Persamaan Diferensial Variabel Terpisah dan Jebakan Solusi y = 0
Cara mengenali dan menyelesaikan persamaan diferensial variabel terpisah, tiga contoh dengan syarat awal, plus solusi y = 0 yang hilang saat membagi.

Di halaman ini
- Bagaimana mengenali PD yang bisa dipisah?
- Langkah menyelesaikan PD variabel terpisah
- Contoh 1: dy/dx = e^(x+y) dengan y(0) = 0
- Contoh 2 dan jebakan solusi y = 0
- Kapan solusi y = 0 tidak bisa dipulihkan dengan konstanta?
- Contoh 3: konstanta berganti nama dan tanda akar dari syarat awal
- Kapan solusi eksplisit tidak mungkin?
- Kesalahan yang sering terjadi
- FAQ
- Apa beda solusi umum dan solusi khusus?
- Apakah solusi implisit dianggap jawaban yang benar?
- Bagaimana kalau integral di salah satu ruas butuh pecahan parsial?
- Kenapa dy dan dx boleh dipisah seperti pecahan?
- Apakah solusinya selalu berlaku untuk semua x?
- Kalau syarat awal membuat h(y) = 0, apa jawabannya?
Persamaan diferensial variabel terpisah adalah PD yang bisa ditulis sebagai , sehingga semua dipindah ke satu ruas bersama dan semua ke ruas lain bersama , lalu kedua ruas diintegralkan. Cara ini sederhana, tetapi ada satu langkah yang diam-diam membuang solusi: membagi kedua ruas dengan . Artikel ini membahas cara mengenali bentuknya, tiga contoh dengan syarat awal sampai jawaban akhir, dan jebakan solusi yang sering lolos di ujian.
Bagaimana mengenali PD yang bisa dipisah?
Pertanyaannya cuma satu: apakah ruas kanan bisa difaktorkan menjadi (fungsi saja) dikali (fungsi saja)? Kadang bentuk itu tersamar, dan kamu perlu memakai sifat eksponen atau memfaktorkan dulu.
| Persamaan | Bisa dipisah? | Alasan |
|---|---|---|
| Ya | ||
| Ya | ||
| Ya | ||
| Tidak | penjumlahan tidak bisa difaktorkan | |
| Tidak | ||
| Tidak | dan terkunci di dalam sinus |
Baris keempat sering menipu. terlihat sederhana, tetapi bukan PD terpisah. Bentuk itu PD linear orde satu, yang diselesaikan dengan faktor integrasi seperti di artikel PD linear orde satu.
Langkah menyelesaikan PD variabel terpisah
- Tulis dalam bentuk .
- Catat nilai yang membuat . Setiap nilai itu adalah solusi konstan, dan akan hilang di langkah 3.
- Pisahkan: .
- Integralkan kedua ruas, dan tulis satu konstanta saja di ruas .
- Pakai syarat awal untuk mencari .
- Jika bisa, nyatakan secara eksplisit. Pilih cabang atau tanda yang sesuai syarat awal.
- Cek dengan menurunkan jawaban dan memasukkannya kembali ke PD.
Langkah 2 dan 7 paling sering dilewati, dan justru di dua langkah itu poin ujian paling sering hilang.
Contoh 1: dy/dx = e^(x+y) dengan y(0) = 0
Ini bentuk tersamar dari tabel di atas. Tulis ulang ruas kanan:
Karena tidak pernah nol, tidak ada solusi konstan yang hilang. Pisahkan dengan membagi , yang sama dengan mengalikan :
Masukkan , : , jadi . Maka , atau . Ambil logaritma natural:
Solusi ini hanya berlaku saat , yaitu . Saat mendekati dari kiri, naik menuju tak hingga. Batas domain seperti ini sering diminta di soal, dan tidak akan terlihat kalau kamu berhenti di bentuk implisit.
Cek: turunan adalah . Ruas kanan PD adalah . Keduanya sama.
Contoh 2 dan jebakan solusi y = 0
Selesaikan dengan .
Di sini , jadi membuat nol. Cek langsung: kalau untuk semua , ruas kiri dan ruas kanan . Jadi memang solusi. Catat dulu, lalu pisahkan untuk :
Pangkatkan di kedua ruas:
Konstanta tidak pernah nol, padahal adalah solusi. Di sinilah solusi itu hilang. Untungnya, membolehkan memulihkannya, sehingga solusi umum lengkapnya adalah untuk sembarang konstanta .
Dengan : , jadi dan .

