Rumus Turunan Lengkap Kalkulus: arcsin, arctan, a^x, dan log_a x
Tabel rumus turunan kalkulus dalam bentuk dasar dan aturan rantai, dari a^x, log_a x, sec, csc sampai arcsin dan arctan, plus enam soal berlapis yang dibahas.
Rumus turunan kalkulus yang dipakai di Kalkulus 1 ada sekitar dua puluh, dan cara paling aman menghafalnya adalah langsung dalam bentuk aturan rantai. Di soal UTS, argumen fungsi hampir tidak pernah x polos. Yang muncul adalah sin(3x2), arctan(e2x), atau log3(1+x). Karena itu tabel di bawah menulis setiap rumus dua kali: bentuk dasar dan bentuk dengan fungsi dalam u.
Aturannya cuma satu kalimat, dan namanya aturan rantai. Kalau u adalah fungsi dari x, turunan f(u) adalah f′(u) dikali u′. Faktor u′ itulah yang paling sering hilang dari lembar jawaban.
Syaratnya: a>0 dan a=1. Rumus xn berlaku untuk n bilangan real apa pun, termasuk pecahan dan negatif, misalnya dxdx=dxdx1/2=2x1.
Rumus ax dan logax tidak perlu dihafal terpisah kalau kamu tahu asalnya. Karena ax=exlna, turunannya adalah exlna⋅lna=axlna. Logaritma basis lain bisa ditulis ulang sebagai logax=lnalnx, dan lna hanyalah konstanta, jadi turunannya xlna1. Untuk a=e, faktor lne=1 hilang dan kamu kembali ke rumus ex dan lnx.
Ada pola yang membantu menghafal tanda. Semua fungsi yang namanya diawali "co" (cos, cot, csc) punya turunan bertanda negatif. Pasangan juga saling mencerminkan: tan berpasangan dengan sec2, cot dengan csc2.
Semua rumus ini hanya berlaku kalau sudut dalam radian. Kalau soal memberi derajat, ubah dulu ke radian sebelum menurunkan.
Turunan arcsin bisa diturunkan ulang dalam tiga baris kalau kamu lupa. Misalkan y=arcsinx, berarti siny=x dengan −2π≤y≤2π. Turunkan kedua ruas terhadap x:
cosy⋅dxdy=1⇒dxdy=cosy1=1−sin2y1=1−x21
Akar diambil positif karena pada selang tadi cosy≥0. Turunan arccos tinggal negatifnya, karena arcsinx+arccosx=2π adalah konstanta.
Hati-hati dengan notasi sin−1x. Di buku kalkulus, itu berarti arcsinx, bukan sinx1. Kebalikan dari sinus ditulis cscx atau (sinx)−1.
#Aturan hasil kali dan hasil bagi yang dipakai bersama tabel
Tabel di atas menangani satu fungsi. Begitu dua fungsi dikalikan atau dibagi, kamu butuh dua aturan tambahan:
(fg)′=f′g+fg′(gf)′=g2f′g−fg′
Contoh hasil kali: y=x2lnx memberi y′=2xlnx+x2⋅x1=2xlnx+x. Contoh hasil bagi: y=xsinx memberi y′=x2xcosx−sinx. Urutan pengurangan di pembilang hasil bagi tidak boleh terbalik, karena membaliknya mengubah tanda seluruh jawaban. Kalau penyebutnya konstanta, jangan pakai aturan hasil bagi. Tulis saja sebagai perkalian dengan konstanta, misalnya 5x3=51x3.
Semua rumus tabel mengandaikan basis atau pangkatnya konstan. Fungsi seperti xx atau (sinx)x punya variabel di basis dan di pangkat sekaligus, jadi rumus xn dan rumus ax sama-sama salah. Untuk bentuk itu kamu butuh teknik ln kedua ruas, yang dibahas di turunan x pangkat x dengan diferensiasi logaritmik. Kalau y tidak bisa dipisahkan dari x, misalnya x3+y3=6xy, kamu memakai rumus yang sama tetapi lewat turunan implisit.
Rumus turunan juga jadi bahan utama bab berikutnya. Aturan L'Hôpital, misalnya, hanya berguna kalau kamu bisa menurunkan pembilang dan penyebut dengan cepat dan benar (contohnya di sini).
