanan berat sedikit

Faktor eksternal:

  • O1 Kampus membuka gedung kuliah baru di sisi yang sama dengan kedai
  • O2 Kebiasaan mahasiswa memesan minuman lewat aplikasi
  • O3 Acara himpunan sering butuh pesanan kopi dalam jumlah besar
  • O4 Pemasok biji kopi lokal menawarkan harga grosir
  • T1 Kafe waralaba buka 100 meter dari kedai
  • T2 Harga biji kopi dan susu naik
  • T3 Libur semester membuat kampus sepi berbulan-bulan
  • T4 Minuman kopi kemasan murah di minimarket

Satu syarat sebelum menghitung: setiap faktor harus spesifik ke usaha ini. "Pelayanan ramah" atau "persaingan ketat" tanpa keterangan tidak bisa diberi rating dengan jujur, karena kamu tidak tahu ramah dibanding siapa dan ketat seberapa.

Bagaimana cara menentukan bobot supaya jumlahnya 1?

Cara yang paling mudah dipertanggungjawabkan adalah memberi setiap faktor nilai kepentingan dulu, misalnya 1 sampai 4, lalu membaginya dengan jumlah semua nilai kepentingan di matriks itu.

boboti=ni∑n\text{bobot}_i = \frac{n_i}{\sum n}

Untuk faktor internal Kedai Kopi Sudut, nilai kepentingannya S1 = 4, S2 = 3, S3 = 2, S4 = 2, W1 = 3, W2 = 3, W3 = 1, W4 = 2. Jumlahnya 20. Maka bobot S1 adalah 4/20=0,204/20 = 0{,}20, S2 adalah 3/20=0,153/20 = 0{,}15, dan seterusnya.

Bobot dihitung untuk seluruh isi matriks. Kekuatan dan kelemahan berbagi satu total 1,00 di IFAS. Peluang dan ancaman berbagi satu total 1,00 di EFAS. Bobot menjawab pertanyaan "seberapa penting faktor ini bagi keberhasilan usaha", bukan "seberapa bagus kondisinya". Lokasi diberi bobot tertinggi karena hampir semua pelanggan kedai ini adalah mahasiswa yang lewat gerbang.

Rating: kenapa kelemahan dan ancaman dibalik?

Rating mengukur kondisi usaha pada faktor tersebut. Pada acuan yang paling banyak dipakai di tugas manajemen strategis, skalanya 1 sampai 4:

Jenis faktorRating 4Rating 1
Kekuatankekuatan sangat besarkekuatan kecil
Kelemahankelemahan kecilkelemahan sangat serius
Peluangpeluang sangat besarpeluang kecil
Ancamanancaman kecilancaman sangat serius

Untuk kelemahan dan ancaman, arahnya terbalik. Kelemahan yang paling parah diberi angka paling kecil, karena angka besar di matriks ini selalu berarti "posisi usaha lebih baik". W2 (belum ada di aplikasi pesan antar) mendapat rating 1 karena pesaing sudah menerima pesanan daring. W3 (buku tulis) mendapat rating 3 karena belum pernah menimbulkan masalah nyata.

Kalau acuan dosenmu memakai skala 1 sampai 5, semua logika di atas tetap sama, hanya titik tengahnya berubah. Dengan bobot berjumlah 1, total skor selalu berada di antara rating terendah dan tertinggi. Pada skala 1 sampai 4 titik tengahnya 2,5. Pada skala 1 sampai 5 titik tengahnya 3,0. Membaca total skala 1 sampai 5 terhadap batas 2,5 akan membuat hampir semua usaha tampak "kuat".

Tabel IFAS lengkap Kedai Kopi Sudut

FaktorBobotRatingSkor
S1 Lokasi dekat gerbang0,2040,80
S2 Harga terjangkau0,1530,45
S3 Wi-Fi dan colokan0,1040,40
S4 Barista tetap0,1030,30
Subtotal kekuatan0,551,95
W1 Kursi terbatas0,1520,30
W2 Belum di aplikasi0,1510,15
W3 Keuangan manual0,0530,15
W4 Makanan berat sedikit0,1030,30
Subtotal kelemahan0,450,90
Total IFAS1,002,85

Total IFAS 2,85 berada di atas 2,5. Artinya posisi internal kedai sedikit di atas rata-rata.

Tabel EFAS lengkap

Nilai kepentingan eksternalnya O1 = 4, O2 = 3, O3 = 2, O4 = 1, T1 = 4, T2 = 3, T3 = 2, T4 = 1, dengan jumlah 20.

FaktorBobotRatingSkor
O1 Gedung kuliah baru0,2040,80
O2 Pesan lewat aplikasi0,1530,45
O3 Pesanan acara himpunan0,1030,30
O4 Pemasok harga grosir0,0520,10
Subtotal peluang0,501,65
T1 Kafe waralaba baru0,2010,20
T2 Harga bahan naik0,1520,30
T3 Libur semester0,1020,20
T4 Kopi kemasan0,0540,20
Subtotal ancaman0,500,90
Total EFAS1,002,55

Kafe waralaba (T1) mendapat rating 1 karena ancamannya paling serius: menyasar pelanggan yang sama di jarak yang sama. Kopi kemasan (T4) mendapat rating 4 karena pembelinya hampir tidak beririsan dengan orang yang ingin duduk dan mengerjakan tugas.