Grafik di atas menunjukkan keluarga solusinya. Garis merah adalah anggota keluarga yang sah. Kalau soal memberi syarat awal , jawabannya adalah garis itu, dan rumus tidak bisa dipakai karena tidak terdefinisi. Kalau langkah 2 dilewati, soal itu terlihat seperti tidak punya solusi.
Pola yang sama muncul pada dengan . Faktorkan menjadi , catat solusi konstan , lalu pisahkan:
Syarat awal memberi , sehingga . Cek: , dan . Sama. Solusi konstan kembali muncul saat .
Kapan solusi y = 0 tidak bisa dipulihkan dengan konstanta?
Contoh 2 beruntung, karena mengembalikan solusi yang hilang. Tidak selalu begitu. Ambil . Untuk :
Tidak ada nilai yang membuat sama dengan nol untuk semua . Jadi harus ditulis terpisah: solusinya adalah atau .
Dengan syarat awal : , jadi dan . Cek: turunannya , sama dengan . Dengan syarat awal , jawabannya , dan rumus umum tidak akan pernah memberikannya.
Inilah alasan langkah 2 ada. Solusi konstan dari dicatat sebelum membagi, lalu dicek apakah sudah tercakup oleh rumus umum.
Contoh 3: konstanta berganti nama dan tanda akar dari syarat awal
Selesaikan dengan .
Konstanta hanya nama baru. Masukkan syarat awal: , jadi dan .
Sekarang . Syarat awal negatif, jadi ambil tanda minus:
Menulis di jawaban akhir adalah kesalahan. Tanda plus memberi , yang melanggar syarat awal.
Konstanta integrasi boleh diganti nama selama ia tetap sembarang. , , , dan semuanya konstanta. Yang tidak boleh adalah memperlakukan konstanta seolah ia menjumlah padahal mengali. Dari , hasilnya , bukan .
Kapan solusi eksplisit tidak mungkin?
Kadang solusi eksplisit memang tidak bisa didapat. Contoh: dengan .
Syarat awal memberi , jadi . Jawaban akhirnya:
Tidak ada fungsi elementer yang bisa mengisolasi dari campuran dan . Bentuk implisit ini sudah merupakan jawaban lengkap, dan dosen tidak akan meminta lebih kecuali soal menyebut metode numerik.
Solusi implisit tetap bisa dicek. Turunkan kedua ruas terhadap dengan cara turunan implisit: , sehingga . Hasilnya kembali ke PD semula, jadi jawabannya benar.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menulis . Sifat eksponen adalah perkalian: .
- Membagi dengan , , atau tanpa mencatat solusi konstan yang hilang.
- Memaksa memisah . Hasilnya selalu salah, karena ruas kanannya tidak bisa difaktorkan.
- Menulis konstanta di kedua ruas lalu memakai syarat awal hanya untuk satu. Cukup satu , di ruas .
- Lupa nilai mutlak di . Tanpanya, solusi negatif seperti pada grafik tidak terwakili.
- Membiarkan di jawaban akhir setelah syarat awal diketahui.
FAQ
Apa beda solusi umum dan solusi khusus?
Solusi umum masih memuat konstanta, misalnya . Solusi khusus didapat setelah konstanta ditentukan dari syarat awal, misalnya .
Apakah solusi implisit dianggap jawaban yang benar?
Ya, kalau memang tidak bisa diisolasi dengan fungsi elementer, atau kalau soal tidak meminta bentuk eksplisit. Tetap masukkan syarat awal supaya konstantanya terisi.
Bagaimana kalau integral di salah satu ruas butuh pecahan parsial?
Itu wajar. PD logistik , misalnya, menghasilkan yang dipecah dulu menjadi . Tekniknya dibahas di integral pecahan parsial. Jangan lupa solusi konstan dan .
Kenapa dy dan dx boleh dipisah seperti pecahan?
Secara formal, langkah itu adalah aturan substitusi pada integral: . Menulisnya sebagai pecahan hanyalah singkatan yang hasilnya selalu sama.
Apakah solusinya selalu berlaku untuk semua x?
Tidak. Solusi di contoh 1 hanya hidup untuk , dan meledak di . Selang berlakunya adalah selang terbesar yang memuat titik syarat awal dan tidak melewati titik tak terdefinisi. Untuk dengan syarat awal di , selangnya . Beberapa dosen meminta selang ini ditulis bersama jawaban, jadi biasakan menyebutkannya.
Kalau syarat awal membuat h(y) = 0, apa jawabannya?
Jawabannya biasanya solusi konstan itu sendiri, seperti untuk dengan . Untuk PD yang ruas kanannya halus, solusi dengan syarat awal tertentu hanya ada satu, jadi tidak perlu mencari yang lain.