#Cara memakai notasi Leibniz untuk fungsi berlapis tiga
Untuk fungsi dengan tiga lapis, beri nama tiap lapis lalu kalikan turunannya. Contoh y=ln(sin(3x2)):
Kalau sudah lancar, kamu tidak perlu menulis u dan v. Cukup kerjakan dari luar ke dalam, dan setiap kali satu lapis diturunkan, argumen di dalamnya disalin apa adanya. Fungsi ini terdefinisi hanya saat sin(3x2)>0. Sebagai cek angka, di x=π/12≈0,5117 berlaku 3x2=4π dan cot4π=1, jadi dxdy=6×0,5117≈3,070.
#Lima soal komposisi lagi, dikerjakan sampai angka
Soal 2. Turunkan y=arctan(e2x) lalu hitung nilainya di x=0.
Lapisnya: 2x, lalu e2x, lalu arctan.
dxdy=1+(e2x)21⋅e2x⋅2=1+e4x2e2x
Di x=0: 1+12⋅1=1. Perhatikan (e2x)2=e4x, bukan e4x2.
Soal 3. Turunkan y=(arcsin2x)3 lalu hitung di x=41.
Lapis luar pangkat tiga, tengah arcsin, dalam 2x.
dxdy=3(arcsin2x)2⋅1−4x21⋅2=1−4x26(arcsin2x)2
Di x=41, arcsin21=6π dan 1−41=23. Hasilnya 3/26⋅π2/36=33π2≈1,899.
Soal 4. Turunkan y=3cos2x lalu hitung di x=4π.
dxdy=3cos2xln3⋅(−sin2x)⋅2=−2ln3sin(2x)3cos2x
Di x=4π, cos2π=0 sehingga 30=1, dan sin2π=1. Hasilnya −2ln3≈−2,197.
Soal 5. Turunkan y=log3(1+x) lalu hitung di x=4.
dxdy=(1+x)ln31⋅2x1
Di x=4: 3ln31⋅41=12ln31≈0,0759.
Soal 6. Turunkan y=sec3(4x) lalu hitung di x=16π.
Tulis dulu sebagai (sec4x)3 supaya urutan lapisnya jelas.
Lupa faktor turunan fungsi dalam. Menulis dxdsin(3x2)=cos(3x2) tanpa 6x. Ini kesalahan nomor satu, dan dosen biasanya memotong hampir seluruh poin karena hasilnya salah total.
Menurunkan argumen yang seharusnya disalin. Menulis cos(6x) untuk turunan sin(3x2). Argumen fungsi luar tidak berubah. Yang ditambahkan adalah faktor pengali di luar.
Memperlakukan ax seperti xn. Turunan 2x bukan x⋅2x−1. Aturan pangkat hanya berlaku kalau pangkatnya konstanta. Kalau basisnya yang konstan, pakai axlna.
Tanda negatif pada cos, cot, csc, dan arccos. Apalagi di soal berlapis, satu tanda yang hilang mengubah nilai akhir dari −2,197 menjadi 2,197.
Mengira sin2x dan sin(x2) sama. Turunan sin2x adalah 2sinxcosx, sedangkan turunan sin(x2) adalah 2xcos(x2).
Menurunkan dalam derajat. Turunan sinx adalah cosx hanya untuk radian. Dalam derajat muncul faktor 180π.
Sebaiknya iya, karena keduanya muncul lagi di integral substitusi trigonometri. Kalau lupa, tulis secx=(cosx)−1 lalu turunkan dengan aturan rantai: −(cosx)−2⋅(−sinx)=secxtanx.
#Lebih baik pakai notasi Leibniz atau notasi aksen?
Untuk soal berlapis tiga atau lebih, notasi Leibniz dvdy⋅dudv⋅dxdu membuat setiap faktor terlihat, jadi lebih sulit ada yang tercecer. Untuk soal pendek, notasi aksen lebih cepat. Dosen umumnya menerima keduanya selama langkahnya terbaca.
Ubah akar menjadi pangkat pecahan, lalu pakai aturan rantai. x2+1=(x2+1)1/2, sehingga turunannya 21(x2+1)−1/2⋅2x=x2+1x. Di x=0 nilainya 0, dan di x=1 nilainya 21≈0,707. Pola 2uu′ ini layak dihafal karena muncul terus di soal laju terkait.