Total IFAS 2,85 dan EFAS 2,55 sama-sama berada di rentang 2,0 sampai 2,99. Kalau tugasmu juga meminta matriks IE, pasangan ini jatuh di sel V, yang umumnya dibaca sebagai strategi pertahankan dan pelihara, seperti penetrasi pasar dan pengembangan produk.

Cara menghitung titik koordinat dan menentukan kuadran

Diagram kuadran SWOT memakai selisih subtotal, bukan total IFAS dan EFAS.

x=skor S−skor W=1,95−0,90=1,05x = \text{skor S} - \text{skor W} = 1{,}95 - 0{,}90 = 1{,}05 y=skor O−skor T=1,65−0,90=0,75y = \text{skor O} - \text{skor T} = 1{,}65 - 0{,}90 = 0{,}75

Titik (1,05; 0,75) berada di kuadran I. Pembagian kuadrannya:

  1. Kuadran I (x positif, y positif): strategi agresif, memakai kekuatan untuk mengambil peluang (SO).
  2. Kuadran II (x positif, y negatif): strategi diversifikasi, memakai kekuatan untuk menahan ancaman (ST).
  3. Kuadran III (x negatif, y positif): strategi turn-around, memperbaiki kelemahan supaya bisa memanfaatkan peluang (WO).
  4. Kuadran IV (x negatif, y negatif): strategi defensif, mengurangi kelemahan sambil menghindari ancaman (WT).

Diagram kuadran SWOT Kedai Kopi Sudut dengan titik (1,05; 0,75) di kuadran I dan titik pembanding (0,60; 0,05) yang nyaris di garis batas

Strategi SO untuk kedai ini harus menyambungkan faktor yang skornya besar. S1 (0,80) bertemu O1 (0,80): pasang papan penunjuk dan promo pembukaan semester di jalur dari gedung baru. S2 bertemu O3: tawarkan paket kopi untuk acara himpunan dengan harga per gelas yang tetap di bawah kafe sekitar. Strategi yang tidak menyebut faktor mana yang dipasangkan biasanya dicoret dosen karena tidak terlihat berasal dari matriks.

Kesalahan yang paling sering terjadi

  1. Bobot dibuat 1 per kelompok. Kekuatan 1,00 dan kelemahan 1,00 sendiri-sendiri membuat total IFAS bisa mencapai 8. Kecuali acuan dosenmu memang begitu, satu matriks berbagi satu total 1,00.
  2. Jumlah bobot 1,01 karena pembulatan. Dengan nilai kepentingan 4, 3, 3, 2, 3, 3, 2, 2 (jumlah 22), bobot dua desimalnya 0,18, 0,14, 0,14, 0,09, 0,14, 0,14, 0,09, 0,09, dan jumlahnya 1,01. Turunkan satu bobot sebesar 0,01 pada faktor yang pembulatannya paling jauh ke atas, lalu tulis penyesuaian itu.
  3. Rating diisi sama dengan bobot. Faktor penting tidak otomatis kondisinya bagus. Lokasi bisa berbobot tinggi tapi ratingnya 2 kalau aksesnya sering macet.
  4. Faktor yang sama masuk dua kali. "Harga murah" sebagai kekuatan dan "margin tipis" sebagai kelemahan sering adalah satu keputusan yang sama. Pilih yang paling menggambarkan kondisi usaha.
  5. Rating tanpa alasan. Satu kalimat alasan per rating, misalnya "rating 1 karena tiga pesaing terdekat sudah ada di aplikasi", membuat tabelmu bisa dibela saat presentasi.

Kalau matriks ini bagian dari tugas analisis kasus yang lebih panjang, susunan babnya bisa mengikuti panduan tugas analisis studi kasus. Untuk kasus yang meminta hitungan kelayakan setelah strategi dipilih, lanjutkan ke titik impas dalam unit dan rupiah.

FAQ

Apakah bobot IFAS dan EFAS harus sama-sama berjumlah 1?

Ya. Keduanya matriks terpisah, jadi masing-masing berjumlah 1,00. Bobot IFAS tidak perlu sama dengan bobot EFAS faktor per faktor.

Bolehkah bobot ditentukan dari kuesioner?

Boleh dan lebih kuat. Ambil rata-rata nilai kepentingan dari beberapa responden ahli, misalnya pemilik dan karyawan senior, lalu normalkan dengan rumus di atas. Sebutkan siapa respondennya di bagian metode.

Berapa jumlah faktor yang ideal?

Tidak ada angka baku. Empat sampai sepuluh faktor per kelompok sudah cukup untuk tugas kuliah. Terlalu banyak faktor membuat setiap bobot menjadi sangat kecil dan sulit dibedakan.

Kenapa total IFAS saya selalu di atas 2,5?

Biasanya karena rating kelemahan tidak dibalik, atau skala 1 sampai 5 dibaca dengan batas 2,5. Periksa dua hal itu sebelum menulis kesimpulan.

Apa beda diagram kuadran dengan matriks IE?

Diagram kuadran memakai selisih S dikurangi W dan O dikurangi T. Matriks IE memakai total IFAS dan total EFAS, lalu membaginya ke sembilan sel. Keduanya bisa dipakai bersama, tapi jangan mencampur angkanya.

Apakah strategi harus diambil dari kuadran saja?

Kuadran menunjukkan arah utama. Rincian strateginya tetap disusun di matriks SWOT (SO, ST, WO, WT), dan strategi dari kuadran terpilih yang diprioritaskan. Untuk presentasi tugas kelompok, tampilkan tabel, diagram, lalu strategi berurutan, seperti di panduan PPT presentasi tugas kuliah.

Artikel Terkait

Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?